Risiko Investasi Proyek
A: Pengertian Risiko Investasi Proyek
Bila digunakan ketidakpastian arus kas sebagai pengukur risiko, maka pemikiran ini berarti bahwa semakin tidak pasti arus kasnya, atau semakin besar nilai deviasi standar arus kas tersebut, semakin berisiko proyek tersebut.
Masalah yang timbul adalah bahwa proyek investasi mempunyai jangka waktu cukup lama.
Sementara kita menaksir arus kas setiap tahun (termasuk ketidakpastiannya), proyek tersebut mungkin diharapkan akan menghasilkan arus kas selama beberapa tahun.
Dengan kata lain, kita perlu menaksir arus kas yang diharapkan (expected cash flow) dan deviasi standarnya pada tahun 1, tahun 2, sampai dengan tahun ke-n.
Untuk proyek secara keseluruhan, penghitungan deviasi standar NPV perlu memperhatikan keterkaitan arus kas pada tahun 1 dengan tahun ke-2, tahun ke-2 dengan tahun ke-3, dan tahun ke –n dengan tahun ke-n.
B: Jenis Pola Cash Flow
Pada ekstrimnya, pola arus kas bisa dikelompokkan menjadi dua tipe, yaitu:
- Tidak mempunyai korelasi sama sekali (independen)
- Berkorelasi sempurna
Kemungkinan lainnya adalah bentuk-bentuk antara, atau dikenal sebagai berkorelasi moderat. Masalah lain adalah pemilihan tingkat bunga yang dianggap relevan untuk menaksir NPV proyek tersebut.

Bila ketidakpastian arus kas digunakan sebagai pengukur risiko investasi, dan karenanya semakin tidak pasti arus kas, semakin besar risikonya, maka tingkat bunga yang dipergunakan tentunya tidak bisa mengakomodir faktor risiko tersebut.
Dengan kata lain, kita tidak bisa menggunakan tingkat bunga yang makin besar bila kita merasa bahwa ketidakpastian arus kas tersebut makin besar pula. Mengapa? Hal ini disebabkan oleh dua alasan, yaitu:
Pertama: Hubungan Risiko dengan Tingkat Bunga
Kita belum bisa merumuskan hubungan risiko dengan tingkat bunga yang dipandang layak. Maksudnya, misalkan koefisien variasi arus kas adalah sebesar 0,4. Angka ini lebih besar daripada proyek yang mempunyai arus kas 0,3.
Jika kita ingin memasukkan faktor risiko dalam penentuan tingkat bunga, bagaimana persamaannya? Sampai saat ini belum bisa dirumuskan persamaan yang berlaku.
Kedua: Ketidakpastian Cash Flow
Bila digunakan ketidakpastian arus kas sebagai indikator risiko dan kemudian arus kas tersebut di-present-value-kan dengan menggunakan tingkat bunga yang TELAH mengakomodir unsur risiko. Berarti kita melakukan perhitungan ganda (double counting).
Kita memperlakukan risiko tersebut dua kali dalam analisis. Pertama, pada penentuan ketidakpastian arus kas. Dan kedua pada penggunaan tingkat bunga.
Artikel yang keren. terima kasih
Terima kasih