Mengenal Akuntansi untuk Perubahan Harga

Akuntansi perubahan harga adalah bagian dari pelaporan keuangan untuk mencapai tujuan penyajian informasi keuangan.

Struktur dan kerangka akuntansi pokok menentukan batas minimal yang harus dipenuhi dalam pelaporan keuangan.

Akuntansi perubahan harga melengkapi kerangka akuntansi pokok berbasis biaya historis dengan kerangka akuntansi alternatif berbasis nilai.harga.

Informasi pelengkap adalah bagian dari upaya untuk mencapai tujuan pelaporan keuangan.

Apa saja yang dibahas dalam akuntansi perubahan harga?

Mari ikuti pembahasan lengkapnya berikut ini…

 

01: Pengertian Akuntansi Perubahan Harga

Akuntansi Perubahan Harga

Akuntansi perubahan harga adalah perlakuan akuntansi terhadap perubahan atau selisih harga.

Pengertian perubahan harga menurut para ahli adalah perbedaan jumlah rupiah yang dapat digunakan untuk membeli barang atau jasa yang sama pada waktu yang berbeda.

Kerangka akuntansi pokok didasarkan pada asumsi bahwa daya beli uang stabil.

Harga dianggap me-representasikan nilai.

***

Dalam keadaan terjadi perubahan harga, biaya historis dipetahankan karena alasan keterandalan dan keterujian data.

Kondisi perubahan harga sangat mencolok, keberpautan informasi dengan keputusan menjadi berkurang.

Agar kualitas keterandalan dan keberpautan dapat dicapai, kerangka akuntansi pokok harus dilengkapi dengan informasi perubahan harga untuk menunjukkan pengaruhnya terhadap laba dan neraca.

 

02: Masalah Perubahan Harga

Perubahan Panorama

Perubahan harga menimbulkan masalah bagi akuntansi dalam hal:

  1. Penilaian
  2. Unit Pengukur
  3. Kapital

Mari dibahas satu-per-satu…

 

A: Penilaian

Masalah penilaian berkaitan berkaitan dengan dengan dasar yang harus digunakan untuk mengukur nilai pos pada suatu saat.

Nilai aset individual atau spesifik akan berubah kalau dibandingkan dengan aset tertentu yang lain meskipun daya beli uang tidak berubah.

Perubahan ini disebabkan oleh penggunaan teknologi yang berbeda atau kemampuan produk baru yang lebih tinggi.

Sebagai contoh harga telepon seluler tertentu, harga monitor tabung.

Dapat juga terjadinya perubahan yang disebabkan oleh kebijakan ekonomi.

Misalnya harga BBM, Listrik, Gas.

***

Persepsi atau selera orang terhadap manfaat atau nilai barang tertentu dapat pula menyebabkan perubahan nilai, yang akhirnya mempengaruhi harga barang tersebut.

Sebagai contoh, naiknya selera orang terhadap kendaraan serba guna (APV-all purpose vehicle dan MPV-multipurpose vehicle).

Menjadikan kenaikan rata-rata harga kendaraan tersebut dibanding sebelumnya.

Perubahan harga seperti ini disebut dengan perubahan harga spesifik.

Akuntansi menghadapi masalah dalam hal ini karena harga tercatat untuk suatu aset tidak lagi menggambarkan nilai aset tersebut.

Model akuntansi untuk menghadapi masalah ini adalah akuntansi nilai sekarang (current value accounting) yang pengukuran nilainya bergantung pada dasar penilaian yang dianut.

Yaitu biaya sekarang (current cost accounting) atau nilai keluaran sekarang (current exit/ output value accounting).

 

B: Unit Pengukur

Unit Pengukur

Masalah unit pengukur berkaitan dengan perubahan daya beli akibat perubahan tingkat harga umum.

Daya beli uang dapat berubah sehingga unit moneter sebagai pengukur nilai tidak bersifat homogenus lagi kalau dikaitkan dengan waktu.

Perubahan nilai unit pengukur ini terjadi karena perubahan tingkat harga secara umum dalam ekonomi suatu negara.

Artinya, kalau nilai atau manfaat suatu barang tidak berubah.

Maka jumlah unit moneter yang dapat digunakan untuk memperoleh barang yang sama akan berbeda dari waktu ke waktu, karena daya beli uang berubah.

Dengan demikian perbedaan harga suatu barang pada dua saat yang berbeda belum tentu menunjukkan perbedaan nilai atau manfaat barang.

Secara umum, daya beli uang semakin menurun karena adanya inflasi.

***

Akuntansi menghadapi masalah ini karena harga yang diukur satuan rupiah nominal tidak lagi homogenus untuk beberapa pos.

Sehingga penjumlahan biaya vertikal (antar pos) atau horizontal (obyek-obyek yang sama diperoleh pada waktu berbeda) sebenarnya tidak bermakna lagi ibarat menambah jeruk dan apel.

Model akuntansi untuk mengatasi hal ini sering diebut akuntansi tingkat harga umum (general price level accounting).

Istilah lain untuk menunjuk model ini adalah:

  • Akuntansi inflasi (inflation accounting)
  • Daya beli konstan
  • Rupiah konstan atau akuntansi stabilisasian.

 

C: Kapital

Meja Kerja

Masalah kapital berkaitan dengan pengertian laba sebagai selisih dua kapital yang harus ditentukan jenisnya; finansial atau fisik.

Konsep pemertahanan kapital berkaitan dengan pengertian laba.

Dengan konsep ini, laba adalah kenaikan kapital dalam suatu periode yang dapat didistribusikan atau dinikmati setelah kapital awal dipertahankan.

Masalahnya adalah bagaimana kapital pada dua titik waktu diukur atau dinilai.

Untuk menentukan laba dengan mempertahankan kapital, tiga hal penting dalam mengukur kapital harus dipertimbangkan yaitu:

  • dasar penilaian
  • skala pengukuran
  • jenis kapital

Masalah penilaian dalam perubahan harga berkaitan dengan dasar penilaian kapital.

Persoalan unit pengukur dalam perubahan harga berkaitan dengan skala pengukuran.

Sedangkan mengenai pemertahanan kapital dalam perubahan harga berkaitan dengan jenis kapital yang harus dipertahankan yaitu finansial atau fisik.

***

Bila pengaruh perubahan harga tidak diperhatikan.

Dalam keadaan perubahan harga menaik, perhitungan laba atas dasar biaya historis cenderung tersaji tersaji lebih (overstated).

Hak ini disebabkan perubahan akibat kenaikan harga atau untung penahanan melekat pada angka laba.

Demikian juga, dalam tingkat harga umum menaik (terjadi inflasi), laba atau dasar biaya historis juga cenderung tersaji lebih.

Hal ini terjadi karena rugi daya beli (purchasing power losses) akan tersembunyi dan tidak dikurangkan terhadap laba.

Angka laba yang tersaji lebih dapat mengakibatkan distribusi laba yang melebihi jumlah yang dapat menyisakan laba untuk mempertahankan kapital.

Jumlah rupiah yang harus disisakan bergantung apakah kapital didefinisikan sebagai kapital fisik atau finansial.

Bila jenis kapital diperhatikan, model akuntansi untuk mengatasi masalah perubahan harga adalah harga sekarang/ kapital fisik (current cost).

Atau sering disebut juga dengan akuntansi nilai pengganti yang secara teknis sama dengan akuntansi biaya sekarang.

Perbedaannya terletak pada penyajian dan interpretasi jumlah rupiah untuk mempertahankan kapital dalam laporan Laba Rugi.

 

03: Pos Moneter dan Non Moneter

Moneter dan Non Moneter

Implikasi perubahan harga sangat erat kaitannya dengan karakteristik komponen laporan keuangan.

Perubahan harga mempunyai implikasi yang berbeda antara pos-pos moneter dan non moneter (monetary dan non monetary items).

Pembagian pos moneter dan pos non moneter didasarkan pada potensi jasa yang melekat pada pos bersangkutan.

Yaitu apakah potensi jasa berupa aliran kas atau berupa aliran potensi jasa fisik.

Perubahan harga, pos-pos laporan keuangan dapat dikategorikan menjadi 2 pos, yaitu:

  1. Moneter
  2. Non moneter

 

A: Moneter

Pos-pos moneter berkaitan dengan masalah untung atau rugi daya beli.

Pos-pos moneter terdiri atas aset moneter dan kewajiban monter.

Aset moneter adalah klaim untuk menerima kas di masa mendatang dengan jumlah dan saat yang pasti.

Tanpa mengkaitkannya dengan harga masa datang barang dan jasa tertentu.

Dengan demikian, perubahan harga tidak akan mempengaruhi besarnya klaim tersebut.

Walaupun demikian, daya beli klaim tersebut pada saat diterima dapat berbeda dengan daya beli klaim pada saat timbulnya.

Contoh aset moneter adalah piutang usaha.

***

Kewajiban moneter dalah keharusan untuk membayar utang di masa mendatang dengan jumlah dan saat pembayaran yang sudah pasti.

Contoh kewajiban monter adalah:

  • Utang dagang
  • Utang wesel
  • Utang obligasi

Implikasi perubahan harga terhadap pos-pos moneter lebih berkaitan dengan perubahan daya beli yang menimbulkan untung atau rugi daya beli.

Untung atau rugi daya beli timbul kalau perubahan menahan pos-pos moneterdalam keadaan daya beli berubah.

***

Dan berikut ini beberapa pos moneter:

Aset:

  • Kas dan kas di bank
  • Deposito berjangka
  • Mata uang asing dan klaim dalam mata uang asing
  • Investasi dalam sekuritas:
    • Saham istimewa
    • Obligasi
  • Piutang wesel

Kewajiban:

  • Utang usaha dan wesel
  • Utang biaya
  • Utang obligasi

 

B: Non-Moneter

Ruang Belajar

Pos-pos non moneter berkaitan dengan untung atau rugi penahanan.

Pos-pos non moneter adalah pos-pos selain yang bersifat moneter yang juga terdiri atas aset non moneter dan kewajiban non moneter.

Aset non moneter adalah aset yang mengandung jumlah rupiah yang menunjukkan nilai dan nilai tersebut berubah-ubah dengan berjalannya waktu.

Atau aset yang merupakan klaim untuk menerima potensi jasa atau manfaat fisik tanpa memperhatikan perubahan daya beli.

Contoh:

  • Persediaan barang dagang
  • Fasilitas fisik
  • Investasi dalam saham
  • Ekuitas
  • Goodwill

Kewajiban non moneter adalah keharusan untuk menyerahkan barang dan jasa.

Atau potensi jasa lainnya dengan kuantitas tertentu tanpa memperhatikan daya beli atau perubahan nilai barang.

Atau potensi jasa tersebut pada saat diserahkan.

Juga masuk dalam pengertian kewajiban non moneter adalah keharusan untuk membayar tunai yang besarnya bergantung pada harga barang dan jasa yang akan diterima di masa datang.

Utang jaminan pelayanan gratis adalah salah satu contoh kewajiban non moneter.

***

Implikasi perubahan harga terhadap pos non moneter adalah terjadinya perbedaan nilai tukar antara saat pos-pos tersebut diperoleh atau terjadi dan nilai tukar saat diserahkan atau dilaporkan pada akhir periode.

Dengan kata lain, dalam hal aset, terjadi perbedaan antara harga tercatat (aktual) aset pada saat perolehan.

Dan harga aset sekarang tersebut pada saat digunakan atau diserahkan.

Jadi, selama penahanan aset terjadi perubahan nilai yang menimbulkan untung atau rugi penahanan.

Berikut ini beberapa pos non moneter:

Aset:

  • Saham biasa
  • Persediaan
  • Fasilitas fisik
  • Depresiasi
  • Uang muka perjanjian pembelian
  • Aset tak berwujud

Kewajiban:

  • Hak minoritas dalam perusahaan anak konsolidasian

Ekuitas:

  • Ekuitas pemegang saham biasa (kecuali modal saham yang dapat ditebus pada harga dan waktu tertentu).

 

04: Jenis Perubahan Harga

Jenis Perubahan Harga

A: Pengertian Harga

Definisi harga adalah mempresentasikan nilai tukar barang dan jasa pada suatu saat dalam suatu lingkungan ekonomi.

Barang dan jasa dapat berupa barang dan jasa antara, yaitu berupa faktor produksi atau produk akhir (barang dan jasa untuk konsumsi).

Jadi, dari sudut aktivitas perusahaan, barang dan jasa dapat diklasifikasikan menjadi barang masukan (faktor produksi) atau barang keluaran (produk).

Dengan demikian, harga yang melekat pada barang dan jasa dapat diklasifikasikan juga atas dasar harga masukkan dan harga keluaran.

Harga masukkan adalah harga faktor produksi dan harga barang atau jasa antara yang diperoleh untuk tujuan diolah lebih lanjut.

Harga keluaran adalah harga barang dan jasa yang dijual sebagai produk perusahaan.

Dari sudut pasar barang, pasar faktor produksi disebut pasar masukkan (input market) dan pasar produk akhir disebut pasar keluaran (output market).

Klasifikasi ini melandasi penilaian untuk menentukan harga sekarang.

 

B: Jenis Perubahan Harga

Jenis Perubahan Harga

Ditinjau dari karakteristik perubahan harga barang dan jasa, ada 3 (tiga) jenis perubahan harga yaitu:

  1. Perubahan Harga Umum
  2. Harga Spesifik
  3. Perubahan Harga Relatif

Mari didalami satu-per-satu ya…

 

01: Perubahan Harga Umum

Perubahan harga umum mencerminkan perubahan nilai tukar atau daya beli uang.

Perubahan harga umum dapat menimbulkan untung atau rugi daya beli yang tidak tampak dalam akuntansi biaya historis.

Perubahan tersebut disebabkan oleh kekuatan-kekuatan faktor ekonomi, seperti tersedianya uang.

Atau kecepatan beredarnya uang dibandingkan dengan tersedianya barang atau jasa dalam perekonomian suatu negara.

Penyebab lain adalah ketidakseimbangan antara permintaan dan penawaran barang dan jasa secara umum.

Atau perubahan harga pasar dunia untuk komoditas dasar tertentu, misalnya minyak bumi, emas, atau kayu lapis.

Secara teoritis, jika tidak terdapat perubahan struktur barang atau jasa tertentu.

Perubahan harga umum ditandai oleh perubahan seluruh harga barang dan jasa dengan tingkat dan arah yang sama.

 

#1: Implikasi Akuntansi Perubahan Harga Umum

Perubahan Harga Umum

Dengan berubahnya daya beli sepanjang waktu, harga berbagai obyek yang diukur dengan satuan uang pada waktu yang berbeda-beda.

Hal itu sebenarnya merupakan jumlah rupiah yang tidak homogenus, sehingga tidak dapat dijumlahkan.

Seandainya dijumlahkan, hasil penjumlahan sebenarnya tidak bermakna jelas.

Karena akuntansi biaya historis menganggap daya beli uang konstan, untung atau rugi daya beli tidak akan tampak dalam laporan laba rugi.

Untung atau rugi tersebut melekat atau tersembunyi dalam angka laba, sehingga ada kemungkinan penahanan kapital terlanggar.

Karena kebijakan untuk mendistribusikan dividen melebihi jumlah yang seharusnya untuk mempertahankan kapital atau modal.

***

Usaha perbaikan diwujudkan dalam bentuk akuntansi daya beli konstan.

Untung atau rugi daya beli pos moneter terjadi bila perusahaan menahan aset moneter atau mempunyai utang moneter dalam jangka waktu tertentu.

Dalam kondisi inflasi, menaham aset moneter akan menimbulkan kerugian daya beli.

Sebaliknya, mempunyai utang moneter akan menimbulkan keuntungan daya beli.

Dalam kondisi deflasi, menahan aset moneter akan memberikan keuntungan daya beli dan menahan utang moneter akan mengakibatkan kerugian daya beli.

 

#2: Interpretasi Untung/ Rugi Daya Beli Perubahan Harga Umum

Jumlah rupiah untung atau rugi daya beli adalah informasi untuk membantu pemakai dalam menentukan laba ekonomi perusahaan.

Karena informasi tersebut berkaitan dengan seberapa jauh kapital, secara ekonomi harus dipertahankan.

Untung daya beli penahanan utang dapat dilakukan sebagai pengurang harga aset yang diperoleh dengan utang tersebut.

Dengan juga dengan sebaliknya untuk rugi daya beli.

Untung atau rugi yang melekat pada aset ini mempengaruhi besarnya laba melalui depresiasi atau pada aset terjual.

Dengan adanya untung daya beli, harga aset yang dibebankan sebagai biaya depresiasi akan menjadi lebih rendah dan laba menjadi lebih besar sebesar untung tersebut.

Oleh karena itu, untung daya beli sebenarnya dapat di-interpretasikan sebagai bagian dari laba periode yang terealisasi.

Selain itu, laba atau rugi daya beli adalah sarana untuk mempertahankan kapital dalam kebijakn dividen.

Hal ini sejalan dengan pengertian laba sebagai tambahan kemampuan ekonomi yang dapat dibagi/ dikonsumsi setelah kapital awal dipertahankan.

 

02: Perubahan Harga Spesifik

Perubahan Harga Spesifik

A: Pengertian Perubahan Harga Khusus

Perubahan harga spesifik mencerminkan perubahan karakterisitik barang tertentu akibat teknologi atau selera terhadap barang.

Perubahan harga spesifik menimbulkan untung atau rugi penahanan yang melekat pada laba biaya historis.

Seandainya tidak ada perubahan tingkat harga umum atau daya beli uang stabil.

Perubahan harga barang tertentu akan mencerminkan perubahan nilai tukar barang tersebut.

Perubahan harga spesifik adalah perubahan harga barang tertentu karena nilai intrinsik barang tersebut berubah.

Sehingga nilai tukarnya juga berubah baik di pasar masukan maupun pasar keluaran.

Perubahan harga spesifik dapat terjadi karena berbagai faktor antara lain:

  • Selera pelanggan
  • Teknologi di bidang teknik industri
  • spekulasi atau perubahan harapan masyarakat terhadap kuantitas barang dan jasa tertentu yang tersedia.

Dalam kenyataannya, sangat sulit untuk memisahkan perubahan harga spesifik dari perubahan harga umum.

Walaupun demikian, secara teoritis dua perubahan tersebut dianggap dapat dipisahkan.

***

Perubahan harga spesifik dalam pasar masukan akan mengakibatkan kenaikan atau penurunan harga aset, yang akhirnya mempengaruhi biaya bagi perusahaan.

Sementara itu, perubahan harga spesifik dalam pasar keluaran akan mengakibatkan kenaikan atau penurunan pendapatan perusahaan.

Perubahan harga spesifik biasanya tidak dapat dikendalikan oleh manajemen.

Oleh karena itu, naik-turunnya laba karena perubahan ini, sebenarnya tidak menggambarkan kemampuan manajemen dalam mengelola kapital fisik perusahaan.

 

B: Implikasi Akuntansi Perubahan Harga Spesifik

Perubahan Harga Spesifik

Dalam akuntansi biaya historis, perubahan harga spesifik ini tidak diperhatikan dan dengan sendirinya perubahan ini akan tersembunyi dalam perhitungan laba.

Hal ini sering dikritik sebagai kelemahan akuntansi biaya historis, karena angka laba tidak menggambarkan efisiensi operasi perusahaan yang sebenarnya.

Seandainya pengaruh perubahan harga spesifik tersebut dikeluarkan dari perhitungan laba, pengaruh ini akan menjadi untung atau rugi penahanan.

***

Perhatikan contoh kasus akuntansi perubahan harga untuk menjelaskan konsep perubahan harga spesifik dan implikasinya terhadap perhitungan laba berikut ini:

Misalnya, suatu perusahaan mempunyai persediaan barang dagang pada awal periode dengan harga Rp 1.500.000.

Seluruh barang tersebut dijual pada tengah periode dengan harga Rp 2.500.000.

Pada saat dijual, nilai atau biaya pengganti (current cost) persediaan barang dagang tersebut adalah Rp 2.100.000.

Atas dasar data ini, dua pendekatan laporan laba rugi disajikan berikut ini:

Contoh Laporan Laba Rugi
Contoh Format Laporan Laba Rugi

Dalam perhitungan di atas, biaya operasi diabaikan. Untung penahanan:

= Rp 2.100.000 – Rp 1.500.000
= Rp 600.000

Laba penahanan Rp 600.000 tersembunyi dalam model biaya historis.

Laba operasi yang sebenarnya adalah Rp 400.000.

Yaitu selisih antara harga jual produk sekarang dan semua biaya atas dasar biaya sekarang.

Jumlah inilah yang memenuhi makna laba berdasarkan konsep pemertahanan kapital.

Seandainya kapital harus dipertahankan, untung penahanan tidak dapat didistribusi sebagai dividen.

 

C: Interpretasi Laba Ditahan Perubahan Harga Spesifik

Metode Penyusutan Aktiva Tetap

Pada contoh di atas terlihat bahwa untuk mempertahankan kapital.

Akuntansi biaya sekarang adalah model untuk mengatasi kelemahan model biaya historis dalam hal terjadi perubahan harga spesifik.

Untung penahanan merupakan informasi tentang jumlah rupiah untuk mempertahankan kapital.

Dari segi evaluasi kinerja manajemen.

Akuntansi biaya sekarang sebenarnya memberi informasi tentang kegiatan yang benar-benar merupakan upaya manajemen yang ditunjukkan oleh laba operasi.

Dan kegiatan yang semata-mata hanya menahan aset yang ditunjukkan oleh untung penahanan dalam kaitannya dengan pengelolaan kapital fisik.

Dengan kata lain, laba operasi adalah hasil aktivititas produktif, sedangkan untung penahanan adalah hasil kegiatan penahanan aset.

Laba operasi atas dasar biaya sekarang adalah pengukur efisiensi pengelolaan dana atau kapital fisik perusahaan yang sebenarnya.

Pemisahan semacam ini adalah keunggulan akuntansi biaya sekarang.

Dalam kondisi harga yang menaik, biaya atas dasar biaya sekarang yang dibebankan ke pendapatan akan cenderung lebih tinggi daripada biaya historis karena itu laba akan cenderung lebih kecil.

 

03: Perubahan Harga Relatif

Perubahan Harga Relatif

Perubahan harga relatif mencerminkan perubahan harga spesifik setelah pengaruh perubahan umum diperhitungkan

Perubahan harga tersebut mempunyai implikasi yang berbeda terhadap akuntansi biaya historis.

Telah disebutkan sebelumnya bahwa memisahkan perubahan harga spesifik dari perubahan daya beli sangat sulit untuk dilakukan.

Karena kedua faktor yang menyebabkan perubahan tersebut bekerja secara serentak.

Dengan kata lain, setiap terjadi perubahan harga suatu barang atau jasa.

Maka perubahan tersebut sebenarnya merefleksi perubahan daya beli uang dan perubahan struktur harga barang atau jasa tersebut secara bersamaan.

Namun demikian, untuk pelaporan keuangan, secara teoritis pemisahan dapat dilakukan dengan menggunakan konsep perubahan harga relatif.

***

Perubahan harga relatif mengukur tingkat penyimpangan perubahan harga barang atau jasa tertentu terhadap perubahan akibat perubahan tingkat harga umum seluruh barang dan jasa.

Dengan kata lain, perubahan harga relatif adalah perubahan harga setelah pengaruh perubahan daya beli dikeluarkan.

Atau diperhitungkan (perubahan harga residual setelah setelah perubahan daya beli).

***

Perhatikan contoh soal akuntansi perubahan harga berikut ini:

Misalnya makna perubahan harga relatif diilustrasikan dalam tabel berikut ini:

perubahan harga relatif
Tabel: perubahan harga relatif

Pada tabel di atas, barang (C) mengalami tidak hanya perubahan akibat perubahan harga umum, tetapi juga akibat perubahan nilai barang.

Sedangkan barang-barang yang lain hanya mengalami perubahan akibat perubahan tingkat harga umum.

Perubahan harga barang (C) sebesar Rp 2.400 sebenarnya tediri atas dua komponen, yaitu:

#1: Perubahan akibat daya beli sebesar:

= 10% x Rp 6.000
= Rp 600

#2: Perubahan akibat nilai sebesar:

= Rp 2.400 – Rp 600
= Rp 1.800 (30% dari harga semula)

***

Bila perubahan harga relatif didasarkan pada harga setelah perubahan daya beli, tidak 30% tetapi hanya 27,27%.

Begini cara perhitungannya:

= Rp 1.800 : (Rp 6.000 + Rp 600)
= 27,27%

Perubahan sebesar Rp 1.800 Itulah yang disebut perubahan harga relatif.

Jadi, perubahan harga relatif adalah perubahan harga spesifik setelah pengaruh perubahan daya beli diperhitungkan.

***

Untuk menambah wawasan dan pengetahuan mengenai materi, berikut ini disajikan video pendek yang membahas contoh soal perubahan harga.

 

05: Kesimpulan

Dalam merancang akuntansi yang akan diterapkan dalam suatu lingkungan ekonomi tertentu.

Misalnya negara, perusahaan, institusi.

Maka perlu ditentukan struktur atau kerangka akuntansi yang menghasilkan laporan keuangan.

Kerangka akuntansi akan menentukan batas pengakuan transaksi, sehingga data yang masuk dalam laporan keuangan merupakan informasi dasar.

Sehingga untuk melengkapi informasi tersebut, maka disusunlah informasi tambahan.

Informasi tambahan ini akan menambah keberpautan informasi laporan keuangan.

Dan akuntansi perubahan harga adalah upaya untuk melengkapi informasi yang disajikan dalam laporan keuangan.

Dan untuk memudahkan implementasi perubahan harga, sebaiknya buat susun Standar Operasional Prosedur (SOP) sebagai pedoman dan panduan kegiatan perusahaan.

Demikian yang bisa dibagikan tentang makalah tingkat perubahan harga harga.

Semoga bermanfaat. Terima kasih.*****

manajemen keuangan dan SOP