Sudahkah Anda Memanfaatkan 13 Moment ini untuk Merajut Keuntungan Anda?




waktu matahari terbit, tenggelam matahari, sunset

Moment, waktu, peristiwa atau kejadian silih berganti kita lalui. Pernahkah kita merenungkan dan mengamati seringkali ada kejadian-kejadian yang ‘seolah-olah’ memihak pada kita.

Apakah peristiwa atau kejadian tersebut yang memang ‘memihak’ kepada kita atau hanya sebuah kebetulan saja?

Ada orang-orang yang menyadari dan memanfaatkan suatu kejadian atau peristiwa untuk merajut keuntungannya.

Namun banyak juga yang lalai dan menganggap suatu kejadian atau peristiwa adalah sesuatu yang biasa saja.

Sebenarnya, bila kita mau peka  dan sedikit berpikir, banyak moment, kejadian atau peristiwa yang bisa dimanfaatkan bagi keuntungan kita.

Berikut ini 13 moment yang bisa dimanfaatkan untuk keuntungan kita :

 

#1. Manfaatkan penentuan waktu orang lain yang tidak tepat

Penentuan waktu yang dilakukan orang lain secara tidak tepat dapat memberikan banyak kesempatan bagi kita.

Coba amati sebuah kejadian saat menjelang PILKADA seperti saat ini. Setiap calon sangat berhati-hati melontarkan pernyataan.

Masing-masing menunggu sampai yang lain membuat kesalahan politik, sehingga dia dapat memanfaatkannya dan terjun ke gelanggang sebagai ksatria putih.

Seperti halnya anda berusaha menjual sesuatu ketika calon pembeli merasa tidak puas dengan pesaing anda.

Atau ketika anda ingin memperbarui sebuah kontrak bisnis, maka pilihlah waktu saat partner bisnis anda dalam kondisi BAHAGIA.

 

#2. Membandingkan Masa Sekarang dengan Masa Depan

 

masa depan, future

 

Contoh yang jelas dari kejadian-kejadian seperti ini bisa kita lihat dalam dunia entertainment dan olahraga.

Beberapa artis dan olahragawan saat mereka berada di puncak kepopulerannya, hidup bergelimang harta dan kemewahan.

Namun, banyak dari mereka yang tidak bisa mempertahankan kualitas hidup di masa berikutnya.

Bahkan beberapa dari mereka hidup bergantung dari belas kasihan orang lain.

Kenapa bisa seperti itu?

Mereka tidak pernah memikirkan kondisi sekarang dalam hubungannya dengan masa depan, dan oleh karena itu penghasilannya yang diperoleh dari saat berada di puncak karir tidak bisa dipertahankan hingga masa senja-nya.

 

#3. Manfaatkan saat Matahari Terbit dan Terbenam

waktu matahari terbit dan tenggelam

Tidak banyak orang yang menghendaki saat matahari terbenam, namun yang pasti ialah bahwa kita bisa mengambil manfaat bagi keuntungan kita saat terbenamnya matahari.

Ada sebuah kisah tentang penjual kuda yang mengundang calon pembelinya untuk bersama-sama minum teh pada sore hari.

Yang penting di sini bukan pada keramahtamahannya, melainkan pada kenyataan bahwa saat yang paling baik untuk memperagakan seekor kuda ialah ketika matahari terbenam.

Bulunya akan mengkilap, kelihatan penuh dinamika dan tidak terkalahkan.

Dan dengan alasan yang sama, ada sebuah produk pakaian renang yang selalu difoto pada saat matahari terbit dan terbenam.

 

#4. Kalender penuh Informasi

kalender penuh informasi

Kalender di tangan orang yang tepat dapat menjadi senjata yang ampuh. Bagi seorang penjualan, moments seperti ini sudah menjadi sesuatu yang lazim dimanfaatkan untuk mendulang keuntungan.

Misalnya saat lebaran, tahun baru, dan liburan.

Baca juga : Bila Dana Anda Pas-pasan, 10 Cara ini Bisa Dicoba agar Bisa Tetap Bisa Traveling

Contoh lain yang bisa dimanfaatkan untuk keuntungan anda adalah, misalnya pada saat pemerintah akan mengumumkan paket AMNESTI PAJAK.

Bila anda seorang yang ahli dalam bidang perpajakan, menjelang diumumkannya kebijakan amnesti pajak ini.

Anda bisa membuat iklan pelatihan, seminar atau workshop tentang “Bagaimana anda dapat memanfaatkan Kebijakaan Amnesti Pajak?”

Kemungkinan besar pelatihan, seminar dan workshop yang anda selenggarakan akan dipenuhi peserta, bahkan bisa dilakukan beberapa session.

 

#5. Masuk dan Keluar Perusahaan

Seorang penjual yang jeli bisa memanfaatkan moment ketika seseorang akan meninggalkan atau baru masuk perusahaan.

Seseorang yang baru saja masuk perusahaan ingin sekali berbuat sesuatu, untuk menunjukkan prestasinya, dan biasanya dia diberi kesempatan yang cukup besar.

Untuk membantunya, anda bisa menawarkan produk atau jasa yang anda jual. Bila produk atau jasa yang anda tawarkan memang benar-benar akan bisa membantunya maka dia akan membeli produk dan jasa anda

Sebaliknya, seseorang yang akan meninggalkan perusahaan dan menyadari agar tidak akan menghadapi berbagai persoalan serta memberikan kesan baik di kemudian hari maka sebelum keluar perusahaan, dia ingin menyelesaikan berbagai pekerjaan tersebut.

Moment seperti ini pun bisa anda manfaatkan untuk menjual produk atau jasa anda.

Baca juga : Hobimu berpindah-pindah Pekerjaan akan Melejitkan Karir Keuanganmu, Bila 3 Hal ini Anda Lakukan.

 

#6. Bila penentuan waktu anda penuh pertimbangan, beritahukan hal ini kepada pihak lain

Misalnya, saat ada persoalan tertentu di mana menyangkut partner bisnis anda, maka sampaikan seperti berikut ini :

“… hal ini saya ketahui beberapa hari yang lalu, tapi saya tidak ingin mengganggu anda pada saat meeting di perusahaan anda”

Dan sebaiknya jangan menyampaikan suatu informasi yang tidak menggembirakan atau suatu masalah pada hari Senin pagi atau Jum’at sore.

 

#7. Berhati-hati dalam menentukan waktu yang tidak mempertimbangkan kepentingan orang lain

Bila kita dapat melakukan dan memanfaatkan sebuah moment dengan bijaksana maka kita bisa menarik sebuah moment untuk keuntungan kita.

Misalnya, kesan yang ditimbulkan akan lebih dalam bila kita bisa menghubungi seseorang di luar jam kantor, pada jauh malam, atau pada akhir pekan.

Namun kita harus yakin bahwa hal ini tidak akan merugikan di kemudian hari.

 

#8. Jangan Menetapkan Batas Waktu

Seringkali batas waktu (deadline) tidak dapat dielakkan. Namun batas waktu merupakan ancaman dan orang yang merasa diancam akan berusaha keras menantang anda agar melaksanakan ancaman itu.

Batas waktu hendaknya hanya digunakan dalam keadaan mendesak.

Cara paling tepat untuk menghilangkan kepercayaan orang kepada kita adalah dengan menetapkan batas waktu, kemudian memperpanjang, mengubah, atau mengabaikannya.

Hal ini ibarat memberi ancaman palsu.

Sekali kita gagal melaksanakan batas waktu yang telah ditetapkan, maka apa saja yang kita katakan setelah itu akan dianggap angin lalu.

 

#9. Penentuan waktu untuk memperlunak ancaman

Penentuan waktu bisa digunakan untuk memperlunak desakan pengambilan keputusan.

Bila anda meragukan ketulusan perkataan ‘mungkin’ berilah orang itu konflik waktu yang nalar yang akan mempercepat penyelesaian persoalan.

Misalnya, bila anda merasa ‘dipermainkan’ oleh calon customer atau rekan bisnis anda berkaitan dengan waktu, maka bila anda menetapkan batas waktu bagi mereka, hal itu kedengarannya akan terlalu mengancam.

Sebagai gantinya, kami menyatakan bahwa jika kami tidak mendapat jawaban dalam satu minggu ke depan, maka akan sangat sukar dan barangkali tidak mungkin bagi kami untuk membatalkan beberapa kesepakatan.

Tidak mengapa, bila jawaban yang anda terima negatif. Namun akan lebih baik menerima jawaban seperti itu daripada menunggu tanpa adanya kepastian.

Dengan mengemukakan konflik waktu tertentu, maka anda bisa menyelesaikannya tanpa menimbulkan kesan mengancam.

 

#10. Rentang Perhatian

Orang-orang yang sibuk mempunyai rentang waktu yang pendek, maka katakan maksud anda secara langsung.

Anggaplah bahwa anda berada di situ untuk mendengarkan, sehingga anda akan sedikit bicara.

Jangan mulai menceritakan riwayat hidup anda, dan jangan memperpanjang waktu keahadiran anda.

Lupakan saja usaha untuk membuatnya dramatis. Bisa jadi anda hanya akan menjengkelkan orang, atau malahan membuat pikiran mereka tidak fokus melayang ke mana-mana.

Selain itu pelajari rentang perhatian orang lain.

 

#11. Daftar topik yang harus dibicarakan

Buatlah daftar topik apa saja yang akan dibahas. Buat juga skala prioritas, mana topik terpenting yang akan dibahas dulu dan alokasikan waktu yang tepat.

Jangan sampai anda berada dalam posisi harus meminta “ Bolehkah saya mohon perhatian anda selama beberapa menit lagi? Saya belum sampai pada persoalan terpenting”.

 

#12. Menghadiahkan waktu pada seseorang

Salah satu cara terbaik untuk menimbulkan kesan baik kepada seorang customer ialah dengan hanya mengambil waktunya setengah jam, padahal dia telah mengira bahwa anda memerlukan satu jam.

Sebaliknya, bila anda menyita waktunya satu setengah jam akan timbul kesan jelek.

 

#13. Memperpanjang atau memperbarui kesepakatan

memperpanjang waktu

Bila anda ingin memperbarui, memperpanjang, atau merundingkan kembali sebuah kesepakatan maka pilihlah saat pihak lain dalam kondisi paling bahagia, bukan pada saat kesepakatan itu akan berakhir.

Pelajari dan kajilah suasana perasaan seseorang!

Suasana hati saja pada suatu saat dapat mengubah “ya” menjadi “tidak” dan sebaliknya.

Contohnya, jika customer anda telah menerima kabar yang menggembirakan, meskipun hal itu tidak berkaitan dengan produk atau jasa anda, misalnya penerimaan bonus.

Maka suasana seperti ini merupakan kesempatan yang bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

Sudahkah Anda memanfaatkan moments bagi pertumbuhan dan perkembangan kualitas hidup Anda?

***

1 Komentar

  1. panjang nih artikelnya,, bookmark dulu deh
    ane mau komen yg ini aja ..kejadian-kejadian yang ‘seolah-olah’ memihak pada kita atau sebaliknya itu adalah hukum alam gan,,apa yang kita lakukan sebelumnya akan kita terima hasilnya nanti,, entah besok atau lusa atau beberapa waktu yang akan datang

Komentar ditutup.