B: Contoh soal persediaan FIFO, LIFO, Biaya Rata-rata dan Jawabannya
1: Contoh soal persediaan metode perpetual FIFO dan LIFO
PT Ceger Bestari Jaya menjual barang-barang keperluan perkebunan kelapa sawit dan pengolahan CPO. Berikut ini data pergerakan persediaan salah satu produknya pada bulan Januari 2022:
1: Persediaan awal, 1 Januari 2022, sebanyak 245 unit dengan harga Rp 15.000/unit
2: Tanggal 3 Januari, barang terjual sejumlah 200 unit
3: Tanggal 10 Januari, perusahaan melakukan pembelian sebanyak 120 unit seharga Rp 16.000/unit
4: Pada tanggal 21 Januari 2022, perusahaan menjual barang sejumlah 110 unit.
Pertanyaan:
Hitunglah persediaan barang per 31 Januari 2022, jika perusahaan menerapkan sistem perpetual FIFO dan LIFO?
Pembahasan dan jawaban:
1: Nilai persediaan 31 Januari 2022, perpetual FIFO (First In First Out)
= 55 unit x Rp 16.000
= Rp 880.000
2: Nilai persediaan 31 Januari 2022, perpetual LIFO (Las In First Out)
= (45 unit x Rp 15.000) + (10 unit x Rp 16.000)
= Rp 675.000 + Rp 160.000 = Rp 835.000
2: Contoh soal persediaan metode periodik FIFO, LIFO dan Biaya Rata-rata
CV Sukses Mulia Selamanya adalah perusahaan dagang spare part sepeda motor. Salah satu persediaan spare part yang tersedia untuk dijual selama bulan Agustus 202x adalah sebagai berikut:
1: Satu Agustus 202x, persediaan barang 300 unit, harga Rp 120.000/unit
2: Tanggal 5 Agustus 202x, pengadaan barang 325 unit, harga Rp 121.000/unit
3: 20 Agustus 202x, pembelian barang 350 unit, harga Rp 119.000/unit
Total barang tersedia untuk dijual:
= (300 unit x Rp 120.000) + ( 325 unit x Rp 121.000) + (350 unit x Rp 119.000)
= 975 unit senilai Rp 116.975.000
Pertanyaan:
Setelah melakukan penghitungan fisik barang, ternyata jumlah persediaan per 31 Agustus 202x adalah 95 unit. Hitunglah nilai persediaan barang akhir bulan Agustus, jika perusahaan menerapkan sistem periodik FIFO, LIFO dan Biaya Rata-rata?
Pembahasan dan jawaban:
1: Nilai persediaan barang 31 Agustus 202x, metode periodik FIFO (First In First Out)
= 95 unit x Rp 119.000
= Rp 11.305.000
2: Nilai persediaan barang 31 Agustus 202x, sistem fisik LIFO (Last In First Out)
= 95 unit x Rp 120.000
= Rp 11.400.000
3: Nilai persediaan barang metode biaya rata-rata
Menghitung harga rata-rata per unit barang:
= Rp 116.975.000 : 975 unit
= Rp 119.974
Nilai persediaan:
= Rp 119.974 x 95
= Rp 11.397.564
6. Dampak Penggunaan Metode Terhadap Laba Rugi
Dari pembahasan ketiga metode di atas, arus biaya yang berbeda diasumsikan untuk masing-masing dari tiga metode alternatif biaya persediaan.
Perhatikan bahwa jika biaya unit tetap stabil, seluruh metode akan mendapatkan hasil yang sama, akan tetapi karena harga berubah-ubah, tiga metode tersebut biasanya akan menghasilkan jumlah yang berbeda untuk :
- Harga pokok penjualan (HPP) untuk periode berjalan
- Laba kotor dan laba bersih untuk periode tersebut
- Persediaan akhir
Dengan menggunakan contoh, misalnya penjualan sebesar Rp 3.900.000, hasil dari perhitungan 130 unit x Rp 30.000, penggalan laporan laba rugi berikut ini menunjukkan pengaruh setiap metode saat harga naik.

Perhatikan laporan laba rugi sebagian di atas, metode FIFO menghasilkan jumlah paling rendah untuk HPP (Harga Pokok Penjualan), dan jumlah paling tinggi untuk laba kotor dan laba bersih dan juga persediaan akhir.
Di satu sisi, metode penilaian persediaan LIFO menghasilkan jumlah paling tinggi untuk HPP (harga pokok penjualan), dan jumlah paling rendah untuk laba kotor dan laba bersih, dan juga persediaan akhir.
Metode penilaian persediaan biaya rata-rata menghasilkan jumlah di antara yang dihasilkan FIFO dan LIFO.
7. Kesimpulan
Persediaan ayau inventory adalah jenis aset yang dimiliki perusahaan untuk digunakan dalam melakukan dan mendukung aktivitas sehari-hari. Keberadaanya sangat penting dalam mempengaruhi kinerja bisnis perusahaan, sehingga perlu dikelola dengan baik, benar serta akurat.
Ada beberapa metode yang bisa digunakan oleh perusahaan untuk melakukan pengelolaan persediaan, antara lain metode persediaan LIFO, FIFO dan Biaya Rata-rata.
Perlu dingat bahwa penerapan setiap metode persediaan ada konsekuensinya, oleh karena itu perusahaan harus benar-benar jeli menentukan metode persediaan yang akan dipakai, sehingga tidak merugikan di kemudian hari. Dan 3 metode tersebut sudah dijelaskan secara panjang lebar beserta contoh soal dan jawabannya.
Inilah sedikit yang bisa kami bagikan, mudah-mudahan ada guna dan manfaaynya. Bila Anda merasa mendapat manfaat dari artikel ini silahkan share dengan yang lain. Apabila Anda ingin mengutip artikel ini silahkan, dan mohon sebutkan dan sertakan link sumbernya. Thanks.