Kapan Suatu Perusahaan Dilikuidasi atau Reorganisasi?

Kapan Suatu Perusahaan Dilikuidasi atau Reorganisasi?

Likuidasi dan reorganisasi adalah dua pendekatan yang seringkali digunakan untuk melakukan tindakan terhadap perusahaan yang kinerjanya kurang bagus. Pengertian reorganisasi berbeda dengan likuidasi.

Ketika suatu usaha menjadi tidak solven, yang artinya usaha tersebut tidak memiliki cukup kas untuk memenuhi pembayaran bunga dan pokok pinjamannya.

Harus ada keputusan yang kemudian diambil apakah akan membubarkan PT melalui likuidasi atau mengizinkannya melakukan reorganisasi dan tetap eksis.

Kapan suatu perusahaan dilikuidasi atau reorganisasi?

Dan apa perbedaan antara keduanya?

Keputusan apakah akan memaksa suatu perusahaan dilikuidasi atau mengizinkannya melakukan reorganisasi tergantung pada apakah nilai perusahaan yang direorganisasi kemungkinan akan lebih besar daripada nilai asetnya jika dijual secara terpisah.

Baca juga : Beginilah Cara Menghitung Harga Perolehan 8 Jenis Aktiva Tetap ini

Dalam reorganisasi, kreditor perusahaan akan melakukan negosiasi dengan manajemen tentang persyaratan-persyaratan dari kemungkinan reorganisasi tersebut.

Rencana reorganisasi mengharuskan dilakukannya restrukturisasi utang di mana dalam hal ini tingkat bunga akan diturunkan, jangka waktu jatuh temponya diperpanjang, atau sebagian utang ditukar dengan ekuitas.

Tujuan restrukturisasi adalah mengurangi beban keuangan sampai ke suatu tingkat yang dapat didukung oleh ARUS KAS perusahaan.

Baca juga : 2 Metode atau Cara Membuat Laporan Arus Kas ( Statement of Cash Flow)

Pemegang saham biasa juga harus dipangkas, di mana posisi mereka biasanya akan terdilusi sebagai akibat dari diberikannya tambahan saham kepada pemegang obligasi karena menerima pengurangan jumlah bunga dan pokok pinjaman.

Pengadilan dapat menunjuk trustee untuk mengawasi pelaksanaan reorganisasi, tetapi manajemen yang ada umumnya tetap diperkenankan memegang kendali.

Baca juga : KAS atau LABA, Penting Mana?

Likuidasi terjadi jika nilai perusahaan dianggap lebih besar dalam keadaan mati daripada hidup. Jika pengadilan memerintahkan dilakukannya likuidasi, aset perusahaan akan dilelang dan kas yang diterima akan didistribusikan sesuatu ketentuan yang berlaku.

Jadi, beberapa hal yang perlu diperhatikan mengenai reorganisasi dan likuidasi antara lain :

  1. Pelajari peraturan yang mengatur tentang reorganisasi dan likuidasi.
  2. Kebangkrutan suatu usaha seringkali terjadi
  3. Prioritas atas klaim tertentu harus diikuti ketika mendistribusikan aset perusahaan yang dilikuidasi.
  4. Perlakuan terhadap pemegang obligasi bergantung pada persyaratan obligasi tersebut.
  5. Reorganisasi pemegang saham biasanya umumnya hanya menerima dalam jumlah kecil dan sama sekali tidak menerima likuidasi karena aset biasanya memiliki nilai lebih kecil dibandingkan jumlah utang yang masih belum dibayar.

Baca juga : Inilah Pengertian Aktiva dan Jenis-jenisnya

Demikian pembahasan singkat tentang likuidasi dan reorganisasi. Semoga bermanfaat dan terima kasih.

***