Case Study: Proses Tutup Buku Perusahaan Manufaktur dengan Jurnal Penutup
A: Case Study Proses Tutup Buku Perusahaan Manufaktur
Agar semakin jelas gambaran tentang proses tutup buku perusahaan manufaktur dengan memanfaatkan jurnal penutup, maka kami sajikan case study berikut ini:
PT Xbening Plastic Manufacturer memiliki saldo rekening tahun 2019 sebagai berikut:
(a). Kas = Rp 1.750.000
(b). Piutang = Rp 2.350.000
(c). Persediaan = Rp 2.500.000
(d). Aktiva Tetap Mesin = Rp 8.000.000
(e). Akumulasi penyusutan Mesin = Rp 500.000
(f). Total Aset :
= (a)+(b)+(c)+(d)-(e)
= 1.750.000+2.350.000+2.500.000+8.000.000–500.000 = Rp 14.100.000
(g). Hutang = Rp 500.000
(h). Modal Disetor = Rp 7.000.000
(i). Laba Ditahan = Rp 6.600.000
(j). Jumlah Kewajiban dan Modal :
= (g)+(h)+(i)
= 500.000+7.000.000+6.600.000 = Rp 14.100.000
Neraca Saldo Setelah Penyesuaian adalah sebagai berikut:

Pada akhir periode akuntansi perusahaan melakukan stock opname dengan hasil saldo akhir persediaan adalah senilai Rp 2.500.000.
B: Prosedur dan Langkah-langkah Tutup Buku
Dengan contoh data seperti di atas, maka tahap-tahap proses tutup buku PT Xbening Plastic Manufacturer adalah sebagai berikut:
1: Memisahkan akun nominal dengan akun real.
Akun nominal adalah rekening yang sebenarnya bersifat sementara, sehingga disebut juga dengan temporary account. Akun nominal digunakan sebagai penampungan yang sementara dan pada akhir periode akan ditutup ke rekening laba ditahan (retained earning).
Bagaimana cara memisahkan akun nominal dan akun real?
Perhatikan proses pemisahaan akun nominal dan real berikut ini:
Transaksi-transaksi perusahaan yang termasuk dalam jenis akun atau rekening nominal adalah seperti berikut ini:
- Dividen = Rp 1.200.000
- Alat Tulis Kantor (ATK) = Rp 800.000
- Pembelian Bahan Baku (Raw Material) = Rp 20.100.000
- Beban Administrasi = Rp 1.000.000
- Biaya Tenaga Kerja Langsung = Rp 5.000.000
- Pemeliharaan Aset Tetap (Fixed Asset) = Rp 250.000
- Penyusutan Aset Tetap = Rp 1.150.000
- Penjualan = Rp 57.000.000 (Kredit)
- Beban Gaji = Rp 600.000
- Pemeliharaan = Rp 1.500.000
- Beban Lain-lain = Rp 500.000
- Biaya Utilitas = Rp 750.000
- Beban Angkut Pembelian = Rp 400.000
Sedangkan yang termasuk dalam rekening real adalah pos-pos sebagai berikut :
- Kas = Rp 4.200.000
- Piutang Usaha = Rp 8.700.000
- Aset Tetap = Rp 9.200.000
- Akumulasi Penyusutan Aset Tetap = Rp 1.150.000
- Hutang Usaha = Rp 200.000
Demikian akun-akun yang termasuk jenis nominal account dan real account, selanjutnya kita akan membuat jurnal penutup untuk menutup saldo rekening nominal.