Pembukuan Transaksi Ekuitas Sistem Debit dan Kredit
A: Prosedur Pencatatan Transaksi Ekuitas
Pengertian debit dan kredit dalam kaitannya dengan pencatatan jurnal transaksi ekuitas pemilik adalah, bila suatu transaksi menyebabkan penambahan nilai ekuitas, maka dicatat di Kredit, dan sebaliknya bila transaksi bisnis menyebabkan penurunan nilai ekuitas maka dicatat di Debit.
B: Contoh Aplikasi Pencatatan Transaksi Ekuitas
Berikut ini contohnya:
Persahabatan dari tiga serangkai yang dijalin sejak sekolah dasar mendasari sebuah kesepakatan untuk mendirikan sebuah start up bisnis di bidang teknologi informasi. Setelah melalui diskusi panjang nan melelahkan, akhirnya disetujui satu nama perusahaan PT Karanggondang Era Permai, dengan jumlah modal sebesar Rp 578.000.000.
Rincian jumlah modal disetor terdiri dari:
- Eri Rp 100.000.000
- Era Rp 200.000.000
- Ari Rp 278.000.000
Pertanyaan:
Bagaimana prosedur pencatatan debit dan kredit terhada modal disetor pendirian start up bisnis tersebut?
Pembahasan dan jawaban soal:
Kas … Rp 578.000.000 (Debit)
Modal Eri ….. Rp 100.000.000 (Kredit)
Setoran Modal Era …. Rp 200.000.000 (Kredit)
Modal Ari ….. Rp 278.000.000 (Kredit)
Prinsip pencatatan debet dan kredit menetapkan bahwa bertambahnya jumlah modal disetor dicatat di Kredit, sedangkan kas di bagian kiri atau Debit.
Pencatatan Transaksi Pendapatan

A: Aturan Pembukuan Transaksi Pendapatan
Bagaimana aplikasi penerapan aturan debet dan kredit untuk membukukan transaksi pendapatan?
Berpedoman pada aturan debet dan kredit, menyatakan bahwa transaksi pendapatan dibukukan ke sisi debet apabila menyebabkan berkurangnya nilai pendapatan, misalnya retur penjualan. Transaksi pendapatan dicatat ke bagian kredit apabila suatu transaksi menyebabkan kenaikan nilai pendapatan, seperti penjualan barang dan jasa.
B: Contoh Pencatatan Transaksi Pendapatan
Berikut ini disajikan contoh aturan debit dan kredit untuk mencatat transaksi pendapatan penjualan produk dan jasa:
PT Ambalun Sidakangen merupakan perusahaan yang membudidayakan aneka produk pertanian seperti bawang daun, paprika, lombok merah, lombok hijau, kentang, dan kol.
Pada akhir bulan April 2022, perusahaan menjual produk pertanian senialai Rp 15.700.000. Sistem pembayaran uang muka 10%, pelunasannya akan dilakukan 30 hari setelah tanggal faktur penjualan.
Bagaimana prosedur mencatat transaksi penjualan produk pertanian tersebut?
Jawaban soal:
Transaksi penjualan aneka produk pertanian mempengaruhi pos kas dan pendapatan. Bagaimana pengaruhnya? Kas bertambah, pendapatan pun naik.
Dalam sistem pencatatan debet dan kredit di tetapkan bahwa penambahan nilai pendapatan dicatat di bagian kiri atau Debit. Berdasarkan pada ketentuan dasar akuntansi tersebut maka jurnal yang dibuat adalah sebagai berikut:
Jurnal saat terjadi transaksi:
(Debit) Kas …. Rp 1.570.000
(Debit) Piutang Usaha … Rp 14.130.000
(Kredit) Pendapatan dari Penjualan …. Rp 15.700.000
Membuat jurnal ketika pembeli melunasi kekurangan pembayarannya:
(Debit) Kas …. Rp 14.130.000
(Kredit) Piutang Usaha …. Rp 14.130.000