Tips Praktis Rekonsiliasi Bank

Tips Praktis Rekonsiliasi Bank

Rekonsiliasi bank (bank reconciliation) adalah analisis informasi dan jumlah yang menyebabkan saldo kas yang dilaporkan dalam rekening bank berbeda dari saldo kas dalam buku besar, dan bertujuan untuk menghasilkan saldo kas yang disesuaikan.

Dengan kalimat lain, untuk pengendalian yang efektif, penyebab selisih antara saldo kas dalam rekening bank dan saldo kas dalam catatan akuntansi harus dianalisis dengan menyiapkan rekonsiliasi bank.

Rekonsiliasi bank biasanya dibagi dalam dua bagian. Bagian pertama, disebut sebagai bagian bank, dimulai dengan saldo kas menurut rekening bank dan berakhir dengan saldo yang disesuaikan.

Bagian kedua, disebut sebagai bagian perusahaan, dimulai dengan saldo kas menurut catatan perusahaan dan berakhir dengan saldo yang disesuaikan. Kedua jumlah saldo yang telah disesuaikan harus SAMA.

Format penyajian rekonsiliasi bank ditunjukkan berikut ini:

Format Rekonsiliasi Bank

Tips Praktis Rekonsiliasi Bank

5  langkah berikut ini sangat berguna dalam menemukan informasi yang perlu dicocokkan dan dalam menentukan saldo kas yang disesuaikan:

Langkah #1:

Bandingkan setiap setoran yang terdapat dalam rekening bank dengan setoran yang belum dicatat yang muncul dalam rekonsiliasi periode sebelumnya dan dengan setoran periode berjalan.

Tambahkan setoran yang belum dicatat oleh bank ke saldo menurut rekening bank. Setoran ini biasanya disebut sebagai deposit in transit.

Langkah #2:

Bandingkan cek yang dibayar dengan cek yang belum diuangkan dan muncul dalam rekonsiliasi periode sebelumnya dan dengan cek yang telah dicatat.

Kurangkan cek yang belum diuangkan oleh penerima cek dari saldo menurut rekening bank. Cek yang belum dicairkan oleh penerimanya, biasanya disebut sebagai outstanding check.

Langkah #3:

Bandingkan memo kredit bank dengan ayat jurnal yang dimasukkan di Jurnal.
Sebagai contoh, bank akan mengeluarkan memo kredit untuk wesel tagih dan bunga yang diterima untuk perusahaan.

Tambahkan memo kredit yang belum dicatat ke saldo menurut catatan perusahaan.

contoh rekonsiliasi bank

Langkah #4:

Bandingkan memo debit bank dengan ayat jurnal yang mencatat pembayaran kas.
Sebagai contoh, biasanya bank mengeluarkan memo debit atas beban administrasi dan ongkos cetak buku cek.

Bank juga mengeluarkan memo debit untuk cek kosong. Cek kosong biasanya dibebankan kembali ke pelanggan sebagai piutang usaha. Kurangkan memo debit yang belum dicatat dari saldo menurut catatan perusahaan.

Langkah #5:

Tentukan kesalahan yang ditemukan selama langkah-langkah sebelumnya.
Sebagai contoh, jika suatu jumlah salah dicatat oleh perusahaan, jumlah kesalahan tersebut harus ditambahkan ke atau dikurangkan dari saldo kas menurut catatan perusahaan.

Sama halnya, kesalahan yang dilakukan oleh bank harus ditambahkan ke atau dikurangkan dari saldo kas menurut rekening bank.

***

Contoh dan Langkah-langkah Rekonsiliasi Bank

Sebagai gambaran tentang rekonsiliasi bank, kita akan menggunakan contoh berikut ini:

Rekening Bank - Rekonsiliasi Bank

 

Pada gambar di atas kita bisa baca bahwa laporan rekening bank menunjukkan saldo Rp 3.359.780 (misalnya per 31 Mei 2018).

Sedangkan saldo kas dalam buku besar PT Go Berkah pada tanggal yang sama adalah Rp 2.459.990.

Kita akan melakukan rekonsiliasi bank dengan informasi-informasi tambahan berikut ini:

Setoran tanggal 31 Mei 2018 belum dicatat dalam rekening bank = Rp 816.200

Cek yang belum diuangkan = Rp 1.544.990

Wesel tagih berikut bunga sebesar Rp 8.000.000 diterima oleh bank (memo kredit), belum dicatat dalam jurnal = Rp 408.000

Cek dari pelanggan dikembalikan oleh bank karena dana tidak mencukupi = Rp 300.000

Beban administrasi bank (memo debit) belum dicatat dalam jurnal = Rp 18.000

Cek untuk  pembayaran utang sebesar Rp 732.260 dicatat di jurnal menjadi Rp 723.260 = Rp 9.000

Rekonsiliasi bank berdasarkan rekening bank dan informasi yang perlu dicocokkan adalah sebagai berikut:

Laporan Hasil Rekonsiliasi Bank

Setelah informasi dimasukkan dalam rekonsiliasi bagian bank, tidak ada ayat jurnal yang perlu dibuat dalam catatan perusahaan.

Bagian bank dimulai dengan saldo kas menurut rekening bank, tapi bank perlu diberitahu jika terjadi kesalahan yang harus diperbaiki dalam rekening bank.

Informasi apa pun dalam rekonsiliasi bagian perusahaan harus dicatat dalam catatan perusahaan.

Sebagai contoh, ayat jurnal perlu dibuat untuk memo bank yang belum dicatat dan kesalahan yang dilakukan oleh perusahaan.

Berdasarkan rekonsiliasi bank sebelumnya, ayat jurnal untuk PT GO Berkah adalah sebagai berikut:

Ayat Jurnal Penyesuaian Rekonsiliasi Bank

Penjelasan tabel dan jurnal di atas:

Perhatikan saldo akhir setelah rekonsiliasi sebesar Rp 2.630.990, saldo ini sama untuk catatan bank maupun catatan perusahaan.

Bagian pertama, saldo menurut catatan bank:
= (Rp 3.359.780 + Rp 816.200) – Rp 1.544.990
= Rp 4.175.980 – Rp 1.544.990 = Rp 2.630.990

Bagian kedua, saldo menurut catatan perusahaan:
= (Rp 2.549.990 + Rp 408.000) – (Rp 300.000 + Rp 18.000 + Rp 9.000)
= Rp 2.957.990 – Rp 327.000 = Rp 2.630.990

Setelah ayat jurnal di atas dipindahkan, akun kas akan memiliki saldo debit sebesar Rp 2.630.990.

Saldo ini akan sesuai dengan saldo kas yang disesuaikan seperti yang ditunjukkan dalam rekonsiliasi bank.

Jumlah ini merupakan kas yang tersedia per 31 Mei 2018 dan jumlah yang akan dilaporkan dalam neraca PT Go Berkah.

Langkah Prakatis Rekonsiliasi Bank

Meskipun perusahaan dapat mencocokkan rekening banknya dengan cara yang sedikit berbeda dari cara di atas, namun tujuannya tetap sama.

Yaitu untuk mengendalikan kas dengan mencocokkan catatan perusahaan dengan catatan sumber yang independen, yaitu bank. Dengan cara ini, kesalahan atau penyalahgunaan kas dapat dideteksi.

Untuk pengendalian yang efektif, rekonsiliasi bank harus disiapkan oleh karyawan yang tidak terlibat dalam atau mencatat transaksi kas.

Ketika tugas ini tidak dipisahkan dengan baik, kesalahan mungkin dapat terjadi, dan sangat mungkin terjadi kehilangan atau penyalahgunaan kas.

Sebagai contoh, karyawan yang terlibat dalam seluruh tugas ini dapat menyiapkan dan menguangkan cek yang tidak diotorisasi, menghilangkannya dari catatan akuntansi, dan menghilangkannya dari rekonsiliasi.

Rekonsiliasi bank juga dapat diterapkan dalam sistem yang sudah komputerisasi di mana setoran dan cek disimpan dalam dokumen dan catatan elektronik.

Dalam beberapa sistem, komputer menentukan perbedaan antara saldo akhir bank dan saldo menurut catatan perusahaan dan kemudian membuat penyesuaian untuk setoran yang belum dicatat oleh bank dan cek yang belum diuangkan.

Selanjutnya, perbedaan yang masih tersisa akan dilaporkan untuk analisis lebih lanjut.

Agar lebih memahami rekonsiliasi bank, perhatikan satu lagi contoh yang disajikan berikut ini:

Data berikut ini digunakan untuk mencocokkan rekening bank milik MK Consulting:

Saldo per bank = Rp 14.500.000
Saldo per catatan perusahaan = Rp 13.875.000
Beban administrasi bank = Rp 75.000
Setoran yang belum dicatat oleh bank = Rp 3.750.000
Cek kosong = Rp 800.000
Cek yang belum diuangkan = Rp 5.250.000

Dari data-data di atas, kita dapat menghitung jumlah saldo yang telah disesuaikan dalam rekonsiliasi bank, yaitu:

Rekonsiliasi bagian bank
= Rp 14.500.000 + Rp 3.750.000 – Rp 5.250.000 = Rp 13.000.000

Rekonsiliasi bagian perusahaan
= Rp 13.875.000 – Rp 75.000 – Rp 800.000 = Rp 13.000.000

Berdasarkan informasi dari rekonsiliasi bank perusahaan dapat membuat ayat jurnal yang diperlukan sebagai berikut:

(Debit) Piutang Usaha Rp 800.000
(Debit) Beban lain-lain Rp 75.000
(Kredit) Kas Rp 875.000

Bagaimana, mudah kan?

Demikian pembahasan tentang tips praktis rekonsiliasi bank lengkap dengan contoh dan langkah-langkahnya.

Moga bermanfaat dan terima kasih.

***

sop akuntansi keuangan powerful