Mengenal Tarif Penyusutan Fiskal Metode Garis Lurus dan Saldo Menurun serta Aplikasinya

4: Contoh Perhitungan Penyusutan dengan Tarif Pajak

Untuk mempermudah dalam memahami depresiasi aktiva tetap berwujud dengan tarif pajak, berikut disajikan beberapa contoh perhitungan tarif penyusutan pajak menggunakan metode garis lurus untuk mobil, bus, truk, speed boat dan sejenisnya.

A: Mobil

Perhatikan contoh soal perhitungan nilai penyusutan mobil berikut ini:

CV Era Makmur Bersama membeli mobil operasional kantor sebesar Rp 185.000.000. Perusahaan membuat estimasi masa pakai 8 tahun dengan nilai residu senilai Rp 6.000.000. Selanjutnya perusahaan perhitungan hal-hal sebagai berikut:

(a). Besaran nilai perolehan mobil yang bisa didepresiasikan

= Biaya perolehan mobil – Nilai residu mobil
= Rp 185.000.000 – Rp 6.000.000 = Rp 179.000.000

(b). Tarif penyusutan fiskal metode garis lurus

= 100% : Masa Manfaat
= 100% x 8 tahun = 12,5%

(c). Beban depresiasi tahunan

= Nilai mobil yang bisa disusutkan x 12,5%
= Rp 179.000.000 x 12,5% = Rp 22.375.000

(d). Pencatatan jurnal transaksi beban depresiasi

Beban Depresiasi Mobil …. Rp 22.375.000 [Debit]
Akumulasi Beban Depresiasi Mobil …. Rp 22.375.000 [Kredit]

B: Bus

Bagaimana prosedur menghitung nilai penyusutan bus? Langsung saja baca contoh soal berikut ini:

PO Adil Makmur Sentosa berencana melakukan peremajaan armada bus yang dimiliki dengan bus baru dan bersasis premium. Rencana ini dilakukan untuk memenuhi permintaan pasar anak muda milenial yang menuntut kinerja bagus dan berkelas.

Selain rencana peremajaan armada bus baru, perusahaan juga perlu menerapkan sistem pengelolaan aset-asetnya secara baik dan benar serta akurat, tak terkecuali pemilihan metode perhitungan dan pencatatan penyusutan aktiva tetap.

Proses Perhitungan Penyusutan

Sebagai langkah awal, PO tersebut membeli satu unit bus baru seharga Rp 1.780.000.000 dan diestimasi masa manfaatnya 8 tahun dan nilai residu sebesar Rp 142.400.000. Transaksi pembelian bus baru ini dicatat dalam buku jurnal sebagai berikut:

1: Menghitung nilai perolehan bus yang disusutkan

= Biaya perolehan – nilai residu
= Rp 1.780.000.000 – Rp 142.400.000 = Rp 1.637.600.000

2: Menghitung persentase tarif penyusutan fiskal kendaraan bus

= 100% : Masa Penggunaan
= 100% : 8 Tahun = 12,5%

3: Biaya penyusutan fiskal aktiva tetap bus

= Tarif penyusutan aset tetap menurut pajak x Nilai bus yang bisa disusutkan
= 12,5% x Rp 1.637.600.000 = Rp 204.700.000

4: Jurnal penyusutan fiskal bus

(Debit) Biaya Penyusutan Bus … Rp 204.700.000
(Kredit) Akumulasi Biaya Penyusutan Bus .. Rp 204.700.000

tarif penyusutan menurut pajak

C: Truk

Sebuah perusahaan jasa pengangkutan umum menambah armada Truk Mitsubishi Colt Diesel dengan harga perolehan sebesar Rp 289.500.000. Truk ini diperkirakan masa penggunaannya 8 tahun dengan nilai yang masih tersisa ketika masa pakai habis sebesar Rp 23.120.000.

1: Menghitung besaran biaya perolehan truk yang bisa didepresiasikan

= Harga Perolehan Truk – Nilai Residu
= Rp 289.500.000 – Rp 23.120.000 = Rp 265.880.000

2: Tarif depresiasi pajak kendaraan truk

= 100% : Masa Pakai
= 100% : 8 tahun = 12,5%

3: Menghitung beban penyusutan truk sesuai tarif depresiasi fiskal

= Tarif depresiasi fiskal x Nilai truk yang bisa didepresikan
= 12,5% x  Rp 265.880.000 = Rp 33.235.000

4: Jurnal beban penyusutan fiskal truk

(Debit) Beban Penyusutan Truk … Rp 33.235.000
(Kredit) Akumulasi Beban Penyusutan Truk … Rp 33.235.000

D: Speed Boat

Bagaimana tarif penyusutan speed boat sesuai aturan pajak? Jawabannya ada di contoh berikut ini:

Sebuah perusahaan jasa angkutan laut yang sedang berkembang membuat rencana mengembangkan angkutan cepat dengan speed boat. Untuk merealisasikan rencana ini, perusahaan sudah menyusun budget atau anggaran pembeliaan beberapa speed boat. Ide cemerlang ini perlu segera diwujudkan, mengingat pertumbuhan perekonomian yang membutuhkan kecepatan dan ketepatan waktu.

Contoh dan Langkah Perhitungan Penyusutan

Pada tanggal 25 Januari 202x, perusahaan mulai mendatangkan satu unit speed boat senilai Rp 75.000.000. Speed boat ini diperkirakan memiliki masa manfaat sampai delapan tahun dengan nilai setelah habis masa manfaat sebesar Rp 7.000.000. Perusahaan mencatat data-data speed boat ke dalam buku daftar aset tetap dan buku jurnal sebagai berikut:

1: Nilai speed boat yang bisa didepresiasikan

= Besaran harga perolehan – Nilai Sisa
= Rp 75.000.000 – Rp 7.000.000 = Rp 68.000.000

2: Tarif penyusutan speed boat menurut pajak

Speed boat termasuk salah satu aset tetap berwujud dalam kelompok 2 tingkat penyusutan garis lurus menurut Dirjen Pajak sebesar 12,5%.

3: Menghitung beban penyusutan aset tetap speed boat menurut pajak

= Tarif depresiasi fiskal x Harga perolehan speed boat yang bisa didepresiasikan
= 12,5% x Rp 68.000.000 = Rp 8.500.000

4: Pencatatan fiskal nilai penyusutan speed boat

[Debit] Beban Depresiasi Speed Boat … Rp 8.500.000
[Kredit] Akumulasi Beban Depresiasi Speed Boat .. Rp 8.500.000

D: Tarif Penyusutan Bangunan Menurut Pajak

Perhatikan contoh perhitungan nilai depresiasi bangunan menggunakan tarif penyusutan bangunan menurut pajak berikut ini:

Untuk mengembangkan bisnis pendidikannya, Lembaga Kursus Akuntansi Surabaya mendirikan sebuah bangunan gedung perkantoran senilai Rp 1.000.000.000. Bangunan kantor tersebut diperkirakan mempunyai masa ekonomis selama 20 tahun dan salvage value sebesar Rp 50.000.000.

Dengan menggunakan metode garis lurus, penyusutan bangunan kantor adalah:

= Nilai Bangunan Yang Bisa Didepresiasikan x tarif penyusutan bangunan pajak
= (Rp 1.000.000.000 – Rp 50.000.000) x 5% = Rp 47.500.000

Jurnal penyusutan bangunan:

(Debit) Beban Penyusutan Bangunan Kantor … Rp 47.500.000
(Kredit) Akumulasi Beban Penyusutan Bangunan Kantor … Rp 47.500.000

Manajemen Keuangan Profil

Profesional lulusan ekonomi yang menekuni ERP (SAP), Accounting Software, Business Analyst dan berbagi pengalaman pekerjaan Finance & Accounting.