SOP Manajemen Aset Tetap Perusahaan

SOP Manajemen Aset Tetap Perusahaan

Manajemen aset atau Asset Management digunakan untuk mengelola semua aset dan infrastruktur perusahaan agar bisa berfungsi optimal untuk mendukung aktivitas perusahaan. Agar tujuan itu dapat berjalan dengan baik dan by sistem, maka diperlukan suatu standar prosedur operasional.

(Baca juga : Accounting Tools + SOP Akuntansi Keuangan)

Dan kali ini blog manajemen keuangan kembali menyajikan contoh SOP Manajemen Aset Tetap.  Dan berikut ini detil per bagiannya :

 

#1. Bagian Header SOP Manajemen Aset Tetap

Berikut ini contoh header SOP Manajemen Aset Tetap :

Bagian Header SOP Manajemen Aset Tetap

 

#2. Bagian Isi SOP Manajemen Aset Tetap

Tujuan

Untuk memastikan bahwa insfrastruktur dan aset perusahaan dikelola dengan baik agar selalu dalam kondisi siap pakai oleh perusahaan.

Ruang Lingkup

Prosedur proses pemeliharaan mencakup kegiatan mulai dari identifikasi dan klasifikasi aset sampai dengan update daftar aset. Prosedur perbaikan fasilitas dimulai dari permintaan perbaikan fasilitas dari user sampai mencatat ke log book perbaikan di perusahaan.

Definisi

Pemeliharaan adalah pemeliharaan fasilitas adalah usaha yang dilakukan dengan cara mengontrol, mengecek dan memelihara semua fasilitas yang dimiliki oleh perusahaan.

Perbaikan adalah usaha untuk mengembalikan kondisi dan fungsi dari suatu benda atau alat yang rusak akibat pemakaian alat tersebut pada kondisi semula.

Proses perbaikan tidak menuntut penyamaan sesuai kondisi awal, yang diutamakan adalah alat tersebut bisa berfungsi normal kembali.

Referensi

ISO, Quality Management System

Baca juga : 4 Rasio Asset Management yang Harus anda ketahui Saat Mengelola Bisnis

 

#3. Bagian Disposisi SOP Manajemen Aset Tetap

Contoh : Bagian Disposisi SOP Manajemen Aset Tetap

 

# Alur Proses

Alur Proses : Identifikasi dan Klasifikasi Aset

  1. Melakukan identifikasi dan klasifikasi aset yang dimiliki perusahaan.
  2. Membuat daftar aset. Dokumen yang dihasilkan dari proses ke-2 ini berupa Daftar Aset.
  3. Menyusun program dan jadwal pemeliharaan aset perusahaan per jenis aset secara rutin dan periodik. Dokumen yang dihasilkan dari proses ini berupa dokumen Program dan Jadwal Pemeliharaan serta Manual Book Asset.
  4. Melaksanakan pemeliharaan sesuai dengan jadwal dengan menggunakan checklist Dokumen yang dihasilkan dari proses ke-4 ini berupa Jadwal dan Checklist Pemeliharaan.
  5. Apabila pada saat pemeliharaan tidak ditemukan ketidaksesuaian atau kerusakan catatkan hasil pemeliharaan ke log book pemeliharaan. Hasil dari proses ke-5 ini berupa dokumen Log Book Pemeliharaan.
  6. Bila pada saat pemeliharaan ditemukan kerusakan maka lakukan perbaikan sesuai dengan prosedur perbaikan seperti pada alur proses : perbaikan.
  7. Melakukan update daftar aset perusahaan secara rutin setiap ada penambahan atau pengurangan aset. Dokumen daftar aset adalah hasil dari proses yang ke-7 ini.
Alur Proses : Identifikasi dan Klasifikasi Aset

Baca juga : Penyusutan dan Penjualan Aktiva Tetap yang sudah Dinilai Kembali

Alur Proses : Perbaikan

  1. Menerima laporan kerusakan dan permintaan perbaikan dari user terkait, atau berdasarkan temuan dari petugas pada saat proses pemeliharaan.
  2. Melakukan kros cek atau pemeriksaan terhadap laporan kerusakan dan permintaan perbaikan. Bila tingkat kerusakan memerlukan penggantian spare part atau rekanan maka hubungi bagian pengadaan untuk melakukan proses pengadaan.
    Dokumen yang terkait untuk prose ke-1 dan ke-2 adalah dokumen laporan kerusakan dan permintaan perbaikan. Dan bagian Umum menjadi penanggungjawabnya.
  3. Melakukan proses pengadaan sesuai dengan pedoman pengadaan. Bila sudah mendapat rekanan yang sesuai maka dikirim ke bagian umum untuk melakukan perbaikan. Bagian pengadaan menjadi penanggung jawab proses ke-3 ini. Dan dokumen terkait pada proses ke-3 ini adalah daftar rekanan.
  4. Melakukan perbaikan sesuai dengan jenis kerusakan. Dokumen yang terkait dengan proses ini adalah checklist perbaikan dan bagian umum menjadi penanggungjawabnya.
  5. Mencatat setiap hasil perbaikan yang dilakukan ke dalam log book perbaikan. Bila dilakukan oleh rekanan maka bagian umum juga menerima berita acara perbaikan atau laporan perbaikan dari rekanan. Dokumen yang terkait adalah log book perbaikan.
Alur Proses : Perbaikan

Demikian pembahasan mengenai contoh SOP Asset Management – Pengelolaan dan Pemeliharaan Aset Tetap Perusahaan.  Sudahkan bisnis anda membuat dan menerapkan SOP Asset Management ini?