Jurnal Penjualan Kredit dan Tunai dengan PPN: Prosedur Pencatatan+Contoh

3: Jurnal Penjualan Kredit

Merupakan jurnal yang dipakai untuk penjualan kredit, baik dengan uang muka, dengan PPN, atau menggunakan metode perpetual. Contoh jurnal penjualan rumah. Untuk lebih jelasnya yuk baca contoh berikut ini:

A: Jurnal Penjualan Kredit dengan Uang Muka

“Rusdi Tempe” adalah sebuah perusahaan home industri yang memproduksi dan menjual aneka produk olahan dari kedelai seperti tempe, tahu, susu kedelai dan bungkil kedelai. Para pengecer biasanya mengambil dulu produk dengan pembayaran beberapa hari ke depan.

Pada tanggal 12 November 2021 Darmanto Retail memesan berbagai produk senilai Rp 850.500 dengan uang muka Rp 150.000. Kekurangan pembayaran akan dilunasi 7 hari setelah faktur penjualan keluar.

“Rusdi Tempe” mencatat transaksi penjualan kredit dengan uang muka ini sebagai berikut:

[Debit] Kas …. Rp 150.000

[Debit] Piutang Usaha ….. Rp 750.500

[Kredit] Penjualan ….. Rp 850.500

Pada tanggal 19 November 2021, Darmanto Retail melunasi kekurangan pembayaran sebesar Rp 750.500. Atas pelunasan ini, “Rusdi Tempe” akan mencatatnya sebagai berikut:

[Debit] Kas ….. Rp 750.500

[Kredit] Piutang Usaha … Rp 750.500

B: Jurnal Penjualan Kredit Metode Perpetual

PD Balun Lor menerapkan sistem pencatatan dengan metode perpetual sehingga setiap ada mutasi barang selalu dicatat dalam jurnal. Bagaimana cara mencatat jurnal penjualan kredit metode perpetual? Secara umum sama saja dengan metode yang lain, yuk ikuti contoh berikut ini:

PD Balun Lor merupakan perusahaan yang membeli hasil pertanian seperti kopi, cengkeh, jagung, dan rempah-rempah, kemudian disalurkan ke perusahaan pengolahannya. Pada tanggal 1 Oktober 2021, PD Balun Lor menjual kopi sebanyak 100 kg dengan nilai Rp 228.500. Harga Pokok Penjualan sebesar Rp 175.500. Down payment sebesar Rp 125.300 dan sisanya akan dibayarkan 10 hari setelah tanggal faktur.

Perusahaan mencatat penjualan tersebut dengan jurnal sebagai berikut:

[Debit] Kas ….. Rp 125.300

[Debit] Piutang Dagang …. Rp 103.200

[Kredit] Penjualan …. Rp 228.500

Pencatatan HPP-nya adalah:

[Debit] Harga Pokok Penjualan …. Rp 175.500

[Kredit] Persediaan Barang (Kopi) …. Rp 175.500

C: Jurnal penjualan Rumah

Untuk mencatat penjualan rumah, caranya hampir sama dengan di atas. Jika penjualan rumah tunai berarti ada dana kas yang masuk, maka dicatat pada sisi Debit, sedangkan sisi kreditnya berupa aset tetap rumah.

Mengapa di sisi debit kas dan sisi kredit rumah? Karena transaksi ini akan menyebabkan penambahan jumlah kas (terima kas) dan menurunkan aset tetap (kepemilikannya berpindah ke pembeli).

Bila ada biaya-biaya tambahan seperti fee, komisi dan lainnya, catat di sisi Debit yang tentunya akan mengurangi jumlah kas yang diterima, sedangkan pajak catat di sisi Kredit.

Bagaimana, mudah kan? Bagaimana jika penjualan secara tunai? Yuk baca terus sampai kelar ya J

penjualan tunai

4: Jurnal Penjualan Tunai

Jurnal ini dibuat untuk mencatat penjualan secara tunai, baik dengan diskon (potongan harga) atau tidak dengan diskon. Bagaimana jurnal penjualan tunai dengan HPP atau Harga Pokok Penjualan? Mari dibahas satu per satu…

A: Jurnal Penjualan Jasa Secara Tunai

Contoh #1:

Xidev Consulting adalah sebuah perusahaan yang melayani jasa implementasi ERP, Software Akuntansi, dan implementasi standar operasional prosedur Akuntansi dan Keuangan serta maintenance-nya.

Pada tanggal 5 Oktober 2021, Xidev Consulting menjalin kerjasama dengan sebuah perusahaan dagang PT Terminal Dagang yang akan meng-implementasikan SOP Akuntansi dan Keuangan secara penuh.

Di surat perjanjian kerjasama tersebut, PT Terminal Dagang membayar fee tahap I sebesar Rp 65.000.000 kepada Xidev Consulting. Pembayaran berikutnya dilakukan sesuai progres implementasi.

Pembayaran fee tahap I ini dicatat oleh Xidev Consulting sebagai berikut:

[Dr.] Kas Bank ….. Rp 65.000.000

[Cr.] Pendapatan Jasa … Rp 65.000.000

Jika ada pajak, maka nilai pajak tersebut dicatat di sisi Kredit (Cr.)

Contoh #2:

Manakeu Consulting adalah perusahaan yang bergerak pada bidang jasa akuntansi, keuangan, dan perpajakan. PT Busana Elok adalah salah satu klien yang mengambil jasa laporan keuangan dan tata kelola keuangan. Tanggal 30 Oktober 2021, PT Busana Elok membayar fee sebesar Rp 7.500.000.

Pembayaran fee jasa ini dicatat oleh Manakeu Consulting seperti berikut:

[Debit] Kas Bank …. Rp 7.500.000

[Kredit] Pendapatan Jasa Konsultasi …. Rp 7.500.000

B: Jurnal Penjualan Tunai dengan Diskon

PT Alga Jaya Semesta adalah perusahaan yang memproduksi barang-barang berbahan alami yang saat ini sedang nge-trend. Toko Era Sehat adalah salah satu retailer yang secara rutin membeli dan menjual kepada para pelanggan.

Pada tanggal 2 September 2021 PT Alga Jaya Semesta menjual produknya kepada Toko Era Sehat senilai Rp 1.225.000 dengan syarat pembayaran 14 hari setelah tanggal transaksi. Jika pembayaran dilakukan sebelum tanggal jatuh tempo, perusahaan memberi diskon sebesar 20%.

Tanggal 10 September 2021, Toko Era Sehat membayar lunas, maka PT Alga Jaya Semesta akan mencatat transaksi penjualan tersebut sebagai berikut:

Jurnal pencatatan tanggal 2 September 2021:

[Debit] Piutang Dagang …. Rp 1.225.000

[Kredit] Penjualan ….. Rp 1.225.000

Pencatatan tanggal 10 September 2021:

[Debit] Kas …. Rp 980.000

[Debit] Diskon Penjualan ….. Rp 245.000

[Kredit] Piutang Dagang …. Rp 1.225.000  

Bila pembayaran dilakukan tanggal 20 September 2021, maka PT Alga Jaya Semesta akan membuat catatan jurnal sebagai berikut:

[Debit] Kas …. Rp 1.225.000

[Kredit] Piutang Dagang …. Rp 1.225.000

C: Jurnal Penjualan Tunai dengan HPP atau Harga Pokok Penjualan

Jurnal ini dibuat oleh perusahaan yang biasanya menganut dan menerapkan metode pencatatan perpetual. Cara melakukan pencatatannya mirip seperti penjualan kredit dengan sistem perpetual, kita tinggal mengganti piutang dagang atau piutang usaha dengan kas. Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh berikut ini:

PT Kali Brukah adalah sebuah perusahaan dagang yang menjual bahan bangunan seperti seperti semen, pasir, batu, gragal, batu split dan besi. Toko Bedana merupakan salah satu penyalur utama perusahaan tersebut.

Pada tanggal 25 Oktober 2021, PT Kali Brukah menjual Semen dengan harga Rp 43.750 per 40 kg sebanyak 100 sak kepada Toko Bedana dengan sistem pembayaran tunai. Harga pokok pembelian Rp 35.000 per sak.

Atas transaksi tersebut PT Kali Brukah membuat catatan jurnal penjualan sebagai berikut:

[Debit] Kas …. Rp 4.375.000

[Kredit] Penjualan …. Rp 4.375.000

[Debit] Harga Pokok Penjualan (HPP) …. Rp 3.500.000

[Kredit] Persediaan Barang (Semen) … Rp 3.500.000

Bagaimana bila pencatatan jurnal dengan PPN?

Untuk melakukan pencatatan seperti ini, maka kita tinggal mengkreditkan PPN Keluaran seperti berikut ini:

[Dr.] Kas …. Rp 4.375.000

[Cr.] Penjualan …. Rp 3.937.500

[Cr.] PPN Keluaran (10%) ….. Rp 437.500

D: Penjualan Tunai Dengan Uang Muka

Perhatikan contoh berikut ini:

UD Kali Makmur adalah perusahaan yang menjual spare part peralatan dan rental berat. Pada tanggal 3 Oktober 2021 ada penjualan 10 buah filter oli seharga @Rp 850.000 dengan uang muka sebesar Rp 1.500.000.

UD Kali Makmur mencatat transaksi ini sebagai berikut:

[Debit] Kas (Uang Muka Penjualan) ….. Rp 1.500.000

[Debit] Piutang Dagang …. Rp 7.000.000

[Kredit] Penjualan …. Rp 7.650.000

[Kredit] PPN Keluaran (10%) …. Rp 850.000

Manajemen Keuangan Profil

Profesional lulusan ekonomi yang menekuni ERP (SAP), Accounting Software, Business Analyst dan berbagi pengalaman pekerjaan Finance & Accounting.