SOP & Accounting Tools

Apa itu SOP Standar Operasional Prosedur?

Pengertian SOP (Standard Operating Procedure in English) adalah pedoman dan panduan terdokumentasi yang berisi metode khusus untuk melakukan tugas atau pekerjaan secara konsisten.

Contoh standar operasional prosedur sekolah, toko retail, lembaga pengelola zakat, unit kerja rekam medis, zoom meeting, usaha kuliner sop buah dan sop ayam.

Apa tujuan, fungsi, manfaat dan kendala implementasi standard operating procedure?

 

Daftar Isi Artikel

01: Pengertian SOP Menurut Para Ahli Adalah?

Bagaimana pengertian standar operasional prosedur (SOP) menurut para ahli? Berikut ini disajikan pendapat dari 3 ahli:

1: Pengertian SOP Menurut Tjipto Atmoko

Menurut beliau, Standar Operasional Prosedur SOP adalah suatu pedoman atau acuan untuk melaksanakan tugas pekejaan sesuai dengan fungsi dan alat penilaian kinerja bagi instansi pemerintah maupun non-pemerintah, usaha maupun non-usaha, berdasarkan indikator-indikator teknis, administratif, dan prosedural sesuai tata kerja, prosedur kerja dan sistem kerja pada unit kerja yang bersangkutan.

 

2: Definisi SOP Menurut Annie Sailendra

Annie Sailendra menjelaskan bahwa SOP adalah panduan yang digunakan untuk memastikan kegiatan operasional organisasi atau perusahaan berjalan dengan lancar.

 

3: Apa itu SOP Menurut Istyadi Insani

Istyadi Insani menerangkan bahwa SOP adalah dokumen yang berisi serangkaian instruksi tertulis yang dibakukan mengenai berbagai proses penyelenggaraan administrasi perkantoran yang berisi cara melakukan pekerjaan, waktu pelaksanaan, tempat penyelenggaraan, dan aktor yang berperan dalam kegiatan.

 

02: Fungsi SOP Standar Operasional Prosedur

Fungsi SOP Adalah?

Fungsi SOP adalah sebagai alat pandu bagaimana seseorang melakukan sesuatu, bahkan juga sebagai alat ukur, alat pantau, alat latih, alat reward dan punish. Tujuan SOP adalah untuk menjamin proses produksi distribusi barang dan jasa berjalan baik

Pada dasarnya fungsi SOP adalah menerjemahkan konsep, metode dan teknik yang dibutuhkan oleh setiap kegiatan divisi dalam perusahaan yang dituangkan dalam bentuk yang biasa digunakan dalam aktivitas kerja setiap hari.

Dan secara lebih rinci, fungsi standar operasional prosedur adalah:

  1. Menunjukkan dokumen aktivitas dan pengoperasiannya secara detail.
  2. Mendefinisikan peran jabatan dan posisi yang jelas di perusahaan.
  3. Melatih dan menciptakan kedisiplinan untuk semua pegawai perusahaan.
  4. Menciptakan dan menjaga konsistensi performance setiap divisi dalam perusahaan.
  5. Menjadi dasar hukum yang kuat ketika terjadi pelanggaran wewenang dan tanggungjawab.
  6. Memudahkan untuk mem-filter, menganalisis, mengklasifikasi dan me-reduksi kegiatan yang tidak sesuai dengan prosedur.
  7. Mengurangi kekeliruan dan inefisiensi.
  8. Tutorial dan petunjuk bagai karyawan untuk melakukan pekerjaan.
  9. Memberikan kesamaan dan standardisai sistem kerja.
  10. Sarana pengawasan yang efektif.
  11. Memperpendek waktu training karyawan karena prosedur kerja sudah jelas.
  12. Menyederhanakan proses pengambilan keputusan karena syarat dan ketentuannya sudah jelas dan rinci.
  13. Memudahkan komunikasi antar karyawan dan manajemen perusahaan.

 

03: Manfaat SOP Standar Operasional Prosedur

Manfaat SOP Adalah?

Manfaat standar operasional prosedur secara rinci dapat dijelaskan sebagai berikut:

1: Transparansi Informasi.

Perusahaan yang telah menerapkan standard operating procedure maka setiap karyawan akan mengetahui informasi rinci tentang bagaimana melakukan tugasnya beserta penilaiannya. Sehingga tidak ada informasi yang ditutupi, misalnya berkaitan dengan kenaikan jabatan pegawai.

2: Menjaga Konsistensi.

Perusahaan akan bisa menjaga konsistensi proses beserta produk dan jasa yang dihasilkan. Sehingga tidak ada produk hari ini lebih baik dari kemarin, atau jasa yang diberikan kepada perusahaan A berbeda dengan perusahaan B.

3: Adaptasi Schedule Kerja.

Penyesuaian schedule dan jadwal kerja bisa dilakukan secara mudah dan tidak berpengaruh terhadap proses kerja serta hasil outputnya.

4: Mengurangi Kegagalan.

Implementasi standard operating procedure akan mengurangi tingkat kegagalan prosedur kerja, karena penyusunan SOP sudah melalui tahapan yang jelas, rinci dan ketat, sejak dari pemilihan anggota tim pembuat, uji coba sampai pengesahan.

5: Ketaatan Kepada Hukum dan Ketetentuan yang berlaku.

Bila terjadi penyelewengan dan pelanggaran terhadap prosedur yang berlaku, maka perusahaan bisa dengan mudah mendapatkan bukti-bukti ketidaktaatan terhadap ketentuan yang berlaku dari SOP yang ada.

6: Parameter Training

Perencanaan dan pelaksanaan training karyawan bisa dilakukan secara selektif sehingga akan mengoptimalkan penggunaan anggaran perusahaan secara efektif dan efisien. Paramater dan ukuran yang diperlukan sudah ada dan jelas di standar operasional prosedur.

7: Meningkatkan Skill Kerja

Implementasi SOP yang tepat akan memberikan dampak dan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kemampuan kerja karyawan, karena mereka sudah memahami apa yang harus dilakukan dan bagaimana cara melakukannya. Sehingga seiring berjalannya waktu kemampuan kerja mereka semakin meningkat.

8: Memudahkan Proses Audit Manajemen

Auditor manajemen akan sangat terbantu dengan adanya SOP. Mereka bisa menggunakan standard operating procedure (SOP) sebagai acuan monitoring dan pemeriksaan manajemen.

9: Acuan Perbaikan Proses Kerja

Penerapan SOP bisa menjadi tolok ukur pelaksanaan prosedur kerja, bila output dari pelaksanaan aktivitas itu tidak sesuai harapan maka perusahaan bisa meninjau kembali pemberlakuan SOP. Selanjutnya melakukan revisi dan perbaikan yang diperlukan.

10: Perbaikan Kondisi

Pemberlakuan standar operasional prosedur akan menyebabkan kondisi kerja menjadi lebih baik, oleh karena itu perusahaan perlu melakukan pemantauan dan perbaikan secara berkesinambungan terhadap penerapan dan pelaksanaan SOP.

 

04: SOP Akuntansi Keuangan

Apa itu SOP Finance (Keuangan)?

SOP Keuangan adalah dokumen resmi perusahaan atau organisasi yang harus ditaati dan dipatuhi, berisi prosedur standar yang digunakan untuk melakukan semua aktivitas keuangan di perusahaan, lembaga, yayasan, dan institusi. Tak terkecuali Google dengan berbagai pelayanan inovatifnya, seperti Workspace.

 

01: Mengapa Bisnis Perlu SOP Keuangan?

Apakah Anda ingin terus melakukan perbaikan dan peningkatan kinerja bisnis perusahaan Anda agar kian melesat?

Apakah Anda ingin mampu merumuskan sistem akuntansi keuangan yang powerful sehingga bisnis Anda mampu meninggalkan jauh para kompetitor?

Dan apakah Anda ingin mampu meracik ke-unikan bisnis anda, agar bisnis Anda terus relevan sepanjang zaman?

Jika Anda menjawab YA untuk ketiga pertanyaan tadi, maka Anda telah menemukan tempat terbaik tentang materi SOP Finance (Akuntansi dan Keuangan) Super Lengkap.

Bagi sebuah perusahaan, membangun dan menyusun Standard Operating Procedure adalah wujud dari KOMITMEN untuk dapat mencapai perusahaan yang efektif dan efisien.

Jika anda peduli dengan diri Anda sendiri, anak isteri Anda, pekerjaan, dan perusahaan tempat anda berkarya, SOP Finance (Akuntansi dan Keuangan) dengan Accounting Tools Sederhana yang mudah digunakan untuk mendukung pelaksanaan di lapangan sangat cocok untuk Anda.

 

02: Mengapa SOP Keuangan Sangat PENTING untuk Bisnis Anda?

Sebagai upaya efisiensi, perusahaan akan melakukan penetapan atas batasan operasional yang tepat dan menentukan sebuah alur yang telah didesain sedemikian rupa dengan memperhatikan berbagai faktor.

Hal ini tentu saja berlaku untuk aktivitas pengelolaan keuangan perusahaan.

Bagaimana jika tidak memiliki standar ketika kita menjalankan aktivitas pengelolaan keuangan perusahaan?

 Proses pengelolaan akan berjalan sesuai dengan kehendak pelaksananya.

Dan SUASANA HATI tentu akan sangat mempengaruhi proses pelaksanaan pengelolaan keuangan tersebut, sebagai contoh:

Kapan seorang kasir dapat mengeluarkan uang dan kapan harus menahan untuk tidak mengeluarkan uang?

Kapan sebuah nota dibayar?

Bagaimana proses pencairan dana operasional dan bagaimana cara melakukan pembelian barang serta bagaimana melakukan kegiatan penagihan?

Bagaimana cara mendefinisikan sebuah bahan baku masih layak guna atau tidak?

***

Dan masih banyak BAGAIMANA-BAGAIMANA lainnya yang harus terjawab oleh sebuah dokumen bernama Standard Operating Procedure Akuntansi Keuangan.

Contohnya Standar Operasional Prosedur keuangan untuk menangani manajemen administrasi uang kas dan penjualan tunai restoran, toko retail, tour and travel, kedai kopi  beserta verifikasi keuangan.

Adanya prosedur standar operasional yang dijadikan acuan dalam menjalankan proses aktivitas pengendalian aset, kewajiban, beserta modal perusahaan tentu akan mampu memberikan keuntungan yang sangat bernilai.

Dengan demikian kita akan lebih mudah MENGUKUR apakah sistem yang kita rencanakan dan jalankan baik atau tidak.

Itulah PENTINGNYA  Standar Operasional Prosedur Finance & Accounting!

 

03: Cara Mudah Merancang dan Membuat Sendiri SOP Finance & Accounting

Source image from Pixabay

Sesungguhnya setiap orang bisa merancang dan membuat sendiri Standar Operasional Prosedur SOP untuk bisnis, karena yang paling tahu seluk beluk bisnis kita adalah diri kita sendiri.

Masalahnya, jika harus bikin sendiri standard operating procedure, maka membutuhkan waktu lama dan belum tentu lengkap dan bagus.

Waktu untuk membuatnya juga sudah tidak ada karena kita sibuk dengan aneka macam tugas mengembangkan usaha dan bisnis.

***

Bagaimana solusi menyelesaikan persoalaan tersebut?

Solusinya mudah.

Sekarang Anda bisa mendapatkan materi Standar Operasional Prosedur SOP Akuntansi Keuangan Lengkap yang bagus, siap pakai, dan dibuat oleh ahlinya (Wadiyo, S.E.).

Dengan demikian Anda bisa menghemat waktu, biaya besar dan tidak usah ribet menyiapkan SOP Finance & Accounting (Akuntansi dan Keuangan) Lengkap.

 

04: Content Paket SOP Akuntansi Keuangan

Paket SOP Akuntansi Keuangan & Accounting tools ini terdiri dari standard operating procedure versi 01 dan 02.

 

01: SOP Keuangan (Finance & Accounting) – Versi 01

A: Standar Operasional Prosedur SOP Akuntansi

  • Pengertian Sistem dan Prosedur
  • Bentuk Penyajian Sistem dan Prosedur Akuntansi
  • Prosedur Standar Pencatatan Transaksi Penerimaan Uang
  • Pencatatan Transaksi Pengeluaran Uang
  • Penagihan Piutang Kepada Pelanggan
  • Penerimaan dan Pembayaran Tagihan
  • Pencatatan Hutang Dagang
  • Prosedur Perhitungan dan Pelaporan Pajak PPH21
  • Sistem dan Prosedur Pencatatan Akuntansi
  • Form :
    • Kartu Hutang
    • Faktur Pembelian
    • Purchase Order
    • Tanda Terima Barang
    • Nota Penjualan Barang / Jasa
    • Bukti Peneriman Uang
    • Voucher Kas Keluar
    • Pengeluaran Uang
    • Kartu Piutang
    • Invoice
    • Daftar Rencana Pembayaran Tagihan

 

B: Standar Operasional Prosedur SOP Keuangan

  • Tujuan dan Peranan
  • Pengelolaan Keuangan :
    • Pengelolaan Keuangan yang ditangani oleh Manajer Keuangan.
    • Manajemen Keuangan yang ditangani oleh Staf Keuangan.
    • Pengelolaan Keuangan yang ditangani oleh Kasir.
  • Prosedur Keuangan :
    • Penerimaan Kas
    • Pengeluaran Kas untuk Transaksi Harian.
    • Prosedur Pengeluaran Kas untuk Kas Bon
    • Pengeluaran Kas untuk Transaksi Non Harian.
    • Pengembalian Uang Muka
    • Pengajuan Piutang Jangka Pendek
    • Prosedur Reimburse
    • Pendokumentasian : Penerimaan, Pengeluaran dan Batasan Kas Box.
  • Dokumentasi
  • Laporan Keuangan:
    • Kaidah Umum
    • Unsur Laporan Keuangan
    • Pengakuan Unsur Laporan Keuangan
    • Komponen Pelaporan
    • Jangka Waktu Pelaporan
  • Perkiraan dan Penjelasan:
    • Aktiva
    • Kewajiban
    • Beban / Biaya
    • Penerimaan
  • Sistem Penggajian, Benefit dan Pajak Penghasilan :
    • Gaji
    • Benefit
    • Upah Lembur
    • Subsidi Uang Makan dan Transport
    • Masa Percobaan
    • Pajak Penghasilan
    • Uang Muka Gaji (Advance on Salaries)
    • Pegawai Tidak Tetap
    • Kenaikan Gaji
  • Form :
    • Voucher Payment
    • Buku Bank
    • Kwitansi
    • Bukti Terima Kas
    • Reimburse Claim
    • Buku Kas Kecil
    • Slip Gaji
  • Contoh – Contoh Standar Operasional Prosedur  (SOP) Pendukung :
    • Finalisasi Anggaran
    • Pembayaran Biaya
    • Standard Operating Procedure Pembayaran Utang
    • Pembukaan Rekening Bank
    • Pemindahan Dana dari Kantor Pusat ke Cabang
    • Prosedur Pemindahan Dana dari Cabang ke Kantor Pusat
    • Penarikan Dana dari Rekening Cabang ke Kantor Pusat
    • Pengeluaran Kas dengan Bon Sementara
    • Prosedur Pengeluaran Kas Bank dengan Bukti Dokumen
    • Penyimpanan Dokumen
    • Pedoman dan Panduan Stock Opname

 

C: Contoh Standar Operasional Prosedur SOP Akuntansi Keuangan Perusahaan

Berikut ini kami sajikan dua contoh SOP Perusahaan yang ada dalam Paket Standar Operasional Prosedur – SOP Finance +Accounting Tools, yaitu:

01: Standar Operasional Prosedur – SOP Pembayaran Utang

A: Contoh SOP Pembayaran Utang halaman #1

Prosedur Pembayaran Utang

 

B: Contoh SOP Pembayaran Utang halaman #2

Prosedur Standar Pembayaran Utang

 

C: Contoh SOP Pembayaran Utang halaman #3:

Flowchart SOP Pembayaran Utang

 

02: Standar Operasional Prosedur – SOP Stock Opname Perusahaan Dagang

Pedoman dan Panduan Melakukan Stock Opname

Seluruh Standar Operasional Prosedur di atas disusun dengan mutu yang baik. Didesain dengan elegan dan berisikan poin-poin yang amat komprehensif.

Seluruh materi diatas juga disusun dengan MS Word dan MS Excel. Sehingga bisa bebas Anda EDIT sesuai dengan kebutuhan perusahaan Anda.

Anda tak perlu lagi pusing-pusing membuat Standar Operasional Prosedur yang butuh waktu lama dan BIAYA tak sedikit.

 

02: SOP Keuangan (Finance & Accounting) – Versi 02

Penjelasan prosedur pengambilan cek dengan Flowchart

SOP Akuntansi Keuangan yang ke-2 ini berisi Standar Operasional Prosedur Akuntansi Keuangan yang lebih rinci.

SETIAP PROSES dijelaskan rinci disertai flowchart (diagram alir) yang menjelaskan tentang prosedur dan uraian kegiatan.

Setiap flowhchart DAPAT DI-EDIT (full edited).

Standar Operasional Prosedur ini cocok untuk anda yang menyukai detil dan tidak mau ribet dengan proses penyusunan SOP.

***

Dan lebih jelasnya berikut ini saya sajikan daftar isi dari SOP Akuntansi Keuangan – versi 02 :

A: Standar Operasional Prosedur Transaksi Kas dan Bank

  1. Penerimaan Kas
  2. Pengeluaran Kas
  3. Pengambilan Cek
  4. Penyetoran Uang ke Bank
  5. Pencatatan Transaksi Kas dan Bank

 

B: Standar Operasional Prosedur Pembelian dan Penerimaan Barang 

Flowchart untuk menjelaskan Prosedur Pembelian
  1. Pesanan Pembelian
  2. Penerimaan Barang yang Dipesan
  3. Penerimaan Barang Bukan Pesanan
  4. Pembuatan PPB (Pemberitahuan Penerimaan Barang)
  5. Prosedur Retur Pembelian (Nota Debet Barang)

 

C: Standar Operasional Prosedur Penjualan dan Pengeluaran Barang

  1. Penerimaan Pesanan Penjualan
  2. Pembuatan SPB (Surat Penyerahan Barang)
  3. Pengeluaran Barang
  4. Pembuatan NKR (Nota Kredit)
  5. Penerimaan Barang Retur
  6. Pembuatan Nota Bonus
  7. Pengeluaran Barang Bonus
  8. Pembuatan SPB Bonus
  9. Beli Sewa

 

D: Standar Operasional Prosedur Pengelolaan Piutang dan Penagihan 

Penjelasan alur prosedur piutang dengan flowchart
  1. Penyimpanan Faktur
  2. Pembuatan Daftar Penagihan
  3. Pelaksanaan Penagihan
  4. Penerimaan Hasil Penagihan
  5. Pengembalian Faktur yang Tidak Tertagih
  6. Prosedur Inkaso Cek/Giro Jatuh Tempo
  7. Pemberitahuan Hasil Inkaso
  8. Cek/Giro yang Ditolak

***

Standar Operasional Prosedur SOP Akuntansi Keuangan – 02 ini, saya susun karena adanya permintaan dari beberapa pembaca Blog Manajemen Keuangan.

Mereka meminta agar dibuatkan penjelasan yang lebih detil/rinci dalam setiap proses di bagian Akuntansi Keuangan.

Selain itu juga, prosedur yang menyangkut aktivitas divisi lain seperti:

  • Pembelian,
  • Gudang (Warehouse)
  • Penjualan (Marketing), sekaligus penjelasan dengan flowchart.

 

05: Bonus Paket SOP Keuangan (Finance & Accounting)

Selain mendapatkan 2 Standar Operasional Prosedur Akuntansi Keuangan, saat order, anda juga akan mendapatkan bonus-bonus antara lain:

1: Contoh-contoh SOP

2: Accounting Tools: Form dan Template Excel

3: Materi Cara Membuat Presentasi

4: Materi Tutorial Membuat Laporan Keuangan

Dan lebih rincinya adalah sebagai berikut …

01: Contoh-contoh Standar Operasional Prosedur Pendukung

02: Accounting Tools (form dan templates)

Accounting tools ini dikemas dalam format excel, yang langsung bisa Anda gunakan dan gandakan untuk mendukung aktivitas akuntansi keuangan bisnis dan usaha Anda.

A. Form:

  • Check List Audit
  • Inquiry
  • Material Requirement
  • Permintaan Barang
  • Bukti Kembali Barang
  • BPB – Bukti Permintaan Barang
  • Bukti Pinjam Barang
  • Bukti Retur Barang
  • Kasbon Proyek
  • Laporan Penerimaan Barang
  • Laporan Produksi – Harian
  • Minute of Meeting
  • Muat Barang
  • Pertanggung Jawaban Keuangan – Proyek
  • Stapel Produksi
  • Surat Perintah Kerja
  • Welding Material Requirement – Workshop dan Bengkel

 

B. Excel Templates Finance & Accounting :

  • Template untuk Menyusun Budget Proyek – BARU
  • Template untuk Menyusun Laporan Proyek, termasuk Laporan Budget vs Realisasi – BARU
  • Perhitungan Harga Pokok Produksi dan Harga Pokok Penjualan – BARU
  • Rekonsiliasi Bank
  • Template untuk membuat Laporan Keuangan:
    • Neraca/Laporan Posisi Keuangan,
    • Laporan Laba Rugi,
    • Statements of Cash Flows (Laporan Arus Kas) dan
    • Laporan Perubahan Modal/Ekuitas.
  • Perhitungan Nilai Penyusutan Aktiva Tetap (2 versi)
  • Template Membuat Laporan Keuangan Excel : Akun, Jurnal, Buku Besar, Neraca Lajur.
  • Laporan Arus Kas : versi bahasa Indonesia dan Inggris.
  • Analisis Laporan Keuangan.
  • Template Perhitungan PPh 21 Pegawai Tetap dan Non Tetap – BARU

***

Dan berikut ini, contoh salah satu bonus tersebut:

1: Form Laporan Arus Kas:

Bonus Paket Standar Operasional Prosedur – Form Laporan Arus Kas Excel

 

2: Aplikasi Excel untuk Menghitung Nilai Penyusutan Aktiva Tetap

Bonus: Aplikasi Excel untuk menghitung nilai penyusutan Aktiva Tetap

Dengan aplikasi Excel ini  Anda tinggal memilih nama aset tetap dan metode perhitungan penyusutan yang diinginkan, maka nilai penyusutan aset tetap akan muncul.

Sederhana, mudah digunakan, tanpa lisensi, tanpa biaya bulanan.

Sangat powerful dan sangat membantu dalam proses penyusunan Laporan Keuangan dan inventarisasi aset tetap bisnis anda.

 

03: Materi Panduan Membuat Presentasi yang Menarik

Materi ini langsung bisa Anda gunakan untuk bahan referensi tim akuntansi dan keuangan di perusahaan Anda.

Atau juga bisa Anda share kepada rekan Anda di bagian Finance and Accounting.

Sangat berguna untuk mempresentasikan hasil kerja anda kepada atasan dan pihak-pihak yang berkepentingan terhadap Laporan Keuangan.

Ada 4 materi utama, yaitu:

  • Developing Great CONTENT
  • Preparing Great DESIGN
  • Conducting Great DELIVERY
  • Sample presentation

 

04: Materi Panduan (Tutorial) Praktis Membuat Laporan Keuangan.

Materi ini dirancang untuk siapa saja yang ingin membuat Laporan Keuangan, baik bagi mereka yang berlatarbelakang finance & accounting atau pun non finance & accounting.

Panduan yang dilengkapi dengan template Laporan Keuangan Excel ini sangat membantu dan step by step, mulai dari transaksi, pembuatan chart of account (COA) sampai Laporan Keuangan Lengkap.

Apalagi didukung dengan template Excel untuk membuat Laporan Keuangan. Anda cukup meng-input setiap transaksi keuangan ke buku jurnal umum, biarkan rumus-rumus Excel yang bekerja menyusun Laporan Keuangan.

Simple!

Ada dua panduan software yang bisa anda pilih yaitu:

  • Panduan membuat laporan keuangan Excel dan
  • Panduan membuat laporan keuangan dengan software akuntansi (MYOB Accounting)

Rumus-rumus Excel yang digunakan, kami pilih yang umum dan mudah digunakan, seperti SUM, And, IF, SUMIF, V/HLookup, dan sejenisnya.

Sedangkan yang menggunakan MYOB Accounting, tutorial dimulai dari:

  • Setting awal perusahaan,
  • Input data pembeli,
  • Penjual,
  • Produk yang dijual,
  • Data karyawan,
  • Jurnal umum,
  • Transaksi pembelian,
  • Transaksi penjualan dan
  • Laporan Keuangan LENGKAP.

***

Dua Materi Panduan Membuat Laporan Keuangan dengan Excel dan MYOB Accounting ini adalah materi yang saya berikan untuk peserta kursus dan training Akuntansi.

Serta membuat Laporan Keuangan yang kami selenggarakan.

Dalam kursus tersebut, peserta memiliki latar belakang yang bermacam-macam;, ada mahasiswa, pegawai, dan pemilik usaha.

Jadi sudah terbukti dan berjalan pada kondisi SESUNGGUHNYA, bukan hanya TEORI., sehingga cocok banget digunakan perusahaan, yayasan, sekolah, f&b service, accounting hotel, catering, coffee shop, rumah sakit, dan event organizer.

Anda bisa buktikan sendiri!

 

06: Investasi SOP Akuntansi Keuangan & Accounting Tools

Jika Anda mendapatkan materi Standar Operasional Prosedur perusahaan melalui seminar atau proyek konsultasi akan menghabiskan banyak biaya.

Sekarang, ada kabar gembira untuk Anda semua….

Anda tidak perlu mengeluarkan biaya hingga jutaan atau waktu berminggu-minggu untuk mendapatkan semua materi diatas.

Anda bisa memiliki SOP Akuntansi Keuangan Lengkap + Bonus form templates + Bonus lainnya hanya dengan:

Rp. 750 ribu
Rp. 500 ribu

Rp 250 ribu rupiah saja.

***

Investasi sebesar Rp 250 ribu itu sungguh sangat efisien.

Jika dibandingkan dengan biaya hingga jutaan rupiah hanya untuk menyusun Standar Operasional Prosedur Akuntansi Keuangan dengan seminar, workshop, atau proyek.

Uang Rp 250 ribu lebih kecil dari anggaran pulsa telpon dan bensin selama satu bulan.

Investasi untuk Paket Standar Operasional Prosedur Akuntansi Keuangan ini KECIL, tapi Manfaatnya Luar Biasa Besar?

Bila Anda peduli dengan diri Anda sendiri, keluarga Anda, karir dan bisnis Anda, materi ini perlu Anda miliki.

Anda akan mendapatkan manfaat (value) yang luar biasa besar dan langgeng sepanjang masa.

Lifetime benefit bagi pengembangan bisnis Anda.

“Logiskah, jika ingin bisnisnya cetar membahana dengan omset dan keuntungan milyaran rupiah, tapi investasi untuk modal kerja dan SDM berkualitas seadanya saja, atau malah nyari yang gratisan?” 🙂

Saya yakin Anda orang-orang hebat yang logis dan berwawasan serta visi jauh kedepan.

 

07: Cara Mendapatkan SOP Finance dan Bonus-bonusnya

Bagaimana cara mendapatkan SOP Finance & Accounting Tools?

SOP perusahaan ini sengaja saya susun agar bisa menghadirkan materi yang berkualitas, praktis dan mudah di-aplikasikan oleh para pembacanya.

Accounting Tools beserta Standar Operasional Prosedur ini dibuat oleh ahlinya.

Memiliki latarbelakang pendidikan dan pengalaman kerja di bidang finance accounting dari level staf hingga manajerial.

BUKAN hanya menjualkan produk orang lain.

Sehingga Anda pun dapat berkonsultasi bila ada kendala dalam implementasinya. Free!

Mereka yang telah membeli materi ini, sekarang merasakan manfaat dan keuntungan yang luar biasa setelah mereka memutuskan untuk membeli SOP.

 

Testimoni Pembeli SOP Akuntansi Keuangan

Siapa saja pembeli paket SOP Akuntansi Keuangan dengan Accounting Tools Powerful, dan apa kata mereka?

(Untuk yang korporat/perusahaan, silahkan cek sendiri email dan official website-nya)

PT Meratus Jaya Iron & Steel:

 

PT Jiva Samudera Biru:

 

Lidah Buaya Group:

Dear Pak Wadiyo. Terima kasih atas support Bapak. Semoga Bapak dan TIM selalu diberikan rahmat dan kesehatan.

Saya akan mempromote produk Bapak ini yang SANGAT BERMANFAAT bagi semua perusahaan

(Maduwen)

 

Bisnis Indonesia:

Selamat malam Bapak  Wadiyo.

File sudah kami terima,terima kasih atas  kerendahan hati Pak Wadiyo sehingga berkenan membagi ilmu keoada kami.

Baik Pak, nanti kalo ada kesulitan kami akan menghubungi Bapak

Terimakasih

(PT Cipta Artha Sentosa, Jakarta)

 

PT Framed Recindomas Sejahtera – Instalasi Gas Medis (www.fres.co.id) :

 

Pemilik Start Up Business:

Testimoni SOP Finance

 

PT Nusasembada Bangunindo:

 

Karyawan Finance & Accounting Department:

 

PT Payung Nuswantoro Internasional:

Dan masih 700+ pebisnis lain yang telah SUKSES menerapkannya.

Kapan Anda menyusul?

***

Apa keuntungan yang akan Anda dapatkan?

  • Isinya bagus dan aplikatif langsung bisa diterapkan. Disusun oleh praktisi akuntansi keuangan.
  • Tidak dijual di toko buku manapun. Hanya melalui jaringan khusus, salah satunya Anda.
  • Investasi Kecil. Anda cukup meng-investasikan dana sebesar Rp. 250.000 saja. Investasi sebesar itu tidak lebih dari anggaran biaya pulsa dan bensin Anda selama sebulan.
  • Support Konsultasi, bisa melalui email, WA, FB, SMS.

***

Bagaimana, apakah Anda tertarik untuk menerapkan SOP Akuntansi Keuangan dengan dukungan Accounting Tools serta template Excel sederhana yang mudah digunakan?

Jika “iya” dan ingin mendapatkan respon yang lebih cepat, Anda bisa menghubungi saya melalui:

0896-0725-6713
Atau
0812-1602-2272 (Telp/SMS/WA)
email : wadiyo@gmail.com

Dan mohon ma’af saat ini  TERBATAS hanya untuk Anda yang benar-benar TAHU dan BERMINAT saja!

Dan bila Anda membutuhkan konsultan penyusunan Standar Operasional Prosedur Akuntansi Keuangan untuk bisnis anda, silahkan hubungi kontak di atas.

 

08: Cara Order SOP Finance (Akuntansi Keuangan)

Cara order Paket SOP Akuntansi Keuangan + Accounting Tools + Bonus-bonusnya sangat mudah.

Silahkan transfer uang sebesar Rp 250 ribu ke nomer rekening berikut:

Bank BCA – No. Rek. 0182537827 a/n Wadiyo

Informasikan transfer yang telah Anda lakukan kepada kami – bisa melalui:

  • Email (dengan alamat : wadiyo@gmail.com)
  • Ataupun SMS/WA : 0896-0725-6713 / 0812-1602-2272

Konfirmasi transfer pembayaran, harus disertai dengan informasi berikut:

  • Pesan SOP Finance (Akuntansi dan Keuangan) + Accounting Tools
  • Nama bank yang dituju sebagai pengiriman uang transfer
  • Nama dan alamat email Anda(contoh penulisan sms/email:
    Pesan SOP Finance (Akuntansi Keuangan) + Accounting Tools /BCA/Budi/email : budi@gmail.com
  • Harap disertakan bukti transfer – bisa berupa SMS banking, notifikasi internet banking, ataupun image struk bukti transfer.

Maksimal 24 jam setelah kami menerima SMS/WA atau email konfirmasi pembayaran, kami akan mengirim seluruh file Paket Standar Operasional Prosedur Finance (Akuntansi dan Keuangan)+Accounting Tools+Bonus-bonusnya ke alamat email Anda.

***

Note :  

“Layanan Paket SOP Finance & Accounting (Akuntansi dan Keuangan) dengan Accounting Tools ini masih aktif”

Seluruh Paket Standar Operasional Prosedur Finance (Akuntansi dan Keuangan) + Accounting Tools + Bonus-bonusnya dijamin pasti akan dikirim.

“Jika dalam 24 jam belum meluncur ke inbox Anda, silakan kontak kami SEGERA dan kami akan kirimkan CD Paket Standar Operasional Prosedur perusahaan ini

Profil lengkap pengelola website Manajemen Keuangan, silahkan baca Wadiyo, S.E. (Sarjana Ekonomi)

 

09: Hambatan Pembuatan dan Penerapan SOP

Hambatan SOP adalah?

Beberapa hambatan yang bisa terjadi dari proses pembuatan sampai penerapan SOP adalah:

  1. Struktur organisasi perusahaan yang terlalu kompleks, sehingga penyesuaian antar divisi dalam perusahaan mengalami kesulitan karena setiap divisi memiliki kepentingan sendiri.
  2. Pola kepemimpinan, prosedur organisasi rumit dan budaya perusahaan yang kurang mendukung penerapan standar operasional prosedur.
  3. Karakteristik customer dan peraturan perundangan yang terkadang kurang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan prosedur kerja perusahaan.
  4. Visi misi, kebijakan dan peraturan perusahaan yang tidak jelas.
  5. Kurangnya dukungan dan komitmen dari berbagai pihak terkait.
  6. Pegawai kurang memahami pentingnya standar operasional prosedur.
  7. Kurangnya kemauan pegawai untuk tumbuh dan berkembang lebih baik.

 

10: Tips Sederhana Membuat SOP yang Baik

1: Bentuk tim penyusun dengan para anggotanya yang kompeten.

Langkah awal yang tepat adalah permulaan dari kesuksesan. Oleh karena itu perusahaan harus benar-benar melakukan seleksi ketat dalam memilih anggota tim pembuat SOP.

2: Lakukan pemetaaan bisnis di lapangan sebelum menuliskan proses setiap unit kerja.

Gambaran detail tentang proses bisnis perusahaan bisa diperoleh dengan melakukan business mapping. Tim penyusun harus terjun di lapangan untuk mengetahui kondisi sebenarnya dari proses bisnis setiap divisi dalam perusahaan.

3. Buat draf standar operasional prosedur.

Penyusunan draf awal dilakukan setelah memperoleh gambaran rinci proses bisnis perusahaan dari business mapping.

4: Tuliskan standar operasional prosedur untuk unit kerja.

Setelah memahami bisnis proses perusahaan, selanjutnya tuangkan ke dalam satandar operasional prosedur di setiap divisi atau unit kerja dalam perusahaan.

5: Lakukan tes SOP sebelum mengesahkannya

Hasil penulisan standar operasi prosedur masing-masing unit kerja selanjutnya di tes, apakah hasilnya sudah sesuai dengan harapan atau belum.

6: Berikan penjelasan lengkap untuk setiap SOP yang dibuat.

Setiap penulisan standar operasional prosedur harus dilengkapi dengan penjelasan yang rinci sehingga tidak menimbulkan multi tafsir dan multi interpretasi.

7: Meminta konsistensi melalui bukti tertulis dari semua pihak yang terlibat SOP

Untuk memperkuat komitmen dan konsistensi maka dibuat pernyataan tertulis dari semua pihak yang terkait dengan standar operasional prosedur.

8: Lakukan peninjauan terhadap SOP yang telah diterapkan.

Standar operasional prosedur yang sudah jadi dan diimplementasikan di setiap unit kerja perlu dilaukan evaluasi dan peninjauan secara rutin, sehingga tidak ketinggalan zaman dan teknologi.

 

11: Contoh Standar Operasional Prosedur – SOP Perusahaan

Berikut ini saya sajikan 14 contoh Standar Operasional Prosedur, yang terdiri dari:

  1. Dua Contoh SOP Pengelolaan Keuangan dan Akuntansi:
    • Standar Operasional Prosedur Pembayaran Utang Supplier
    • Standar Operasional Prosedur Penarikan Dana
  2. Tiga Contoh SOP Purchasing:
    • Standar Operasional Prosedur Pengadaan Barang (Peralatan)
    • Prospecting Supplier
    • Standar Operasional Prosedur Penomoran PO (Purchase Order)
  3. Satu Contoh SOP IT:
    • Standar Operasional Prosedur Maintenance Hardware dan Software
  4. Satu Contoh SOP Humas:
    • Standar Operasional Prosedur Pengelolaan Content Website Perusahaan
  5. Pedoman dan Panduan Divisi Legal – Bantuan Hukum Karyawan
  6. Rotasi Persediaan Barang
  7. Prosedur Penggunaan dan Pemeliharan Alat Pemadam Api Ringan
  8. Penggunaan dan Pemeliharan Alat Hydrant dan Sprinkler
  9. Penyimpanan Peralatan
  10. Penanggulangan Pencurian Barang
  11. Pengeluaran Barang dari Gudang

 

01: SOP Pembayaran Utang Supplier

A: Format Standar Operasional Prosedur Pembayaran Utang Supplier

1: Ruang Lingkup

Prosedur ini dimulai sejak diterimanya surat permohonan pembayaran utang dari supplier dan berakhir setelah kirimnya pemberitahuan pelunasan utang.

2: Pengendalian Internal

  1. Surat permohonan pembayaran dilengkapi dengan data lengkap faktur yang akan dibayar, alamat tujuan pembayaran dan data lengkap faktur pajak yang terkait.
  2. Divisi Akuntansi dan Keuangan melakukan rekonsiliasi rekening secara periodik.

3: Sistem Otorisasi

  1. Permohonan pembayaran utang ditandatangani oleh pimpinan terkait.
  2. Sistem otorisasi ditunjukkan adanya paraf para pejabat yang berwenang menyetujui pengeluaran kas/bank.

4: Organisasi Terkait

  1. Divisi Akuntansi dan Keuangan

5: Dokumen

  1. Surat Permohonan pembayaran utang
  2. Bukti Keluar Bank (BKB)

6: Prosedur Kegiatan

A: Flowchart Penjelasan Prosedur Pelaksanaan

Note: Flowchart SOP

 

B: Keterangan Flowchart:

  1. Atas dasar permohonan pembayaran supplier, Divisi Akuntansi & Keuangan melakukan konfirmasi balik terkait dengan permohonan tersebut.
  2. Divisi Akuntansi dan Keuangan menerbitkan Bukti Keluar Bank (BKB) sesuai prosedur pengeluaran bank atas dasar bukti/dokumen.
  3. Divisi Akuntansi dan Keuangan melakukan pembayaran utang kepada supplier

 

B: Contoh Standar Operasional Prosedur Pembayaran Utang Supplier Lengkap

Halaman #1:

Contoh SOP Pembayaran Utang Supplier

 

Halaman #2:

Contoh SOP Keuangan – Pembayaran Supplier

 

02: SOP Penarikan Dana dari Rekening Cash Pooling

A: Format Standar Operasional Prosedur Penarikan Dana dari Rekening Cash Pooling

1: Ruang Lingkup

Prosedur ini dimulai sejak diketahui adanya dana dalam jumlah yang dinilai layak dipindahkan ke rekening bank kantor pusat dan berkahir setelah Divisi Akuntansi dan Keuangan mengirim bukti pemindahan.

2: Pendalian Internal

  1. Pemindahan dana dilakukan oleh Manajer Akuntansi dan Keuangan atua karyawan yang ditunjuk.
  2. Kantor pusat melakukan prosedur penerimaan bank sejumlah bukti pemindahan dana yang telah diparaf manajer/karyawan yang diberi tugas divisi Akuntansi dan Keuangan.

3: Sistem Otorisasi

  1. Persetujuan pemindahan dana oleh pimpinan Divisi Akuntansi dan Keuangan
  2. Kewenangan penggunaan token bank hanya oleh pimpinan Divisi Akuntansi dan Keuangan

4: Organisasi Terkait

  1. Divisi Akuntansi dan Keuangan
  2. Bagian Terkait Cash Pooling

5: Dokumen

  1. Bukti Pemindahan Dana
  2. Bukti Masuk Bank (BMB) – Kantor Pusat

6: Prosedur Kegiatan

6.1: Flowchart Prosedur Pelaksanaan Kegiatan

Gambar: Flowchart Proses Penarikan Dana

 

6.2: Penjelasan Flowchart SOP

  1. Bagian Keuangan mengevalusi saldo seluruh rekening cash pooling setiap hari.
  2. Jika ada yang layak dipindahkan, minta persetujuan pimpinan divisi Akuntansi dan Keuangan untuk dilakukan proses pemindahan dana.
  3. Pimpinan Divisi Akuntansi & Keuangan melakukan otorisasi pemindahan dana.
  4. Bagian Keuangan mencetak Bukti Pemindahan Dana dan Meminta paraf pimpinan Divisi Keuangan.
  5. Bukti pemindahan Dana dikirim dan melakukan prosedur penerimaan bank.

 

B: Contoh Standar Operasional Prosedur Penarikan Dana dari Rekening Cash Pooling Lengkap

Halaman #1:

Contoh SOP Penarikan Dana – Page 1

 

Halaman #2:

Gambar: Contoh SOP Penarikan Dana

 

03: SOP Purchasing – Pengadaan Peralatan 

A: Format Standar Operasional Prosedur Pengadaan Peralatan

1: Tujuan

Standard Operating Procedures pengadaan barang disusun untuk menjaga ketersediaan peralatan melalui aktivitas pemesanan (order) pembelian kepada supplier (produsen)

2: Alat/ Bahan

  1. Surat Pesanan Pembelian/ Purchase Order (PO)
  2. Farecast dari Bagian Terkait
  3. Data Stock

3: Pihak Terkait

  1. Manajer Logistik
  2. Penanggung jawab peralatan
  3. Pelaksana Adminstrasi Pesanan

4: Prosedur Kegiatan:

  1. Sumber Produk:
    • Lokal (Dalam Negeri)
    • Impor (Luar Negeri)
  2. Pemesanan dilakukan hanya kepada sumber yang dapat dipertanggungjawabkan:
    • Produsen yang memiliki izin
    • Agen tunggal yang memiliki izin
  3. Pemesanan memperhatikan keadaan stok (stok siap dan stok pengaman) untuk memberikan pelayanan berkesinambungan berdasarkan analisa dan evaluasi kebutuhan rata-rata penjualan.
  4. Perusahaan harus melakukan analisa pemasok yang meliputi:
    • Produk yang dibeli sesuai dengan persyaratan yang berlaku
    • Pemasok sudah memiliki izin usaha dan ijin edar terhadap produk yang dijual.
    • Pemasok memiliki struktur harga yang jelas, ketersediaan stock yang baik dan waktu pengiriman yang tepat.
  5. Langkah Pemesanan Produk Lokal:

    • Pelaksana Administrasi Pesanan Lokal membuat PO (Purchase Order) ke supplier/ principal lokal.
    • PO (Purchase Order) ke supplier dibuat berdasarkan forcast dari marketing, analisa kebutuhan penjualan dan pesanan dari divisi/ cabang.
    • PO (Purchase Order) diberi nomor secara berurutan. Nomor dicetak dengan baik, jelas dan rapi.
    • Dokumen PO (Purchase Order) harus dengan kop perusahaan dan ditandatangani oleh penanggung jawab dan manajer logistik dengan dicantumkan nama jelas.
    • PO (Purchase Order) dicetak kemudian difoto copy untuk dijadikan arsip, bagian gudang, marketing, pembukuan dan keuangan.
    • PO (Purchase Order) asli dikirim melalui fax/ email/ ekspedisi ke supplier yang dituju.
    • Purchase Order (PO) yang batal atau PO (Purchase Order) revisi (jika ada) harus diarsipkan, beri tanda pembatalan atau revisi yang jelas.
    • Konfirmasi pengiriman PO (Purchase Order) ke supplier/ principal dan pengiriman produk datang.
    • Lakukan penerimaan produk oleh gudang dan buat tanda terima penerimaan barang.
  6. Pemesanan Produk Impor:

    • Pelaksana Administrasi Pesanan Impor membuat PO ke supplier/ principal luar negeri.
    • PO (Purchase Order) ke supplier/ principal dibuat berdasarkan forcast dari marketing yang berasal dari analisa kebutuhan penjualan dan pesanan dari divisi/ cabang.
    • Beri nomor secara berurutan. Nomor dicetak dengan baik, jelas dan rapi.
    • PO (Purchase Order) harus dengan kop perusahaan dan ditandatangani oleh direktur Dicantumkan nama jelas dan stempel perusahaan.
    • PO (Purchase Order) dikirim melalui email ke supplier/ principal yang dituju.
    • Supplier/ principal luar negeri akan memberikan proforma invoice (pengakuan sementara), jika ada perbedaan antara proformas invoice dengan PO. Maka Adm, impor akan merevisi PO (Purchase Order) dan mengirim kembali PO tersebut.
    • Impor menunggu shipment dikirim oleh supplier/ principal untuk mengetahui waktu pengiriman pesanan datang.
    • Lakukan penerimaan produk oleh gudang dan buat suart penerimaan barang.

 

B: Contoh SOP Standar Operasional Prosedur Pengadaan Peralatan Lengkap

#1: Halaman 01

Standard Operating Procedures Pengadaan Peralatan – Page 1

 

#2: Halaman 02

Contoh SOP Pengadaan Peralatan

 

04: SOP Purchasing – Prospecting Supplier/Principal

A: Format Standar Operasional Prosedur Prospecting Supplier

1: Tujuan

Mencari supplier/principal yang mempunyai produk-produk bagus dan terpercaya yang inline dengan bisnis perusahaan.

2: Ruang Lingkup

  1. Direksi
  2. Divisi Marketing
  3. Calon Supplier

3: Definisi

  1. Supplier/Pricipal adalah perusahaan yang memproduksi produk atau jasa yang mempunyai bisnis perjanjian dengan distributor untuk menjual produk atau jasa di wilayah yang telah ditentukan.
  2. Produk adalah barang atau jasa yang dapat diperjualbelikan. Dalam marketing, produk adalah apapun yang bisa ditawarkan ke sebuah pasar dan bisa memuaskan sebuah keinginan atau kebutuhan.
  3. Katalog adalah daftar koleksi produk atau jasa yang ditawarkan dalam bentuk display untuk user.

4: Prosedur Kegiatan

4.1: Flowchart  Proses Prospecting Supplier/Principal

Flowchart proses aktivitas prospecting supplier

 

4.2: Penjelasan Flowchart:

Nomor 1

Tanggung jawab: Divisi Pengembangan

Deskripsi:

Menghadiri eksibisi lokal dan internasional untuk mencari supplier dan principal-principal yang mempunyai product qualified.

Dokumen terkait:

  • Brosur
  • Katalog
  • Price list
  • Contact list
  • Website supplier/principal

Nomor 2 – 5:

Tanggung jawab: Divisi Pengembangan

Deskripsi:

Jka supplier/principal lama maka dipertimbangkan untuk revisi kontrak kerjasama.

Bila tidak perlu kontrak, langsung registrasi produk.

Dokumen terkait:

  • Contract kerjasama,
  • Katalog produk

Nomor 5 – 9:

Tanggung jawab: Divisi Pengembangan

Deskripsi:

Jika supplier/principal baru, pastikan apakah sudah memiliki distributor lokal.

Bila belum memiliki distributor lokal, maka lakukan SOP Business Opportunity Review.

Jika sudah memiliki distributor lokal, lakukan negosiasi untuk menjadi sole distributor (atau alternatif lain yang menguntungkan).

Bila calon supplier/principal tidak bersedia, maka peluang bisnis tidak dapat dilanjutkan.

Dokumen terkait:

  • Brosur
  • Katalog
  • Price List
  • Contact List
  • Website calon supplier/principal

 

B: Contoh Standar Operasional Prosedur Prospecting Supplier Lengkap

#1: Halaman 01

Standard Operating Procedure Purchasing – page 1

 

#2: Halaman 02

Penjelasan dengan flowchart

 

#3: Halaman 03

Gambar: Contoh SOP Purchasing

 

05: SOP Purchasing – Penomoran PO (Purchase Order)

A: Format Standar Operasional Prosedur Penomoran Purchasing Order (PO)

1: Tujuan

Untuk pelaksanaan dan pengawasan aktivitas pengadaan persediaan bahan baku, bahan penolong, produk jadi, sehingga mendapatkan jumlah dan jenis yang sesuai dengan kebutuhan serta menjamin ketersediaan persediaan barang-barang tersebut.

2: Penanggung jawab

Karyawan yang diberi tanggungjawab

3: Prosedur

  1. Terima Surat Pesanan dari Divisi terkait
  2. Tulis nomor Surat Pesanan, tujuan, kebutuhan pesanan, dan paraf di buku Surat Pesanan pada masing-masing bagian pesanan.
  3. Khusus untuk tender, kelompok penomoran PO telah dibuat secara otomatis oleh bagian IT.
  4. Pembuatan nomor pesanan.
    • Untuk rutin; inisial divisi/cabang/kelompok produk pesanan/tahun/ Nomor PO
      Contoh: Akt 1/B1/19/0012345
    • Untuk insidental; inisial kelompok produk pesanan/Divisi Logistik/Tahun/Nomor PO
      Contoh: MT/LOG/19/006789

 

B: Contoh Standar Operasional Prosedur Penomoran Purchasing Order Lengkap

Gambar: Contoh SOP Purchasing – Penomoran

 

06: SOP IT – Perbaikan Hardware & Software

A: Format Standar Operasional Prosedur Perbaikan Hardware & Software

1: Tujuan

Standar Operasional Prosedur adalah untuk menjaga dan memperbaiki harware dan software untuk menunjang kelancaran divisi dalam pekerjaan.

2: Ruang Lingkup

Memberikan pedoman dan panduan bagi divisi dalam melakukan perbaikan hardware dan software, meliputi divisi yang membutuhkan perbaikan hardware dan software.

3: Definisi

  1. Hardware : Perangkat pendukung sistem
  2. Software : Perangkat lunak pendukung sistem
  3. User : Bagian atau Divisi
  4. IT : Bagian IT

4: Referensi

ISO 9001, Quality Management System

5: Deskripsi Prosedur

5.1: Deskripsi Prosedur #1:

Pihak Terkait: IT

Penanggung Jawab: Staf

Deskripsi:

  1. User memberikan formulir perbaikan yang telah ditandatangani atasan langsung dan bagian umum.
  2. Formulir tersebut diserahkan ke bagian IT
  3. Bagian IT melakukan pengecekan terhadap hardware yang rusak
  4. Divisi IT bekerjasama dengan pihak ketiga untuk melakukan perbaikan terhadap hardware yang rusak (bila dibutuhkan).
  5. Bagian IT menyerahkan kembali hasil perbaikan kepada user setelah dilakukan pengetesan. Bagian IT juga menerima hasil perbaikan dari pihak ketiga, setelah itu menyerahkan kembali hasil perbaikan kepada user setelah dilakukan pengetesan.

5.2: Deskripsi Prosedur #2:

Pihak Terkait: User/ Divisi lain

Penanggung Jawab: Manajer Terkait

Deskripsi:

Mengisi form perbaikan ke bagian IT setelah diotorisasi pimpinan/manajer divisi terkait dan manajer umum.

6: Flowchart SOP IT

Flowchart SOP IT – Perbaikan Hardware & Software

 

B: Contoh Standar Operasional Prosedur Perbaikan Hardware & Software Lengkap

#1: Halaman 01

Standard Operating Procedures IT – Page 1

 

#2: Halaman 2

Contoh Standar Operasonial Prosedur IT Department.

 

#3: Halaman 03

Gambar: Contoh SOP IT

 

07: SOP Humas – Pengisian dan Pemutakhiran Website Perusahaan

A: Format SOP Pengisian dan Pemutakhiran Website Perusahaan

1: Tujuan

Pengelolaan Website perusahaan secara berkala melalui pengisian dan pemutakhiran content website.

2: Ruang Lingkup

Standar Operasional Prosedur ini mengatur tentang proses pengisian dan pemutakhiran website perusahaan.

Dengan sumber berita diambil dari peristiwa yang terjadi di lingkungan perusahaan maupun aktivitas kantor cabang dapat mengambil berita dari media online yang isi beritanya terkait core bisnis perusahaan. Setiap hari berita itu dipilah, kemudian berita tersebut diupload di website perusahaan.

3: Definisi

Website adalah sarana komunikasi untuk menyampaikan informasi, pernyataan, atau pesan kepada pihak lain yang terkait kegiatan dengan bentuk tertentu, dengan harapan informasi bisa sampai kepada pihak yang dituju.

4: Referensi

ISO 9001, Quality Management System

5: Deskripsi Prosedur

5.1: Deskripsi Prosedur #1:

Pihak Terkait: Direksi, Sekretariat

Penanggung Jawab: Sekretaris Perusahaan

Deskripsi:

Pengisian dan pemutakhiran Website perusahaan dilakukan setiap hari dengan memilah berita dari media online.

Atau dari berita aktivitas yang terjadi di lingkungan perusahaan maupun kantor cabangnya.

5.2:Deskripsi Prosedur #2:

Pihak Terkait: Sekretariat

Deskripsi:
  1. Beberapa media cetak nasional dan media online dilihat dan dipilah berita yang menyangkut bisnis perusahaan. Kemudian berita tersebut diambil menjadi sebuah kliping.
    Setelah itu dibuat rangkuman sebelum diupload atau disebar untuk keperluan manajemen dan seluruh karyawan.
  2. Upload didasarkan pada beberapa kategori, yaitu kategori non dinamis dan dinamis. Selanjutnya kategori dinamis adalah berupa berita, press release, foto, film atau video.
    Sedangkan kategori non dinamis berupa informasi perusahaan, profil perusahaan, budaya perusahaan.
  3. Setelah berita tersebut di-upload, maka kliping berita tersebut dapat di file, agar bila ada yang memerlukan dapat diberikan.

 

B: Contoh SOP Pengisian dan Pemutakhiran Website Perusahaan

#1: Halaman 01

Prosedur Maintenance Website – Page 1.

 

#2: Halaman 02

Standard Operating Prosedur IT – Page 2.

 

#3: Halaman 03

Gambar: Contoh Prosedur Pemeliharaan Website

 

08: SOP Legal – Bantuan Hukum Karyawan

A: Format SOP Legal – Bantuan Hukum Karyawan

01: Tujuan SOP

  1. Memberikan fasilitas bantuan hukum kepada direksi, dewan komisaris, karyawan dan karyawati berupa pembiayaan jasa kantor pengacara/ konsultan hukum.
    Yang meliputi pemeriksaan sebagai saksi, tersangka, atau terdakwa di lembaga peradilan dalam hal terjadi tindakan/ perbuatan.
    Untuk dan atas nama jabatan tersebut yang berkaitan dengan maksud dan tujuan serta kegiatan usaha perusahaan.
  2. Melakukan proses pengendalian dan monitoring kegiatan konsultasi dan pemberian fasilitas bantuan hukum di lingkungan perusahaan.

02: Ruang Lingkup

Prosedur ini menjelaskan proses dan tata cara pemberian bantuan hukum kepada direksi, dewan komisaris, karyawan dan karyawati.

03: Definisi

  1. Pengguna/ User adalah direksi, dewan komisaris, karyawan dan karyawati yang memerlukan fasilitas bantuan hukum.
  2. Fasilitas bantuan hukum adalah pembiayaan jasa pengacara/ konsultan hukum yang meliputi proses pemeriksaan sebagai saksi, tersangka, dan terdakwa di lembaga peradilan.

04: Referensi

  1. ISO 9001
  2. Quality managemen system

05: Deskripsi Kegiatan

Nomor #1:

Tanggung Jawab: User

Deskripsi:

User yang menghadapi permasalahan hukum mengajukan surat permohonan Bantuan Hukum kepada Manajemen Perusahaan.

Dokumen Terkait:

  • Surat Pernyataan di atas materai bahwa user tidak terlibat dalam proses pidana yang dilaporkan oleh oleh perusahaan atau pihak tertentu yang ditetapkan oleh pihak berwenang.
  • Dokumen Surat Pernyataan di atas materai user menerangkan posisi yang bersangkutan dalam perkara tersebut.
  • Surat Pernyataan di atas materai user akan mengganti biaya yang dikeluarkan perusahaan, bila di kemudian hari dinyatakan bersalah dan dihukum oleh Pengadilan dengan putusan yang mempunyai kekuatan hukum tetap.

Nomor #2:

Tanggung Jawab: User

Deskripsi:

Manajemen menerima dan meneliti surat permohonan user.

Dokumen Terkait:

Surat Permohonan User

Nomor #3:

Tanggung Jawab: Direksi/Manajemen

Deskripsi:

Bila disetujui, manajemen/direksi membuat disposisi ke divisi legal untuk ditndaklanjuti.

Dokumen Terkait:

  • Disposisi Direksi/Manajemen
  • Risalah BOD

Nomor #4:

Tanggung Jawab: Bagian Legal

Deskripsi:

Bagian Legal melakukan pemeriksaan terhadap persyaratan kelengkapan dokumen bantuan hukum.

Dokumen Terkait:

Kelengkapan-kelengkapan dokumen

Nomor #5:

Tanggung Jawab: Bagian Legal

Deskripsi:

Pimpinan Bagian Legal membuat kerangka acuan kerja/ TOR ruang lingkup pekerjaan pengacara / konsultan hukum untuk disampaikan kepada PPK (Pejabat Pembuat Komitmen).

Dokumen Terkait: Kerangka Acuan Kerja

Nomor #6:

Tanggung Jawab: Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)

Deskripsi:

PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) melakukan proses pengadaan sesuai pedoman pengadaan barang dan jasa yang berlaku.

Dokumen Terkait:

Dokumen pengadaan sebagaimana dimaksud dalam pedoman pengadaan barang dan jasa.

 

B: Contoh Standar Operasional Prosedur Bantuan Hukum Karyawan Lengkap

#1: Halaman 01

Format SOP Divisi Legal – Page 1.

 

#2: Halaman 02

Flowchart SOP Divisi Legal

 

#3: Halaman 03

Penjelasan Pelaksanaan SOP Divisi Legal

 

#4: Halaman 04

Contoh SOP Divisi Legal – Bantuan Hukum Karyawan

 

09: SOP Standar Operasional Prosedur Rotasi Persediaan

A: Format SOP Rotasi Persediaan

01: Tujuan

Menjamin terlaksananya perputaran persediaan barang dengan baik agar penjualan terhadap persediaan pelayanan pada rantai distribusi tetap terjaga.

Dan berjalan secara berkesinambungan yang bertujuan pada kepuasan pelanggan.

02: Alat dan Bahan

  1. Data persediaan dan evaluasi penjualan
  2. Forecast

03: Pihak Terkait

  1. Bagian Logistik
  2. Divisi Gudang
  3. Marketing Department

04: Prosedur Pelaksanaan

  1. Cetak dan periksa posisi persediaan terakhir setiap akhir bulan dan lakukan evaluasi serta rekapitulasi data terhadap produk yang fast moving dan slow moving.
  2. Koordinasi dengan bagian marketing atau forecast pengadaan untuk menjaga persediaan tetap dalam kondisi baik.
  3. Lakukan stock opname secara rutin pada setiap bulannya untuk membandingkan kebenaran data antara stok fisik dengan stok di komputer.
  4. Telusuri bila terjadi selisih barang hingga mendapatkan hasil yang benar
  5. Rekaman aktivtas perputaran persediaan harus dipelihara.

 

B: Contoh Standar Operasional Prosedur Rotasi Persediaan Lengkap

Contoh SOP Rotasi Persediaan

 

10: SOP Penggunaan dan Pemeliharaan Alat Pemadam Api Ringan

A: Format SOP Penggunaan dan Pemeliharaan Alat Pemadam Api Ringan

01: Tujuan

Untuk menjelaskan bagaimana perawatan dan penggunaan alat pemadam api ringan, agar dapat digunakan untuk mematikan api bila terjadi kebakaran.

02: Bahan dan Alat

Alat pemadam api ringan

03: Penanggung Jawab

Karyawan yang ditunjuk.

04: Prosedur Pelaksanaan Kegiatan

4,1: Perawatan Alat Pemadam Api Ringan:

  • Lakukan kontrol alat pemadam api ringan satu bulan sekali, ada kartu kontrol alat pemadam api ringan. Kontrol dilakukan oleh bagian teknisi.
  • Kontrol dilakukan sesuai dengan standar yang diberikan
  • Cek tanggal servis. Servis dilakukan satu bulan sekali

4.2: Penggunaan Alat Pemadam Api Ringan:

  • Pull atau tarik pin sehingga segel putus atau terlepas. Pin berada di atas tabung alat pemadam kebakaran ringan. Pin juga berfungsi sebagai pengaman handle atau pegangan dari penekanan yang tidak disengaja.
  • Posisi berdiri searah dengan arah angin
  • Aim atau arahkan nozzle atau ujung hose yang kita pegang ke arah pusat api,
  • Squeeze atau tekan handle untuk mengeluarkan/ menyemprotkan isi tabung
  • Sweep atau semprotkan nozzle yang kita pegang ke arah kiri dan kanan api, agar media yang disemprotkan merata mengenai api.

 

B: Contoh Standar Operasional Prosedur Penggunaan dan Pemeliharaan Alat Pemadam Api Ringan Lengkap

Contoh prosedur penggunaan peralatan pemadam

 

11: SOP Penggunaan dan Pemeliharaan Alat – Hydrant & Sprinkler

A: Format SOP Pemeliharaan dan Penggunaan Alat Hydrant & Sprinkler

01: Tujuan

Untuk menjelaskan bagaimana perawatan dan penggunaan hydrant/ sprinkler agar dapat digunakan untuk mematikan api bila terjadi kebakaran.

02: Bahan dan Alat

  • Hydrant
  • Sprinkler

03: Penanggung Jawab

Karyawan yang ditunjuk.

04: Prosedur Pelaksanaan Kegiatan

  1. Sistem pemadam kebakaran terdiri dari hydrant/ sprinkler
  2. Operasional sistem pemadam dapat dilakukan secara otomatis dan manual
  3. Peralatan yang digunakan dalam sistem pemadam kebakaran adalah sebagai berikut:
    • Panel pompa
    • Diesel Pump
    • Jockey Pump
    • Electric
    • Box Hydrant
    • Pilar Hydrant
    • Ground reservoir
    • Alat Pemadam api ringan.

 

B: Contoh Standar Operasional Prosedur Pemeliharaan dan Penggunaan Alat Hydrant & Sprinkler Lengkap

Contoh Prosedur Penggunaan dan Pemeliharaan Peralatan

 

12: SOP Penyimpanan Barang (Peralatan)

A: Format SOP Penyimpanan Peralatan

01: Tujuan

Untuk menjamin bahwa produk disimpan sesuai dengan kondisi yang dipersyaratkan sehingga tetap terjaga mutu, keamanan dan kemanfaatannya.

02: Alat dan Bahan

  • Pallet
  • Rak
  • Cold Storage
  • Thermohygrometer

03: Pihak Terkait

  • Pimpinan
  • Penanggung jawab peralatan
  • Kepala Gudang
  • Pelaksanan Gudang

04: Prosedur Pelaksanaan Kegiatan

  1. Simpan produk dengan sistem First Expired First Out (FEFO) dan First In First Out (FIFO) dalam jajaran yang rapi, beri jarak antara tiap jajar sehingga ada aliran udara dan mencegah risiko tercemar dan tercampur antar jenis produk.
  2. Simpan produk yang membutuhkan kondisi khusus pada ruang terpisah, dilengkapi peralatan untuk menciptakan kondisi yang dipersyaratkan.
  3. Produk yang fast moving ditempatkan di bagian yang mudah dicapai.
  4. Barang diletakkan secara tepat agar tidak rusak, mudah dibersihkan dan diawasi.
  5. Pallet harus dirawat dengan baik dan tetap dalam kondisi bersih
  6. Produk tidak boleh disimpan langsung di atas lantai, harus menggunakan pallet.
  7. Tumpukkan maksimum yang tertera pada kemasan harus dipatuhi dengan cara tumpukkan sistem mengunci.
  8. Ruang penyimpanan harus aman dari kemungkinan terjadinya pencampuran antara produk layak  jual dan tidak layak jual.
  9. Ruang penyimpanan yang sesuai harus tersedia untuk bahan berbahaya dan sensitif.
  10. Simpanlah produk sesuai dengan ketentuan penyimpanan yang disarankan pada penandaan kemasan
  11. Ada ruang yang dirancang untuk :
    • Produk layak jual
    • Barang karantina
    • Produk yang kadaluarsa
  12. Lakukan monitoring dan pencatatan suhu secara rutin di pagi hari, siang dan sore hari.
  13. Sensor dan monitor temperatur direkomendasikan untuk ditempatkan di ruang yang bersuhu paling fluktuatif (depan pintu jalur keluar masuk) dan di setiap ruang penyimpanan.
  14. Rawat dengan baik peralatan di gudang dan lakukan kalibrasi secara berkala (minimal setahun sekali)
  15. Ruang penyimpanan harus bebas hama.
  16. Temperatur terkontrol harus dinyatakan secara kuantitatif.

 

B: Contoh Standar Operasional Prosedur Penyimpanan Peralatan

#1: Halaman 01

Prosedur Standar Penyimpanan Peralatan

 

#2: Halaman 02

contoh Standar operasional prosedur penyimpanan peralatan

 

13: SOP Security – Penanggulangan Pencurian Barang di Gudang 

A: Format SOP Penanggulangan Pencurian Barang di Gudang

01: Tujuan

Tujuan Standar Operasional Prosedur Penanggulangan Pencurian Barang ini adalah untuk menjelaskan aktivitas tentang bagaimana cara penanggulangan terhadap pencurian barang di gudang perusahaan.

02: Bahan dan Alat

  • Gembok
  • Kunci

03: Kualifikasi Personel

Karyawan yang ditunjuk.

04: Prosedur Pelaksanaan

  1. Barang/ persediaan raw material/ persediaan barang jadi disimpan di gudang yang terkunci.
    Kunci dipegang oleh kepala gudang atau karyawan yang telah ditunjuk, sedangkan master key ada di Bagian SDM/ HRD.
  2. Di gudang ada penjaga Satuan Pengaman/ Satpam/ Security di pintu basement yang tidak melalui lift (jika gudang lebih dari satu lantai dan ada lift).
  3. Hanya yang berkepentingan yang boleh keluar masuk gudang.
  4. Di bagian masing-masing bagian penyimpanan barang, masing-masing ada penanggung jawab.

 

B: Contoh Standar Operasional Prosedur Penanggulangan Pencurian Barang di Gudang Lengkap

Contoh SOP Penanggulangan Pencurian Barang

 

14: SOP Pengeluaran Barang dari Gudang

A: Format SOP Pengeluaran Barang dari Gudang untuk Bagian Lain

1: Tujuan

Untuk memberikan pedoman dan panduan semua kegiatan pengeluaran barang dari gudang ke bagian lain.

2: Alat dan Bahan

  • Alat transportasi

3: Unit Kerja Terkait

  • Bagian Warehouse
  • Bagian Lain

4: Dokumen yang digunakan

  • Surat Permintaan Barang (SPB)
  • Bukti Permintaan dan Pengeluaran Barang Gudang (BPPBG)
  • BTB – Bukti Terima Barang
  • Bukti Pengembalian Barang ke Gudang (BPBG)

5: Prosedur Pelaksanaan

  • Bagian lain yang membutuhkan barang dari gudang harus mengisi Surat Permintaan Barang (SPB) dan menyerahkannya kepada atasannya untuk diperiksa.
  • SPB yang telah diperiksa tersebut selanjutnya diberikan kepada Kepala Bagian Gudang untuk disetujui.
  • Jika barang tersedia, maka Kepala Bagian Gudang akan membuat Bukti Permintaan dan Pengeluaran Barang Gudang (BPPBG) sebanyak tiga rangkap.Masing-masing untuk bagian pengiriman, bagian yang terkait, dan arsip gudang.
  • Staf Gudang akan mengirimkan barang bersama Bukti Permintaan dan Pengeluaran Barang Gudang (rangkap pertama dan kedua) kepada bagian pengiriman (rangkap pertama sebagai perintah pengiriman kepada bagian lain).
  • Meminta pernyataan barang telah diterima sesuai pengiriman dalam Bukti Terima Barang yang terlampir bersama BPPBG (hanya di rangkap pertama yang diisi tanda tangan penerima dari bagian pengiriman).Bukti Terima Barang diberikan kepada bagian pengiriman dan bagian gudang sebagai arsip.
  • Staf Bagian Gudang mencatat perubahan persediaan di Kartu Persediaan Barang.
  • Bagian pengiriman kemudian mengirimkan barang tersebut ke bagian lain yang membutuhkan (apabila membutuhkan biaya transportasi, lihat prosedur Pengeluaran Umum Produksi) dan melampirkan BPPBG rangkap kedua.
  • Bagian pengiriman meminta pernyataan barang yang telah diterima sesuai pengiriman dalam Bukti Terima Barang yang terlampir bersama BPPBG (diberikan kepada bagian penerima dan sebagai arsip bagian pengiriman).
  • Apabila barang yang dikirim tidak sesuai permintaan maka penerima dapat mengisi Bukti Pengembalian Barang ke Gudang (BPBG) dan mengembalikan dokumen tersebut beserta barangnya.
  • Dokumen BPBG ini kemudian diterima dan diperiksa oleh Kepala Bagian Gudang.Jika terbukti tidak sesuai permintaan, maka barang tersebut dapat dimasukkan kembali ke dalam gudang.

 

B: Contoh Standar Operasional Prosedur Gudang – Pengeluaran Barang dari Gudang untuk Bagian lain

Halaman #1:

Prosedur Pengeluaran Barang – Page1

 

Halaman #2:

Contoh SOP Pengeluaran Barang – Page 2

 

Halaman #3: Flowchart

Flowchart SOP Pengeluaran Barang dari Gudang

***

Dan untuk menambah pengetahuan serta wawasan tentang cara membuat SOP – standard operating procedures, yuk sejenak tonton videonya berikut ini:

 

Kesimpulan Tentang Apa itu SOP?

Standar Operasional Prosedur SOP adalah sesuatu yang krusial bagi perusahaan atau organisasi. Banyak manfaat dan fungsi yang diperoleh perusahaan dengan membuat standard operating procedure. Contoh SOP penjualan, rumah sakit, laboratorium, humas dan quality assurance.

Memang dengan adanya standard operating procedure tidak menjamin semua masalah selesai dan aktivitas perusahaan berjalan baik-baik saja, namun demikian dengan adanya SOP perusahaan memiliki sistem yang jelas, terstruktur dan secara berkelanjutan bisa dilakukan peninjauan dan perbaikan secara terus menerus.

Bagaimana SOP di perusahaan tempat Anda berkarya?

Profesional lulusan ekonomi yang menekuni ERP (SAP), Accounting Software, Business Analyst dan berbagi pengalaman pekerjaan Finance & Accounting.