Pengertian Valuasi Saham dan Cara Menentukan Nilai Saham

Model Valuasi Saham

Valuasi saham atau nilai saham dapat ditentukan melalui suatu pemodelan yang bisa membantu menunjukkan bagaimana nilai saham dapat ditentukan.

Saham bisa mencerminkan andil kepemilikan dalam suatu perusahaan. Namun bagi investor pada umumnya, selembar saham biasa hanyalah selembar kertas yang dicirikan dengan 2 fitur berikut ini :

Fitur #1.

Saham biasa memberikan hak atas dividen kepada pemiliknya, tapi hanya jika perusahaan memiliki laba yang cukup untuk membayar dividen dan manajemen memilih untuk membayarkan dividen daripada mempertahankan dan menginvestasikan kembali seluruh laba.

Jika obligasi memiliki janji untuk membayar bunga, saham biasa tidak memberikan janji seperti itu.

Fitur #2.

Saham dapat dijual dan harapannya harga yang lebih tinggi daripada harga belinya. Jika saham dijual pada harga di atas harga belinya, maka investor akan menerima keuntungan modal (capital gain), dan sebaliknya.

( Baca juga : Tiga Mekanisme Perdagangan Saham )

Saham biasa memberikan aliran arus kas yang diharapkan akan terjadi di masa depan, dan nilai suatu saham dihitung dari nilai sekarang arus kas masa depan yang diharapkan, di mana nilai tersebut terdiri atas dua unsur, yaitu :

  • Dividen yang diharapkan setiap tahun.
  • Harga yang diharapkan akan diterima oleh investor ketika mereka menjual saham tersebut. Harga terakhir akan memasukkan pengembalian investasi awal ditambah keuntungan modal yang diharapkan.

 

Pengertian Istilah-istilah Model Valuasi Saham

Sebelumnya kita sudah memahami bahwa kita bisa mengembangkan beberapa model yang bisa membantu menunjukkan bagaimana nilai saham dapat ditentukan.

Ada beberapa istilah yang perlu dipahami berkaitan dengan model ini, yaitu :

#1. Dividen yang Diharapkan

Pengertian dividen yang diharapkan adalah dividen yang diharapkan akan diterima oleh para pemegang saham pada akhir tahun tertentu.

Misalnya D0 adalah dividen terakhir yang telah dibayarkan, dan D1 adalah dividen pertama yang diharapkan akan dibayarkan pada akhir tahun ini. Dan D2 adalah dividen yang diharapkan pada akhir tahun kedua, dan seterusnya.

Maka, D1 mencerminkan ARUS KAS pertama yang akan diterima oleh pembeli saham yang baru.

Perhatikan bahwa D0, dividen yang baru dibayarkan, nilainya telah diketahui secara pasti. Namun nilai seluruh dividen di masa depan merupakan nilai yang diharapkan.

Ekspektasi ini berbeda antar tiap investor, dan perbedaan tersebut menyebabkan terjadinya perbedaan dalam nilai intrinsik saham.

 

#2. Harga Pasar (Market Price)

Pengertian harga pasar adalah harga di mana saham dijual di pasaran.

(Baca juga : Bagaimana Efisiensi Pasar Modal Mempengaruhi Harga Saham?)

 

#3. Harga Saham yang Diharapkan

Pengertian harga saham yang diharapkan adalah nilai intrinsik saham hari ini seperti yang terlihat oleh investor yang sedang melakukan analisis.

Perhatikan bahwa harga saham yang diharapkan merupakan nilai intrinsik saham hari ini berdasarkan estimasi investor tertentu atau aliran dividen saham yang diharapkan dan tingkat risiko aliran tersebut.

Akibatnya, jika HARGA PASAR nilainya TETAP dan IDENTIK bagi seluruh investor, harga saham yang diharapkan  dapat  BERBEDA antara satu investor dengan investor lain, tergantung pada seberapa optimis mereka memandang perusahaan.

Harga saham yang diharapkan  merupakan estimasi setiap investor tentang nilai intrinsik hari ini di atas atau di bawah harga saham saat ini.

Seorang investor akan membeli saham hanya jika estimasi mereka atas nilai intrinsik saham lebih besar atau sama dengan nilai harga pasar.

Terdapat banyak investor di dalam pasar saham, sehingga akan terdapat banyak nilai untuk harga saham yang diharapkan.

Namun yang menentukan harga pasar sebenarnya adalah tindakan dari investor umum atau marginal.

Harga pasar harus sama dengan nilai harga pasar yang diharapkan, jika tidak akan terjadi disekuilibrium, dan jual beli dalam pasar saham akan mengubah harga pasar sampai harga pasar sama dengan harga pasar yang diharapkan bagi investor marginal.

( Baca juga : 5 Jenis Pasar Keuangan )

 

#4. Tingkat Pertumbuhan (Growth Rate)

Pengertian tingkat pertumbuhan adalah dividen per lembar saham yang diharapkan.

Jika dividen diharapkan  tumbuh dengan tingkat yang konstan, maka tingkat pertumbuhan akan sama dengan dengan tingkat pertumbuhan LABA dan harga saham yang diharapkan.

Investor yang berbeda menggunakan nilai tingkat pertumbuhan yang berbeda pula untuk meng-evaluasi saham suatu perusahaan, tapi harga pasar dan nilai intrinsik ditentukan dengan menggunakan basis tingkat pertumbuhan seperti yang di-estimasikan oleh investor marginal.

 

#5. Tingkat Pengembalian yang Diminta (Required Rate of Return)

Pengertian tingkat pengembalian yang diminta adalah tingkat minimum pengembalian atas suatu saham biasa yang dianggap dapat diterima oleh pemegang saham.

Tingkat pengembalian yang diminta sudah mempertimbangkan risiko dan pengembalian yang tersedia dari investasi lain, seperti inflasi.

 

#6. Tingkat Pengembalian yang Diharapkan (Expected Rate of Return)

Pengertian tingkat pengembalian yang diharapkan adalah tingkat pengembalian atas saham biasa yang diharapkan akan diterima oleh pemegang saham di masa depan.

Nilai tingkat pengembalian yang diharapkan bisa di atas atau di bawah nilai tingkat pengembalian yang diminta.

Investor hanya akan membeli saham jika nilai tingkat pengembalian yang diharapkan sama dengan atau lebih besar dari nilai tingkat pengembalian yang diminta.

 

#7. Tingkat Pengembalian Aktual yang Terealisasi (Actual Realized Rate of Return)

Pengertian tingkat pengembalian aktual yang terealisasi adalah tingkat pengembalian atas suatu saham biasa yang secara aktual diterima oleh pemegang saham dalam periode di masa lalu.

Tingkat pengembalian aktual yang terealisasi bisa lebih besar atau lebih kecil dibandingkan tingkat pengembalian yang diharapkan dan atau tingkat pengembalian yang diminta.

Kita bisa berharap mendapatkan pengembalian sebesar tingkat pengembalian aktual = 10% jika kita membeli saham hari ini.

Namun jika pasar saham menurun, maka kita akan mendapatkan nilai pengembalian aktual terealisasi yang jauh lebih rendah pada tahun depan, bahkan negatif.

 

#8. Imbal Hasil Dividen (Dividend Yield)

Pengertian imbal hasil dividen adalah dividen yang diharapkan dibagi dengan harga saham saat ini.

Jika saham yang diharapkan akan membayar dividen sebesar Rp 13.000 sepanjang 12 bulan ke depan, dan jika harganya saat ini adalah Rp 260.000 maka imbal hasil dividen yang diharapkan adalah :
= Rp 13.000 / Rp 260.000 = 5%

( Baca juga : Inilah 3 Bentuk Pembagian Dividen yang Sebaiknya Diketahui Sebelum Anda Membeli Saham )

 

#9. Imbal Hasil Keuntungan Modal (Capital Gain Yield)

Pengertian imbal hasil keuntungan modal adalah keuntungan modal sepanjang satu tahun tertentu dibagi dengan harga awal.

Jika saham hari ini dijual pada harga Rp 260.000 dan jika saham diharapkan naik menjadi Rp 273.000pada akhir tahun pertama, maka keuntungan modal yang diharapkan adalah :
Rp 273.000 – Rp 260.000 = Rp 13.000

Imbal hasil keuntungan modal yang diharapkan adalah :
= Rp 13.000 / Rp 260.000 = 5%

 

#10. Total Pengembalian yang Diharapkan (Expected Total Return)

Pengertian total pengembalian yang diharapkan adalah jumlah imbal hasil yang diharapkan dan imbal hasil keuntungan modal yang diharapkan.

Bila menggunakan contoh di atas, maka Total pengembalian yang diharapkan adalah :
= imbal hasil dividen yang diharapkan + imbal hasil keuntungan modal yang diharapkan
= 5% + 5% = 10%

 

Nah, demikian pembahasan tentang model valuasi saham, suatu pemodelan yang akan membantu menunjukkan harga sebuah saham ditentukan.

Bagaimana menurut Anda?

sop akuntansi keuangan powerful