Bagaimana Aplikasi Jurnal Umum dan Jurnal Khusus dalam Bisnis Sehari-hari?

5: Jurnal Pendapatan

A: Apa itu Jurnal Pendapatan?

Menurut para ahli akuntansi keuangan mendefinisikan jurnal pendapatan adalah catatan akuntansi yang dibuat untuk membukukan transaksi pendapatan, misalnya penerimaan penjualan.

Pendapatan yang dihasilkan secara kredit menciptakan piutang usaha dan akan dicatat di jurnal pendapatan, sedangkan piutang usaha yang ditagih akan menghasilkan penerimaan kas dan dicatat di jurnal penerimaan kas.

Pengendalian internal dilakukan dengan memisahkan fungsi pencatatan transaksi pendapatan pada jurnal pendapatan dan pencatatan penagihan kas pada jurnal penerimaan kas.

Jika tugas-tugas itu dilakukan oleh orang yang berbeda, maka akan lebih sulit menggelapkan penerimaan kas dan memanipulasi catatan akuntansi.

Jadi, pengertian Jurnal pendapatan (revenue journal) adalah jurnal khusus yang digunakan hanya untuk mencatat pendapatan yang diterima secara kredit. Pendapatan yang diterima secara tunai, langsung dicatat di jurnal penerimaan kas, tanpa melalui jurnal pendapatan. Penjualan barang dicatat dalam jurnal penjualan, yang sama dengan jurnal pendapatan.

Jenis jurnal khusus
grafik

B: Contoh Jurnal Khusus

Perhatikan contoh jurnal khusus perusahaan dagang berikut ini:

Berikut ini transaksi-transaksi yang terjadi selama bulan April 2018:

Tanggal 2:

Mengeluarkan faktur nomor 212 untuk Pak Joyo atas tagihan jasa yang diberikan secara kredit Rp 7.000.000

Transaksi Tanggal 12:

Mengeluarkan faktur nomor 121 untuk PT Kalibening Jaya atas tagihan jasa yang diberikan secara kredit Rp 6.500.000

Tanggal 22:

Mengeluarkan faktur nomor 221 untuk Rumah Akuntansi atas tagihan jasa yang diberikan secara kredit Rp 2.500.000. Transaksi-transaksi tersebut dapat dicatat dalam jurnal pendapatan seperti berikut:

contoh-jurnal-pendapatan
Contoh transaksi keuangan

C: Cara Posting Jurnal Pendapatan ke Buku Besar

Bagaimana prosedur pembukuan pendapatan?

Sebagai ilustrasi, yuk kita lihat contoh dan analisa jurnal pendapatan serta perbandingan efisiensi antara menggunakan jurnal pendapatan dengan jurnal umum adalah sebagai berikut:

Asumsikan pada tanggal 1 Maret 2018, PT Go Berkah memiliki saldo buku besar seperti berikut ini:

saldo-buku-besar
pembukan transaksi

Pencatatan transaksi:

Asumsi lainnya, bahwa PT Go Berkah mencatat transaksi pendapatan berikut ini di jurnal umum adalah sebagai berikut:

contoh-jurnal-umum

Untuk keempat transaksi tersebut, PT Go Berkah mencatat 8 nama akun dan 8 jumlah. Selain itu, Go Berkah melakukan 12 posting ke buku besar, yaitu: 4 ke buku besar Piutang Usaha, 4 ke buku besar pembantu piutang. Untuk masing-masing pelanggan ditunjukkan dengan setiap tanda silang (x), dan 4 ke buku besar Pendapatan.

Transaksi-transaksi tersebut dapat dicatat secara lebih efisien dalam jurnal pendapatan seperti ditunjukkan jurnal pendapatan berikut ini:

Tabel pembukuan pendapatan

Dalam setiap transaksi pendapatan jumlah debit pada Piutang usaha sama dengan jumlah kredit pda Pendapatan, oleh karena itu hanya satu kolom jumlah dimasukkan secara terpisah untuk setiap transaksi.

D: Prosedur Pembuatan Jurnal Pendapatan

Perhatikan prosedur dasar posting dari jurnal pendapatan

Perhatikan prosedur dasar posting dari jurnal pendapatan yang ditunjukan berikut ini:

jurnal-pendapatan

Penjelasan gambar:

Dari gambar di atas, kita bisa melihat bahwa hanya satu jumlah akhir periode akuntansi yang diposting dari Piutang Usaha dan Pendapatan ke buku besar.

Setiap transaksi, seperti debit pada AnekaMin sebesar Rp 2.200.000, harus diposting juga, satu demi satu ke akun pelanggan yang bersangkutan di buku besar pembantu piutang.

Posting ke akun pelanggan tersebut harus dilakukan secara teratur, sehingga manajemen akan memiliki informasi mengenai saldo terkini dari setiap akun pelanggan.

Karena saldo akun pelanggan biasanya dalah saldo debit, maka bentuk akan 3 kolom untuk jurnal pendapatan yang ditunjukkan gambar di atas sering digunakan.

Untuk mengontrol piutang customer, anda pun bisa membuat analisa umur piutang, caranya sudah saya tuliskan di artikel Analisa Umur Piutang: cara cepat dan terukur serta valid, buktikan!

Untuk menunjukkan asal dari ayat jurnal yang diposting ke buku besar pembantu, sumber ayat jurnal ini ditunjukkan dalam kolom referensi  posting dalam setiap akun dengan menuliskan huruf referensi, misalnya R (revenue) atau J (penjualan) untuk jurnal pendapatan berikut halaman dan jurnal terkait.

Cara Malakukan Posting Transaksi

Bagaimana proses posting transaksi?

Kemudian, sebuah tanda silang (x), bukannya nomor akun, dicantumkan di kolom referensi posting dalam jurnal pendapatan, seperti ditunjukkan di gambar di atas.

Jika akun pelanggan memiliki saldo kredit (masih ingat kan, kalau saldo normal piutang usaha adalah debit), hal ini perlu ditunjukkan dengan tanda bintang atau tanda kurung dalam kolom Saldo.

Jika saldo akun nihil, dapat ditunjukkan dengan sebuah garis pada kolom saldo.

Setiap akhir bulan, kolom jumlah dalam jurnal pendapatan dijumlahkan. Jumlah ini sama dengan jumlah debit bulanan pada akun individu dalam buku besar pembantu.

Jumlah ini diposting dalam buku besar sebagai debit pada Piutang Usaha dan kredit pada Pendapatan.

Dengan cara ini semua transaksi yang berasal dari pendapatan selama bulan tersebut di-posting ke buku besar hanya satu kali, yaitu pada akhir bulan. Ini sangat menyederhanakan proses posting.

Manajemen Keuangan Profil

Profesional lulusan ekonomi yang menekuni ERP (SAP), Accounting Software, Business Analyst dan berbagi pengalaman pekerjaan Finance & Accounting.