Cara Mudah Membuat Rencana Anggaran Biaya (RAB) Perusahaan Manufaktur

Rencana Anggaran Biaya (RAB) memiliki struktur yang unik. Struktur kebijakan anggaran pada perusahaan dagang berbeda dengan perusahaan manufaktur atau fabrikasi. Jenis-jenis biaya yang dimasukkan dalam rencana anggaran biaya perusahaan manufaktur contoh biaya produksi, biaya tenaga kerja, biaya bahan baku dan biaya langsung.

Struktur-struktur itu ada di anggaran induk (master budget) maupun anggaran terinci dari bagian-bagian perusahaan. Selengkapnya, mari ikuti pembahasan beserta contoh-contohnya berikut ini…

 

01: Pengertian dan Jenis Kebijakan Anggaran

Master Budget (Anggaran Induk)

Setiap perusahaan biasanya menyusun rencana anggaran biaya induk atau master budget atau rencana keuangan menyeluruh yang memadukan anggaran-anggaran terinci, antara lain:

1: Anggaran belanja bahan baku,

2: Anggaran biaya tenaga kerja,

3: Anggaran biaya tidak langsung,

4: Anggaran biaya produksi,

5: Anggaran biaya barang jadi,

6: Anggaran operasi,

7: Anggaran keuangan dan

8: Anggaran kas.

Master budget merupakan produk akhir dari kegiatan pembentukan dan penggabungan anggaran-anggaran bagiannya. Master budget dengan kata lain adalah gambaran ringkas mengenai tujuan-tujuan dan semua fungsi organisasi, termasuk di dalamnya penjualan, produksi, distribusi dan keuangan.

Ada 3 jenis anggaran induk (master budget) yaitu :

1. Master Budget Konvensional

Arti budget konvensional adalah suatu sistem anggaran inkremental. Dari banyak segi anggaran tersebut didasarkan pada anggaran induk yang mendahuluinya.

Hasil akhir yang diperoleh dari periode yang lalu ditambah dengan perkiraan-perkiraan dalam periode yang akan datang akan menentukan apakah setiap pos di dalam anggaran induk tersebut akan ditambah atau malah dikurangi.

Pengertian master budget konvensional dengan kata lain bisa berarti suatu anggaran incremental yang didasarkan pada aktivitas-aktivitas sebenarnya yang telah dicapai dalam periode terdahulu.

Ditambah dengan harapan-harapan yang diinginkan di masa depan.

 

2. Zero Based Budget (ZBB)

Pengertian zero based budget adalah secara sederhana di jelaskan tentang seorang manajer di kantor pusat sebuah perusahaan mempunyai tanggung jawab untuk memutuskan setiap aktivitas yang sudah direncanakan.

Dan taksiran biaya totalnya, seolah-olah hal ini baru pertama kali dilaksanakan.

Sistem ZBB ini dimulai dengan menyusun suatu daftar seluruh jenis aktivitas  atau program yang disebut paket-paket keputusan dari pusat pertanggungjawaban.

 

3. Perencanaan Program dan Sistem Anggaran (PPSA)

Pengertian PPSA adalah anggaran yang dibuat dengan mengalokasikan sumber-sumber kas perusahaan yang jumlahnya relatif terbatas untuk setiap aktivitas.

Dan program yang paling memungkinkan untuk memenuhi tujuan dan maksud perusahaan.

So… bagaimana struktur atau bagian-bagian dari master budget tersebut?

 

Komponen Master Anggaran Biaya (Anggaran Induk)

Bagian atau komponen dari rencana anggaran biaya  induk (master budget) adalah sebagai berikut :

#1. Rencana Anggaran Biaya Operasional Perusahaan

Kebijakan anggaran operasional perusahaan terdiri dari :

1: Anggaran Penjualan

2: Anggaran produksi, dalam hal ini Contoh biaya produksi lainya adalah semua biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan sebuah produk.

3: Budget persediaan akhir bahan langsung. Untuk menjaga kualitas bahan baku yang berada di gudang dibutuhkan biaya. Sehingga biaya-biaya tersebut harus dimasukkan dalam anggaran induk (budget master)

4: Anggaran bahan langsung.

5: Budget tenaga kerja

6: Budget biaya overhead pabrik atau bop. Yang termasuk biaya overhead pabrik atau bop adalah biaya bahan tak langsung, upah tenaga kerja tak langsung, perawatan dan reparasi. Semua biaya-biaya tersebut harus diperhitungkan secara akurat dan menjadi bagian penting dari sebuah anggaran induk.

7: Anggaran Harga Pokok Penjualan (HPP). Cara perhitungan HPP sudah dibahas secara rinci dan langkah per langkah di : Harga Pokok Penjualan : 10 Cara Praktis dan Akurat Menghitung HPP.

8: Anggaran persediaan produk jadi. Metode perhitungan persediaan bisa dipelajari di : 3 Metoda Penilaian Persediaan yang akan Membantu Meningkatkan Nilai Barang Dagangan Anda

9: Budget biaya penjualan, seperti biaya iklan, gaji karyawan penjualan, penyusutan aset bagian penjualan, oleh karena itu agar penyusunan anggaran penjualan bisa akurat, harus memahami elemen-elemen yang terkait dengan penjualan, seperti pengertian biaya iklan, promosi dan yang lainnya.

10: Anggaran biaya administrasi

11: Anggaran Laba dan Rugi.

#2. Rencana Anggaran Keuangan

  • Anggaran kas (penerimaan dan pengeluaran). Metode pengelolaan kas dapat dibaca di artikel : Tingkatkan Ketepatan Pengelolaan Kas dengan 2 Metode Ampuh ini
  • Anggaran Neraca. Semua yang berkaitan dengan laporan neraca, mulai dari transaksi awal hingga neraca akhir bisa anda pelajari step by step di Siklus Akuntansi Lengkap dari A hingga Z.

 

Gambar : Master budget perusahaan manufaktur.

Komponen penyusun rencana angaran biaya perusahaan dagang dan jasa lebih ringkas bila dibandingkan dengan kebijakan anggaran di perusahaan manufaktur.

 

Struktur Anggaran Biaya Perusahaan

Struktur kebijakan rencana anggaran biaya di sebuah perusahaan dagang atau jasa adalah sebagai berikut :

#1. Kebijakan Anggaran Operasional, terdiri dari :

1: Anggaran penjualan

2: Anggaran pembelian, harus benar-benar dipahami hal-hal yang berkaitan dengan anggaran pembelian, misalnya pengertian belanja

3: Budget persediaan akhir

4: Anggaran harga pokok penjualan (HPP)

5: Budget biaya operasional

6: Anggaran Laba rugi

#2. Kebijakan Anggaran Keuangan, terdiri dari :

1: Anggaran Neraca

2: Anggaran Kas

 

02: Contoh Rencana Anggaran Biaya Operasional Usaha Bisnis

Anggaran dan Laporan Keuangan

Untuk menyusun rab kegiatan operasional perusahaan manufaktur diperlukan pengetahuan dan pemahaman yang mendalam tentang mekanisme akuntansi biaya, terutama klasifikasi Laporan Laba Rugi dan NERACA atau Laporan Posisi Keuangan (Statement of Financial Position).

 

Contoh Soal Penyusunan Rencana Anggaran Biaya dan Jawabannya

Perhatikan contoh soal rencana anggaran biaya berikut ini:

PT Manajemen Keuangan Network memiliki data-data sebagai berikut :

Penjualan :

  • Januari di kota A = 200, B=500, C=500
  • Februari di Kota A = 150, B=600, C=650
  • Maret di kota A = 300, B = 700, C = 550

Persediaan akhir barang jadi yang diinginkan :

  • 1 Januari = 15.000 (biaya Rp. 15 juta)
  • 31 Januari = 14.700
  • 28 Ferbruari = 15.400
  • 31 Maret = 17.200

Biaya Tetap (fixed cost) per bulan :

1: Biaya Adminsitrasi Umum

  • Gaji impinan = Rp 1.000.000
  • Beban Gaji karyawan penjualan = Rp. 1.500.000
  • Gaji karyawan administrasi dan umum  Rp. 1.800.000

2: BOP (Biaya overhead pabrik):

  • Bahan tak langsung = Rp. 2.000.000
  • Tenaga kerja langsung = Rp. 1.900.000
  • Pengawas = Rp. 1.000.000
  • Perawatan dan reparasi = Rp. 1.300.000
  • Energi = Rp. 400.000
  • Gas dan Penerangan = Rp. 250.000
  • Penyusutan = Rp. 1.200.000
  • Pajak = Rp. 1.780.000
  • Asuransi = Rp. 500.000

3: Biaya variabel penjualan (% dari penjualan) :

  • Komisi= 7%
  • Iklan = 4%
  • Piutang ragu-ragu = 3%

4: Tarif overhead pabrik variabel per jam kerja langsung :

  • Tenaga kerja tak langsung = Rp. 300
  • PPH = Rp. 100
  • Energi = Rp. 300
  • Gas dan penerangan = Rp. 250
  • Serba serbi = Rp. 50

5: Data-data lain :

Harga:

  • Harga jual rata-rata per unit = Rp. 60.000
  • Harga bahan per unit = Rp. 15.000

Persediaan:

  • Persediaan akhir bahan baku 25% dari produksi bulan berikutnya.
  • Persediaan awal bahan baku 25% dari produksi bulan bersangkutan.

Produksi:

  • Pemakaian bahan baku = 1 unit untuk 1 unit produksi
  • Produksi bulan April = 4.000 unit
  • Jam kerja langsung = 3 jam per unit
  • Saldo kas 1 Januari 2017 = Rp. 30.000.000
  • Biaya tenaga kerja langsung = Rp. 3.100 per unit

Semua penjualan, uangnya diterima pada bulan yang bersangkutan, kecuali piutang ragu-ragu yang ditaksir sebesar 3%. Pembelian dibayar tunai dan semua biaya dibayar pada bulan yang bersangkutan.

Pertanyaan:

Buatlah RAB atau anggaran biaya produksi, anggaran pemakaian bahan langsung dan anggaran tenaga kerja langsung dan anggaran biaya administrasi bulanan.

 

Pembahasan Penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) :

#1. Rencana Anggaran Biaya Produksi

Untuk menyusun anggaran produksi, informasi-informasi yang dibutuhkan adalah :

  • Anggaran penjualan dalam unit
  • Persediaan awal yang diinginkan dalam unit
  • Persediaan akhir dalam unit
Gambar : Kebijakan Anggaran Produksi Perusahaan Manufaktur

 

#2. Rencana Anggaran Biaya Pemakaian Bahan Langsung

Untuk membuat anggaran pemakaian bahan langsung, informasi-informasi yang dibutuhkan adalah :

  • Anggaran bahan baku langsung untuk produksi
  • Harga pembelian per unit
Gambar : Kebijakan Anggaran Pemakaian Bahan Langsung

#3. Rencana Anggaran Biaya Tenaga Kerja Langsung

Informasi-informasi yang dibutuhkan untuk membuat anggaran tenaga kerja langsung adalah :

  • Anggaran yang dibutuhkan
  • Jumlah produksi X unit
  • Tarif tenaga kerja per jam
Gambar : Kebijakan Anggaran Tenaga Kerja Langsung

 

#4. Rencana Anggaran Biaya Administrasi Bulanan

Gaji pimpinan :

= Rp. 1.000.000 + Serba-serbi = Rp. 1.800.000
= Rp. 2.800.000.

 

Kesimpulan Penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) Perusahaan

Suatu aktivitas yang dibuat rencananya dulu, hasilnya pun cenderung baik. Step-step yang dilakukan pun sudah tertata dengan rapi, termasuk anggaran biaya yang diperlukan. Apalagi aktivitas menyangkut bisnis, tentu harus disiapkan dengan sebaik-baiknya sehingga target yang diharapkan bisa tercapai.

Dengan memahami pembuatan kebijakan rencana anggaran biaya akan lebih memahami tentang pemakaian bahan baku dan raw material lain sehingga produksi efisien yang tentu akan berdampak pada profit perusahaan.

Demikian artikel tentang struktur kebijakan anggaran perusahaan dagang dan manufaktur serta contohnya. Semoga bermanfaat dan terima kasih

Profesional lulusan ekonomi yang menekuni ERP (SAP), Accounting Software, Business Analyst dan berbagi pengalaman pekerjaan Finance & Accounting.