Pikir Ulang Untuk Pindah Kerja, Bila Perusahaan Memberikan Hak Beli Saham Untuk Karyawan

Pikir Ulang Untuk Pindah Kerja, Bila Perusahaan Memberikan Hak Beli Saham Untuk Karyawan

 

Perusahaan bisa memberikan hak beli pada pegawai-pegawainya untuk membeli saham di masa yang akan datang dengan harga yang sudah ditentukan.

Hak ini disebut HAK OPTIONS.

Pemberian hak pada pegawai ini dimaksudkan untuk memberikan kompensasi tambahan untuk jasa-jasa yang sudah dan akan diberikan.

Selain itu agar pegawai dapat ikut memiliki perusahaan tempatnya bekerja.

Seringkali seorang karyawan yang bekerja pada perusahaan ‘cuek’ dengan kondisi perusahaan. “yang penting saya digaji tiap bulan tepat waktu” begitu salah satu komentar dari karyawan.

Komentar seperti itu mengindikasikan bahwa karyawan ‘hanya’ bekerja. Mereka kurang peduli terhadap kondisi umum dari perusahaan. Pokoknya kalau sudah dapat gaji tepat waktu dianggap selesai.

Bila kondisi perekonomian makro dan perusahaan baik-baik saja maka tidak akan berpengaruh terhadap karyawan.

Namun bila kondisi sebaliknya, maka karyawan yang ‘cuek’ akan terkejut bila waktu penggajian terlambat atau bahkan PHK.

Oleh karena itu, agar karyawan merasa memiliki dan peduli kepada perusahaan maka mereka diberik hak untuk memiliki saham perusahaan.

Biasanya hak ini diberikan dengan kelonggaran bahwa pembelian bisa dilakukan selama suatu periode tertentu.

Bila ada kenaikan harga pasar saham selama periode pembelian itu maka kenaikan di atas harga beli berdasar hak beli tadi merupakan tambahan kompensasi bagi pegwai.

Biasanya hak beli untuk pegawai ini dibatasi agar tidak dapat dijual pada pihak lain.

Pengeluaran hak beli saham dan penggunaan hak beli saham untuk membeli saham akan dicatat dalam buku.

Hak beli saham atau disebut sebagai jumlah kompensasi adalah selisih antara harga pasr saham “pasar tanggal pemberian hak itu pada pegawai” dengan harga penjualan dengan menggunakan hak beli saham.

Sebagai ilustrasi di bawah ini diberikan contoh sebagai berikut :

Misalnya: PT Berbagi Sejahtera memberikan hak beli saham untuk tiga orang pegawai. Masing-masing untuk membeli 50 lembar saham biasa nominal @ Rp. 1000.

Saham bisa dibeli mulai tahun ketiga sesudah hak diberikan dan sudah harus dibeli sebelum jangka waktu 10 tahun.

Harga saham dengan menggunakan hak beli adalah Rp. 1.500,- per lembar. Harga pasar saham pada saat pemberian hak adalah Rp. 2.000 per lembar.

Nilai hak beli saham atau jumlah kompensasi dihitung sebagai berikut :

Harga pasar pada saat pemberian hak 150 lembar @ Rp. 2.000,- :

= 150 x Rp. 2.000 = Rp. 300.000

Harga saham dengan menggunakan hak beli  150 lembar @ Rp. 1.500,- :

= 150 x Rp. 1.500,- = Rp. 225.000

Nilai hak beli saham atau jumlah kompensasi :

Rp. 300.000 – Rp. 225.000 = Rp. 75.000,-

Jurnal untuk mencatat pemberian hak beli saham :

Laba Tidak Dibagi                            Rp. 75.000
Hak Beli Saham Biasa yang Beredar           Rp. 75.000

Apabila hak beli saham dipakai untuk membeli saham maka oleh perusahaan dicatat dengan jurnal sebagai berikut :

 

jurnal pencatatan pemberian saham untuk karyawan

 

Pemberian hak beli saham dibebankan pada rekening Laba Tidak Dibagi, bila hak beli saham diberikan sebagai kompensasi jasa pegawai yang diserahkan di masa lalu.

Bila hak beli saham diberikan untuk kompensasi jasa pegawai di masa yang akan datang maka pemberian hak beli saham ini akan dicatat dalam rekening Beban Ditangguhkan (Deffered Charges).

Dan akan diamortisasi selama masa penerimaan jasa dari pegawai yang bersangkutan di masa yang akan datang.

Dalam contoh di atas, pegawai menggunakan hak belinya untuk membeli saham. Tapi bila harga pasar saham turun sampai dibawah harga jual dengan menggunakan hak beli saham, maka pegawai tidak akan menggunakan hak belinya.

Jika hak beli tidak dipakai sampai habis waktunya maka dibuat jurnal untuk menghapus rekening Hak Beli Saham yang Beredar sebagai berikut :

Hak Beli Saham Biasa yang Beredar               Rp. 75.000
Modal Hak Beli Saham yang Tidak Dipakai                             Rp. 75.000

Hak beli saham yang beredar akan dilaporkan dalam Neraca sebagai elemen modal yang disetor yaitu dibawah MODAL SAHAM.

***

3 Komentar

  1. Wah kayannya mas muridnya suhu Yodia Antariksa.. Kontenya bagus banget juga.. thanks atas pola perhitungannya..

Komentar ditutup.