Metode Persediaan FIFO, LIFO, Biaya Rata-rata dan Contoh Aplikasinya

Metode LIFO (last in first out), metode FIFO (first in first out) dan Metode Rata-rata Tertimbang adalah 3 (tiga) sistem penilaian serta perhitungan harga pokok penjualan (HPP) persediaan yang sering digunakan oleh para pelaku bisnis. Dari tiga sistem penilaian persediaan tersebut, mana yang terbaik?

Perlu dipahami bahwa satu metode yang hasilnya baik digunakan oleh perusahaan dengan jenis usaha A, belum tentu baik juga digunakan oleh perusahaan B dengan bidang usaha B, demikian pula sebaliknya, Oleh karena itu pada kesempatan ini saya sajikan perbandingan 3 metode penilaian persediaan tersebut lengkap beserta contoh-contohnya berikut ini ….

1: Penilaian Persediaan

A: Sekilas tentang sistem penilaian persediaan

Setiap mobil memiliki nomer seri yang unik, sehingga sebuah diler mobil dapat menghitung biaya unit yang terjual melalui metode identifikasi spesifik. Metode ini bisa juga digunakan untuk toko perhiasan dan galeri seni.

Namun, untuk banyak perusahaan, unit yang identik tidak dapat dikenali secara terpisah, sehingga suatu asumsi arus biaya perlu dibuat.

Unit mana saja yang telah dijual dan unit mana saja yang masih berada dalam persediaan harus diasumsikan dengan menggunakan metode penilaian persediaan FIFO (firs-in, first-out), LIFO (last-in, first-out), atau metode biaya rata-rata.

Saat sistem persediaan periodik digunakan, maka hanya pendapatan yang dicatat setiap kali terjadi penjualan. Tidak ada ayat jurnal yang dibuat pada saat penjualan untuk mencatat harga pokok penjualan (HPP).

Pada akhir periode akuntansi, perhitungan fisik persediaan dilakukan untuk menghitung biaya persediaan dan harga pokok penjualan (HPP).

2: Metode Penilaian Persediaan FIFO

A: Pengertian Metode FIFO

Apa yang dimaksud metode FIFO?

Sebagai ilustrasi mengenai metode penilaian persediaan FIFO dalam sistem persediaan periodik, kita akan memberikan contoh ayat jurnal persediaan awal dan pembelian barang pada bulan Januari 2018.

Perhitungan fisik pada tanggal 31 Januari 2018 terdapat sisa persediaan sebanyak 150 unit.

Dengan menggunakan metode FIFO, biaya sisa persediaan pada akhir periode berasal dari biaya perolehan paling akhir.

Biaya 150 unit dalam persediaan akhir pada tanggal 31 Januari 2018 dihitung dengan mengurangkan biaya persediaan per 31 Januari 2018 sebesar Rp 3.250.000 dari biaya barang tersedia untuk dijual sebesar Rp 5.880.000 akan menghasilkan harga pokok penjualan (HPP) sebesar Rp 2.630.000.

Untuk lebih jelasnya, kita bisa baca proses tersebut dalam gambar berikut ini:

metode fifo
penggunaan metode fifo

Persediaan akhir 31 Januari 2018 sebesar Rp 3.250.000 berasal dari biaya perolehan paling akhir. HPP sebesar Rp 2.630.000 berasal dari biaya persediaan awal dan biaya paling awal.

***

Dan untuk menggambarkan hubungan antara harga pokok penjualan (HPP) untuk bulan Januari 2018 dan persediaan akhir per 31 Januari 2018, saya sajikan sebuah gambar.

Perhatikan gambar ilustrasi berikut ini:

metode penilaian persediaan fifo
Metode FIFO

B: Penggunaan Metode Penilaian Persediaan FIFO

Ketika metode penilaian persediaan FIFO digunakan selama periode inflasi atau kenaikan harga-harga secara umum, biaya unit yang lebih awal akan lebih rendah dibandingkan dengan biaya unit paling akhir, seperti ditunjukkan dalam contoh di atas.

Oleh karena itu metode FIFO akan menghasilkan laba kotor yang lebih tinggi.

Akan tetapi, persediaan perlu diganti dengan harga yang lebih tinggi daripada yang ditunjukkan oleh HPP (harga pokok penjualan).

Kenyataannya, neraca akan melaporkan persediaan akhir pada nilai yang kurang lebih sama dengan biaya penggantian atau biaya untuk membeli barang persediaan sejenis saat ini.

Ketika tingkat inflasi mencapai dua digit, seperti yang pernah terjadi pada tahun 1970 an di Amerika Serikat, laba kotor yang tinggi yang dihasilkan dari penggunaan metode FIFO sering disebut laba persediaan atau laba ilusi.

Sebaliknya, selama periode deflasi atau penurunan harga-harga secara umum, pengaruhnya adalah kebalikannya.

( Baca juga : Laporan Arus Kas Perusahaan Jasa: Cara Sederhana dan Mudah Membuat (update)

Manajemen Keuangan Profil

Profesional lulusan ekonomi yang menekuni ERP (SAP), Accounting Software, Business Analyst dan berbagi pengalaman pekerjaan Finance & Accounting.

Tinggalkan komentar