Piutang Usaha, Klasifikasi, Perhitungan, Pencatatan Beserta Contoh

Pengertian piutang usaha adalah seluruh uang yang di-klaim perusahaan terhadap entitas lain, termasuk orang, perusahaan, dan organisasi lain. Contoh piutang usaha adalah piutang wesel.

Dengan kata lain, Account Receivable atau piutang usaha adalah pinjaman uang yang diberikan suatu perusahaan untuk pihak lain.

Bagaimana pengaruh piutang usaha terhadap operasional perusahaan?

Untuk lebih jelasnya, mari ikuti pembahasan berikut ini..

 

01: Piutang Usaha dalam Akuntansi

A: Definisi Piutang Usaha (Account Receivable)

Piutang usaha adalah salah satu elemen penting yang perlu dievaluasi dari sepanjang waktu dan terus-menerus.

Account Receivable termasuk kelompok assets yang memiliki tipe lancar.

Keberadaannya akan sangat berpengaruh terhadap geliat aktivitas perusahaan. Ia akan berpengaruh terhadap KAS perusahaan.

 

B: Pengaruh Piutang Usaha pada Operasional Perusahaan

Bila kas perusahaan di-ibaratkan sebagai darah perusahaan.

Sehingga terganggunya aliran darah akan berakibat fatal, bahkan mungkin akan mematikan perusahaan. Oleh karena itu, keberadaan piutang harus dikelola dengan baik.

Selalu dipantau, mulai dari jenis piutang, ciri-ciri piutang, materi piutang, sampai pencatatan piutang.

Kemudian perhatikan siklus akuntansi piutang dagang dan klasifikasi piutang  tersebut.

Apalagi bila Account Receivable tersebut sudah mendekati Death Zone, sebuah area populer dalam dunia pendakian gunung, be careful.

Kudu berhati-hati dan waspada, jangan sampai lengah 🙂

Bagaimana cara mengelola piutang usaha yang baik?

Ikuti terus pembahasannya ya…

 

02: Analisis dan Interpretasi Keuangan

Ada dua ukuran keuangan yang sangat berguna dalam mengevaluasi efisiensi penagihan piutang usaha adalah sebagai berikut:

  • Perputaran piutang usaha
  • Jumlah hari penjualan dalam piutang.

Mari dibahas satu-per-satu…

A: Perputaran Piutang Usaha (Accounts Reeivable Turnover)

Siklus Akuntansi piutang dagang adalah salah satu tahapan dalam proses penyusunan Laporan Keuangan.

Apa yang dimaksud perputaran piutang usaha?

Perputaran Account Receivable mengukur berapa kali piutang dapat diubah menjadi kas selama tahun berjalan.

Sebagai contoh, dengan syarat kredit 2/10, n/30, piutang seharusnya dapat berputar lebih dari 12 kali per tahun.

***

Bagaimana cara mengukur perputaran piutang usaha?

Rumus untuk menghitung perputaran piutang usaha adalah sebagai berikut :

Perputaran Piutang Usaha = Penjualan Bersih : Piutang Usaha Rata-rata

Piutang rata-rata dapat dihitung dengan menggunakan data bulanan.

Atau dengan menambahkan saldo awal dan akhir piutang usaha dan membaginya dengan dua.

Perhatikan contoh perputaran Account Receivable berikut ini:

Sebagai contoh, dengan menggunakan data berikut (dalam jutaan rupiah) untuk PT Telkom atau PT Telekomunikasi Indonesia Tbk.

Dari data-data tersebut, kita dapat mengetahui perputaran piutang pada tahun 2007 dan 2006.

***

Perhatikan cara menghitung perputaran piutang usaha berikut ini :

Tahun 2007 :

  • Penjualan Bersih = Rp 59.440.011
  • Piutang = Rp 3.511.996
  • Piutang Rata-rata = Rp 3.688.504
  • Perputaran Piutang Usaha = 16,11

 

Tahun 2006 :

  • Penjualan Bersih = Rp 51.294.008
  • Piutang = Rp 3.865.012
  • Piutang Rata-rata = Rp 3.798.084
  • Perputaran Piutang Usaha = 13,51

***

Piutang  Rata-rata dan Perputaran Piutang Usaha dihitung sebagai berikut :

Tahun 2007 :

Piutang Rata-rata:

= (3.511.996 + 3.865.012) : 2
= Rp 3.688.504

Perputaran Piutang Usaha:

= 59.440.011 : 3.688.504
= 16,11

 

Tahun 2006 :

Piutang Rata-rata:

= (3.865.012 + 3.731.158 ): 2
= Rp 3.798.085

Perputaran Piutang Usaha:

= 51.294.008 : 3.798.085
= 13,51

Perhatikan data-data di atas, kita bisa membandingkan hasil perhitungan tahun 2007 dan 2006 menunjukkan bahwa perputaran piutang meningkat dari 13,51 menjadi 16,11.

Jadi manajemen piutang PT Telkom telah membaik pada tahun 2007.

 

B: Jumlah Hari Penjualan

Jumlah Hari Penjualan dalam Piutang Usaha (Number of day’s Sales in Receivables)

Jumlah Hari Penjualan dalam Piutang merupakan estimasi lamanya piutang belum dibayar.

Dengan syarat kredit 2/10, n/30, jumlah hari penjualan dalam piutang seharusnya kurang dari 20 hari.

Rasio tersebut dihitung sebagai berikut :

Jumlah Hari Penjualan dalam Piutang Usaha = Piutang Usaha Rata-rata : Penjualan Harian Rata-rata

Penjualan harian rata-rata dihitung dengan membagi penjualan bersih dengan 365 hari.

Jika diketahui penjualan kredit dapat digunakan sebagai pembilang.

Tapi, karena penjualan kredit biasanya tidak diungkapkan kepada pengguna eksternal.

Kebanyakan analis menggunakan penjualan tunai sebagai pembilang.

***

Perhatikan contoh penerapan rumus tersebut berikut ini:

Dengan menggunakan data sebelumnya untuk Telkom, jumlah hari penjualan dalam piutang adalah masing-masing, 22,6 dan 27 pada tahun 2007 dan 2006.

Seperti ditunjukkan berikut ini (dalam jutaan rupiah)

Perhatikan cara mendapatkan angka-angkanya berikut ini: 

Tahun 2006 :

  • Penjualan Bersih = Rp 51.294.008
  • Piutang = Rp 3.865.012
  • Piutang Rata-rata = Rp 3.798.084
  • Penjualan Harian Rata-rata = 140.531,5
  • Jumlah Hari Penjualan dalam Piutang : 27,0

Cara menghitung Penjualan Harian Rata-rata dan Jumlah Hari Penjualan dalam Piutang tahun 2006 adalah sebagai berikut :

Penjualan Harian Rata-rata:

= 51.294.008 : 365
= 140.531,5

Jumlah Hari Penjualan dalam Piutang :

= 3.865.012 : 140.531,5
= 27,0

 

Tahun 2007 :

  • Penjualan Bersih = Rp 59.440.011
  • Piutang = Rp 3.511.996
  • Piutang Rata-rata = Rp 3.688.504
  • Penjualan Harian Rata-rata = 162.849,3
  • Jumlah Hari Penjualan dalam Piutang : 22,6

Cara menghitung Penjualan Harian Rata-rata dan Jumlah Hari Penjualan dalam Piutang tahun 2007 adalah sebagai berikut :

Penjualan Harian Rata-rata :

= 59.440.011 : 365
= 162.849,3

Jumlah Hari Penjualan dalam Piutang :

= 3.511.996 : 162.849,3
= 22,6

 

03: Makalah Piutang Usaha  

Apa saja yang dibahas dalam materi piutang usaha?

7 (tujuh) materi Account Receivable adalah sebagai berikut:

#1: Klasifikasi Piutang Usaha Secara Umum

Pengertian piutang usaha adalah mencakup seluruh uang yang diklaim terhadap entitas lain, termasuk orang, perusahaan, dan organisasi lain.

Account Receivable termasuk golongan akun kelompok assets yang memiliki tipe aset lancar.

Jadi piutang dalam laporan keuangan perusahaan adalah termasuk akun aset.

Jenis atau klasifikasi piutang usaha adalah:

  • piutang usaha dan wesel piutang,
  • piutang lainnya.

 

#2: Karakteristik dan Akuntansi untuk Piutang Tak Tertagih

Tanpa melihat kebijakan dan prosedur yang digunakan dalam memberikan kredit dan penagihannya, sebagian dari penjualan secara kredit tidak akan dapat ditagih.

Beban operasi yang dicatat dari piutang tak tertagih disebut beban piutang usaha tak tertagih.

Dua metode akuntansi untuk menentukan piutang tak tertagih adalah metode penghapusan langsung dan metode penyisihan.

 

#3: Akuntansi Metode Penghapusan Langsung untuk Piutang Tak Tertagih

Dalam metode penghapusan langsung, ayat jurnal untuk menghapus piutang usaha adalah debit pada beban piutang tak tertagih dan kredit pada Account Receivable.

Tidak ada akun penyisihan piutang tak tertagih atau ayat jurnal penyesuaian yang diperlukan pada akhir periode.

 

#4: Akuntansi Metode Penyisihan untuk Piutang Tak Tertagih

Makalah piutang yang membahas mengenai metode penyisihan untuk piutang tak tertagih.

Dalam metode penyisihan, ayat jurnal penyesuaian dibuat untuk piutang tak tertagih.

Piutang usaha adalah akan dihapus ke akun penyisihan saat piutang dianggap tak tertagih.

Akun penyisihan piutang tak tertagih biasanya memiliki saldo kredit setelah ayat jurnal penyesuaian dimasukkan dan merupakan akun kontra dari aset.

Estimasi jumlah piutang tak tertagih dapat dibuat berdasarkan persentase penjualan atau analisis umur piutang.

Dengan menggunakan persentase penjualan, ayat jurnal penyesuaian dibuat tanpa melihat saldo akun penyisihan piutang tak tertagih.

Dengan menggunakan analisis Account Receivable.

Ayat jurnal penyesuaian dibuat agar akun penyisihan piutang tak tertagih sama dengan estimasi piutang tak tertagih pada akhir periode.

***

Perhatikan contoh jurnal penghapusan piutang berikut ini:

Buatlah ayat jurnal piutang tak tertagih menggunakan metode penyisihan untuk mencatat berikut ini:

Tanggal 21 Mei 2020, PT Xidev Fahima Jaya menerima pembayaran piutang sebesar Rp 2.000.000 dari Lembaga Pendidikan Cordova.

Dan menghapus sisa piutang sebesar Rp 1.500.000 yang dianggap tak tertagih.

Tanggal 17 Agustus 2020, Perusahaan mencatat kembali piutang Lembaga Pendidikan Cordova yang telah dihapuskan dan menerima kas untuk pembayaran sisa piutang sebesar Rp 1.500.000.

Pembahasan:

Jurnal piutang transaksi tanggal 21 Mei 2020:

[Debit] Kas … Rp 2.000.000
[Debit] Penyisihan Piutang Tak Tertagih … Rp 1.500.000
[Kredit] Account Receivable – Lembaga Pendidikan Cordova … Rp 3.500.000

 Jurnal piutang transaksi tanggal 17 Agustus 2020:

[Debit] Account Receivable – Lembaga Pendidikan Cordova … Rp 1.500.000
[Debit] Penyisihan Piutang Tak Tertagih … Rp 1.500.000

 [Debit] Kas … Rp 1.500.000
[Kredit] Account Receivable – Lembaga Pendidikan Cordova .. Rp 1.500.000

***

Contoh soal cadangan kerugian piutang dan cara menghitung cadangan kerugian piutang:

Pada akhir tahun 2020, rekening piutang memiliki saldo sebesar Rp 25.000.000.

Rekening Penyisihan Piutang Tak Tertagih memiliki saldo kredit sebesar 2.500.000.

Penjualan bersih untuk tahun 2020 sebesar Rp 150.000.000.

Beban piutang tak tertagih diestimasi sebesar 0,5% dari penjualan bersih.

Pertanyaan:

(a): Hitunglah jumlah ayat jurnal penyesuaian untuk piutang tak tertagih.

(b): Saldo yang disesuaikan untuk:

  • piutang usaha,
  • penyesuaian piutang tak tertagih, dan
  • beban piutang tak tertagih.

(c): Nilai realisasi bersih Account Receivable.

 

Pembahasan:

(a): Jumlah ayat jurnal penyesuaian untuk piutang tak tertagih:

= Rp 150.000.000 x 0,5%
= Rp 750.000

(b): Saldo Disesuaikan:

  • Account Receivable: Rp 25.000.000
  • Penyisihan piutang tak tertagih:
    • Rp 2.500.000 + Rp 750.000
    • Rp 3.250.000
  • Beban Piutang Tak Tertagih: Rp 750.000

(c): Nilai realisasi bersih piutang usaha:

= Rp 25.000.000 – Rp 3.250.000
= Rp 28.250.000

***

Perhatikan satu lagi contoh piutang tak tertagih berikut ini:

Pada tanggal 31 Desember 2019, saldo Account Receivable sebesar Rp 10.000.000.

Penyisihan piutang tak tertagih memiliki saldo kredit sebesar Rp 2.000.000

Dan penjualan bersih untuk tahun 2019 adalah Rp 100.000.000.

Dengan menggunakan metode penentuan umur piutang, saldo penyisihan piutang tak tertagih diestimasi sebesar Rp 5.000.000.

Pertanyaan:

Hitunglah:

(a): jumlah ayat jurnal penyesuaian untuk piutang tak tertagih .

(b): saldo yang disesuaikan untuk Account Receivable, penyisihan piutang tak tertagih, dan beban piutang tak tertagih.

(c): nilai realisasi bersih Account Receivable.

 

Pembahasan:

(a): Piutang tak tertagih:

= Rp 5.000.000 – Rp 2.000.000
= Rp 3.000.000

(b): Saldo yang disesuaikan untuk Account Receivable:

Account Receivable = Rp 10.000.000
Penyisihan piutang tak tertagih = Rp 5.000.000
Beban piutang tak tertagih = Rp 3.000.000

(c): nilai realisasi bersih Account Receivable:

= Rp 10.000.000 – Rp 5.000.000
= Rp 5.000.000

 

#5: Membandingkan Metode Penghapusan Piutang Usaha

Apa perbedaan metode penghapusan langsung dengan metode penyisihan untuk piutang tak tertagih?

Metode penghapusan langsung dan metode penyisihan untuk piutang tak tertagih dicatat dalam akun dengan cara berbeda.

Dan disajikan dengan cara yang berbeda dan disajikan dengan cara yang berbeda pula dalam Laporan Keuangan.

 

#6: Sifat, Karakteristik, dan Akuntansi untuk Wesel Tagih

Sebuah surat yang diterima untuk penyelesaian piutang usaha disebut wesel tagih.

Ketika wesel tagih jatuh tempo dan dibayar, kas didebit, wesel tagih dikredit.

Jika pembuat wesel gagal membayar pada saat jatuh tempo,.

Maka wesel tagih yang gagal bayar dicatat dengan mendebit Account Receivable sejumlah klaim terhadap wesel tagih.

***

Perhatikan contoh pencatatan piutang wesel adalah sebagai berikut:

RS Cordova Tulungagung menerima wesel tagih bertanggal 14 Maret 2020 sebesar Rp 20.000.000 dengan waktu 60 hari dan bunga 6% per tahun.

Pertanyaannya adalah:

(a): Kapan waktu jatuh tempo wesel tagih?

(b): Berapa Nilai jatuh tempo wesel tagih?

(c): Buatlah pencatatan jurnal transaksi penerimaan atas pembayaran wesel tagih ketika jatuh tempo.

 

Jawaban:

(a): Tanggal jatuh tempo dihitung sebagai berikut:

Maret 2020: 17 hari (31-14)
April 2020: 30 hari
Mei 2020: 13 hari

Jadi tanggal jatuh tempo adalah tanggal 13 Mei 2020.

(b): Nilai jatuh tempo wesel tagih adalah sebagai berikut:

= Rp 20.000.000 + (Rp 20.000.000 x 6% x 60/360)
= Rp 20.200.000

(c): Cara mencatat Account Receivable adalah:

  • piutang bertambah dicatat di sisi debit
  • sebaliknya jika piutang berkurang dicatat di sisi kredit.

Jadi untuk mencatat transaksi pembayaran wesel tagih tersebut adalah sebagai berikut:

[Debit] Kas …. Rp 20.200.000
[Kredit] Wesel Tagih …. Rp 20.000.000
[Kredit] Pendapatan Bunga ….. Rp 200.000

 

#7: Pelaporan Piutang Usaha di Neraca

Semua piutang yang diharapkan dapat direalisasi menjadi kas dalam waktu setahun dilaporkan dalam bagian aset lancar di neraca.

Dengan urutan di mana aset dapat diubah menjadi kas dalam operasi normal.

Di samping itu, untuk penyisihan piutang tak tertagih, tambahan pengungkapan mengenai piutang meliputi nilai pasar dan risiko kredit yang tidak umum.

***

Untuk melengkapi materi pembahasan tentang Account Receivable ini, berikut disajikan video.

Selamat menyaksikan…

Bagaimana, lebih menambah wawasan dan pemahaman kan?

 

04: Kesimpulan

Sekali lagi, karena pentingnya piutang termasuk piutang lain lain.

Maka perlu dilakukan pengelolaan piutang yang baik dan akurat, a gar laba perusahaan selalu terjaga, dan pertumbuhannya makin secepat kilat.

Saat anda akan meminjamkan uang, lakukan dengan hati-hati.

Perhatikan kelayakan usaha dari calon partner usaha anda, dan bila perlu harus melampirkan proposal peluang usaha.

Percayalah, tujuan dari semua itu adalah agar kas dan aliran kas ( cash flow ) yang tersedia benar-benar sehat, dan tetap bisa mendukung aktivitas perusahaan.

Demikian yang dapat dibagikan tentang piutang (Account Receivable).

Semoga bermanfaat. Terima kasih.

Profesional lulusan ekonomi yang menekuni ERP (SAP), Accounting Software, Business Analyst dan berbagi pengalaman pekerjaan Finance & Accounting.