Inilah Peralatan yang Dibutuhkan untuk Membuka Usaha Sablon

Industri sablon banyak dikenal dan disukai serta menjadi bagian tersendiri yang tidak bisa dipisahkan dari industri manufaktur, perdagangan dan jasa. Perhatikan semakin berkembangnya berbagai paket usaha sablon, antara lain sablon mug, kaos, polyflex baik yang manual maupun digital.

Usaha sablon adalah satu jenis usaha yang bisa dilakukan di mana saja serta dapat dikerjakan oleh siapa saja, baik dikerjakan secara tradisional maupun dengan mesin canggih. Baik di pedesaan maupun di kota, sablon tetap mampu melakukan sistem cetak dengan baik dan sempurna.

Untuk menjawab berbagai pertanyaan tentang usaha sablon, Blog Manajemen Keuangan akan membahas secara bertahap dalam beberapa artikel. Yuk baca dan ikuti pembahasan awalnya berikut ini.

 

01: Mengenal Usaha Sablon

A: Keuntungan Cetak Sablon

Sebelum lebih jauh kita membahas hal-hal yang berkaitan dengan usaha sablon, sebaiknya sejak awal membuka sudah tahu apakah usaha sablon menguntungkan atau tidak? Berapa modal buka usaha sablon? Dan langkah awal memulai usaha sablon? Dengan menjawab tiga pertanyaan ini kita akan lebih percaya diri dan mantap memulai dan menjalani usaha sablon.

***

Pada banyak hal cetak sablon lebih menguntungkan di banding cetak mesin, berikut ini beberapa alasannya:

  1. Kain screen yang digunakan sebagai sarana utama dalam cetak sablon tersedia dalam nomor kerapatan lengkap.
  2. Cetak sablon tidak memerlukan biaya tinggi serta mudah penangannya.
  3. Sistem cetak sablon dapat dilakukan hampir di semua jenis benda padat, seperti kaos, plastik, mug, gelas cup, alumunium, seng dengan berbagai macam ukuran.
  4. Bentuk pencetakannya bisa disesuaikan dengan kondisi benda yang akan dicetak. Misalnya benda cekung dan cembung seperti gelas, mug, botol dan mangkok.
  5. Mudah penanganannya dan mampu menghasilkan cetakan yang baik.

Itulah beberapa kemudhan dan keuntungan dari sistem cetak sablon, sehingga bisa dijadikan patokan awal bahwa usaha ini merupakan aktivitas bisnis yang menarik, BIAYA produksi relatif kecil serta MODAL memulai yang juga relatif sedikit.

 

B: Perbandingan Cetak Sablon dengan Cetak Mesin

Bagaimana perbandingan sistem cetak sablon dengan cetak mesin?

Jika dibandingkan dengan sistem cetak mesin, cetak sablon tetap lebih menarik dibandingkan cetak mesin antara lain:

Sistem Cetak Mesin

  1. Untuk cetak mesin gerakan waktu melakukan pencetakkan dibatasi pada area cetak.
  2. Terbatas pada jenis benda-benda tertentu.

 

Sistem Cetak Sablon

  1. Bisa dilakukan dalam berbagai kondisi.
  2. Teknik penggunaannya bisa disesuaikan dengan kebutuhan.
  3. Fleksibel penggunaan alat cetak, misalnya screen sheet yang semula disekat di meja bisa dilepas dan bisa digunakan untuk mencetak tanpa menggunakan meja.
  4. Mobilisasi peralatan sablon relatif cepat dan mudah tanpa mempengaruhi hasil cetakan.

 

02: Peralatan Usaha Sablon Manual

A: Apa saja Peralatan Sablon Manual?

Cetak sablon adalah jenis usaha sederhana dalam pengelolaannya, namun tetap dibutuhkan berbagai sarana peralatan dan perlengkapan untuk menunjang kesuksesan dalam, apalagi jika usaha ini dikembangkan maka tidak mustahil akan menjadi bisnis yang besar dengan perlengkapan yang canggih.

Sistem cetak sablon melibatkan berbagai unsur kegiatan antara lain pembuatan gambar, pembuatan bingkai screen, proses afdruk, di mana tiap-tiap aktivitas membutuhkan peralatan sendiri-sendiri.

Untuk cetak sablon yang sifatnya masih tradisional, semua pekerjaan masih bisa dilakukan dua tiga orang. Misalnya tukang sablon bisa merangkap tukang gambar. Tapi usaha sablon yang besar masing-masing pekerjaan dilakukan oleh satu orang tenaga ahli.

Peralatan sablon dan harganya yang dibutuhkan untuk membuka usaha sablon dapat diperoleh dari toko peralatan sablon terdekat di kota-kota Anda, Yogyakarta, Tangerang, Semarang, Surabaya, dan kota Bandung Jawa Barat.

 

B: Peralatan Usaha Sablon Manual

Semua peralatan sablon memiliki fungsi dan peran sendiri-sendiri yang saling menunjang berhasilnya usaha cetak sablon.

Berikut ini alat sablon dan fungsinya:

1: Screen (kain gasa)

Apa itu screen kain sablon?

Screen (kain gasa) adalah peralatan sablon yang berfungsi sebagai sarana pembentuk corak gambar di atas benda-benda yang disablon. Kondisi fisiknya sangat halus seperti sutra dan memiliki jumlah kerapatan pori-pori yang bertingkat, oleh karena itu cetak sablon sering disebut juga sebagai sistem cetak sutera.

Kain screen adalah sarana utama dalam cetak sablon. Tanpa adanya screen, sistem pencapaiannya tidak dapat dilaksanakan. Ada beberapa jenis kain screen yang bisa digunakan untuk menyablon , dan yang paling memenuhi syarat sebagai kain screen yang baik adalah jenis Nytal, Monyl dan Nybolt. Ketiganya memiliki sifat tahan terhadap berbagai zat-zat kimia, tahan terhadap berbagai kondisi, dan memiliki tegangan dari 5 – 7%.

 

Jenis screen sablon

Secara umum berdasarkan pembagian ukuran nomor kerapatan screen sablon digolongkan menjadi 3 (tiga) yaitu:

  1. Screen berukuran 61 T – 90 T, adalah screen berukuran kasar yang digunakan untuk mencetak benda-benda menyerap cat.
  2. Jenis screen dengan ukuran 120 T – 150 T, jenis screen ini digunakan untuk mencetak benda-benda sedang (setengah menyerap cat).
  3. Screen berukuran 165 T – 200 S, adalah jenis screen yang halus dan digunakan untuk mencetak benda-benda yang tidak menyerap cat.

Simbol T menunjukkan elastisitas dan kekerasan screen, sedangkan simbol huruf S menunjukkan bahwa kondisi screen lebih halus. Semakin rendah nomor kerapatan screen semakin besar lubang pori-porinya, demikian juga sebaliknya.

Untuk menjaga screen agar tidak cepat rusak, maka perlu dijaga dan disimpan dengan baik, bila telah selesai menggunakan bersihkan dengan caustic soda.

 

2: Meja cetak

Meja sablon atau meja cetak sama pentingnya dengan screen, sebab aktivitas penyablonan tidak akan bisa dilakukan dengan baik tanpa adanya meja cetak. Meja sablon harus memebuhi syarat sebagai meja cetak yang baik.

Syarat meja sablon antara lain:

  • Terbuat dari kayu kualitas tinggi atau logam.
  • Mempunyai permukaan yang rata dan lurus, atau dilapisi dengan kaca bening setebal 5 mm.
  • Memiliki ukuran luas dan ketinggian yang cukup.
  • Dibuat dua susun, bagian atas untuk mencetak dan bagian bawah untuk menempatkan lampu penerang.
  • Harus kuat dan stabil dalam berbagai kondisi.

 

3: Penjepit screen sheet

Peralatan sablon yang satu ini berfungsi sebagai penghubung antara screen sheet (bingkai screen) dengan meja cetak. Pada bagian siku yang terdapat uliran sebagai penjepit bingkai screen, dipasang engsel untuk dihubungkan dengan meja.

Dengan demikian screen sheet dapat dengan mudah digerakkan naik-turun pada saat melakukan proses penyablonan, sehingga pekerjaan dapat dipercepat serta menjamin kestabilan sasaran cetak, terutama pada saat melakukan penyusunan warna.

 

4: Bingkai screen

Bingkai screen sering disebut sebagai frame screen sablon. Fungsi bingkai screen adalah untuk membentuk tabir screen yang dapat memenuhi ketegangan screen sampai 5 – 7%. Ketentuan tegangan screen sangat perlu, sebab bila tegangan kain gasa kurang dari prosentase nantinya akan menyulitkan penggunaannya. Syarat yang harus dimiliki setiap bingkai antara lain:

  • Tidak berubah bentuk dalam segala kondisi, basah maupun kerang.
  • Memiliki permukaan yang halus dan rata.
  • Bagian bingkai yang langsung berhubungan dengan kain screen harus halus dan licin.
  • Sudut-sudut bingkai tidak tajam.
  • Harus tahan terhadap berbagai reaksi zat-zat kimia.

Bingkai screen biasanya terbuat dari kayu jati atau jenis kayu keras lainnya, sebab jenis kayu seperti itu memenuhi syarat sebagai bingkai yang baik dan tahap terhadap berbagai kondisi.

Bentuk bingkai screen bermacam-macam, antara lain persegi panjang, melengkung, bundar, dan setengah lingkaran, bentuk itu disesuaikan dengan bentuk dan kondisi benda yang akan disablon.

 

5: Almari atau rak tempat menyimpan perlengkapan

Peralatan sablon berupa almari atau rak berfungsi untuk menyimpan segala peralatan dan perlengkapan yang berkaitan dengan aktivitas penyablonan.

Almari atau rak harus dibuat bersekat-sekat dan berpintu. Misalnya ada bagian untuk mentimpan tinta sablon, ada bagian untuk menyimpan gambar, dan bagian untuk menyimpan screen.

Bentuk dan ukurannya tergantung dari kebutuhan, yang paling penting adalah semua peralatan dan perlengkapan pekerjaan penyablonan harus disimpan pada tempat tersendiri yang aman dan tetap dalam kondisi bersih.

 

6: Timbangan

Pada pekerjaan cetak sablon, timbangan surat digunakan untuk menakar obat afdruk. Ketika meramu dan membuat larutan pembangkit diperlukan takaran yang tepat agar dapat memiliki konsentrasi yang baik.

Penakaran obat-obat untuk pekerjaan cetak sablon bisa juga dilakukan dengan timbangan roti. Namun harganya lebih mahal jika dibandingkan dengan timbangan surat, maka sebaiknya menggunakan timbangan surat, yang penting fungsi dan manfaatnya sama, yaitu untuk menakar bahasn-bahan yang beratnya di bawah satu kilogram.

 

7: Gelas pengukur

Peralatan gelas pengukur berfungsi untuk menakar atau mengukur bahan baku yang bersifat cairan seperti tinta sablon. Bahan-bahan baku yang bersifat cairan membutuhkan ketepatan ukuran dalam cc, dan itu hanya bisa dilakukan dengan sarana gelas pengukur. Namun untuk mengukur larutan pengental, gelas ukur ini kurang memenuhi syarat, karena hasilnya kurang akurat.

 

8: Wadah tempat untuk mengolah bahan

Peralatan sablon ini digunakan untuk mengerjakan aktivitas pengolahan bahan baku, seperti emulsi pembangkit atau obat afdruk serta obat penghapus diperlukan wadah yang tidak memiliki pengaruh terhadap obat-obat tersebut karena obat-obat pembangkit maupun jenis obat penghapus pengolahannya tidak boleh dilakukan di sembarang tempat.

Jenis-jenis obat seperti itu mengandung unsur-unsur kimia, misalnya Caustic Soda atau Pregrant Paste, bahan ini dapat menimbulkan perubahan terhadap benda yang ditempatinya, khususnya yang terbuat dari logam.

Untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan maka pada saat melakukan pengolahan harus digunakan wadah dari plastik, sehingga tidak menimbulkan reaksi terhadap tempatnya. Demikian juga dengan sarana untuk mengaduknya, jangan menggunakan bahan yang terbuat dari logam, gunakan alat pengaduk yang terbuat dari plastik, kayu atau batang bambu.

 

9: Landasan pengalas

Fungsi alat sablon ini adalah sebagai landasan penerima tekanan kaca terhadap film sablon yang berada di permukaan screen (kain gasa). Tanpa adanya landasan pengalas akan mengakibatkan hasil penyinaran kurang baik. Kita akan mengetahui secara persis bagaimana cara menggunakannya bila sudah sampai pada proses afdruk atau penyinaran.

Bantalan atau landasan pengalas ini adalah peralatan sablon manual dan murah harganya serta bisa dibuat sendiri dengan mudah menggunakan bahan yang terdiri dari papan kayu sebagai alas, karet busa dan kain berwarna gelap sebagai penutup.

 

10: Kaca bening tebal 5 mm

Selain kaca yang digunakan sebagai alas meja, ada satu kaca lagi yang perlu disediakan untuk melakukan proses penyinaran. Kaca ini harus polos dan bening dengan ketebalan 5 mm. Menggunakan kaca yang bening dengan ketebalan sebesar itu akan bisa memberi kebebasan  sinar serta tahan terhadap benturan.

Kaca yang digunakan sebagai alas meja berfungsi sebagai sarana yang paling baik untuk melihat susunan warna hasil cetak sablon, karena di bawah meja telah dilengkapi dengan lampu sehingga bila penyinaran kurang pada saat melakukan penyusunan warna, maka lampu bisa dinyalakan dan akan membantu penyusunan warna secara tepat.

Sedangkan kaca lain yang digunakan untuk proses penyinaran berfungsi sebagai sarana tekan sehinga gambar yang ada di atas screen tidak bergeser.

 

11: Meja gambar

Alat sablon ini biasanya digunakan untuk pembuatan gambar sablon yang sudah tingkat profesional, meja gambar diperlukan agar proses pembuatan gambar dalam rangka membuat gambar positif dapat berjalan dengan baik dan sempurna.

Namun bagi yang masih bersifat sederhana dan tradisional, pekerjaan membuat corak gambar tidak perlu memakai meja gambar, tapi cukup dengan alas dari meja biasa.

 

12: Film sablon (gambar positif)

Alat sablon yang berfungsi untuk membuat pola gambar adalah film sablon. Tidak semua film sablon harus melalui foto, sebab dalam membuat corak gambar bisa dikerjakan secara langsung dan bisa juga melalui proses ‘foto copy’. Cara ini paling banyak digunakan walaupun caranya lumayan sulit.

Untuk memperoleh gambar positif film sablon, haruslah dibuat di atas lembaran (bahan) yang bisa meneruskan sinar secara baik, sebab gambar yang ada dalam film nantinya akan dipindahkan ke atas kain screen melalui proses penyinaran.

Film sablon bisa dibuat di atas kaca, kertas roti, mika polos, atau lainnya asalkan bisa meneruskan sinar sampai ke kain gasa. Dan yang paling baik adalah dari mika film, dengan bahan ini maka susunan ketepatan warna akan terjamin dengan baik.

 

13: Rakel

Alat sablon yang bernama rakel ini digunakan untuk menyaput tinta atau cat sablon yang ada di atas screen pada saat melakukan proses percetakan. Jadi manfaat rakel adalah alat untuk meratakan tinta sablon pada screening. Bentuknya sederhana yang terbuat dari kayu yang pada bagian bawahnya diberi karet khusus.

Karet rakel tidak sama dengan karet kebanyakan, namun dibuat secara khusus yang tujuannya untuk menyablon sehingga tidak cepat aus walaupun digunakan berulang kali.

Umumnya karet peralatan sablon ini bisa bertahan terhadap minyak tanah atau terpin serta memiliki daya tahan selama kurang lebih 5 (lima ) bulan bila dipakai secara terus menerus. Setiap rakel pada ujungnya selalu dicantumkan ciri-ciri yang menyangkut sifat, ketebalan dan tinggi.

 

14: Kuas poles dan kuas lukis

Kuas poles memiliki manfaat yang cukup penting dalam cetak sablon. Peralatan kuas ini digunakan untuk memolesi screen dengan emulsi pembangkit, sedangkan kuas lukis berfungsi sebagai alat yang tepat untuk melakukan penursiran.

Untuk ukuran kuas bisa dipilih sesuai dengan yang dibutuhkan, karena kuas ini tersedia di toko peralatan sablon dengan berbagai ukuran dan harga. Oleh karena itu silahkan dipilih sesuai kebutuhan. Dan yang perlu diperhatikan kuas tidak boleh digunakan untuk pekerjaan menghapus gambar yang menggunakan larutan soda api.

 

15: Meja afdruk

Peralatan ini biasanya disediakan oleh pengusaha sablon yang sudah profesional. Bukan peralatan sablon untuk pemula yang masih beginner dan sederhana, di mana proses afdruk bisa dilakukan dengan bantuan sinar matahari atau lampu.

Bagi yang sudah profesional, apalagi yang sudah menjadi perusahaan percetakan sablon papan atas, peralatan sablon percetakan ini biasanya tersedia juga meja afdruk khusus untuk pekerjaan tersebut.

Demikianlah lima belas alat sablon dan fungsinya yang bisa diperoleh dari toko peralatan sablon terdekat di kota Anda.

 

03: Jenis dan Sifat Benda untuk Sablon

Mengapa perlu mengetahui jenis dan sifat benda dalam aktivitas sablon?

Cetak sablon sangat fleksibel bisa untuk berbagai sifat dan jenis benda, oleh karena itu kita perlu mengetahui macam-macam sifat benda yang akan disablon. Hal ini sangat penting agar saat melakukan penyablonan hasilnya nendang dengan biaya produksi yang relatif kecil, sehingga usaha sablon yang dibangun bisa bertumbuh dan berkembang dengan pesat.

Jadi, kita sudah paham bahwa semua benda yang akan disablon terdiri dari berbagai jenis yang satu dengan lainnya memiliki sifat yang berbeda-beda. Hal ini perlu dipahami sehingga bisa ditentukan anomor kerapatan screen yang akan digunakan serta jenis tinta atau cat yang sesuai.

Dan berikut jenis-jenis benda yang akan disablon.

A: Jenis Benda Menyerap Cat

Secara fisik, jenis benda ini memiliki sifat penyerapan yang kuat terhadap benda-benda cair seperti air dan minyak, sehingga kain screen yang digunakan haruslah yang mampu menyalurkan cat secara penuh, dan ini berarti harus menggunakan kain gasa dengan pori-pori yang cukup lebar atau jenis screen kasar.

Jenis benda yang menyerap cat umumnya terbuat dari anyaman benang seperti berbagai jenis karung dan berbagai jenis tekstil. Screen yang digunakan bisa dipilih dengan nomor kerapatan 90 T, 77 T, 61 T sampai nomor kerapatan terendah.

Semakin rendah nomor kerapatan screen semakin besar lubang pori-porinya. Untuk jenis tekstil yang bersifat halus, kita bisa menggunakan screen dengan nomor kerapatan 90 T, sedangkan jenis kain tebal seperti handuk, selimut, karung bisa dipilih nomor kerapatan 62 T atau 61 T.

Tapi perlu diingat juga bahwa pemilihan nomor kerapatan screen bersifat relatif, untuk jenis handuk atau karung tidak harus 62 T atau 61 T, kemungkinan bisa dipilih dengan nomor yang lebih rendah dari nomor itu. Jadi, tergantung dari tebal tipisnya kondisi benda tekstil yang akan dicetak.

Oleh karena itu bagi Anda khususnya pemula atau beginner, perlu sering berlatih agar benar-benar menemukan secara persis ketepatan nomor screen yang digunakan untuk jenis benda menyerap air. Feel-nya udah kena, kata anak milenial J

 

B: Jenis Benda Sedang

Jenis benda ini memiliki sifat tidak terlalu menyerap dan tidak menolak terhadap segala benda cair. Jadi bersifat sedang-sedang saja seperti berbagai jenis kulit, kertas; dos, karton manila.

Perlu diperhatikan bahwa untuk menentukan jenis benda ini diperlukan kejelian, karena sifatnya relatif, oleh karena itu pengalaman dan jumlah jam terbang sangatlah menentukan kemampuan seseorang untuk menentukan sifat dan jenis suatu benda.

Untuk jenis benda sedang, kita biasanya menggunakan screen dengan nomor kerapatan dari 120 T sampai 150 T. Nomor kerapatan ini akan bisa menjamin keluarnya cat tidak terlalu berlebihan dan juga tidak terlalu sedikit, pas.

 

C: Jenis Benda Tidak Menyerap Cat

Jenis benda yang tergolong tidak menyerap cat relatif mudah untuk mengidentifikasinya, karena memiliki sifat menolak segala jenis benda cair. Benda yang tidak menyerap memiliki permukaan yang halus, contohnya plastik, kaca, mika, dan seng.

Jenis benda tidak menyerap cat bila menerima tinta yang berlebihan dari hasil cetakkan akan menyebabkan hasil sablon rusak, misalnya tulisan atau gambar, maka bentuknya akan mengembang.

Garis yang seharusnya kecil dan halus menjadi lebar dan besar, seperti tetesan tinta yang jatuh di atas kertas merang. Hal ini berarti aksiran yang telah ditentukan sebelumnya menjadi berubah lebih besar ukurannya, sehingga hasil cetakan menjadi jelek.

Untuk dapat menghasilkan cetakan yang tajam dan jelas pada jenis benda yang tidak menyerap cat, screen yang digunakan dengan nomor kerapatan di atas 165 T. Misalnya, 180 S, 200 S atau 228 S. Karena semakin besar nomor kerapatan screen berarti semakin halus keadaan screen dan semakin sedikit keluarnya tinta dari balik pori-pori screen.

 

04: Tinta Sablon Untuk Usaha

A: Jenis Tinta Sablon untuk Usaha

Cat sablon adalah komponen untuk keperluan sablon yang berbeda untuk bangunan. Cat sablon digunakan untuk memberikan warna pada benda yang disablon sesuai dengan pola gambar yang diinginkan. Tinta sablon terdiri dari berbagai jenis, seperti tinta sablon plastik, kain, kaos, kertas, aluminium foil, case hp, dan tinta sablon plastisol.

Penggunaan tinta sablon memerlukan proses pencampuran yang benar dan pas, tidak terlalu cair atau terlalu kental, atau disesuaikan dengan kebutuhan benda yang akan disablon.

Ada 5 (lima) hal yang perlu diperhatikan dalam memilih dan menentukan tinta sablon, yaitu:

  1. Kualitas tinta terhadap benda yang akan dicetak
  2. Daya tahan tinta terhadap zat pelarutnya.
  3. Daya tahan tinta/cat terhadap pengaruh sinar.
  4. Jangka waktu penguapan tinta (kecepatan pengeringan)
  5. Pengaruh tinta terhadap kain screen.

 

B: Jenis Tinta Sablon yang Baik

Jenis tinta sablon yang baik biasanya hanya memerlukan waktu pengeringan yang singkat, semakin singkatnya waktu pengeringan akan semakin menguntungkan bagi si penyablon karena bisa segera melanjutkan pekerjaan yang lain.

Bagi yang baru memulai usaha sablon pemula, sebaiknya melakukan cetak pendahuluan atau langkah percobaan untuk mengetahui hasilnya. Bila sudah bagus dan sesuai keinginan selanjutnya bisa memulai dengan pekerjaan utama.

***

Tidak selamanya masing-masing bahan yang akan dicetak membutuhkan jenis tinta khusus, sebab setiap jenis benda seringkali memiliki kualifikasi yang tidak jauh berbeda satu dengan yang lain, sehingga dengan hanya beberapa jenis tinta bisa digunakan untuk cetak sablon berbagai macam benda.

Terkadang ada juga jenis tinta/cat yang dibuat sedemikian rupa sehingga bisa digunakan untuk dua atau tiga jenis benda, sehingga kita bisa menggunakan jenis tinta yang sama dengan tingkat kekentalan yang berbeda untuk dua/tiga jenis benda, misalnya tinta sablon kertas dan plastik, tinta sablon kaos dan baju.

***

Karena begitu penting dan luasnya materi tentang tinta sablon ini, maka akan kami bahas dalam artikel tersendiri jenis tinta/cat sablon, antara lain:

  1. Tinta/cat untuk menyablon plastik dan kain.
  2. Cat atau tinta untuk menyablon kertas.
  3. Cat atau tinta untuk menyablon benda imitasi.
  4. Tinta untuk menyablon mika, kayu, botol, mug, dan barang-barang pecah.
  5. Tinta rubber, kulit, sticker, seng.
  6. Cat sintesis

Tentunya akan disajikan juga berbagai contoh resep dan kombinasi tinta.

***

Melengkapi dan menambah pengetahuan serta wawasan tentang cetak sablon, yuk saksikan tutorial sablon manual dari awal hingga akhir berikut ini:

 

05: Kesimpulan Tentang Usaha Sablon

Bisnis dan usaha sablon fleksibel dan bisa dilakukan di mana saja. Usaha sablon bisa dijalankan dengan skala rumahan, usaha kecil (UMKM), dan percetakan besar.

Kita bisa membuka usaha jasa sablon manual rumahan dengan mencetak kaos, cup, baju, karung beras, dan mug. Seiring dengan bergulirnya usaha tersebut, kita mulai belajar usaha sablon digital dan mesin cetak modern.

Mulai saja dengan yang sederhana, sehingga modal yang dibutuhkan pun relatif kecil karena peralatan yang digunakan pun masih sederhana.

Demikian yang bisa kami bagikan, tentang usaha sablon dan jika Tuhan mngizinkan akan dilanjutkan dengan pembahasan secara rincin seluk beluk usaha sablon, jenis tinta atau cat dengan berbagai kombinasi campurannya, termasuk analisa usaha dan membuat laporan keuangan usaha sablon. Semoga bermanfaat dan terima kasih.

Profesional lulusan ekonomi yang menekuni ERP (SAP), Accounting Software, Business Analyst dan berbagi pengalaman pekerjaan Finance & Accounting.