Contoh Standar Operasional Prosedur [SOP] Penilaian Kelayakan Peluang Bisnis

SOP kelayakan bisnis adalah standar operasional prosedur yang disusun oleh perusahaan sebagai pedoman dan panduan untuk melakukan kegiatan penilaian kelayakan peluang bisnis.

Peluang bisnis bertebaran di mana-mana dan jumlahnya banyak, lalu, apa tindakan terbaik yang perlu dilakukan perusahaan terhadap peluang tersebut?

Agar diperoleh peluang bisnis terbaik, maka perlu dibuat Standar Operasional Prosedur untuk menilai kelayakan peluang bisnis tersebut.

Dan blog manajemen keuangan menyajikan contoh SOP kelayakan bisnis beserta cara membuatnya. Mari dimulai…

 

01. Langkah-langkah Membuat SOP

A: Sekilas Tentang Penyusunan Standard Operating Procedure (SOP)

Perusahaan, entitas, atau institusi yang sudah menyadari pentingnya SOP maka akan membuat SOP dalam semua aktivitasnya, termasuk SOP untuk membuat laporan studi kelayakan bisnis.

SOP Pembuatan Laporan Studi Kelayakan Bisnis dilakukan perusahaan setelah mengumpulkan data dan peluang bisnis untuk mengembangkan usaha. Sehingga akan meningkatkan omset dan laba perusahaan.

Penyusunan SOP Pembuatan Laporan Studi Kelayakan Bisnis masih menggunakan format yang sama dengan contoh-contoh format penyusunan SOP sebelumnya.

 

B: Langkah-langkah Menyusun Standard Operating Procedure

Ada sepenggal pertanyaan yang perlu sebuah jawaban, yaitu “mengapa perlu dibuat SOP Pembuatan Laporan Studi Kelayakan Bisnis?”

Jawaban awal sebenarnya sudah ada di awal paragraf artikel ini.

Langsung saja kita BONGKAR  langkah-langkahnya satu per satu ….

 

01: Membuat Header SOP

Sebagaimana pada contoh-contoh SOP sebelumnya, format header SOP Pembuatan Laporan Studi Kelayakan Bisnis juga sama, yaitu terdiri dari Logo & Nama Perusahaan, Judul SOP, Nomer Dokumen, Jumlah Revisi, Waktu mulai berlakunya SOP, dan Jumlah Halaman SOP.

Header SOP merupakan identitas dari sebuah SOP.

 

02: Menyusun ISI SOP

Isi SOP terdiri dari :

Tujuan

Prosedur Laporan Studi kelayakan akan keberlangsungan suatu usaha atau proyek perusahaan (Viablity Analisys) ini dibuat pada saat perusahaan sudah melaksanakan corporate action yaitu :

  1. Ekspansi pengembangan usaha/bisnis existing (core business)
  2. Pengembangan usaha atau proyek baru (New business)
  3. Menjalankan bisnis dengan partner baru.

Sifat dari laporan viability analisys adalah studi dan analisis keberlangsungan dari realisasi rencana jangka pendek dan jangka panjang perusahaan.

 

Ruang Lingkup

Prosedur ini berlaku bagi segenap pihak (pemilik risiko / risk owner) yang terlibat dalam proses manajemen resiko.

Yaitu sema pihak yang terkait dengan rencana dan wacana mengenai pengembangan usaha atau bisnis yang akan dijalankan, fokus kepada hasil dari studi kelayakan (Feasibility Study), berbentuk sebagai laporan studi kelayakan bisnis / proyek.

 

Definisi

Viability Analisys : Analisa kelayakan akan keberlangsungan suatu usaha atau proyek perusahaan.

Financial Data    : Data Keuangan

Business Plan      : Perencanaan Bisnis (internal)

Risk Register       : Daftar Register  Risiko

 

Dokumen Terkait

  1. Memo Internal
  2. Dokumen Terkait
  3. Disposisi
  4. Study Kelayakan (Feasibility Study)
  5. Register Risiko (Risk Register)

 

Referensi

  1. ISO 9001
  2. Quality Management Systems

 

Deskripsi Prosedur

Format Deskripsi Prosedur berbeda dengan format-format SOP sebelumnya.

Deskripsi prosedur SOP Pembuatan Laporan Studi Kelayakan Bisnis terdiri dari: Pihak-pihak yang terkait, Penanggung jawab dan deskripsi atau penjelasan dari tiap-tiap elemen tersebut.

 

Urutan prosedurnya adalah sebagai berikut :

Prosedur #1

Pihak Terkait :

Direksi / Pemilik Resiko (Risk Owner) terkait.

Penanggung Jawab :

Sekretaris Perusahaan

Deskripsi :

Direksi mengeluarkan disposisi atau memo kepada Sekretaris Perusahaan untuk dibuatkan analisis dari unit Manajemen Risiko.

Sekretaris Perusahaan memberikan disposisi ke Unit Manajamen Risiko untuk membuatkan analisi kelayakan keberlangsungan usaha atau proyek. Analisi ini berkaitan dengan hal-hal :

  • Eskpansi pengembangan usaha atau bisnis existing (core business) sudah dijalankan.
  • Pengembangan usaha atau proyek baru (new business) sudah berjalan
  • Perkembangan usaha dengan partner bisnis baru.

Pemilik risiko (risk owner) mengirimkan surat atau memo kepada sekretaris perusahaan untuk dibuatkan analisis risiko ekspansi pengembangan usaha /business existing (core business).

Atau rencana pengembangan usaha atau proyek baru ( new business), partner baru (new partner) yang sudah berjalan.

 

Prosedur #2

Pihak Terkait :

Sekretaris Perusahaan

Penanggung jawab :

Unit Manajemen Risiko

Deskripsi :

Unit Manajemen Risiko menerima memo dan disposisi dari Sekretaris Perusahaan dan menerima kelengkapan analisa kelayakan keberlangsungan bisnis yang berasal dari direksi  atau pun pemilik risiko, yaitu:

  • Studi Kelayakan (Feasibility Study)
  • Register Risiko
  • Arahan Manajemen
  • Pendapat Ahli (optional)
  • Data operasional dan data keuangan

 

Prosedur #3

Pihak Terkait :

Unit Manajemen Risiko

Penanggung jawab :

Pemilik Risikov(Risk Owner)

Deskripsi :

Unit Manajemen Risiko melakukan langkah-langkah dalam rangka pembuatan viability analysis. yaitu:

  • Interview dan brainstorming
  • Melakukan analisa kasus dan penentuan konteks risiko
  • Identifikasi risiko
  • Analisa dan evaluasi risiko
  • Mempersiapkan strategi perlakuan risiko (mitigasi risiko)

 

Prosedur #4

Pihak Terkait :

Sekretaris Perusahaan atau pemilik risiko (risk owner)

Penanggung jawab :

Unit Manajemen Risiko

Deskripsi :

Analisa kelayakan keberlangsungan bisnis sudah selesai dibuat dan diserahkan kepada Sekretaris Perusahaan.

Bila ada revisi dan perubahan maka akan dikembalikan ke Unit Manajemen Risiko.

Bila tidak ada revisi atau revisi sudah selesai, maka Sekretaris Perusahaan akan menandatangani memo sebagai pengantar analisa kelayakan keberlangsungan bisnis.

Untuk pemilik risiko (Risk Owner) bisa langsung menerima hasil analisis berupa analisis kelayakan keberlangsungan bisnis tersebut.

 

Prosedur #5

Pihak Terkait :

Direksi

Penanggung jawab :

Sekretaris Perusahaan

Deskripsi :

Sekretaris perusahaan memberikan memo beserta analisa kelayakan keberlangsungan (viability Analisys) bisnis kepada direksi.

 

Prosedur #6

Pihak Terkait :

Direksi / Pemilik Risiko

Penanggung jawab :

Sekretaris Perusahaan

Deskripsi :

Direksi dan atau pemilik risiko (risk owner) menerima memo dan hasil analisis berupa analisa kelayakan keberlangsungan bisnis.

Dan selanjutnya akan ditindaklanjuti dengan pengambilan keputusan mengenai strategi perlakuan risiko (mitigasi) yang terdapat di dalam viabilty analisys tersebut.

 

Flowchart SOP

Flowchart Standar Operasional Prosedur Kelayakan Bisnis

 

03: Membuat bagian Pengesahan

Format bagian pengesahaan SOP terdiri dari nama, jabatan, dan tanda tangan dari yang membuat, menyetujui, dan membuat SOP Pembuatan Laporan Studi Kelayakan Bisnis.

Dalam hal ini yang membuat SOP adalah Manajer Sekretaris Perusahaan, yang memeriksa SOP adalah Management Representatif, dan disetujui oleh Direktur perusahaan.

 

02. Format Lengkap SOP Pembuatan Laporan Studi Kelayakan Bisnis

Bila semua bagian di atas disatukan dalam satu format, maka bentuk lengkap dari SOP Pembuatan Laporan Studi Kelayakan Bisnis adalah sebagai berikut :

 

Contoh SOP Halaman #1:

Contoh SOP Pembuatan Laporan Studi Kelayakan Bisnis – halaman 1

 

Standar Operasional Prosedur Hal #2:

Standar Operasional Prosedur Pembuatan Laporan Studi Kelayakan Bisnis – hal 2

 

Contoh Standard Operating Procedure Hal #3:

SOP Pembuatan Laporan Studi Kelayakan Bisnis – halaman 3

 

Standard Operating Procedure – Halaman #4:

Standard Operating Procedure Pembuatan Laporan Studi Kelayakan Bisnis – hal 4

 

03. Kesimpulan

Perusahaan yang sudah sadar akan pentingnya prosedur standar untuk semua aktivitasnya, pasti akan membuat Standard Operating Procedure di semua bagian, termasuk dalam penyusunan dan pembuatan laporan tentang kelayakan peluang usaha.

Peluang usaha adalah sesuatu yang penting dan segera diambil tindakan yang perlu agar tidak terlewatkan begitu saja. Sebuah tindakan yang sistematis, terstruktur dan prosedural bisa menjadi pembuka bagi terbukanya peluang-peluang baru bagi perusahaan.

Dan dalam pembahasan artikel ini telah diuraikan step by step mengenai cara membuat dan menyusun standar operasional prosedur yang baik dan benar mengenai peluang, silahkan Anda modifikasi dan kembangkan sesuai kondisi dan kebutuhan perusahaan.

Dan jika Anda ingin mengetahui contoh SOP lainya, langsung saja ke: SOP Finance dan Accounting Tools Sederhana Powerful.

Bagaimana dengan perusahaan tempat anda berkarya? Ada yang akan ditambahkan?

Demikian yang dapat saya sampaikan mengenai contoh dan cara membuat standar operasional prosedur (SOP) untuk menilai peluang bisnis.

Semoga bermanfaat dan terima kasih.

Profesional lulusan ekonomi yang menekuni ERP (SAP), Accounting Software, Business Analyst dan berbagi pengalaman pekerjaan Finance & Accounting.

3 pemikiran pada “Contoh Standar Operasional Prosedur [SOP] Penilaian Kelayakan Peluang Bisnis”

  1. Assalamulaikum,Resource dan reference yang profesional , enak (renyah) untuk para praktisi. Semoga berbagi ilmunya menjadikan ladang ibadah dan berguna bagi sesama untuk menambah ilmu.
    Wassalam

  2. Kerren Mas Wadiyo…!
    Bisa jadi refrensi saya ngajar di kelas. Kebetulan Materi yang dipegang untuk semester ini Studi Kelayakan Bisnis (SKB).
    Makasih Mas…!
    Insya-Allah akan rajin mantengin setiap ada updetan-nya…
    Makasih

Komentar ditutup.