Begini Cara Mencatat dan Menyajikan Tunjangan Karyawan di Laporan Keuangan

Tunjangan karyawan adalah tambahan penerimaan karyawan yang diberikan perusahaan di luar gaji pokoknya.

Contoh tunjangan hari raya (THR) yang diberikan perusahaan pada saat hari raya.

Bagaimana cara mencatat dan menyajikan pengeluaran perusahaan untuk tunjangan karyawan?

Cara mencatat pengeluaran untuk tunjangan pegawai/karyawan adalah sama dengan pencatatan pengeluaran untuk beban lainnya.

Untuk lebih jelasnya, mari ikuti penjelasan dan contoh berikut ini…

 

01: Perhitungan Tunjangan Karyawan ( THR ) 

tunjangan karyawan adalah

Pada contoh ini, saya menggunakan tunjangan hari raya.

Tunjangan Hari Raya atau THR adalah pemberian tunjangan karyawan dari perusahaan yang diberikan saat hari raya.

Tepatnya 15 hari sebelum hari raya (peraturan Depnaker tentang gaji karyawan swasta).

Bagaimana cara menghitung Tunjangan Hari Raya (THR)?

Besarnya tunjangan hari raya (THR) biasanya satu kali gaji untuk pegawai yang  masa kerjanya minimal satu tahun.

Atau jika masa kerja pegawai kurang dari satu tahun maka dihitung dari perbandingan masa kerja setahun dikalikan besar gaji sebulan.

Perhatikan contoh perhitungan Tunjangan Hari Raya (THR) berikut ini:

Misalnya, Pak Budi mulai bekerja di PT Manajemen Keuangan Network pada tanggal 1 Januari 2020.

Gaji yang diterima Pak Budi sebesar Rp. 3.200.000 tiap bulan.

Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran jatuh pada tanggal 23 Mei 2020.

Maka besarnya Tunjangan Hari Raya yang akan diterima Pak Budi dapat dihitung sebagai berikut :

= Masa kerja Pak Budi / 12 X Gaji 1 bulan
= 6/12 X Rp. 3.200.000
= Rp. 1.600.000,-

 

02: Pencatatan dan Penyajian Tunjangan Karyawan di Laporan Keuangan

tunjangan pegawai

Bagaimana pencatatan pengeluaran tunjangan karyawan (THR) di Laporan Keuangan?

Tunjangan Hari Raya yang dikeluarkan dan diberikan kepada karyawan setiap hari raya akan berpengaruh terhadap Neraca dan Laporan Laba Rugi.

 

A: Neraca

Pada saat perusahaan mengeluarkan Tunjangan Hari Raya, maka akan mengurangi kas/bank perusahaan.

Mari kita lihat struktur sebuah neraca dalam laporan keuangan berikut ini :

format laporan keuangan neraca

Struktur neraca didasarkan pada persamaan akuntansi :

Asset = Utang (Liability) + Modal (Equity)

Bentuk persamaan tersebut menunjukkan bahwa jumlah aset akan sama besar dengan jumlah utang (liability) dan modal (equity).

Salah satu elemen dari Modal adalah LABA TIDAK DIBAGI.

Apa itu Laba Tidak Dibagai atau Laba Ditahan?

Pengertian Laba Tidak Dibagi adalah akumulasi laba tahun-tahun sebelumnya yang tidak dibagi sebagai deviden.

Pada saat pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR).

Maka akan mengurangi nilai kas perusahaan, sehingga jurnalnya akan dicatat pada sisi KREDIT.

B: Laporan Laba Rugi

THR yang dibayarkan perusahaan akan dibebankan sebagai biaya,.

Sehingga akan diperhitungkan sebagai elemen pengurang  Gross Profit.

Bila kita melihat struktur Laporan Laba Rugi adalah seperti berikut ini :

tunjangan karyawan swasta

Dari gambar di atas, terlihat bahwa struktur sebuah laporan laba rugi terdiri dari:

  • Sales (Penjualan),
  • COGS (Harga Pokok Penjualan),
  • Expenses (Biaya-biaya),
  • Interest (Bunga),
  • Tax(Pajak),
  • Depreciation (Depresiasi) dan
  • Amortization (Amortisasi).

Untuk lebih mudah memahami Laporan Laba Rugi, yuk kita lihat elemen-elemen detailnya dan seperti apa pengaruhnya dalam Laporan Laba Rugi.

Perhatikan gambar berikut ini :

Format Laporan Laba Rugi
Gambar: Format Laporan Laba Rugi

 

#1. Pendapatan

Pendapatan adalah aliran masuk atau kenaikan aktiva perusahaan yang berasal dari penjualan barang dan jasa atau dari aktivitas lain perusahaan.

 

#2. Harga Pokok Penjualan (Cost Of Goods Service)

HPP atau harga pokok penjualan menunjukkan jumlah harga pokok produk-produk yang dijual.

Jika produk tersebut dari pembelian, maka harga pokok penjualannya adalah harga beli kali jumlah barang yang dijual.

Bila produk yang dijual adalah produksi sendiri, maka anda harus menghitung HARGA POKOK PRODUKSI

Selanjutnya perhitungan harga pokok penjualannya adalah harga pokok produksi.

Ditambah harga pokok persediaan produk jadi di awal periode dan dikurangi harga pokok persediaan akhir periode.

Dari gambar di atas dapat dijelaskan bahwa:

“Gross Profit adalah hasil perhitungan Pendapatan dikurangi HPP/COGS”

 

#3. Expenses

Biaya-biaya ini dapat dikelompokkan menjadi 2, yaitu : Biaya penjualan dan Biaya administrasi dan Umum.

Biaya Penjualan adalah semua biaya yang terkait dengan aktivitas penjualan, seperti gaji dan komisi penjual, iklan.

Sedangkan biaya administrasi dan umum, seperti gaji pegawai, THR, Telpon, listrik, sumbangan.

 

#4. Depresiasi, Amortisasi

Biaya yang termasuk dalam depresiasi seperti depresiasi aktiva tetap kantor dan depresiasi aktiva tetap bagian penjualan.

Pembahasan lengkap mengenai depresiasi dan metode perhitungannya secara lengkap ada di artikel  4 Metode Penyusutan Aktiva Tetap.

Operating Profit adalah hasil perhitungan Gross Profit dikurangi expenses.

 

#5. Interest & Tax

Interest atau bunga bisa dimasukkan sebagai pendapatan dan biaya lain-lain.

Sedangkan pajak adalah pajak yang dikenakan terhadap laba yang diperoleh perusahaan.

Perhitungan pajak didasarkan pada laba akuntansi atau laba menurut pajak.

“Net Profit adalah operating profit ditambah pendapatan bunga dan dikurangi biaya bunga serta dikurangi Tax”

Dari pembahasan tentang struktur Laporan Laba Rugi di atas, jelas sekali bahwa tunjangan hari raya (THR) termasuk dalam elemen biaya.

Pengeluaran untuk tunjangan karyawan / tunjangan pegawai akan menurunkan nilai kas dan meningkatkan jumlah biaya.

Bagaimana cara pencatatan jurnal akuntansinya?

Begini…

Penurunan jumlah aset perusahaan dicatat pada sisi Debit.

Sedangkan peningkatan jumlah biaya dicatat pada sisi Kredit.

Gampang ya?

Bagaimana pengaruh transaksi pengeluaran tunjangan pegawai terhadap Laporan Keuangan?

Kas adalah salah satu komponen Laporan Keuangan neraca.

Sedangkan pos biaya adalah elemen jenis laporan keuangan Laba Rugi.

Jadi, pengeluaran THR akan berpengaruh pada Neraca dan Laporan Laba Rugi, yaitu akan mengurangi KAS dan menambah BIAYA.

Bila mengambil contoh perhitungan THR untuk Pak Budi di atas, maka pencatatan jurnalnya adalah sebagai berikut :

[Debit] Pembayaran Tunjangan Hari Raya        Rp. 1.600.000
[Kredit] Kas                                 Rp. 1.600.000

Bila anda ingin membuat jurnal akuntansi yang 99% tepat dan benar untuk berbagai transaksi, silahkan baca tips praktisnya di artikel berikut ini :

>>> Begini Cara Membuat Akuntansi yang Benar, Simpel, Cepat dan Akurat

Dan untuk menambah wawasan kita tentang tunjangan karyawan/ tunjangan pegawai berikut ini saya sajikan video singkat dan menarik.

Selamat menyaksikan…

Bagaimana, meng-inspirasi kan?

 

03: Kesimpulan 

Tunjangan karyawan adalah tambahan penerimaan yang diberikan perusahaan kepada pegawai-pegawainya.

Sebagai contoh:

  • Tunjangan karyawan BUMN
  • Tunjangan pegawai bank
  • Tunjangan pegawai negeri
  • Tunjangan pegawai pajak

Jumlah tunjangan karyawan tidak sama untuk setiap perusahaan dan instansi.

Ada yang tahu, bagaimana tunjangan karyawan BCA, tunjangan karyawan JNE, tunjangan pegawai PLN, dan tunjangan pegawai bank BRI?

Silahkan di-share…

Apa tujuan tunjangan karyawan?

Salah satu tujuan pemberian tunjangan karyawan adalah sebagai imbalan dan insentif serta penghargaan atas jasa yang diberikan karyawan kepada perusahaan.

Demikian artikel yang membahas tentang cara mencatat dan menyajikan di Laporan Keuangan pengeluaran untuk tunjangan karyawan, dan kali ini mengambil contoh beban tunjangan hari raya [THR].

Mudah kan?

Terima kasih.*****

manajemen keuangan dan SOP