Mengenal Produsen Tolak Angin, PT Sido Muncul, Perkembangan dan Laporan Keuanganya

Tolak Angin adalah penguasa pasar obat/jamu anti masuk angin.

Produk besutan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk ini menjadi raja meninggalkan pesaingnya.

Tolak Angin dikenal sebagai obat herbal berbentuk cair dalam kemasan sachet yang praktis.

Tolak Angin masih menjadi kontributor pendapatan utama bagi Sido Muncul dari segmen herbal.

Tolak Angin menggunakan resep rahasia yang ditemukan oleh Ny. Rahmat Sulistio, nenek Irwan Hidayat, Presiden Direktur PT Sido Muncul.

Bagaimana sejarah dan perkembangan Tolak Angin dan Sido Muncul?

Baca artikel ini sampai tamat ya…

 

01: Awal Berdirinya PT Sido Muncul

Berdirinya PT Sido Muncul

Tolak Angin mulai diproduksi tahun 1935 oleh Ny. Rahmat Sulistio dari industri rumahan.

Ny. Rahmat Sulistio mengelola usahanya dengan cara sederhana dan tradisional  di Jogja dibantu oleh tiga orang karyawan.

Bentuk produknya adalah jamu godokan yang sudah biasa dikonsumsi oleh masyarakat waktu itu.

Produk jamu godokan ini mendapat tanggapan bagus dari masyarakat.

***

Tahun 1951 keluarga besar Ny Rahmat Sulistio pindah ke Semarang dan perusahaan jamu yang masih sederhana ikut dibawa pindah.

Keluarga Ny. Rahmat Sulistio memberi nama perusahaan jamu Sido Muncul dan memasarkan jamu Tolak Angin  dari Jl. Mlaten Trenggulun, Semarang.

Seiring dengan perjalanan, jamu-jamu produksi Sido Muncul makin diminati masyarakat.

Sehingga pada tahun 1984, mereka memindahkan lokasi pabrik ke kawasan Industri Kecil Jln, Kaligawe, Semarang.

 

02: Pertumbuhan dan Perkembangan PT Sido Muncul

Perkembangan PT Sido Muncul

Pada era 90-an, pabrik pengolan Sido Muncul mulai menggunakan peralatan mesin modern, sehingga mereka bisa mengelola produksi jamu secara modern.

Pada tahun 1997, Sido Muncul kembali membangun pabrik baru di Klepu, Ungaran. Dan PT Sido Muncul menjadi satu-satunya pabrik berstandar pabrik farmasi.

***

Kehidupan terus berjalan. Selera konsumen dan trend jamu pun terus mengalami perubahan.

Setelah puluhan tahun berjalan, jamu Tolak Angin dalam bentuk serbuk mulai dianggap tidak praktis dan tidak milenial lagi, “kuno”.

Sehingga perkembangan jamu Tolak Angin pun stagnan.

Pada saat itu PT Sido Muncul memutuskan untuk melakukan inovasi dengan meluncurkan produk berbentuk cair dalam kemasan sachet yang praktis.

Maka, pada tahun 1994, Tolak Angin menjadi obat masuk angin cair yang pertama kali di Indonesia.

Apakah inovasi ini langsung sukses?

Ada pepatah yang mangatakan bahwa kesuksesan adalah hasil dari upaya bertahun-tahun tanpa mengenal lelah dan putus asa.

Demikian juga perjalanan Tolak Angin menggapai kesuksesan. Tidak sekejap mata, “ujug-ujug moncer” kata orang Jawa.

Namun memerlukan waktu, upaya dan proses untuk mencapainya.

Saat itu di pasaran belum ada jamu masuk angin dalam bentuk cair.

Pasar masih dikuasai Antangin, yang diproduksi Deltomed yang dikemas dalam bentuk tablet.

Tolak Angin masih kalah dibandingkan Antangin.

Dalam kondisi krisis moneter yang belum mereda, harga Tolak Angin cair lebih tinggi dibandingkan Antangin.

 

03: Strategi Pemasaran Tolak Angin Sido Muncul

Tolak Angin cair dalam kemasan sachet memang memiliki keunggulan dan rasa yang enak.

Tapi apalah artinya value added jika tidak dikomunikasikan kepada konsumen.

Pada kondisi seperti ini, Pak Irwan Hidayat yang dipercaya keluarga untuk memegang tampuk kepemimpinan Sido Muncul memutuskan untuk menyusun strategi pemasaran untuk menaklukan pemimpin pasar.

***

Beberapa strategi pemasaran yang dilakukan oleh pimpinan Sido Muncul adalah:

A: Repositioning Produk

Pada saat para pesaingnya masih merasa nyaman dalam kategori jamu, Sido Muncul melakukan repositioning produk.

Image produk besutan  PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk ini dirubah dari produk jamu jaman old menjadi produk jamu jaman now (herbal).

Maka lahirlah tagline iklan “Orang Pintar Minum Tolak Angin” yang menjelaskan positioning produk sebagai jamu modern yang praktis dan dapat dikonsumsi oleh semua kalangan.

Menurut pimpinan PT Sido Muncul, tagline itu adalah memberikan penghargaan terhadap semua.

Menurutnya, semua orang itu pintar pada panggilan hidupnya masing-masing.

Sehingga siapapun yang menghargai dirinya sendiri pantas dan layak minum Tolak Angin.

 

B: Strategi Pricing

Strategi ini dilakukan dengan menaikkan harga jual Tolak Angin.

Keputusan menaikkan harga ini  diambil setelah menemukan pemahaman adanya persepsi konsumen yang memandang bahwa harga murah identik dengan produk yang kurang bagus.

***

Implementasi cerdas dari strategi pemasaran ini dimulai dengan revitalisasi iklan Tolak Angin cair.

Mula-mula menggunakan Sophia Latjuba yang berwajah modern, mudah dan cantik.

Setelah itu muncul sebagai bintang iklan Tolak Angin, seperti Rhenald Kasali, Agnes Monica, Didik Kempot.

Pola ini pada saat itu tidak umum, persepsi masyarakat tak terkecuali produsen jamu menganggap jamu adalah produk tradisional.

Dengan kata lain, ketika Tolak Angin Sido Muncul memanfaatkan endorser yang berasal dari kalangan yang lebih tinggi dari  pada segmen produknya.

Tujuannya adalah untuk memposisikan dirinya di atas yang lain.

Dan ternyata, hal itu tidak menciptakan gap antara produk dan konsumen, tapi justru berhasil mendongkrak citra produk.

Pasar memberi feedback positif, orang tidak lagi malu minum jamu Tolak Angin.

Iklan itu menjadi titik balik kinerja merek.

Penjualan produk besutan Sido Muncul ini mulai memperlihatkan kemajuan dengan pertumbuhan yang semakin lama semakin cepat.

***

Selain memakai endorser ‘orang pintar’, visual iklan-iklan Tolak Angin juga selalu menggambarkan pabriknya yang modern dan higieniis.

Tak hanya sebatas itu, Sido Muncul juga terus menerus mengkomunikasikan serangkaian uji yang sudah dilewati Tolak Angin.

Misalnya uji khasiat dan uji toksisitas.

Termasuk ketika memperoleh sertifikat dari Badan Pengawasa Obat dan Makanan (BPOM) sebagai obat herbal berstandar.

Hasil peningkatan mutu produk itu kemudian dikomunikasikan melalui aktivitas public relations, khususnya publikasi di media masa.

Untuk kepentingan ini, Sido Muncul juga memberikan akses yang luas bagi publik untuk melihat aktivtas yang ada di lingkungan pabrik.

Termasuk mengelilingi kawasan agrowisata milik Sido Muncul.

 

C: Komunikasi Pasar Tolak Angin Sido Muncul

Sido muncul konsisten menerapkan perpaduan komunikasi lini atas dan lini bawah, dengan dominasi budget untuk lini atas.

Bukan hanya mengkomunikasikan pesan merek, iklan-iklan Sido Muncul secara konsisten juga menyampaikan pesan tentang gerakan cinta terhadap produk asli Indonesia.

Sido Muncul selalu berhasil memanfaatkan momen untuk mengelitik nasionalisme publik secara aktual.

Sehingga memberikan gambaran nasionalisme yang semakin kuat bagi Tolak Angin.

Konsistensi Sido Muncul untuk mengedukasi pasar dan mengangkat citra mereknya berbuah manis.

Dengan komunikasi yang tidak pernah lelah selama beberapa tahun, penjualan Tolak Angin meningkat pesat.

Dengan waktu yang tidak terlalu lama, Tolak Angin mendominasi pasar.

Jenis produk ini impulse factor-nya cukup kuat.

Sehingga saat pelanggan datang ke warung, mereka akan mencari merek yang menjadi top of mind.

 

04: Distribusi Produk Tolak Angin Sido Muncul

Tidak hanya komunikasi yang terus di genjot, distribusi produk pun menjadi perhatian utama Sido Muncul.

Untuk lebih mendekat pada saluran distribusi, Sido Muncul sering mengadakan event seperti agent gathering.

Para manajemen perusahaan, bahkan termasuk pimpinan perusahaan sering turun langsung ke lapangan untuk menjaga hubungan dengan pengecer.

Pada intinya, Sido Muncul berusaha untuk menjadikan para pengecer sebagai mitra terbaik.

Penetrasi di pasar modern juga semakin dalam. Upaya ini terlihat dengan semakin besarnya kontribusi terhadap total penjualan.

Hal ini menunjukkan bahwa Sido Muncul telah berhasil menembus segmen menengah atas secara positif.

Meskipun telah sukses mendominasi di segmen ini, Sido Muncul tidak lantas berpuas diri.

Sido Muncul terus melakukan inovasi dan pengembangan pasar yang lebih luas.

 

05: Pengembangan ke Luar Negeri

ekspor tolak angin

Upaya Tolak Angin Sido Muncul menjadi pemimpin pasar dan membesarkan pasar dapat dikatakan sudah berhasil.

Untuk pasar ekspor, Tolak Angin Sido Muncul juga terlihat kokoh.

Produk Sido Muncul ini sudah mendunia.

Di Amerika, Eropa, Australia, dan Singapura, produk Tolak Angin Sido Muncul tersedia di jaringan Asian Stock dan Oriental Stock.

Dan untuk mencapai target-targe berikutnya, Sido Muncul terus melakukan inovasi-inovasi.

Inovasi ini antara lain bisa dilihat pada pengembangan varian Tolak Angin Anak, Tolak Angin Flu.

Selain itu, Sido Muncul juga melebarkan kategori produknya dengan meluncurkan produk makanan kesehatan.

 

06: Laporan Keuangan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk

Berikut Laporan Keuangan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk tanggal 31 Desember 2019. yaitu:

  1. Laporan Posisi Keuangan
  2. Laporan Laba Rugi
  3. Laporan Perubahan Ekuitas
  4. Laporan Arus Kas

 

A: Laporan Posisi Keuangan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk

neraca sido muncul - aset

neraca sido muncul - liabilitas

neraca sido muncul - ekuitas

Keterangan:

Aset Lancar = Rp 1.716.235.000.000

Aset Tidak Lancar = Rp 1.820.663.000.000

Jumlah Aset = Rp 3.536.898.000.000

Liabilitas Jangka Pendek = Rp 416.211.000.000

Liabilitas Jangka Panjang = Rp 55.980.000.000

Jumlah Liabilitas = Rp 472.191.000.000

Ekuitas Neto = Rp 3.064.707.000.000

 

B: Laporan Laba Rugi PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk

Laporan Laba Rugi Sido Muncul - 1

Laporan Laba Rugi Sido Muncul - 2

Keterangan:

PT Sido Muncul membukukan penjualan sebesar Rp 3.067.434.000.000 pada tahun 2019.

Angka penjualan ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 11%, dibandingkan penjualan selama tahun 2018 sebesar Rp 2.763.292.000.000.

Nilai penjualan ini terdiri dari:

(1): Segmen Jamu Herbal dan Supplemen

Penjualan jamu herbal dan suplemen sebesar Rp 2.063.955.000.000

Pertumbuhan penjualan segmen jamu herbal dan suplemen sebesar 12%, dibandingkan tahun 2018 yang membukukan penjualan sebesar Rp 1.843.612.000.000

 

(2): Segmen Makanan dan Minuman

Penjualan segmen makanan dan minuman Rp 886.232.000.000

Pertumbuhan penjualan segmen makanan dan minuman sebesar 8%, dibandingkan penjualan tahun 2018 sebesar Rp 819.502.000.000

 

(3): Segmen Farmasi

Farmasi Rp 117.247.000.000

Pertumbuhan penjualan segmen farmasi sebesar 17%, dibandingkan penjualan tahun 2018 sebesar Rp 100.178.000.000

***

Beban Pokok Penjualan sebesar Rp 1.386.870.000.000.

Sehingga perolehan Laba Bruto sebesar Rp 1.680.564.000.000.

Dan Laba tahun berjalan sebesar Rp 807.689.000.000

Pertumbuhan laba sebesar 21,7% dibandingkan laba yang diperoleh tahun 2018 sebesar Rp 663.849.000.000.

 

C: Laporan Perubahan Ekuitas PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk

PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk
Dan Entitas Anaknya
Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2019
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Laporan Perubahan Ekuitas Sido Muncul -1

Laporan Perubahan Ekuitas Sido Muncul 2019 - 2

 

D: Laporan Cash Flow/ Arus Kas PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk

Laporan Cash Flow Sido Muncul -operasi

Laporan Cash Flow Sido Muncul - financing

Keterangan:

Kas dari aktivitas operasi  = Rp 836.914.000.000

Kas digunakan untuk aktivitas Investasi = Rp (136.225.000.000)

Kas digunakan untuk aktivitas pendanaan = Rp (640.028.000.000)

 

E: Rasio Keuangan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk

#1: Rasio Laba Rugi terhadap Aset (Return on Assets)

= Rp 807.689.000.000 : Rp 3.536.898.000.000
= 22,8%

 

#2: Rasio Laba Rugi terhadap Ekuitas (Return on Equity)

= Rp 807.689.000.000 : Rp 3.064.707.000.000
= 26,4%

 

#3: Rasio Laba Rugi terhadap Pendapatan (Income to Revenue)

= Rp 807.689.000.000 : Rp 3.067.434.000.000

 

#4: Rasio Lancar (Current Rasio)

= Rp 1.716.235.000.000 : Rp 416.211.000.000
= 4,1

 

#5: Rasio Liabilitas terhadap Aset (Liabilities to Total Aset)

= Rp 472.191.000.000 :  Rp 3.536.898.000.000
= 0.13

 

#6: Rasio Liablitas terhadap Ekuitas (Liabilities to Total Equity):

= Rp 472.191.000.000 : Rp Rp 3.064.707.000.000
= 0,15

***

Demikian sedikit yang dapat disampaikan tentang sejarah dan perkembangan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk dengan produk andalannya Tolak Angin.

Semoga bermanfaat. Terima kasih.

manajemen keuangan dan SOP