Sudahkah Anda Memperhatikan 5 Hal ini sebelum Membangun Bisnis Start Up?

Sudahkah-Anda-Memperhatikan-4-Hal-ini-sebelum-Membangun-Start-Up

Bisnis start up saat ini sedang dalam trend. Di kampus, di komunitas anak muda, bahkan sampai di pelosok desa demam start up mempengaruhi jiwa-jiwa mudanya 🙂

Pertumbuhan dunia maya yang sangat cepat menjadi pemicu utama dan terbukanya banyak peluang baru di dunia, baik bagi dunia bisnis maupun pekerjaan.

Jenis bisnis baru dan pekerjaan baru yang sebelumnya belum pernah ada, saat ini semakin banyak yang menekuni.

Contohnya, sosial media strategis, admin sosial media, admin bisnis online.

Demikian juga dengan dunia bisnis, banyak bermunculan bidang bisnis yang sebelumnya belum pernah ada.

Misalnya, eCommerce.

Upaya membangun bisnis start up sebagian besar tergantung pada penggunaan akal sehat kemudian diikuti dengan  mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menerapkan teori dalam praktek.

Sebelum kita memulai bisnis start up sebaiknya perhatikan 5 hal berikut ini agar bisnis yang akan kita bangun bisa bertumbuh dan eksis dalam jangka panjang.

Apa saja itu?

Berikut ini kelima hal itu :

#1.  Sejak Awal fokus pada kualitas

kualitas

Mulailah dengan yang terbaik atau dengan yang kita pikir akan menjadi yang terbaik. Hal ini akan memberikan permulaan yang menguntungkan.

Sesekali coba kita membayangkan bagaimana sebuah perusahaan yang dibangun dan dijalankan tanpa mempunyai komitmen dengan mutu.

Ada banyak contoh bagaimana perusahaan besar yang fokus pada core competence-nya akan bisa bertahan dalam kondisi apapun dan dalam waktu yang lama.

Misalnya Sepatu Bata, sebuah merk sepatu yang masuk ke Indonesia sebelum negeri ini merdeka, yaitu tahun 1939. Dan sampai saat ini, kita masih bisa menemuinya diberbagai outlet penjualan.

Waktu terus berganti, kondisi pun terus berganti, ada konsdisi damai dan perang, dan mereka yang fokus pada core competence-nya akan bisa bertahan dan terus bertumbuh.

Sebagaimana Sepatu Bata yang hingga detik ini kita bisa melihat atau bahkan menggunakannya.

#2. Ketahui Waktu keberuntungan kita

ketahui-keberuntungan-Anda

Kita yakin bahwa kita sendiri ikut menentukan nasib baik itu perlu diperjuangkan, namun seringkali ada kejadian-kejadian yang luar biasa yang ‘seolah-olah’ berpihak pada kita atau seseorang.

Sehingga seringkali kita menemui seseorang yang mengatakan “dia bawa’annya untung melulu, kemana-mana jadi uang”.

Atau seringkali kita sendiri mengalami sebuah peristiwa yang seolah-olah berpihak pada kita.

Amati hal seperti itu dan gunakan untuk meningkatkan kualitas kehidupan kita. Ketahui kapan saat yang tepat untuk memulai usaha, mengoptimalkan penjualan dan kapan saat melakukan penambahan modal kerja.

#3. Tumbuh dengan alami

tumbuh-alami

Ada orang yang mengutamakan usahanya menjadi lebih baik dulu sebelum menjadi besar, sementara ada pengusaha yang ingin usahanya secepat kilat menjulang tinggi di angkasa.

Pada era milenial saat ini, kebanyakan start up lebih suka tumbuh dengan cepat dibandingkan mendapatkan keuntungan dengan cepat.

Coba amati Gojek, Tokopedia dan Bukalapak, apakah saat ini mereka sudah memperoleh laba yang signifikan?

Detail pembahasan tentang ketiga perusahaan tersebut bisa dibaca di sini : Ada Apa dengan Cash Flow, Tokopedia, Bukalapak dan Gojek?

Sekiranya perusahaan-perusahaan ini agak menekan tingkat pertumbuhannya, menyediakan waktu secukupnya untuk menganalisis keberhasilannya, dan memberi kesempatan manajemennya untuk memperdalam pengetahuan, mereka akan memperoleh kedua hal itu, tingkat pertumbuhan dan keuntungan yang sehat.

Memang benar bahwa perusahaan harus tumbuh, akan tetapi pertumbuhan itu terjadi secara alami dan menjadi besar pada waktunya.

#4. Memanfaatkan orang terbaik untuk mengajarkan hal-hal yang tidak kita ketahui

memanfaatkan-orang-terbaik

Dari ketiga poin penting sebelumnya, kita telah memiliki formula untuk tumbuh, yaitu memulai dengan mutu terbaik, mengetahui saat terbaik untuk tumbuh, berkembang dengan alami dan sekarang belajar dari orang-orang terbaik.

Bila kita memulai sebuah usaha, seringkali akan menemui kesenjangan pengetahuan yang perlu dijembatani agar usaha yang kita bangun terus tumbuh.

Sehingga banyak perusahaan menggunakan lembaga training untuk meningkatkan pengetahuan karyawannya.

Seperti pelatihan akuntansi keuangan.

Atau perusahaan menggunakan materi-materi dari yang memang ahli dalam bidangnya, misalnya, saat perusahaan ingin membuat atau memperbaiki sistem keuangannya, mereka menggunakan materi seperti SOP & Accounting Tools yang dibuat oleh praktisi bidang akuntansi keuangan.

Melalui aktivitas seperti itu akan meningkatkan skill karyawan dan memudahkan serta meningkatkan efisiensi dalam menyusun sistem.

Selain itu akan terjadi sinergi yang saling menguntungkan antara perusahaan penyelenggara training dengan pengguna training.

Perusahaan tetap fokus pada core competence-nya.

Ada fakta bahwa pelatihan lebih penting dari pada pengangkatan

#5. Jangan Tamak

Tamak

Ketamakan tanpa menghiraukan akibatnya di masa depan (short term greed) merupakan salah satu kesalahan besar yang dilakukan perusahaan.

Keuntungan jangka panjang dan berkelanjutan lebih penting daripada keuntungan sesaat.

Bagaimana mendapatkan keuntungan tanpa perlu menjadi perusahaan yang terlalu mementingkan keuntungan.

Tidak usah ‘kemaruk’ istilah Jawa nya. Bukankah kita sering mengetahui bahwa segala sesuatu yang berlebihan tidak baik.

Demikian pembahan mengenai 5 hal yang perlu diperhatikan sebelum mendirikan bisnis start up.

Bagaimana menurut Anda? Silahkan ditunggu masukkannya.

***