Siklus Akuntansi (Accounting Cycle): Pengertian, Urutan Proses, Cara Menyusun, dan Contoh

Siklus Akuntansi

Bagaimana siklus akuntansi di perusahaan? Apakah sama siklus akuntansi perusahaan dagang, jasa, dan manufaktur?

Perusahaan memiliki siklus aktivitas yang terus berulang sepanjang waktu.

Sebagai contoh, Manajemen Keuangan Network, sebuah perusahaan konsultan manajemen keuangan, yang menyelenggarakan training & kursus akuntansi.

Selain aktivitas tersebut, mereka juga membantu melakukan pendampingan penyusunan sistem akuntansi keuangan untuk UKM, start up dan perusahaan kecil, penyusunan SOP Akuntansi Keuangan dengan Accounting Tools yang powerful.

Aktivitas tersebut dilakukan sepanjang bulan dan tahun. Selama bulan atau tahun berjalan, semua transaksi operasional perusahaan dicatat.

Selain penjualan jasa dan penerimaan kas, transaksi yang dicatat oleh perusahaan juga meliputi pengeluaran uang seperti pembayaran gaji karyawan, biaya marketing, dan beban operasional lainnya.

Pada akhir bulan dan tahun, perusahaan menyiapkan laporan keuangan yang merangkum semua aktivitas operasionalnya sepanjang waktu tersebut.

Dari contoh tersebut, kita mengetahui awal dari siklus, dimulai dengan transaksi. Siklus berlanjut dengan pencatatan transaksi melalui akun-akun sebagai persiapan penyusunan Laporan Keuangan.

Apa saja aktivitas yang dilakukan di setiap tahapan siklus akuntansi?

Mari kita pelajari dan bahas materi siklus akuntansi dengan setiap tahapnya…

***

01. Pengertian Siklus Akuntansi (Accounting Cycle)

Pengertian SIKLUS AKUNTANSI (accounting cycle) adalah proses akuntansi yang dimulai dengan menganalisis dan membuat jurnal untuk transaksi-tansaksi dan diakhiri dengan menyiapkan catatan akuntansi untuk transaksi-transaksi periode berikutnya.

Bila dijelaskan secara rinci, ada 10 langkah dalam siklus akuntansi, yaitu:

  1. Menganalisis dan mencatat transaksi-transaksi ke dalam jurnal.
  2. Posting transaksi tersebut ke buku besar.
  3. Menyiapkan daftar saldo yang belum disesuaikan.
  4. Menyiapkan dan menganalisis data penyesuaian.
  5. Menyiapkan kertas kerja akhir periode (optional).
  6. Membuat ayat jurnal penyesuaian dan posting ke buku besar.
  7. Menyiapkan daftar saldo yang disesuaikan.
  8. Menyiapkan laporan keuangan.
  9. Membuat ayat jurnal penutup dan posting ke buku besar.
  10. Menyiapkan daftar saldo setelah penutupan.

Kesepuluh langkah tersebut, bila diilustrasikan dalam sebuah gambar siklus akuntansi seperti berikut ini:

Alur Siklus Akuntansi
Gambar: Alur Siklus Akuntansi

Tampilan gambar di atas menggambarkan siklus akuntansi dalam satu siklus.

Gambar alur siklus akuntansi di atas juga memperlihatkan bagaimana data akuntansi dimulai dengan dokumen sumber untuk suatu transaksi, melewati sistem akuntansi, dan menyusun laporan keuangan.

 

02. Contoh dan Tahapan Proses Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa

Untuk membantu mempermudah pemahaman kita tentang siklus akuntansi, berikut ini kita akan mempelajari contoh siklus akuntansi perusahaan jasa dari transaksi awal hingga laporan keuangan lengkap untuk satu periode.

Perhatikan contoh soal siklus akuntansi berikut ini:

Pak Mansyur telah menjalankan usaha konsultasi paruh waktu dari rumahnya selama beberapa tahun.

Mulai tanggal 01 Januari 2018, Pak Mansyur menjalankan usaha konsultasinya secara penuh waktu dengan menyewa kantor di lokasi strategis.

Dia memberi nama usahanya sebagai Mansyur Consulting, bergerak pada jasa pelatihan akuntansi, pendampingan dan penyusunan SOP Akuntansi Keuangan, serta jasa keuangan lainnya.

Selama bulan Januari 2018, Mansyur Consulting melakukan transaksi-transaksi berikut ini :

Januari, 01 :
Aset-aset berikut ini diterima dari Pak Mansyur, kas Rp 13.100.000, piutang usaha Rp 3.000.000, bahan habis pakai, Rp 1.400.000, dan peralatan kantor Rp 12.500.000. Tidak ada kewajiban yang diterima.

Januari, 01 :
Membayar sewa kantor sederhana untuk tiga bulan sesuai kontrak sewa, Rp 4.800.000

Januari, 02 :
Membayar premi asuransi kerugian dan kebakaran untuk properti Rp 1.800.000

Januari, 04 :
Menerima uang dari klien sebagai pembayaran di muka untuk jasa yang akan disediakan dan dicatat sebagai pendapatan diterima dimuka  Rp 5.000.000.

Januari, 05 :
Membeli tambahan peralatan kantor secara kredit dari Toko Berkah Jaya Rp 2.000.000

Januari, 6 :
Menerima uang dari klien atas pelunasan piutang usaha Rp 1.800.000

Januari, 10 :
Membayar tunai untuk iklan online Rp 120.000

Januari, 12 :
Membayar Toko Berkah Jaya sebagian dari utang pembelian tanggal 5 Januari 2018 Rp 1.200.000

Januari, 12 :
Mencatat jasa yang disediakan secara kredit untuk periode 1-12 Januari 2018 Rp 4.200.000

Januari, 14 :
Membayar gaji dua mingguan pegawai freelance Rp 750.000

Januari, 17 :
Menerima kas dari klien atas honor periode 1-16 Januari 2018 Rp 6.250.000

Januari, 18 :
Membayar tunai atas pembelian bahan habis pakai, Rp 800.000

Januari, 20 :
Mencatat pendapatan honor yang masih terutang untuk periode 13-20 Januari 2018 sebesar Rp 2.100.000

Januari, 24 :
Menerima uang dari klien atas honor periode 17-24 Januari 2018, Rp 3.850.000

Januari, 26 :
Menerima uang dari klien atas pelunasan piutang usaha, Rp 5.600.000

Januari, 27 :
Membayar gaji dua mingguan pegawai freelance, Rp 750.000

Januari, 29 :
Membayar tagihan telpon bulan Januari Rp 130.000

Januari, 30 :
Membayar tagihan listrik bulan Januari, Rp 200.000

Januari, 30 :
Menerima uang dari klien atas honor periode 25-30 Januari 2018, Rp 3.050.000

Januari, 30 :
Mencatat pendapatan honor yang masih terutang untuk sisa bulan Januari 2018, Rp 1.500.000

Januari, 30 :
Pak Mansyur menarik tunai untuk keperluan pribadi sebesar Rp 6.000.000

Dari contoh transaksi-transaksi yang terjadi di Mansyur Consulting selama bulan Januari 2018, selanjutnya kita akan aplikasikan setiap langkah dalam siklus akuntansi berikut ini :

 

Langkah #1. Menganalisis dan Mencatat Transaksi ke dalam Jurnal

Langkah pertama dalam siklus akuntansi adalah menganalisis dan mencatat transaksi-transaksi ke dalam jurnal dan sistem akuntansi jurnal berpasangan adalah alat yang sangat berguna untuk menganalisis transaksi.

Saat menggunakan sistem jurnal berpasangan untuk menganalisis transaksi. Langkah-langkah yang perlu dilakukan adalah :

  1. Pahami secara menyeluruh penjelasan transaksi untuk menentukan apakah transaksi tersebut mempengaruhi akun aset, liabilitas, ekuitas, pendapatan, atau beban.
  2. Setiap akun yang dipengaruhi oleh transaksi tersebut, tentukan apakah saldo akun tersebut naik atau turun.
  3. Pastikan apakah setiap kenaikan atau penurunan tersebut harus dicatat sebagai debit dan kredit dengan mengikuti aturan debit dan kredit.
  4. Catat transaksi tersebut dengan menggunakan ayat jurnal.

Chart of account (COA) berguna untu menentukan akun mana yang dipengaruhi oleh transaksi. Chart of Account (COA) Mansyur Consulting adalah sebagai berikut:

11 Kas
12 Piutang Usaha
14 Bahan Habis Pakai
15 Sewa Dibayar  di Muka
16 Asuransi Dibayar di Muka
18 Peralatan Kantor
21 Utang Usaha
22 Utang Gaji
23 Pendapatan Diterima di Muka
31 Modal
32 Prive
33 Ikhtisar Laba Rugi
41 Pendapatan
51 Beban Gaji
52 Beban Sewa
53 Beban Bahan Habis Pakai
54 Beban Penyusutan
55 Beban Asuransi
59 Beban Lain-lain

Setelah menganalisis setiap transaksi Mansyur Consulting untuk bulan Januari 2018, maka perhatikan pencatatan ayat jurnal seperti berikut ini:

Transaksi tanggal 1 Januari 2018:

(Debit) Kas Rp 13.100.000
(Debit) Piutang Usaha Rp 3.000.000
(Debit) Bahan Habis Pakai Rp 1.400.000
(Debit) Peralatan Kantor Rp 12.500.000
(Kredit) Modal Rp 30.000.000

Transaksi ke-2:

(Debit) Sewa Dibayar di Muka Rp 4.800.000
(Kredit) Kas Rp 4.800.000

Transaksi tanggal 2 Januari 2018:

(Debit) Asuransi Dibayar di Muka Rp 1.800.000
(Kredit) Kas Rp. 1.800.000

Transaksi tanggal 4 Januari 2018:

(Debit) Kas Rp 5.000.000
(Kredit) Pendapatan Diterima di Muka Rp 5.000.000

Transaksi Tanggal 5 Januari 2018:

(Debit) Peralatan Kantor Rp 2.000.000
(Kredit) Utang Usaha Rp 2.000.000

Transaksi Tanggal 6 Januari 2018:

(Debit) Kas Rp 1.800.000
(Kredit) Piutang Usaha Rp 1.800.000

Transaksi Tanggal 10 Januari 2018:

(Debit) Beban lain-lain Rp 120.000
(Kredit) Kas Rp 120.000

Transaksi Tanggal 12 Januari  2018:

Transaksi 1:

(Debit) Utang Usaha Rp 1.200.000
(Kredit) Kas Rp 1.200.000

Transaksi 2:

(Debit) Piutang Usaha Rp 4.200.000
(Kredit) Pendapatan Fee Rp 4.200.000

Transaksi Tanggal 14 Januari 2018:

(Debit) Beban Gaji Rp 750.000
(Kredit) Kas Rp 750.000

Transaksi Tanggal 17 Januari 2018:

(Debit) Kas Rp 6.250.000
(Kredit) Pendapatan Rp 6.250.000

Transaksi Tanggal 18 Januari 2018:

(Debit) Bahan Habis Pakai Rp 800.000
(Kredit) Kas Rp 800.000

Transaksi Tanggal 20 Januari 2018:

(Debit) Piutang Usaha Rp 2.100.000
(Kredit) Pendapatan Honor Rp 2.100.000

Transaksi Tanggal 24 Januari 2018:

(Debit) Kas Rp 3.850.000
(Kredit) Pendapatan Honor Rp 3.850.000

Transaksi Tanggal 25 Januari 2018:

(Debit) Kas Rp 5.600.000
(Kredit) Piutang Usaha Rp 5.600.000

Transaksi Tanggal 27 Januari 2018:

(Debit) Beban Gaji Rp 750.000
(Kredit) Kas Rp 750.000

Transaksi Tanggal 29 Januari 2018:

(Debit) Beban Lain-lain Rp 130.000
(Kredit) Kas Rp 130.000

Transaksi Tanggal 30 Januari 2018:

Transaksi 1:

(Debit) Beban Lain-lain Rp 200.000
(Kredit) Kas Rp 200.000

Transaksi 2:

(Debit) Kas Rp 3.050.000
(Kredit) Pendapatan Rp3.050.000

Transaksi 3:

(Debit) Piutang Usaha Rp 1.500.000
(Kredit) Pendapatan Rp 1.500.000

Transaksi 4:

(Debit) Prive Rp 6.000.000
(Kredit) Kas Rp 6.000.000

 

Langkah #2. Memindahkan Catatan Transaksi ke Buku Besar

Transaksi-transaksi yang dicatat di dalam jurnal secara periodik dipindahkan ke akun-akun dalam buku besar, atau sering disebut juga dengan istilah posting, termasuk mencatat tanggal transaksi, jumlah debit atau kredit dan referensi jurnal dalam akun.

Nomor akun dicatat dalam kolom referensi posting dalam jurnal untuk menunjukkan bahwa ayat jurnal telah diposting ke akun-akun dalam buku besar.

Perhatikan ayat-ayat jurnal untuk Mansyur Consulting diposting ke buku besar seperti berikut ini :

Buku Besar

Akun Kas

Siklus Akuntansi - Buku Besar Akun Kas

 

Siklus Akuntansi - Buku Besar Akun Piutang Usaha

Siklus Akuntansi - Buku Besar Akun Bahan Habis Pakai

Siklus Akuntansi - Buku Besar Akun Sewa Dibayar Di Muka

Siklus Akuntansi - Buku Besar Akun Asuransi Dibayar Di Muka

 

Siklus Akuntansi - Buku Besar Akun Peralatan Kantor

 

Siklus Akuntansi - Buku Besar Akun Akumulasi Penyusutan

 

Siklus Akuntansi - Buku Besar Akun Utang Usaha

 

Siklus Akuntansi - Buku Besar Akun Utang Gaji

 

Siklus Akuntansi - Buku Besar Akun Pendapatan Diterima Di Muka

 

Siklus Akuntansi - Buku Besar Akun Modal

 

Siklus Akuntansi - Buku Besar Akun Prive

 

Siklus Akuntansi - Buku Besar Akun Ikhtisar Laba Rugi

 

Siklus Akuntansi - Buku Besar Akun Pendapatan

 

Siklus Akuntansi - Buku Besar Akun beban gaji

 

Siklus Akuntansi - Jurnal Penyesuaian Beban Sewa

 

Siklus Akuntansi - Jurnal Penyesuaian Beban Bahan Habis Pakai

 

Siklus Akuntansi - Jurnal Penyesuaian Beban Penyusutan

 

Siklus Akuntansi - Jurnal Penyesuaian beban asuransi

 

Siklus Akuntansi -- Jurnal Penyesuaian Beban Lain-lain

 

Langkah #3. Menyiapkan Daftar Saldo yang Belum Disesuaikan

Daftar saldo yang belum disesuaikan disiapkan untuk menentukan apakah terdapat kesalahan dalam posting debit dan kredit ke buku besar.

Daftar saldo yang belum disesuaikan ini bukanlah bukti keakuratan yang lengkap mengenai buku besar.

Daftar saldo ini hanya menunjukkan bahwa jumlah debit sama dengan jumlah kredit, namun manfaatnya tetap ada karena kesalahan seringkali mempengaruhi kesamaan jumlah debit dan kredit.

Jika jumlah kedua saldo dalam daftar saldo ini tidak sama, maka telah terjadi kesalahan yang harus ditemukan dan dikoreksi.

Daftar saldo yang belum disesuaikan untuk Mansyur Consulting diambil dari buku besar yang telah dibuat pada langkah #2, sebelum ayat jurnal penyesuaian dicatat.

Dan perhatikan bentuk daftar saldo yang belum disesuaikan dari transaksi-transaksi yang terjadi di Mansyur Consulting adalah seperti berikut ini :

Mansyur Consulting
Daftar Saldo yang Belum Disesuaikan
Untuk Bulan yang Berakhir pada 31 Januari 2018
(Dalam Rupiah)

Siklus Akuntansi - Neraca Saldo Belum Disesuaikan
Tabel: Daftar saldo yang belum disesuiakan

 

Langkah #4. Menyiapkan dan Menganalisis Data Penyesuaian

Sebelum Laporan Keuangan dapat disiapkan, akun-akun harus dimutakhirkan.

Ada empat jenis akun yang biasanya memerlukan penyesuaian termasuk beban dibayar di muka, pendapatan diterima di muka, piutang usaha, dan beban yang masih harus dibayar.

Sebagai tambahan, beban penyusutan harus dicatat untuk semua aset tetap selain tanah. Dan data-data berikut ini adalah transaksi tambahan yang perlu disesuaikan, yaitu :

  • Asuransi yang terpakai selama bulan Januari 2018 adalah Rp 300.000
  • Sisa bahan habis pakai pada tanggal 30 Januari 2018 adalah Rp 1.350.000
  • Penyusutan peralatan kantor untuk bulan Januari 2018 adalah Rp 330.000
  • Gaji karyawan freelance yang belum dibayarkan pada tanggal 30 Januari 2018 adalah Rp 120.000
  • Sewa yang terpakai selama bulan Januari 2018 adalah Rp 1.600.000
  • Pendapatan diterima di muka pada tanggal 30 Januari 2018 adalah Rp 2.500.000

 

Langkah #5. Menyiapkan Kertas Kerja Akhir Periode (opsional)

Pengertian kertas kerja adalah accounting tool yang digunakan untuk merangkum ayat jurnal penyesuaian dan saldo akun untuk laporan keuangan.

Akuntan sering menggunakan kertas kerja untuk mengumpulkan dan merangkum data yang diperlukan untuk menyiapkan beragam analisis dan laporan.

Kertas kerja alat atau accounting tool yang berguna, tapi bukan bagian dari pencatatan akuntansi formal.

Hal ini berlawanan dengan bagan akun, jurnal dan buku besar yang merupakan bagian penting dalam sistem akuntansi.

Kertas kerja biasanya disiapkan dengan menggunakan program kertas kerja di komputer, dan yang paling populer menggunakan Excel dengan berbagai rumus dan fitur-fiturnya.

Untuk perusahaan kecil dengan jumlah akun dan penyesuaian yang sedikit, kertas kerja akhir periode belum diperlukan.

Walaupun kertas kerja akhir periode tidak diperlukan, kertas ini sangat berguna dalam menunjukkan alur informasi akuntansi dari daftar saldo yang belum disesuaikan ke daftar saldo yang disesuaikan dan Laporan Keuangan.

Selain itu, kertas kerja akhir periode berguna dalam menganalisis pengaruh dari penyesuaian yang diajukan terhadap laporan keuangan.

Perhatikan Kertas kerja akhir periode untuk Mansyur Consulting adalah seperti berikut ini:

Mansyur Consulting
Kerta Kerja Akhir Periode
Untuk Bulan yang Berakhir pada 31 Januari 2018
(Dalam Rupiah)

Siklus Akuntansi - Kertas Kerja
Tabel: Kertas Kerja Akhir Periode

Fungsi Kertas Kerja

Kertas kerja merupakan alat bantu dalam menyiapkan laporan laba rugi, laporan ekuitas pemilik (perubahan modal) dan neraca.

Laporan Laba Rugi biasanya disiapkan langsung dari kertas kerja, tapi urutan penyajian beban bisa saja diubah.

Misalnya, urutan berdasarkan besarnya jumlah beban, dimulai dari pos yang terbesar. Beban lain-lain diletakkan terakhir tanpa melihat jumlahnya.

Laporan pertama yang biasanya disajikan di laporan ekuitas pemilik adalah saldo akun modal pemilik pada awal periode.

Akan tetapi, jumlah yang dimasukkan sebagai modal di kertas kerja tidak selalu merupakan saldo awal periode.

Pemilik bisa saja melakukakan investasi tambahan aset dalam perusahaan sepanjang periode berjalan.

Oleh karena itu, untuk saldo awal dan penambahan investasi sangat penting untuk mengacu pada akun modal di buku besar.

Jumlah ini bersama dengan laba bersih atau rugi bersih, dan jumlah prive yang ditunjukkan di kertas kerja, digunakan untuk menentukan saldo akhir akun modal.

Neraca dapat disiapkan langsung dari kolom kertas kerja kecuali untuk saldo akhir modal pemilik, yang diambil dari laporan ekuitas pemilik.

Saat kertas kerja digunakan, ayat jurnal penyesuaian dan ayat jurnal penutup biasanya tidak dibuat atau dipindahkan sampai setelah kertas kerja dan laporan keuangan disiapkan.

Data untuk ayat jurnal penyesuaian diambil dari kolom penyesuaian di kertas kerja. Data untuk dua ayat jurnal penutup yang pertama diambil dari kolom Laporan Laba Rugi di kertas kerja.

Jumlah untuk ayat jurnal penutup yang ketiga adalah laba bersih atau rugi bersih yang muncul dibagian bawah kertas kerja.

Jumlah ayat jurnal penutup ke-empat adalah saldo akun prive yang muncul di kolom Debit Neraca di kertas kerja.

 

Langkah #6. Membuat Ayat Jurnal Penyesuaian dan Memindahkan (Posting) ke Buku Besar

Ayat jurnal penyesuaian untuk Mansyur Consulting disiapkan berdasarkan data penyesuaian pada langka #4.

Setiap ayat jurnal penyesuaian mempengaruhi paling tidak satu akun laporan laba rugi dan satu akun neraca.

Penjelasan untuk setiap penyesuaian termasuk cara perhitungannya biasanya disertakan dalam setiap ayat jurnal penyesuaian.

Di Buku Besar, ayat jurnal penyesuaian ditulis sebagai “Ayat Jurnal Penyesuaian”.

Ayat jurnal untuk Mansyur Consulting adalah seperti berikut ini :

Tanggal 30 Januari 2018:

(Debit) Beban Asuransi Rp 300.000
(Kredit) Asuransi Dibayar Di Muka Rp 300.000

(Debit) Beban Bahan Habis Pakai Rp 850.000
(Kredit) Bahan Habis Pakai Rp 850.000

(Debit) Beban Penyusutan Rp 330.000
(Kredit) Akumulasi Penyusutan Rp 330.000

(Debit) Beban Gaji Rp 120.000
(Kredit) Utang Gaji Rp 120.000

(Debit) Beban Sewa Rp 1.500.000
(Kredit) Sewa Dibayar Di Muka Rp 1.500.000

(Debit) Pendapatan Diterima Di Muka Rp 2.500.000
(Kredit) Pendapatan Rp 2.500.000

 

Langkah #7. Menyiapkan Daftar Saldo yang Disesuaikan

Setelah semua ayat jurnal penyesuaian telah selesai dibuat dan diposting, daftar saldo yang disesuaikan disiapkan untuk memeriksa kesamaan jumlah saldo debit dan kredit.

Hal ini adalah langkah terakhir sebelum menyiapkan laporan keuangan, dan semua kesalahan yang muncul dari proses posting ayat jurnal penyesuaian harus ditemukan dan diperbaiki.

Perhatikan, Daftar saldo yang disesuaikan untuk Mansyur Consulting per 31 Januari 2018 adalah seperti ditunjukkan berikut ini:

Mansyur Consulting
Daftar Saldo yang Sudah Disesuaikan
Untuk Bulan yang Berakhir pada 31 Januari 2018
(Dalam Rupiah)

Siklus Akuntansi - Neraca Saldo yang sudah disesuaikan
Tabel: daftar saldo yang sudah disesuaikan

 

Langkah #8. Menyiapkan Laporan Keuangan

Hasil TERPENTING dari siklus akuntansi adalah LAPORAN KEUANGAN. Laporan Laba Rugi disiapkan terlebih dahulu, diikuti oleh laporan ekuitas pemilik, kemudian neraca.

Laporan Keuangan dapat disiapkan langsung dari daftar saldo yang disesuaikan, kertas kerja akhir periode, atau buku besar.

Laba bersih atau rugi bersih yang ditunjukkan dalam laporan keuangan disajikan dalam laporan ekuitas pemilik bersama dengan penambahan investasi dan juga penarikan oleh pemilik.

Saldo akhir modal pemilik dilaporkan di neraca dan ditambahkan dengan jumlah liabilitas untuk menyamakan jumlah aset.

Perhatikan, Laporan Keuangan untuk Mansyur Consulting ditunjukkan seperti berikut ini:

Mansyur Consulting
Laporan Laba Rugi
Untuk Bulan yang Berakhir pada 31 Januari 2018
(Dalam Rupiah)

Siklus Akuntansi - Laporan Laba Rugi
Tabel: Laporan Laba Rugi

Sedangkan Neraca Mansyur Consulting adalah sebagai berikut:

Mansyur Consulting
Neraca
Untuk Bulan yang Berakhir pada 31 Januari 2018
(Dalam Rupiah)

Siklus Akuntansi - Laporan Keuangan Neraca
Tabel: Neraca

Dari Laporan Keuangan di atas, Mansyur Consulting memperoleh laba bersih sebesar Rp 18.300.000 untuk bulan Januari 2018.

Per 31 Januari 2018, Mansyur Consulting memiliki jumlah aset senilai Rp 45.720.000, jumlah liabilitas Rp 3.420.000 dan jumlah ekuitas pemilik Rp 42.300.000.

 

Langkah #9. Membuat Ayat Jurnal Penutup dan Posting ke Buku Besar

Pengertian jurnal penutup adalah ayat jurnal yang memindahkan saldo akun-akun sementara ke akun modal pemilik.

Proses pemindahan tersebut disebut proses penutupan (clossing process) atau sering kita kenal sebagai TUTUP BUKU.

Setelah ayat jurnal penyesuaian dipindahkan ke buku besar. Buku besar akan sesuai dengan data yang dilaporkan dalam laporan keuangan.

Saldo akun-akun yang dilaporkan di neraca terus disertakan dari tahun ke tahun. Karena bersifat permanen, maka akun-akun ini disebut akun riil (real account).

Saldo akun-akun yang dilaporkan di Laporan Laba Rugitidak disertakan dari tahun ke tahun. Begitu juga dengan saldo akun prive pemilik, yang dilaporkan dalam laporan ekuitas pemilik, tidak disertakan.

Karena akun-akun ini hanya melaporkan jumlah untuk satu periode, maka disebut akun sementara (temporary account) atau akun nominal (nominal account).

Untuk melaporkan jumlah hanya untuk satu periode, saldo akun sementara harus nol pada awal periode.

Bagaimana saldo ini bisa diubah menjadi nol?

Saldo akun pendapatan dan beban dipindahkan ke sebuah akun yang disebut Ikhtisar Laba Rugi (Income Summary).

Saldo ikhtisar Laba Rugi lalu dipindahkan ke akun modal pemilik. Ayat jurnal yang memindahkan saldo-saldo ini disebut ayat jurnal penutup (closing entries).

Perhatikan diagram yang menggambarkan proses penutupan berikut ini:

Siklus Akuntansi - Jurnal Penutupan
Diagram: Proses Penutupan

Perhatikan bahwa Ikhtisar Laba Rugi digunakan digunakan hanya pada saat akhir periode. Pada awal proses penutupan, tidak ada saldo Ikhtisar Laba Rugi.

Selama proses penutupan, Ikhtisar Laba Rugi akan di-debit dan di-kredit untuk jumlah yang berbeda-beda.

Pada akhir proses penutupan , Ikhtisar Laba Rugi tidak akan memiliki saldo lagi.

Karena Ikhtisar Laba Rugi ini memiliki efek ‘membersihkan’ atau menihilkan saldo akun pendapatan dan beban, maka kdang dibuat juga akun kliring (clearing account).

Judul lain yang kadang dipakai adalah Revenue and Expense Summary, Profit and Loss Summary, dan Income and Expense Summary.

Sangat mungkin untuk menutup akun sementara (pendapatan dan beban) tanpa menngunakan akun kliring seperti Ikhtisar Laba Rugi.

Dalam hal ini, saldo akun pendapatan dan beban ditutup secara langsung ke akun modal pemilik. Proses ini berjalan otomatis dalam sistem akuntansi komputerisasi.

*

Dalam sistem manual, penggunaan akun Ikhtisar Laba Rugi membantu dalam menemukan dan memperbaiki kesalahan.

Ada 4 jurnal penutup yang dibuat pada akhir periode akuntansi agar akun-akun siap digunakan kembali pada periode berikutnya.

Ayat jurnal penutup yang pertama memindahkan saldo akun pendapatan ke ikhtisar Laba Rugi.

Ayat jurnal kedua memindahkan saldo akun Beban ke ikhtisar Laba Rugi. Ayat jurnal ketiga memindahkan saldo Ikhtisar Laba Rugi ke akun modal pemilik.

Terakhir, ayat jurnal ke-empat memindahkan semua saldo dalam akun prive pemilik ke akun modal pemilik.

Ke-empat ayat jurnal penutup untuk Mansyur Consulting ditunjukkan berikut ini:

JURNAL PENUTUP

Siklus Akuntansi - Ayat Jurnal Penutup
Tabel: Jurnal Penutup

Perhatikan gambar di atas, setelah ayat jurnal penutup diposting ke buku besar , saldo dalam akun modal pemilik akan sesuai dengan jumlah yang disajikan di laporan ekuitas pemilik dan neraca.

Untuk Mansyur Consulting, saldo akhir modal  adalah Rp 42.300.000, seperti ditunjukkan pada buku besar berikut ini:

Siklus Akuntansi - Akun Modal di Buku Besar
Tabel: Akun Modal di Buku Besar

Setelah ayat jurnal penutup diposting, semua saldo akun pendapatan, beban, dan prive menjadi nol. Untuk menyederhanakan, ayat jurnal penutup di buku besar ditulis  singkat sebagai “Penutup”.

 

Langkah #10. Menyiapkan Daftar Saldo Setelah Penutupan

Langkah terakhir dalam siklus akuntansi adalah menyiapkan daftar saldo setelah penutupan.

Kegunaan dari daftar saldo setelah penutupan ini adalah untuk memastikan bahwa buku besar telah sesuai pada awal periode berikutnya.

Semua akun beserta saldo dalam daftar saldo setelah penutupan harus sama dengan akun dan saldo di neraca pada akhir periode.

Dan perhatikan daftar saldo setelah penutupan untuk Mansyur Consulting ditunjukkan seperti berikut ini:

Mansyur Consulting
Daftar Saldo Setelah Penutupan
Untuk Bulan yang Berakhir pada 31 Januari 2018
(Dalam Rupiah)

Siklus Akuntansi - Neraca Saldo Setelah Penutupan

Saldo yang ditunjukkan dalam daftar saldo setelah penutupan diambil dari saldo akhir dalam buku besar seperti pada langkah #2.

Saldo-saldo ini sesuai dengan jumlah yang ditunjukkan di neraca Mansyur Consulting, seperti pada langkah #8.

 

03. Kesimpulan

Demikian pembahasan detil tentang siklus akuntansi dengan studi kasus dari siklus akuntansi perusahaan jasa consulting.

Setiap langkahnya sudah dibahas secara detil dan lengkap dengan tabel, gambar dan bagan untuk mempermudah memahami dan meng-implementasikan siklus akuntansi dalam bisnis atau pekerjaan riil anda.

Sebagai tambahan informasi, periode yang umum digunakan adalah tahun kalender yang dimulai dari tanggal 1 Januari sampai 31 Desember.

Ada 99,4% dari seluruh perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (IDX) memiliki periode akuntansi yang berakhir tanggal 31 Desember, dan sisanya di tanggal 31 Maret.

Namun perusahaan juga bisa menggunakan periode selain tahun kalender.

Contohnya, suatu perusahaan bisa saja menetapkan periode akuntansi yang berakhir saat aktivitas usahanya mencapai titik terendah dalam siklus operasi tahunannya.

Pada titik terendah ini, suatu usaha memiliki waktu lebih banyak untuk menganalisis hasil operasinya dan menyiapkan laporan keuangan.

Karena perusahaan-perusahaan dengan periode akuntansi seringkali memiliki aktivitas operasi yang sifatnya sangat musiman.

Para investor dan pengguna laporan keuangan lainnya harus berhati-hati dalam meng-interpretasikan laporan keuangan setengah periode, misalnya semester untuk perusahaan tersebut.

Artinya, kita harus menyadari bahwa perusahaan tersebut akan memiliki hasil operasional yang sangat fluktuatif sepanjang periode akuntansi.

*

Perlu diperhatikan, bahwa sejarah keuangan perusahaan bisa ditunjukkan dengan serangkaian NERACA dan Laporan Laba Rugi untuk beberapa periode akuntansi.

Jika kelangsungan suatu perusahaan ditunjukkan dengan sebuah garis yang bergerak dari kiri ke kanan, serangkaian neraca dan laporan laba rugi dapat digambarkan sebagai berikut:

Laporan Laba Rugi, Neraca dan Sejarah Keuangan Perusahaan
Bagan: Laporan Laba Rugi, Neraca dan Sejarah Keuangan Perusahaan

Dan bila anda ingin melihat implementasi siklus akuntansi pada perusahaan dagang, lengkap dengan tutorial step by stepnya dengan menggunakan rumus excel dan software akuntansi: Siklus Akuntansi Lengkap dari A sampai Z.

Bagaimana menurut pendapat anda?

***

sop akuntansi keuangan powerful