Apa itu Biaya Campuran? Yang dimaksud dengan biaya campuran atau mixed cost adalah biaya yang mengandung elemen biaya tetap dan elemen biaya variabel. Biaya campuran ini sering pula disebut biaya semi variabel.
Mengenai biaya tetap dan biaya variabel bisa dipelajari di : Biaya Tetap dan variabel beserta langkah-langkah menghitungnya. Bagaimana metode pemisahan biaya campuran? Yuk dibedah satu per satu, mulai dari biaya campuran berikut ini…
Biaya Campuran
A: Sifat Biaya Campuran
Biaya campuran adalah biaya-biaya yang digunakan untuk memproduksi produk yang menggunakan beberapa atau campuran dari berbagai bahan., minimal dua komponen biaya, sehingga untuk memudahkan dalam menghitung biaya, maka perlu dipisahkan dengan menggunakan teknik sederhana dan tidak jlimet.
Sebelum kita melanjutkan pembahasan tentang teknik, metode atau cara menghitug serta mencatat biaya campuran, sebaiknya kita mengenal sifat biaya campuran. Apa saja sifat biaya campuran?
Ada 2 Sifat biaya campuran, yaitu :
- Totalnya berubah mengikuti perubahan volume, tetapi perubahannya tidak proporsional.
- Per unitnya juga beruba, tetapi terbalik dengan perubahan volume dan tidak sebanding.
Contoh : biaya telepon, pemeliharaan mesin, dan biaya listrik.
Pemisahan biaya campuran ini diperlukan dalam rangka penggunaannya sebagai perencanaan, pengendalian dan sebagai informasi pengambilan keputusan.
B: Metode Pemisahan Biaya Campuran
Walaupu tidak bisa dielakkan, namun biaya campuran ini masih bisa dipisahkan melalui 2 metode berikut ini, yaitu:
- Analytical Approach (pendekatan analisis)
- Historical Approach (pendekatan historis)
#1. Pendekatan Analisis

Kebanyakan sistem akuntansi, semua informasi tentang cost setiap bagian atau unit yang dikeluarkan dalam suatu periode atau kapasitas tertentu selalu dicatat atau dikumpulkan.
Seorang analis yang akrab dengan akuntansi biaya biasanya mampu menetapkan atau membuat estimasi perubahan cost dari perubahan volumen tertentu.
Dengan mempelajari historikal record dapat ditunjukkan tingkat biaya yang dikeluarkan dan volume yang dicapai yang berhubungan dengan biaya tersebut.
Suatu budget yang fleksibel kemudian disusun berdasarkan analisis setiap transaksi.
Dari catatan yang ada, dapat diketahui bahwa ada biaya yang tidak berubah mengikuti volume dan adapula biaya yang berubah mengikuti perubahan volume.
Budget yang fleksibel disusun dengan berbagai tingkat volume atau kapasitas misalnya, kapasitas 25%, 50%, 75% dan pada kapasitas 100%.
Pembahasan mengenai budget perusahaan, selengkapnya bisa dibaca di artikel : Struktur Anggaran Perusahaan
#2. Pendekatan Historis

Berdasarkan pendekatan historikal, pemisahan biaya campuran dapat dilakukan dengan 4 metode, yaitu :
1: Metode titik tertinggi-terendah (high low point method)
2: Biaya berjaga ( stand by cost method)
3: Metode Grafik statistik (Scatter Graph)
4: Metode Regresi Sederhana (Simple Regression)
Yuk dibahas satu per satu ya..
#1. Metode titik tertinggi-terendah (high low point method)
Metode analisis biaya campuran ini menghendaki bahwa biaya yang terjadi, misalnya biaya pemeliharaan harus diamati baik pada tingkat volume tinggi maupun pada volume rendah.
Contoh :
Biaya pemeliharaan perusahaan PT Manajemen Keuangan Network yang telah diamati dalam relevan range 5000 – 8000 jam kerja langsung adalah seperti berikut ini :

Dengan mengamati perubahan data di atas, maka analisis di adakan sebagai berikut :

Biaya Variabel :
= Perubahan biaya : Perubahan jam
= 300 : 3.000 = 0,10
Dengan telah ditentukannya tingkat variabel Rp. 0,10 per jam kerja langsung, maka saat ini memungknkan untuk menentukan jumlah biaya tetap dengan cara berikut :
Elemen tetap = Total biaya – ( Biaya variabel / unit X volume )
Pada titik tertinggi :
Biaya Tetap = Rp. 1000 – ( Rp. 0,10 X 8.000 ) = Rp. 200
Pada titik rendah :
Biaya Tetap = Rp. 700 – ( Rp. 0,10 X 5.000 ) = Rp. 200
#2. Stand by Cost (Biaya berjaga)

Cara ini menggunakan cara penghitungan, pada saat atau perusahaan ditutup sementara, dan biaya yang dikeluarkan pada saat ditutup sementara itu disebut biaya tetap(fixed cost)
Sedangkan biaya variabelnya dihitung dengan rumus :
VC unit = (Total cost rata-rata – Biaya Tetap) : Jam kerja rata-rata
Penjelasanlengkap dan detil apa itu VC, silahkan baca di artikel : 7 jenis biaya
Mengacu pada data perusahaan PT Berkah di atas maka :
Total Cost rata-rata = Jumlah Cost : n
Total Cost rata-rata = 5.900 : 7(bulan) = Rp. 842,86 (dibulatkan)
Jam kerja rata-rata = Total jam kerja : n (bulanan)
Dari data di atas :
Jam kerja rata-rata : 45.500 jam : 7 (bulan) = 6.500 jam
Biaya variabel unit = (Biaya total rata-rata – fixed Cost):Jam kerja rata-rata
Biaya Variabel unit = (Rp. 842,86 – 140) : 6.500 = Rp. 0,108 BV per unit
Biaya tetap Rp. 140 adalah angka yang ditetapkan dan merupakan anggapan jika perusahaan tidak beroperasi atau dihentikan sementara, maka biaya yang keluar sebesar Rp. 140.
#3. Grafik Statistik (Scatter Graph)

Metode ini menggunakan cara :
- Membuat grafik statistik, sumbu vertikal sebagai Total Cost (total biaya), sedangkan sumbu horisontal, menunjukan volume (kuantitas).
- Biaya setiap bulan diletakkan dalam grafik.
- Sebuah garis ditarik yang dapat mewakili semua titik pada poin (b).
- Garis yang memotong sumbu tegak (Total Cost) pada volume nol dianggap sebagai biaya tetap (fix cost)
- Garis lurus ke kanan dari titik pada (d) yang ditarik mendatar adalah biaya tetap
- Biaya Variabel di hitung = (biaya total rata-rata – fix cost) : Volume rata-rata
Metode ini disebut juga Metode Penarikan Bebas atau Free Hand Method, oleh karena itu tergantung dari pengolah dan tentu akan terdapat garis yang berbeda antara seorang dengan seorang lainnya.
Tapi sebagai pedoman, garis yang ditarik setidak-tidaknya harus berada di tengah-tengah titik yang ada atau dapat membagi titik sama banyak di atas dan di bawah garis yang ditarik.
#4. Regresi Sederhana (Simple Regression)

Metode ini disebut juga metode kuadrat terkecil, yang merupakan analisis statistik daripada sekadar meletakkan secara bebas pada metode scatter graph sebelumnya.
Cara ini didasarkan atas perhitungan dengan menggunakan persamaan garis lurus yang umum, yaitu :
Y = a + bx
Dan harus diperhatikan Y adalah angka penafsiran dan termasuk pula penafsiran parameternya, yaitu :
a = biaya tetap (konstanta)
b = biaya variabel.
Dalam praktek, metode ini akan sangat bermanfaat bagi manajemen untuk mendapatkan satu jarak (range) tertentu untuk variabel dependen, dengan demikian akan dapat dibuat propabilitas di mana nilai sesungguhnya akan berada pada jarak (range) tersebut, dan hal ini dapat dilakukan.
Kesimpulan
Biaya harus dihitung dan diketahui secara tepat dan akurat keberadaanya agar bisa menjadi dasar penentuan harga pokok penjualan, dan akhirnya menentukan harga suatu produk. Jika perhitungannya sala, maka biaya proses produksinya pun tak benar, selanjutnya berimbas pada penentukan profit dan harganya.
Semua jenis biaya harus diidentifikasi dan dihitug serta dicatat dengan akurat. Tak terkecuali untuk produk-produk yang dibuat melalui gabungan atau campuran dari beberapa bahan baku dan bahan penolong.
Demikian pembahasan tentang 2 metode yang dapat dipakai untuk memisahkan biaya campuran dan contohnya.
Bila ingin menerapkan sistem yang powerful, baca penjelasan tentang SOP Finance dan Accounting tools.
Semoga bermanfaat dan terima kasih.
Note: Boleh mengutip atau menyadur artikel ini sebagai referensi, namun mohon sebutkan sumbernya ya (Link Artikel), sehingga tak ada pihak yang dirugikan baik secara materi dan immateri. Thanks
***