Penjelasan Riset Pemasaran, Sistem Informasi Pasar dan Intelijen Pemasaran

Riset pemasaran adalah aktivitas penelitian yang bertujuan untuk menaksir demand efektif dan demand potensial dari suatu produk.

Contoh riset pemasaran sederhana, ada sebuah pabrik sepatu di Sidoarjo yang berencana akan menaikan harga produk karena kenaikan harga bahan baku dan tenaga kerja.

Untuk menyakinkan realisasi rencana kenaikan harga, akhirnya perusahaan melakukan riset pemasaran.

Perusahaan tidak gegabah dengan langsung menaikkan harga produk tersebut.

Perusahaan ingin agar realisasi rencana tersebut berjalan sesuai dengan harapan, bukan malah menurunkan penjualan.

Perusahaan melakukan tes kenaikan harga pada suatu daerah, membandingkan dengan pesaing, dan menghitung laba bersih.

Kesimpulannya harga bisa dinaikkan di seluruh daerah pemasaran.

Itulah salah satu tujuan, proses, contoh, dan manfaat riset pemasaran.

Lebih lengkapnya mari ikuti pembahasannya berikut ini…

 

01: Pengertian Riset Pemasaran

elemen-laporan-laba-rugi

Pengertian riset pemasaran menurut para ahli adalah sebagai berikut:

#1: Coverse, Huegy and Mitchell:

Marketing research is getting the facts, to be used by executives in formulating marketing policies and operating plan. It involves the application of the scientific method to the study of the marketing problem.

Riset pemasaran adalah adalah suatu riset yang ditujukan untuk mengumpulkan data yang akan digunakan oleh pimpinan untuk menemukan marketing policies dan rencana usaha, termasuk di dalamnya penggunaan metode-metode ilmiah untuk memecahkan problem-problem marketing.

 

#2: Charles F Kattering mengatakan:

Riset Pemasaran adalah riset mengarah ke masa depan, untuk melihat apa yang dilakukan oleh industri dan kapan harus melakukannya.

Riset dilakukan atau terjadi dalam pikiran, bukan dalam laboraorium, walaupun laboratorium itu penting untuk penelitian.

 

#3: American Management Association merumuskan sebagai berikut:

Riset pemasaran adalah studi dan penilaian terhadap keadaan pasar sekarang dan potensi pasar.

Tujuannya adalah guna menetapkan kebijakan, metode, performance usaha yang ditunjang oleh kesimpulan yang dapat diukur.

 

#4: The American Marketing Association merumuskan:

Riset pemasaran adalah merenungi, mencatat, dan menganalisa semua fakta yang menyangkut transfer dan penjualan barang dan jasa dari produsen sampai konsumen.

Contoh riset pemasaran:

Perusahaan pembuat mie instan di Surabaya melakukan riset pemasaran berkenaan adanya salah satu bahan pembuatan mie instan, harganya naik.

Ada bahan pengganti yang lain tapi rasa menjadi berubah.

Produsen khawatir, bagaimana nanti reaksi konsumen.

Akhirnya perusahaan melakukan riset pemasaran.

Setelah diadakan percobaan dan tes, akhirnya disimpulkan jangan menggunakan bahan pengganti.

Dan untuk menambah wawasan kita tentang riset pemasaran produk, mari sejenak saksikan video singkat berikut ini:

 

02: Tujuan Riset Pemasaran

Apa tujuan riset pemasaran?

Tujuan riset pemasaran adalah antara lain:

  • Mengidentifikasi masalah-masalah dalam pemasaran
  • Mengantisipasi peluang-peluang pasara
  • Membantu mengenal dan memahami keadaan target market
  • Mengembangkan kombinasi marketing mix

Tujuan utama riset pemasaran walaupun memakan biaya dan waktu.

Jika digunakan untuk memecahkan soal yang tepat akan dapat menghindarkan kerugian yang lebih besar atau dapat meningkatkan pendapatan perusahaan.

Riset pemasaran adalah penting bagi para manajer yang akan membuat keputusan (decision making).

Decision making sering diawali dengan analisa masalah-masalh melalui beberapa tahap, yaitu:

  • tahap merumuskan masalah,
  • tahap mencari kemungkinan-kemungkinan,
  • tahap mengukur kemungkinan-kemungkinan itu dan
  • tahap memutuskan kemungkinan yang paling baik.

Tahap-tahap masalah tersebut bisa diselesaikan dengan dua cara:

Cara #1. Intuisi

Masalah-masalah yang dapat diselesaikan dengan cara ini adalah masalah-masalah kecil, soal-soal insidentil dan soal-soal yang meminta pemecahan segera.

Apakah untuk menyelesaikan persoalan ini bisa menggunakan riset?

Bisa, tapi biaya yang dikeluarkan terlalu mahal.

 

Cara #2. Fakta-fakta

Pertama fakta-fakta dikumpulkan, kemudian dianalisa, dan ditarik suatu kesimpulan.

Pentingnya riset pemasaran ini makin terasa karena pemasaran bersifat kompleks dan dinamis.

Kemudian didorong lagi oleh perubahan penduduk, pendapatan, kondisi ekonomi, perkembangan teknologi.

Pada saat ini keputusan-keputusan tidak dapat lagi diambil melalui intuisi dan pengalaman saja,.

Tapi harus ditunjang oleh fakta-fakta yang cukup tentang keadaan yang lalu, sekarang dan kemungkinan di masa yang akan datang.

 

03: Proses Riset Pemasaran – Observasi dan Analisa Pasar

proses riset pemasaran

A: Proses Riset Pemasaran – Observasi Pasar

Observasi pasar adalah suatu bagian dari penyelidikan pasar untuk mempelajari gerakan.

Dan perubahan di daerah penjualan. Juga dapat dinyatakan bahwa penyelidikan ini mempunyai obyek dinamik dari pasar.

Ada 3 segi yang akan dilakukan observasi pasar, yaitu:

1. Segi Permintaan

Pada sisi permintaan, pasar akan diselidiki pergeseran-pergeseran dan gelombang-gelombang langsung dalam kebutuhan sesuatu yang bersangkut paut dengan waktu-waktu tertentu.

Seperti hari raya, tahun baru, hari kemerdekaan.

Gelombang tidak langsung, misalnya diadakan variasi-variasi untuk berbagai kelas konsumen.

 

2. Segi Penawaran

Dalam sisi penawaran diselidiki perubahan-perubahan dalam perbandingan konkurensi antara banyaknya barang yang diproduksi dan ditawarkan.

Dan kemungkinan timbulnya konkuren-konkuren baru, perluasan, atau penciutan perangkat produksi.

 

3. Segi Saluran Penjualan

Dalam sisi saluran penjualan perubahan-perubahan dan pergeseran-pergeseran dalam perangkat distribusi.

Misalnya terdesaknya usaha-usaha kaum menengah oleh toko-toko besar.

Gerakan-gerakan yang mempengaruhi pasar dapat terbagi atas:

  • Gerakan umum yang kontinue, yang dinyatakan sebagai trend
  • Gerakan periodik seperti gerakan musim
  • Gerakan insidentil, gerakan ini tidak dapat diduga seperti gempa Lombok

 

B: Proses Riset Pemasaran – Analisa Pasar

Proses Riset Pemasaran

Analisa pasar adalah penyelidikan keadaan pasar pada suatu saat tertentu yang ditujukan terutama mengenai besarnya dan susunan pasar pada saat tertentu.

1. Analisa permintaan

  • Permintaan efektif yang nyata
  • Permintaan potensial
  • Permintaan tak terjamin, permintaan yang dinyatakan di pasar dalam suatu penawaran harga masih tinggi, belum dapat dipuaskan.
  • Kebutuhan yang tak sadar, konsumen belum sadar akan kebutuhan suatu barang tertentu, kebutuhan yang semacam ini harus dibangkitkan.

 

2. Analisa Penawaran

  • Penawaran dari perusahaan konkurensi
  • Penawaran efektif
  • Penawaran potensial

 

3. Analisa produk

  • Analisa keadaan teknis produk
  • Kemungkinan penggunaannya
  • Ukuran, syarat-syarat dan selera konsumen

 

4. Analisa kebutuhan

  • Penyelidikan kelompok-kelompok barang yang merasakan kebutuhan terbesar pada suatu barang tertentu.
  • Kebutuhan-kebutuhan biasa
  • Barang-barang pemakaian, adalah barang-barang yang sekaligus dibuat konsumsi
  • Barang-barang terpakai, adalah barang-barang yang selama suatu periode tertentu dipergunakan berkali-kali.

 

5. Analisa Daya Beli

Analisa daya beli adalah bagian dari analisa kebutuhan.

 

6. Analisa Konkurensi

Bila analisa kebutuhan dianggap sebagai problem yang yang terpenting dari segi permintaan.

Maka dapat pula dikatakan analisa konkurensi dianggap sebagai persoalan terutama dari segi penawaran.

 

7. Analisa Saluran Penjualan

Analisa saluran penjualan digunakan untuk menyelidiki metode penyaluran yang saat ini digunakan apakah merupakan metode yang paling rasional.

 

8. Analisa Wilayah (Teritorial)

Analisa penjualan berdasarkan wilayah akan memberikan informasi tentang hasil yang dicapai oleh para salesman maupun tentang pola penjualan geografis kepada top manajemen.

 

04: Proses dan Metode Riset Pemasaran

proses riset pasar

A: Cara Melakukan Riset Pasar

Pada dasarnya cara melakukan riset pasar dapat dibedakan dalam 3 tahap riset pasar yang terdiri dari 9 langkah, yaitu:

1. Penelitian pendahuluan

  • Analisa situasi
  • Penelitian informal
  • Perumusan masalah

 

2. Perencanaan dan pelaksanaan penelitian

  • Perencanaan penelitian formal
  • Pengumpulan data

 

3. Hasil dan rekomendasi

  • Tabulasi dan analisa
  • Intepretasi hasil
  • Kesimpulan dan rekomendasi
  • Penyusunan laporan

 

B: Metode Riset Pemasaran (marketing research)

proses riset pasar

Reaksi manusia terhadap suatu keadaan bermacam-macam, kadang aktif atau pasif.

Manusia sebagai kekuatan membeli terdiri dari jutaan orang yang terdapat di pasar yang sangat luas yang berbeda satu dengan yang lain.

Masing-masing pembeli menentukan pilihanya sendiri-sendiri dari berbagai jenis barang yang ditawarkan.

Penelitian di sini akan berhasil dengan baik jika cara, metode dan teknik penyelidikan digunakan dengan baik, tepat dan sungguh-sungguh.

Ada 4 klasifikasi metode riset pemasaran yang sering digunakan, yaitu:

1. Metode survey

Metode survey adalah metode yang paling sering digunakan dan juga paling produktif.

Teknik pengumpulan datanya dengan cara mengajukan pertanyaan disebut teknik Questionaire.

Standar operasional prosedur survey selengkapnya dapat dipelajari di artikel SOP Survey kepuasan pelanggan.

Sarana yang digunakan untuk melakukan survey antara lain:

Mail Survey

Mail survey adalah survey yang dilakukan melalui surat.

Teknik ini mempunyai kelebihan yaitu dapat menjangkau daerah luas dan pengisi survey mempunyai cukup waktu untuk berpikir.

 

Personal Interview

Keuntungan teknik ini adalah dapat lebih banyak mengajukan pertanyaan dan ada pengamatan.

Kekurangannya adalah penanya dapat menimbulkan prasangka, gagal karena tidak di rumah.

 

Telephone survey

Cara survey ini kelebihannya adalah informasi dapat diperoleh dengan segera tapi tidak dapat menggunakan bantuan visual.

 

Panel

klasifikasi riset pemasaran - panel

Teknik ini terdiri dari sekumpulan konsumen, dealer manager, ahli atau segolongan penjawab yang terpilih.

Golongan ini di-interview atau diamati dalam jangka waktu tertentu.

Pengumpulan data dari anggota panel bisa dengan jalan personal interview.

anggota mencatat tiap hari pembelian-pembelian yang dilakukan, mengisi questionaries, store audit (mengunjungi toko-toko dan mencatat barang-barang yang terjual)

 

2. Metode Historis

Teknik ini berupa pengumpulan data yang telah lalu dengan demikian dapat dilihat dan diamati perbandingan-perbandingannya, persamaan-persamaannya, dan perbedaaan.

Hal ini dapat digunakan untuk mengetahui kondisi saat ini dan strategi menghadapi masa depan sekaligus melakukan estimasi periode berikutnya.

Metode historis sering dilakukan untuk keperluan:

  • Pengukuran potensi pasar
  • Kecenderungan harga pasar
  • Penelitian dan indek kekuatan beli
  • Analisa biaya distribusi

 

3. Metode Observasi

tujuan riset pemasaran

Teknik ini dilakukan dengan cara pengamatan atau pengukuran langsung terhadap kejadian-kejadian terbuka.

Atau berupa perilaku konsumen atau gejala pasar.

Contoh riset pasar dengan metode observasi:

Jadi misalnya pengamatan yang bersangkutan tidak mananyakan kepada calon konsumen tentang merk apa yang mereka pergunakan.

Melainkan langsung ke dapur-dapur mereka untuk mengetahui merk-merk yang tersedia di sana.

Pada studi-studi tertentu pengamatan dilakukan di toko-toko pengecer.

Atau bahkan kadang-kadang digunakan alat-alat seperti kamera tersembunyi.

Tujuannya untuk meneliti dan mencatat perilaku konsumen sewaktu mereka memilih apa yang diinginkan.

Seringkali diadakan apa yang disebut ‘shopping trips’ oleh para market intellegence yang berlaku seakan-akan untuk mengecek tindakan-tindakan para salesman di toko.

Kelebihan penggunaan metode observasi adalah lebih obyektif dan lebih akurat, dibanding dengan metode survey.

Ketidaktepatan (inaccuracies) yang terdapat dalam hal menjawab pertanyaan-pertanyaan.

Sebagai contoh misalnya faktor lupa serta keinginan untuk memberikan kesan baik kepada tiap penanya ditiadakan, begitu juga hal-hal yang menimbulkan bias dari penanya.

Metode ini mencatat perilku pasar yang sebenarnya dan bukanlah dicapai keterangan-keterangan tangan kedua.

Keterangan seperti itu yang mungkin menunjukkan laporan yang tidak tepat mengenai perilaku yang demikian.

Tapi umumnya dapat dikatakan bahwa metode observasi biasanya lebih mahal dibandingkan metode survey.

Lebih banyak dibutuhkan waktu untuk mencari keterangan-keterangan pada observasi dari pada wawancara, terutama bila pihak pengamat perlu menunggu fenomin tersebut terjadi.

Seorang field worker misalnya yang mengobervasi perilaku para pembeli.

Bahwa pangan yang dibekukan (frozen food) pada sebuah super market akan membuang sejumlah waktu karena lama menunggu pembelinya.

Sebagai tambahan dapat dikatakan bahwa penggunaan metode observasi biasanya tidak mengadakan problem sample.

Akhirnya perlu juga dikatakan bahwa metode observasi sendiri, mungkin tidak mengungkapkan semua keterangan yang dibutuhkan untuk membuat sebuah keputusan marketing.

Observasi menunjukkan apa yang dilakukan orang-orang tapi tidak memberikan indikasi mengapa mereka melakukannya.

Oleh karena itu metode observasi peling berguna bilamana dikombinasikan dengan metode-metode riset dan teknik lain.

 

4. Metode Percobaan (eksperimen)

hasil riset pasar

Eksperimen terawasi (controlled experiment) merupakan dasar bagi sejumlah besar riset ilmiah dalam berbagai bidang.

Dalam bidang marketing metode eksperimen digunakan untuk mengetes berbagai berbagai macam rencana promosi penjualan untuk mendeterminasi harga-harga dan produk=produk serta packaging.

 

#1: Contoh riset pemasaran dengan metode percobaan:

Misalkan seorang produsen ingin mengetahui harga di antara tiga macam harga untuk suatu produk serta mana yang paling memberikan kontribusi terbesar.

Perusahaan dapat mengadakan percobaan menjual produk dengan tiga macam harga serempak.

Suatu hasil perbandingan penjualan pada tiga kelompok harga tersebut dengan ketentuan bahwa eksperimen tersebut diawasi dengan teliti, akan memberikan jawaban atas pertanyaan.

 

#2: Contoh riset pemasaran lainnya:

Seorang produsen mengembangkan sebuah produk baru.

Ia ingin mengetahui apakah produknya akan dibeli oleh para konsumen.

Dan berapa banyak iklan harus diadakan untuk mencapai volume penjualan tertentu dan keterangan-keterangan lain.

Ia tidak segera menjalankan suatu kampanye iklan secara masif,.

Melainkan pertama-tama akan mengetes produk tersebut dan tes iklan pada beberapa pasar yang terpilih kemudian menunggu hasil penjualan.

Contoh riset pasar ini dapat kita lihat saat pemasaran produk Rinso hanya di beberapa kota saja. Kemudian berpindah ke kota lainnya.

Bila hasil riset pasar dengan metode tes ini memuaskan, maka kampanye yang lebih besar akan dimulai dengan jaminan bahwa hasilnya akan baik.

Nilai eksperimen ini sangat penting.

Karena jarang sekali ada perusahaan yang akan meng-introduksi suatu produk baru pada masa sekarang tanpa terlebuh dulu melakukan suatu percobaan pasar (marketing test).

Tapi perlu diketahui bahwa eksperimen yang diawasi tidak diterapkan secara luas pada fase-fase marketing lainnya.

Pertama perlu diingat bahwa jenis riset demikian memerlukan biaya yang banyak.

Kedua, seringkali dibutuhkan waktu yang relatif lama, dibandingkan dengan metod lain untuk mencapai hasil.

Terdorong oleh pembayaran dari sebuah istilah time is money dalam bidang pemasaran.

Jadi membuang waktu untuk eksperimen dianggap pemborosan. Namun semua ini tergantung pada jenis produk dan keahlian para peneliti.

 

5. Sampling

klasifikasi riset pemasaran - metode sampling

Untuk mengatasi beberapa persoalan saat menggunakan metode-metode riset pemasaran, menyangkut cakupan dan jumlah obyek yang diriset,.

Maka ada salah satu cara untuk yang bisa digunakan yaitu  sampling.

Sampling dilakukan dengan cara mengambil beberapa saja sebagai contoh.

Jumlah contoh ini bisa diambil random. Jumlah contoh ini harus cukup untuk menjamin statistical atau reliability.

Pengambilan sample secara random ini didasarkan atas anggapan bahwa masing-masing orang mempunyai kemungkinan yang sama.

Bila memang anggapan ini benar, kita mendapat unrestricted random sampling.

Tapi bila yang diteliti itu adalah orang-orang yang terdiri dari berbagai jenis, maka di sini timbul restricted atau stratisfied random sampling.

Di sini perlu diadakan dulu perbedaan strata atau penggolongan menurut kelompok-kelompok sehingga representativeness lebih terjamin.

 

05: Sistem Informasi Pemasaran

Sistem informasi manajemen pasar

Philip Kotler menyatakan suatu ungkapan, to manage a business well is to manage its future, and to manage  the future is to manage information.

Philip Kotler menyatakan bahwa mengelola bisnis secara baik adalah menguasai masa depan, dan untuk menguasai masa depan harus menguasai informasi.

Banyak fenomena pasar yang harus dikuasai pelaku bisnis, dengan syarat harus menguasai informasi.

Misalnya daerah bisnis meluas, dari satu kota ke beberapa kota lain, atau dari satu negara ke negara lain.

Demikian juga mengenai pergeseran kebutuhan konsumen mencari informasi tentang “wants” dari konsumen.

 

1. Mengapa Sistem Informasi Penting?

Dunia usaha sekarang ini begitu sibuk, demikian kompleks, persaingan makin tajam, teknologi makin canggih, globalisasi terjadi di segala bidang.

Dunia makin transaparan yang bila tidak diikuti oleh para pengusaha, akan menyebabkan mereka ketinggalan zaman.

Terdisrupsi dan akhirnya lenyap selamanya ditelan kesunyian.

Anda mengenal VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie)?

Yes, sebuah kongsi dagang yang oleh orang Indonesia jaman dulu dikenal dengan julukan “kumpeni” .

Mereka memiliki ribuan kapal dagang berteknologi layar sebagai penggeraknya.

Namun seiring dengan kemajuan teknologi, muncul kapal-kapal baru dengan mesin uap sebagai teknologi penggeraknya.

Dan VOC gagal mengantisipasi dan menyesuaiakan diri dengan perkembangan teknologi, sampai akhirnya perusahaan bangkrut tak dapat bangkit lagi.

Tragis.

Oleh sebab itu sekarang ini para pengusaha dituntut agar selalu berorientasi ke masa depan (future oriented).

Mereka harus jeli terhadap perubahan-perubahan yang selalu terjadi di masyarakat, terutama perubahan terhadap:

  • Teknologi produksi dan komunikasi
  • Selera konsumen
  • Kebiasaan masyarakat
  • Saluran distribusi

Pengusaha harus mengarahkan masa depannya untuk mendeteksi segala bentuk perubahan, dan menyesuaiakan program organisasi perusahaannya ke arah perubahan tersebut.

Agar usaha perusahaan tersebut berjalan secara efektif, maka dicari informasi.

Dan tidak diragukan lagi bahwa sistem informasi ini merupakan alat yang sangat penting bagi pengusaha.

Untuk membantu memecahkan problem dan untuk membuat keputusan yang tepat.

Salah satu komponen utama dalam sistem informasi ini adalah riset pemasaran.

Itulah pentingnya sistem informasi pasar bagi perusahaan, semua kembali ke perusahaan sendiri.

 

2. Pengertian Sistem Informasi Pasar

pengertian sistem informasi pemasaran

Willian J. Stanton mangaungkapkan,

A marketing information system is an interacting, continuing, future oriented structure of people, equipment and procedures designed to generate and process an information flow to aid managerial decision making in a company’s marketing program.

Sistem informasi pasar adalah suatu kegiatan melakukan interaksi, berkesinambungan, dan berorientasi ke masa depan yang menyangkut:

  • orang-orang,
  • perlengkapan,
  • prosedur menganalisa dan
  • memproses keputusan tentang program marketing perusahaan.

 

Bila dirinci, maka pengertian sistem informasi pemaasaran adalah sebagai berikut:

#1: Sistem

Rumusan secara sederhana yang sampaikan oleh Robert M. Murdick dan Joel E. Ross adalah A system is a set pf elements, such as people, things, and concepts, which are related to achieve a mutual goal.

Sistem adalah seperangkat elemen seperti orang, benda, dan konsep yang saling berhubungan untuk mencapai tujuan bersama.

Dengan rumusan lain dapat dikatakan, sistem adalah suatu keseluruhan.

Atau total yang terdiri atas bagian-bagian yang bekerjasama saling berhubungan untuk mencapai tujuan.

Misalnya pabrik adalah suatu sistem, juga polisi, komputer, mobil, badan, manusia, klub sepak bola, yang terdiri dari bagian-bagian untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

 

#2: Informasi

sistem informasi manajemen pemasaran

Pengertian informasi adalah keterangan yang terdiri atas data yang telah diklasifikasi dan diintepretasikan yang akan digunakan untuk membuat keputusan.

Misalnya, jumlah penjualan tahun lalu yang disimpan di arsip perusahaan, ini adalah data.

Bila data tersebut diklasifikasikan menurut jenis konsumen, lokasi konsumen, jumlah yang dibeli.

Kemudian dianalisa untuk melihat prospek penjualan di masa yang akan datang.

Dan digunakan oleh manajer untuk membuat keputusan ini adalah informasi.

Di sinilah perlu bekerja dengan bantuan informasi.

Ini pulalah yang membedakan manajer zaman NOW dengan manajer zaman OLD.

Informasi memungkinkan manajemen perusahaan memperjelas definisi situasi masa depan.

Yang akan dihadapi oleh perusahaannya, membantu membuat keputusan lebih baik, dan akan memperbaiki citra brand perusahaan.

 

Jadi ciri khas dan hal-hal penting dalam sistem informasi pemasaran antara lain:

  • Mencari data yang diperlukan, direnungi, dianalisa, diproses dengan bantuan komputer, dan disimpan untuk keperluan pengambilan keputusan.
  • Berorientasi ke masa depan, sifatnya mengantisipasi, mengatasi masalah yang dihadapi, seakan-akan merupakan obat penyembuh penyakit marketing.
  • Sifatnya berkesinambungan, terus-menerus, tidak sporadis, tidak hanya sekali.
  • Jika informasi ini tidak digunakan merupakan pemborosan.

Tousley menyatakan market information includes all fact, estimates, opinion, and other information used in marketing decision that affect the marketing of goods and services.

Jadi informasi pemasaran adalah segala fakta, perkiraan, ramalan, laporan, analisis bisnis, situasi harga, buying habit, preferensi pembelian, dan lain sebagainya.

 

Informasi ini harus dikelola dengan baik, dengan cara antara lain:

  • Informasi tersebut dikumpulkan
  • Informasi tersebut dikomunikasikan dan disebarkan kepada yang memerlukan
  • Harus mampu menginterpretasikan informasi dan menggunakannya secara bijaksana.
  • Membuat keputusan yang berdasarkan atas informasi yang diinterpretasikan secara tepat agar keputusan yang diambil menjadi efektif.

Informasi pasar dapat dikumpulkan dari sumber internal dan eksternal. Sumber internal dapat berupa:

  • Analisa produk. hal ini penting untuk perusahaan yang memiliki aneka jenis produk. Perlu dianalisis naik dan turunnya produk serta dicara penyebabnya.
  • Analisa teritorial, dalam bentuk teritorial, kota, luar kota, kota kecil.
  • Analisa konsumen, hal ini menyangkut produk yang digunakan, alasan, jumlah, spesifikasi produk yang dibeli.

Sedangkan informasi eksternal, dapat berasal dari pemerintah, dari berbagai departemen, terutama departemen perdagangan, perindustrian, dan informasi yang berasal dari negara lain.

Biro Pusat Statisitik (BPS) banyak menyediakan informasi yang diperlukan yang telah dikumpulkan melalui  berbagai kegiatan seperti sensus.

Ada juga informasi dari lembaga-lembaga seperti Kadin, atau dari asosiasi perusahaan sejenis, dan asosiasi-asosiasi lain.

 

06: Intelijen Pemasaran – Marketing Intelegence System

intelijen pemasaran

Philip Kotler menyatakan the internal accounting system supplies executives with result data, the marketing intellegence system supplies executives with happening data.

We define the marketing intellegence system as the set of procedures and sources used by executives to obtain their everyday information about partinent developments in the marketing enviroments.

Jadi perbedaan penekanan pengertian intelijen pemasaran adalah pada pencarian data, apa yang terjadi di pasar setiap hari yang berpengaruh terhadap lingkungan perusahaan.

Seperti diungkapkan oleh Kotler di atas, sistem akuntansi internal menyediakan hasil olahan data untuk para eksekutif.

Sedangkan sistem intelijen pemasaran memberikan data tentang kejadian sehari-hari kepada para eksekutif.

Pengertian sistem intelijen pemasaran adalah seperangkat prosedur dan sumber-sumber yang digunakan oleh eksekutif untuk memperoleh informasi sehari-hari mengenai perkembangan situasi lingkungan pemasaran.

Ada 5 (lima) cara yang dapat dilakukan dalam rangka memperoleh informasi pemasaran yaitu:

Cara #1:

Melatih dan mendorong staf penjualan mencari informasi tentang situasi dan kondisi di lapangan.

Staf penjualan adalah mata dan telinga perusahaan.

Mereka dapat mengumpulkan data tentang selera konsumen, gerak-gerik dan strategi pemasaran yang digunakan pesaing.

Cara #2:

Perusahaan berusaha mendorong distributor retailer agar bersedia menyampaikan informasi tentang produk, konsumen, penjualan pesaing.

Cara #3:

Perusahaan dalam bentuk toko, mencoba mencari informasi ke toko pesaing atau toko sendiri, dengan menggunakan pembelanja siluman (mystery shopper).

Kemudian mereka melaporkan apa yang terjadi tentang segala sesuatu yang telah diamati sesuai dengan tujuan atau maksud mystery shopper tersebut.

Cara #4:

Perusahaan membeli informasi dari lembaga pengumpul data, biasanya menyangkut keadaan toko dan konsumen.

Cara #5:

Perusahaan membentuk lembaga pengumpul data sendiri.

Perusahaan membentuk Research Center (Pusat Riset), dengan tugas mengumpulkan data dengan segala macam cara, dan melakukan penelitian.

Kemudian menyebarkan data ke para manajer terkait.

Demikianlah artikel yang membahas pengertian riset pemasaran, sistem informasi pasar, dan sistem intelijen pemasaran.

Semoga bermanfaat dan terima kasih.

***

manajemen keuangan dan SOP