Sebelum Anda Menentukan Metode Perhitungan HPP, Pelajari Perbandingan Metode FIFO, LIFO dan Rata-rata Tertimbang ini




Perbandingan Metode FIFO, LIFO & Rata-rata Tertimbang

Perbandingan Metode FIFO, LIFO dan Rata-rata Tertimbang

Metode FIFO (Masuk Pertama Keluar Pertama), LIFO (Masuk Terakhir Keluar Pertama) dan Rata-rata tertimbang (Weighted Average) adalah beberapa metode untuk menghitung harga pokok penjualan dan harga pokok persediaan akhir.

Sedikit mereview kembali mengenai metode FIFO (First In First Out), dalam metode ini yang menjadi pertimbangan utama adalah urutan terjadinya.

Jadi harga pokok persediaan dibebankan berdasarkan dengan urutan terjadinya.

Pembebanan harga pokok terhadap barang yang dijual dan dipakai adalah harga pokok yang terlebih dulu, kemudian yang masuk berikutnya.

Demikian juga dengan persediaan akhir, dibebani dengan harga pokok terakhir.

Metode FIFO

Metode LIFO (Last In First Out) adalah kebalikan dari metode FIFO ( Masuk Pertama Keluar Pertama), pembebanan harga pokok terhadap persediaan barang yang dikeluarkan dari gudang adalah harga pokok pembelian yang terakhir, disusul dengan yang masuk sebelumnya.




Persediaan akhir dibebani dengan harga pokok pembelian yang pertama dan berikutnya.

metode LIFO

Sedangkan Metode Rata-rata Tertimbang (weighted average) adalah semua persediaan barang yang keluar untuk dijual dan produksi dibebani dengan harga pokok rata-rata.

Baca juga artikel menarik ini : Accounting Tools & SOP Akuntansi Keuangan.

Cara menghitung harga pokok rata-rata adalah membagi jumlah harga perolehan dengan jumlah barangnya.

metode rata-rata tertimbang

Pembahasan metode-metode perhitungan harga pokok persediaan secara terinci beserta contoh-contoh perhitungannya ada di artikel ini : Inilah 10 Cara Praktis dan Akurat Menghitung HPP

Apa konsekuensi dan pengaruh dari penggunaan metode-metode tersebut terhadap Laporan Keuangan?

Metode FIFO (Masuk Pertama Keluar Pertama) akan mengakibatkan nilai persediaan dalam NERACA dicantumkan dengan harga sekarang.

Dengan metode LIFO (Masuk Terakhir Keluar Pertama) akan dicantumkan dengan harga mula-mula yang biasanya tidak pernah berubah.

Sedangkan dengan metode rata-rata tertimbang (Weighted Average) hasilnya mendekati metode FIFO.




Penggunaan metode FIFO dalam keadaan harga-harga naik akan menghasilkan kenaikan LABA BRUTO  dan dalam keadaan harga-harga turun akan berakibat penurunan laba bruto.

Sebaliknya dalam keadaan harga-harga naik, penggunaan metode LIFO akan menghasilkan penurunan Laba Bruto dan dalam keadaan harga-harga turun akan berakibat kenaikan laba bruto.

Laba bruto yang diperoleh dengan cara rata-rata tertimbang akan memberikan hasil yang mendekati dengan metode FIFO.

Perbedaan laba bruto ini disebabkan karena dalam metode FIFO harga pokok persediaan yang dibebankan sebagai harga penjualan adalah harga pokok barang yang dibeli mula-mula, sehingga dalam keadaan harga-harga naik, harga pokok penjualan jumlahnya kecil karena terdiri dari harga beli mula-mula.

Sedangkan dalam metode LIFO, harga pokok barang yang dibebankan sebagai harga pokok penjualan adalah harga pokok pembelian-pembelian yang terakhir.

Sehingga dalam keadaan harga-harga naik, harga pokok persediaan yang dibebankan dalam harga pokok penjualan terdiri dari harga-harga pokok terakhir yang lebih tinggi.

Dan ketika keadaan harga-harga turun akibatnya adalah kebalikan dari keadaan harga-harga naik.

Penggunaan metode rata-rata tertimbang akan memberikan hasil yang mendekati metode FIFO.

Hal itu karena biasanya pembelian barang dalam satu periode itu jumlahnya beberapa kali lebih banyak dari persediaan awalnya.

Sehingga harga rata-rata persediaan akhirnya sangat dipengaruhi dengan harga-harga sekarang.

Seperti dalam metode FIFO, harga-harga sekarang mempengaruhi nilai persediaan akhirnya.

Itulah beberapa pengaruh dan konsekuensi dari penggunaan ketiga metode perhitungan harga pokok persediaan.

Pemilihan terhadap metode yang akan digunakan biasanya dipengaruhi oleh jenis dan sifat barang persediaan yang dijual.

Ada jenis barang yang hanya cocok menggunakan metode tertentu.

Ada juga jenis dan sifat barang yang bisa menggunakan beberapa metode.

Tentukan satu metode yang paling cocok dan akurat, karena kesalahan dalam mencatat persediaan barang akan mempengaruhi Neraca dan Laporan Laba Rugi.

Baca ini : Cara Membuat Jurnal Penyesuaian Rekening Persediaan Barang

Apa metode perhitungan perhitungan HPP  yang Anda gunakan?

***