3: Mengubah Estimasi Depresiasi Aset Tetap Berwujud
Bagaimana mengubah estimasi penyusutan aktiva tetap berwujud?
Mengubah estimasi nilai residu dan masa manfaat adalah hal yang lazim dilakukan. Estimasi tersebut masih bisa direvisi untuk menentukan biaya depresiasi periode yang akan datang. Perubahan estimasi tidak akan memengaruhi jumlah beban penyusutan yang dicatat pada tahun-tahun sebelumnya.
Perhatikan contoh perhitungan nilai depresiasi aset tetap berikut ini:
Sebagai ilustrasi, diasumsikan perusahaan dagang PT Distribusi Mitra Perdana membeli kendaraan bermotor berupa mobil pick up untuk operasional pengiriman barang senilai Rp 140.000.000. Estimasi awal memiliki masa manfaat selama lima tahun dengan nilai sisa (residu) sebesar Rp 10.000.000.
Mobil tersebut telah disusutkan selama dua tahun menggunakan metode garis lurus dengan nilai depresiasi dihitung sebagai berikut:
= (Rp 140.000.000 – Rp 10.000.000) : 5 tahun
= Rp 26.000.000

Proses Perhitungan Tahun Ke-2
Pada akhir tahun kedua, nilai buku atau biaya yang belum didepresiasikan mobil tersebut sebesar Rp 88.000.000 ditentukan sebagai berikut:
(a). Biaya aset = Rp 140.000.000
(b). Nilai akumulasi depresiasi:
= Rp 26.000.000 x 2 tahun
= Rp 52.000.000
(c). Nilai buku mobil pick up:
= (a) – (b)
= Rp 140.000.000 – Rp 52.000.000 = Rp 88.000.000
Perhitungan Tahun Ke-3
Pada tahun ketiga, perusahaan membuat estimasi sisa masa manfaat adalah delapan tahun (bukan tiga tahun) dan nilai sisa sebesar Rp 8.00.000 (bukan Rp 10.000.000). Biaya depresiasi setiap tahun selama sisa delapan tahun adalah sebesar Rp 10.000.000, dengan perhitungan sebagai berikut:
(a). Nilai buku, akhir tahun = Rp 88.000.000
(b). Estimasi nilai residu yang direvisi = Rp 8.000.000
(c). Sisa beban yang bisa didepresiasikan yang direvisi:
= (a) – (b)
= Rp 88.000.000 – Rp 8.000.000 = Rp 80.000.000
(d). Beban depresiasi tahunan yang direvisi:
= Rp 80.000.000 : 8 tahun
= Rp 10.000.000
***
Dari hasil perhitungan contoh soal perhitungan nilai depresiasi di atas menunjukkan bahwa nilai buku mobil pick up menurun pada tingkat yang lebih melambat dimulai pada akhir tahun kedua dan terus berlanjut hingga mencapai nilai sisa sebesar Rp 8.000.000 di akhir tahun kesepuluh. Tahun tersebut adalah akhir waktu manfaat dari mobil pick up yang direvisi.