7: Jurnal Penjualan Aset Tetap (Fixed Assets)
Adalah jurnal yang digunakan untuk mencatat penjualan aset tetap perusahaan (fixed asset), baik pembayarannya secara tunai atau kredit, misalnya jurnal penjualan kendaraan operasional perusahaan.
jurnal penjualan aset dengan nilai residu
Perhatikan contoh jurnal penjualan mobil nilai buku masih ada berikut ini:
Pada tanggal 20 November 2021 PT Cahaya Abadi Mulia menjual salah satu kendaraan operasional yang nilai bukunya tersisa Rp 1. Nilai penjualan adalah Rp 500.000.
Atas penjualan tersebut perusahaan melakukan pencatatan jurnal penjualan sebagai berikut:
[Debit] Kas …. Rp 500.000
[Kredit] Akumulasi Penyusutan Kendaraan … Rp 1
[Kredit] Laba Penjualan Kendaraan ….. Rp 499.999
Untuk koreksi balik pencatatan aset tetap dan akumulasi depresiasi adalah seperti berikut ini:
[Debit] Akumulasi Penyusutan Kendaraan … Rp xxx
[Kredit] Kendaraan Bermotor …. Rp xxx
Dengan cara yang sama kita bisa membuat jurnal penjualan equipment, tanah. Restoran, dan aset lainnya. jurnal penjualan aktiva nilai buku nol

8: Jurnal Penjualan Metode Perpetual
Dalam metode perpetual kita akan mencatat setiap mutasi jumlah barang, dari pembelian, proses produksi dan penjualan.
Jurnal penjualan produk jadi jika menggunakan sistem pencatatan persediaan secara perpetual adalah sebagai berikut:
A: Penjualan Produk Jadi
[Debit] Kas/Piutang Usaha ….. Rp xxx
[Kredit] Penjualan …. Rp xxx
[Debit] Harga Pokok Penjualan (HPP) …. Rp xxx
[Kredit] Persediaan Produk Jadi ….. Rp xxx
B: Penyesuaian Akhir Periode Laporan Keuangan
Pada akhir periode, kita mencatat nilai persediaan akhir atau selisih antara catatan dan stock opname:
[Debit] Selisih Persediaan …. Rp xxx
[Kredit] Persediaan Produk Jadi …. Rp xxx