Metode Mengukur Risiko Investasi Arus Kas Tidak Independen
A: Contoh Metode Risiko Investasi Arus Kas Tidak Independen
Seringkali arus kas pada suatu waktu berkorelasi dengan arus kas pada waktu berikutnya. Dalam keadaan semacam itu kita perlu memperhatikan koefisien korelasi antar waktu dari arus kas. Perhatikan contoh perhitungan dan analisis menggunakan metode arus kas tidak independen berikut ini:

Misalkan suatu proyek berusia ekonomis dua tahun, memerlukan investasi sebesar Rp 40 juta. Taksiran kas masuk setiap tahun beserta probabilitasnya disajikan pada tabel di atas.
Probabilitas kondisional P(2/1) berarti bahwa ada probabilitas sebesar 0,4 pada tahun ke-2 untuk memperoleh arus kas negatif Rp 60, bila pada tahun pertama arus kasnya negatif Rp 20. Dengan demikian maka joint probability untuk arus kas seri 1 adalah:
= (0,30 X 0,40)
= 0,12
Demikian seterusnya sampai dengan seri ke-9 Misalkan tingkat keuntungan bebas risiko adalah 4%.

Untuk menghitung expected NPV kita perlu menghitung NPV dari arus kas seri 1 sampai dengan seri 9.
Arus kas seri 1 dihitung sebagai berikut:
= -40 – [20 : (1,04)] – [60 : (1,04)2]
= -114,70
Arus kas seri ke-2 adalah:
= -40 – [20 : (1,04)] – [20 : (1,04)2]
= -77,72
Demikian seterusnya.
B: Analisis Metode Risiko Investasi Arus Kas Tidak Independen
Hasil perhitungan tersebut kita sajikan pada tabel berikut ini:

Dengan demikian proyek tersebut diharapkan memberikan NPV yang dihitung dengan tingkat bunga bebas risiko sebesar Rp 21,53 Dan mempunyai deviasi standar sebesar Rp 79,96 dihitung dengan menggunakan rumus:

Apakah proyek ini cukup aman?
Sekali lagi diperlukan judgement untuk memutuskan, karena proyek tersebut nampaknya tidak mempunyai distribusi normal.
Apa itu distribusi normal?
Pengertian distribusi normal adalah bahwa peluang untuk memperoleh nilai lebih kecil ataupun lebih besar dari rata-rata adalah sama dan proyek ini nampaknya tidak mempunyai karakteristik tersebut. Maka kita bisa memodifikasi informasi pada tabel di atas menjadi seperti berikut:

Tabel di atas menjelaskan bahwa ada probabilitas sebesar 30% proyek tersebut akan menghasilkan NPV negatif. Dengan kata lain ada 70% peluang untuk memperoleh NPV +Rp 16,95 atau lebih besar.
Artikel yang keren. terima kasih
Terima kasih