SOP Penagihan dan Penerimaan Pembayaran Jasa Sewa Properti
A: Komponen SOP Penagihan dan Penerimaan Pembayaran:
Apa saja elemen standard operating procedure penerimaan? Perhatikan elemen dan komponen SOP penerimaan:
1: Tujuan
Standard operating procedure (SOP) dibuat untuk memberikan pedoman dan urutan kerja tentang proses penerimaan dan penagihan jasa sewa properti, sehingga terjadi keseragaman pemahaman dan aktivitas bagi semua pegawai yang terkait aktivitas tersebut.
2: Alat dan Bahan
Agar aktivitas proses penerimaan dan penagihan jasa penyewaan properti ini berlangsung dengan baik, lancar serta tervalidasi, maka digunakan alat dan bahan sebagai berikut:
- Surat Perjanjian Kontrak Kerjasama
- Debit Note
- Official Receipt/Kwitansi
- Faktur Pajak
3: Prosedur Pelaksanaan
- Community Manager memberi informasi ada penyewa baru yang ingin menyewa properti atau penyewa lama yang akan melakukan perpanjangan sewa properti.
- Finance and Accounting Department membuat surat kontrak penyewa baru dan surat kontrak perpanjangan sewa.
- Kemudian Finance and Accounting Department menyiapkan Debit Note.
- Selanjutnya Community Manager menandatangani Debit Note.
- Staf Finance and Accounting menyiapkan Debit Note untuk dikirim ke pelanggan.
- Customer menerima surat tagihan dari perusahaan jasa persewaan properti.
- Staf Finance and Accounting memeriksa pembayaran dari customer untuk dibuatkan Faktur Pajak dan Official Receipt atau kwitansi.
- Community Manager menandatangani Official Receipt atau kwitansi pembayaran.
- Pelanggan menerima Official Receipt dan Faktur Pajak.
Contoh SOP Penagihan dan Penerimaan Kas Jasa Sewa Properti
Apabila komponen-komponen yang telah disebutkan dalam pembahasan di bab 01, maka akan tersusun menjadi satu standard operating procedure utuh tentang penerimaan dan penagihan penyewaan properti, seperti berikut ini:

Dari tampilan standard operating procedure penerimaan dan penagihan jasa sewa properti di atas, kita memperoleh informasi, ada tiga bagian dalam SOP tersebut, yaitu:
Pertama, bagian header atau kepala yang berisi informasi umum tentang nama perusahaan, nama SOP, nomor dokumen, revisi, dan keterangan jumlah halaman. Informasi ini sifatnya umum dan belum mancakup rincian teknis.
Kedua, bagian yang memuat isi pokok dari standard operating procedure yang meliputi: (a) Tujuan, (b) Alat dan Bahan, (c) prosedur pelaksanaan.
Ketiga, bagian footer yang memuat personal yang membuat, memeriksa, dan menyetujui standard operating procedure penerimaan dan penagihan kas jasa properti.
Sekali lagi, harus dipahami bahwa apa yang saya sajikan ini merupakan contoh, silahkan Anda sesuaikan dengan jenis dan kondisi lingkungan bisnis Anda.
Good article. I certainly appreciate this site. Thanks!
Excellent post. I used to be checking constantly this blog and I’m inspired!
Extremely useful info particularly the last part 🙂 I handle such
info a lot. I used to be looking for this particular info for a very long time.
Thank you and good luck.
Thanks
Hello there! I know this is somewhat off topic but I was wondering if you knew where I could find a captcha plugin for my comment
form? I’m using the same blog platform as yours
and I’m having trouble finding one? Thanks a lot!
Hi tÒ»erе everyone, it’s my first visit at this website,
and article is in fact fruitful for me, keep up posting these types of posts.