4 Metode Efektif untuk Mengukur Ketidak-pastian Arus Kas dalam Investasi

Metode Simulasi Monte Carlo (Monte Carlo Simulation)

A: Pengertian Metode Simulasi Monte Carlo Adalah?

Kesulitan menggunakan cara-cara yang sudah dijelaskan di atas adalah menaksir conditional probability. Lebih-lebih jika proyek tersebut mempunyai usia ekonomis yang cukup panjang. Kita akan sampai pada situasi jumlah seri NPV menjadi sangat banyak.

Sebenarnya masalahnya bukanlah sangat banyaknya seri NPV yang akan muncul, tetapi penaksiran probabilitas kondisional yang sangat banyak.

Metode yang mencoba menyederhanakan penaksiran probabilitas tersebut adalah dengan menggunakan metode simulasi Monte Carlo.

Simulasi bisa dan perlu dilakukan banyak kali sehingga diperlukan bantuan komputer, tetapi kelebihan metode simulasi Monte Carlo adalah penaksiran probabilitas tidak akan serumit persoalan di atas. Untuk itu marilah kita perhatikan pemodelan dan contoh metode simulasi Monte Carlo berikut ini.

makalah metode simulasi monte carlo

B: Contoh Metode Simulasi Monte Carlo

Misalkan tim analisis proyek yang mempunyai usia ekonomis 3 tahun sampai pada kesimpulan sebagai berikut:

1: Taksiran unit yang terjual setiap tahun adalah sebagai berikut:

taksira penjualan per tahun
taksira penjualan per tahun

2: Taksiran harga jual per unit setiap tahun adalah sebagai berikut:

taksiran harga jual per unit
Taksiran harga jual per unit

3: Biaya variabel per unit untuk setiap tahun adalah sebagai berikut:

contoh kasus risiko bisnis
taksiran biaya variabel

4: Biaya tetap yang bersifat tunai per tahun adalah sebagai berikut:

contoh resiko usaha dan cara mengatasinya
Taksiran biaya tetap

5: Beban penyusutan per tahun sebesar Rp 50 juta

6: Tarif pajak penghasilan 35%

7: Tingkat keuntungan bebas risiko 10%

8: Investasi pada awal tahun sebesar Rp 500 juta

9: Terminal cash flow pada tahun ke-3 sebesar Rp 350 juta

C: Simulasi Monte Carlo

Bagaimana melakukan simulasi Monte Carlo?

Dalam ilustrasi di atas dipergunakan empat variabel yang tidak pasti sifatnya, yaitu:

  1. Unit yang terjual
  2. Harga jual
  3. Biaya variabel per unit
  4. Biaya tetap per unit

Karena itu simulasi dengan metode Monte Carlo bisa dilakukan misalnya dengan cara sebagai berikut:

Kita taruh empat tumpuk kartu di atas meja, yang masing-masing tumpuk terdiri dari 10 kartu dan kita beri nomor 1 s/d 10.

Tumpukkan pertama mewakili unit yang terjual, tumpukan kedua mewakili harga jual, tumpukan ketiga mewakili biaya variabel, dan tumpukkan ke-empat mewakili biaya tetap.

Pembahasan dan Analisis

Untuk masing-masing tumpuk kartu setiap nomor mewakili nilai tertentu, yang bisa kita sajikan sebagai berikut:

contoh investasi
Contoh metode simulasi Monte Carlo
pemodelan dan simulasi metode monte carlo
contoh soal metode simulasi monte carlo

Simulasi dilakukan sebagai berikut:

Kita ambil satu kartu dari tumpukkan kartu I, tumpukkan II, III, dan IV. Misalkan dari simulasi pertama terambil oleh kita kartu-kartu sebagai berikut:

  1. Tumpukan I Kartu nomor 05
  2. Susunan II Kartu nomor 10
  3. Susunan III Kartu nomor 01
  4. Tumpukan IV Kartu nomor 04

Ini berarti bahwa taksiran arus kas operasional setiap tahun adalah sebagai berikut:

pengertian metode simulasi monte carlo
Tabel: Perhitungan Laba

Kas masuk operasional:

= Rp 292.500.000 + Rp 50.000.000
= Rp 342.500.000

Dengan demikian NPV dari simulasi 1 ini bisa dihitung sebesar = +614.7 Kemudian kita bisa melakukan simulasi ke-2, ke-3 dan seterusnya sampai dengan jumlah yang kita pandang cukup.

Bukan hal yang aneh jika simulasi dilakukan sampai 100 kali, karena itu perlu digunakan bantuan komputer untuk membantu mempercepat perhitungan, dengan demikian akan diperoleh NPV1 s/d NPV100 .

Setelah kita memperoleh sejumlah besar NPV, maka kita bisa menyusun distribusinya. Ini berarti kita menghitung rata-rata NPV (sebagai NPV yang diharapkan) dan deviasi standar NPV-NPV tersebut.

Bila Anda ingin menerapkan sistem keuangan yang andal untuk usaha dan bisnis Anda, silahkan informasinya di >> SOP Keuangan dan Accounting Tools Powerful!

FAQ tentang  Risiko Investasi

Apakah arus kas berpengaruh terhadap harga saham?

Jelas berpengaruh, karena menunjukkan kinerja perusahaan dalam mengelola operasional perusahaan sehari-hari dalam menghasilkan dana tunai.

Apa saja arus kas dari aktivitas investasi?

3 komponen yang termasuk kas dari aktivitas investasi, yaitu: penjualan dan pembelian aset tetep, investasi pada perusahaan lain, serta hasil investasi.

Mengapa waktu dan jumlah arus kas merupakan faktor penting dalam keputusan investasi?

Waktu dan jumlah arus kas sangat penting karena nilai uang tergantung pada perjalanan waktu (time value of money), sehingga perusahaan lebih memginginkan jumlah kas yang besar dan cepat.

Keterbatasan apa saja yang terkandung dalam laporan arus kas?

3 keterbatasan laporan arus kas adalah tidak memperlihatkan tingkat keuntungan dari sebuah bisnis, dapat diatur sesuai dengan tujuan pembuatan laporan, dan tidak menggambarkan performance jangka panjang.

Metode apa saja yang digunakan dalam mengukur kelayakan suatu investasi?

6 metode yang biasa digunakan oleh para invetor adalah: Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Payback Period, Accounting Rate of Return (ARR), Profitability Index(PI) dan Discounted Cash Flow (DCF)

Metode apa yang digunakan untuk menilai proyek investasi dengan menghitung nilai sekarang dari arus kas masa depan?

Net Present Value (NPV) digunakan untuk menilai investasi melalui perhitungan nilai saat ini dari cash flow di masa depan.

Kesimpulan tentang Risiko Investasi

Pada pembahasan ini risiko investasi adalah diartikan sebagai ketidakpastian arus kas. Semakin tidak pasti arus kas, semakin berisiko investasi suatu proyek.

Bila ketidakpastian arus kas ini diperhatikan dalam kontek proyek, maka umumnya dijumpai adanya korelasi antara arus kas pada waktu t dan pada waktu t + 1.

Pada waktu kita mulai memperhatikan faktor ketidakpastian ini, maka kita hanya dapat mengatakan bahwa NPV yang diharapkan dari suatu proyek adalah adalah bernilai tertentu.

Perhitungan NPV yang diharapkan menggunakan tingkat keuntungan bebas risiko, karena kemungkinan penyimpangan dari expected NPV tersebut yang digunakan sebagai ukuran risiko investasi. Semakin besar kemungkinan menyimpang dari expected NPV, semakin besar risiko investasi suatu proyek.

Ukuran penyimpangan tersebut bisa digunakan deviasi standar atau koefisien variasi.

Bila diperhatikan faktor korelasi antar arus kas, maka penaksiran variance NPV menjadi lebih rumit, lebih-lebih bila proyek tersebut mempunyai usia ekonomis yang cukup lama.

Untuk itu kemudian diperkenalkan metode simulasi Monte Carlo. Kesulitan metode-metode tersebut adalah pada penaksiran probabilitas suatu variabel akan memperoleh nilai tertentu.

Bagaimanapun akhirnya unsur judgement masuk dalam penaksiran probabilitas tersebut.

Video –  Analisa Risiko dan Evaluasi Proyek

Dan untuk menyegarkan ingatan serta menambah wawasan serta pengetahuan tentang risiko investasi, simak video singkat berikut ini…

Bagaimana menurut pendapat Anda?

Demikian yang dapat saya bagikan tentang metode pengukuran risiko investasi yang merupakan salah satu materi penting dalam manajemen keuangan.

Semoga bermanfaat. Terima kasih.*****

Note:
Boleh mengutip artikel ini, dan mohon sebutkan sumbernya ya. Makasih

Manajemen Keuangan Profil

Profesional lulusan ekonomi yang menekuni ERP (SAP), Accounting Software, Business Analyst dan berbagi pengalaman pekerjaan Finance & Accounting.

2 pemikiran pada “4 Metode Efektif untuk Mengukur Ketidak-pastian Arus Kas dalam Investasi”

Komentar ditutup.