Metode Persediaan FIFO, LIFO, Biaya Rata-rata dan Contoh Aplikasinya

4: Metode Penilaian Persediaan Biaya Rata-rata

A: Pengertian Metode Biaya Rata-rata

Apa iti metode biaya rata-rata?

Metode biaya rata-rata disebut juga dengan metode biaya rata-rata tertimbang (weighted average method).

Ketika metode ini digunakan biaya dipadankan terhadap pendapatan sesuai dengan rata-rata biaya unit yang terjual.

Biaya unit rata-rata tertimbang yang sama digunakan dalam menghitung biaya persediaan pada akhir periode.

Untuk perusahaan yang memiliki barang penjualan yang terdiri dari berbagai pembelian unit yang identik, penerapan metode biaya rata-rata hampir menyerupai arus fisik barang.

Biaya unit rata-rata tertimbang dihitung dengan membagi jumlah biaya unit setiap barang yang tersedia untuk dijual selama periode tertentu dengan jumlah unit barang terkait.

Dengan menggunakan data biaya yang sama dengan contoh metode FIFO dan LIFO, biaya rata-rata 280 unit adalah sebesar Rp 21.000, dan biaya 150 unit dalam persediaan akhir, dihitung sebagai berikut :

Biaya unit rata-rata : Rp 5. 880.000 /280 unit = Rp 21.000
Persediaan 31 Januari 2018, 150 unit dengan biaya Rp 21.000 per unit = Rp 3.150.000

Mengurangi biaya persediaan per 31 Januari 2018 sebesar Rp 3.150.000  dari biaya barang tersedia untuk dijual sebesar Rp 5.880.000 akan menghasilkan harga pokok penjualan (HPP) sebesar Rp 2.730.000, seperti ditunjukkan berikut ini :

(a). Persediaan awal = Rp 2.000.000

(b) Pembelian = Rp 3.8880.000

(c). Biaya barang untuk dijual : (a) + (b) = Rp 5.880.000

(d). Persediaan akhir = Rp 3.150.000

(e). HPP : (c) – (d) = Rp 2.730.000

B: Penggunaan Metode Penilaian Persediaan Biaya Rata – rata

Metode biaya rata-rata adalah hasil kompromi antara metode FIFO dan LIFO. Pengaruh kecenderungan harga diambil rata-ratanya dalam menghitung HPP (Harga Pokok Penjualan) dan persediaan akhir.

Untuk serangkaian pembeliaan, biaya rata-rata akan tetap sama, tanpa memperhatikan arah kecenderungan harga. Sebagai contoh, urutan biaya unit yang secara keseluruhan dibalik dengan biaya unit seperti disajikan dalam contoh di atas, tidak akan berpengaruh terhadap harga pokok penjualan (HPP), laba kotor atau persediaan akhir yang dilaporkan.

***

Untuk me-refresh kembali, sekarang ada satu contoh lagi perhitungan biaya persediaan. Perhatikan contoh soal dan jawaban persediaan berikut ini:

Unit suatu barang yang tersedia untuk dijual selama tahun berjalan adalah sebagai berikut :

Biaya Rata-rata
Metode biaya rata-rata

Terdapat 16 unit barang dalam penghitungan fisik persediaan per 31 Desember. Menggunakan sistem periodik dalam menentukan persediaan. Hitunglah biaya persediaan menggunakan : 1) metode FIFO, 2) Metode LIFO, dan 3) Metode biaya rata-rata.

Jawaban :

#1. Metode FIFO

= 16 unit X Rp 62.000 = Rp 992.000

#2. Metode LIFO

= (6 unit X Rp 50.000) + (10 unit X Rp. 55.000)
= Rp 850.000

#3. Metode Biaya Rata-rata

= Rp 2.310.000 / 40 = Rp 57.750
= 16 unit X Rp. 57.750 = Rp 924.000

Manajemen Keuangan Profil

Profesional lulusan ekonomi yang menekuni ERP (SAP), Accounting Software, Business Analyst dan berbagi pengalaman pekerjaan Finance & Accounting.

Tinggalkan komentar