Kelompokkan dan Alokasikan Gaji dengan Benar
Pilah-pilah alokasi gaji sesuai peruntukkannya. Untuk mengelompokkan tiap-tiap transaksi sesuai dengan jenisnya. Caranya dengan menyusun pos-pos pemasukan dan pengeluaran sesuai dengan peruntukkannya. iya cukup pos pengeluaran dan pemasukkan saja.
Tidak perlu seperti proses untuk menyusun laporan keuangan perusahaan. Jadi, cukup sederhana saja, sehingga saat akan meng-implementasinya juga mudah, atau boleh juga dibuat mirip permainan, sehingga saat mengerjakannya Anda semakin bersemangat, sebagai patokan, Anda bisa membagi penggunaan gaji Anda menjadi 3 pos utama, yaitu:
Pos #1: Bagian untuk biaya hidup; besarnya 40% dari gaji.
Untuk membiayai kebutuhan hidup Anda 40% dari pendapatan bersih yang Anda miliki harus disisihkan untuk memenuhi kebutuhan makanan sehari-hari, uang sekolah anak, tagihan air dan listrik, dll.
Perhatikan contoh cara mengatur uang gaji berikut ini:
Misalnya gaji bersih Anda Rp. 3.700.000, maka 40%-nya adalah sebesar Rp 1.480.000 yang harus sisihkan setiap bulan untuk biaya hidup.
Pos 2: Bagian untuk bayar kewajiban ; besarnya 30% dari gaji.
Bagian ini diperuntukkan untuk membayar kewajiban, hutang atau kredit-kredit yang Anda tanggung. Besarnya 30% dari gaji bersih perbulan. Perhatikan contoh cara mengelola gaji 3 juta berikut ini:
Misalnya gaji bersih Anda Rp. 3.700.000 maka 30%-nya dari Rp 3.700.000 adalah sebesar Rp1.110.000. Bagian 30% ini harus Anda alokasikan bila tidak ingin kerepotan di kemudian hari, juga Anda tidak ingin ditagih di akhirat kan?
Pos 3: Bagian untuk investasi dan tabungan ; besarnya 30% dari gaji
Sebesar apapun gaji Anda, bila tidak punya kemampuan mengelolanya termasuk kemampuan menyisihkan gaji maka akan berantakan juga. Besarnya 30% dari gaji bersih perbulan. Perhatikan cara mengatur keuangan berikut ini:
Misalnya gaji bersih Anda Rp. 3.700.000, maka 30%-nya dari Rp 3.700.000 adalah sebesar Rp1.110.000. Investasikan dana yang sudah berkumpul tadi ke usaha-usaha produktif, misa ke reksadana. Jangan MONEY GAME ya!
Beberapa pengamat keuangan mengatakan bahwa produk reksadana bisa memberikan hasil yang bagus, Bahkan bisa memberikan imbalan 4 kali lipat. Bagaimana cara investasi di Reksadana?

Keinginan vs Kebutuhan
Keinginan Anda tidak semua dituruti, hanya kebutuhan yang perlu dipenuhi.
Setiap kali Anda akan melakukan aktivitas, misalnya mau beli barang atau mau jalan-jalan coba tanyakan dulu pada dirimu sendiri. Apakah aktivitas atau barang itu adalah KEBUTUHAN atau hanya KEINGINAN saja? Ada satu ungkapan bagus yang perlu direnungkan:
“Alam semesta ini lebih dari cukup untuk memenuhi semua kebutuhan Anda, namun tidak akan pernah cukup untuk memenuhi keinginan Anda”
Bila Anda sudah punya smartphone yang masih berfungsi baik, untuk apa beli lagi. Kalau hanya untuk gengsi, lifestyle, dan memuaskan keinginan semata, lebih baik tidak usah dilakukan. Dari pada akhirnya menggerus gaji dan kebahagiaan Anda di pertengahan sampai akhir bulan.
Orang-orang yang pandai mengelola keuangan, akan berpikir seribu kali saat akan melakukan aktivitas. Apakah aktivitas itu benar-benar dibutuhkan atau tidak, dan apakah berdampak baik atau tidak pada keuangannya.
Berhemat bukan Pelit!
Peribahasa “hemat pangkal kaya” harus Anda percaya. Inilah peribahasa yang cocok dengan tips manajemen keuangan ke-empat. Perlu diingat juga bahwa hemat beda dengan pelit ya.
Cari informasi yang menyebabkan gaji Anda selalu ludes sebelum gajian lagi, misalnya, Anda boros menggunakan pulsa untuk internetan, jika demikian maka kurangi membeli pulsa untuk internetan.
Bila anda tidak bisa mengurangi aktivitas di dunia maya, teruskan saja kebiasaan tersebut dengan sering-sering ke fasilitas free wifi yang disediakan kantor Telkom terdekat.
—
Rajin-rajinlah memeriksa barang-barang yang ada di rumah Anda. Pilih, pilah mana yang masih bisa dipakai, mana yang rusak tapi masih bisa diperbaiki, dan mana yang benar-benar rusak. Efeknya akan bagus sekali, selain rumah menjadi bersih, rapi, dan bisa menambah penghasilan.
Dari mana, dari menjual barang-barang yang tidak dibutuhkan lagi atau memang tidak dibutuhkan tapi dibeli. Selain itu bisa dijadikan langkah awal merintis bisnis garage sale. Untuk lebih detailnya bisa dibaca artikel ini.
Dana yang terkumpul dari upaya Anda berhemat sebaiknya dimanfaatkan untuk aktivitas investasi ke tempat yang produktif. Selain hasilnya signifikan, aktifitas investasi merupakan cara yang sanggup mengejar kenaikan inflasi.
Untuk langkah awal Anda bisa memilih investasi ke reksadana, karena bisa dimulai dengan dana ratusan ribu rupiah. Dan dalam jangka panjang, bila dana yang terkumpul semakin banyak, Anda bisa berinvestasi ke sektor properti.
Buka wawasan untuk mencari peghasilan sampingan
Tips manajemen keuangan yang kelima adalah buka wawasan untuk menperoleh penghasilan sampingan di luar pendapatan utama.
Dengan catatan, gaji yang anda terima tiap bulan belum mencukupi kebutuhan.
Jika sudah ‘lebih-lebih’ skip saja tips manajemen keuangan kelima ini!
Siapapun bisa mempunyai penghasilan yang berlimpah dan berkah asal mau berupaya mencari dan mengelola penghasilan tersebut dengan baik. Sebagai karyawan Anda sudah memiliki penghasilan. Itu modal awal yang sangat baik. Modal kedua adalah otak dan pikiran Anda.
—
Otak memiliki kemampuan yang luar biasa, banyak orang sukses dan bisa memberikan manfaat yang besar bagi alam semesta dan manusia, walaupun kondisi fisiknya lemah.
Stephen Hawking, seorang astro fisikawan secara fisik sangat lemah namun kemampuan otaknya luar biasa dan bermanfaat bagi banyak orang, maka optimalkan fungsi otak Anda untuk mencari peluang mendapatkan penghasilan sampingan tanpa ‘ngrecoki’ pekerjaan saat ini.
Modal berikutnya adalah waktu. Orang bule mengatakan “time is money”.
Orang-orang yang pandai mengelola waktu biasanya mereka juga pandai dalam mengelola penghasilannya. Anda pun harapannya seperti itu, pantang membiarkan waktu terbuang dengan sia-sia.
Daripada bermalas-malasan sembari membayangkan sesuatu yang gak jelas di akhir pekan, lebih baik dimanfaatkan untuk mengelola dan mengembangkan usaha sampingan.
“Berarti gak boleh dong nongkrong-nongkrong di warung kopi, jalan-jalan di pusat perbelanjaan dan tempat rekreasi?”
“gak ada melarang, silahkan saja” tapi Anda tidak sekedar nongkrong dan jalan-jalan,
Anda bisa memanfaatkan waktu untuk bertemu dengan teman-teman yang mempunyai minat dan mengelola bisnis. Selain itu bisa untuk menangkap peluang dan mencari kesempatan yang mungkin akan menambah penghasilan Anda.
