SOP & Accounting Tools

Daftar isi

Standar Operasional Prosedur atau SOP adalah panduan terdokumentasi berisi metode khusus untuk melakukan tugas secara konsisten demi menjamin proses produk dan jasa sesuai dengan tujuannya. Contoh SOP Keuangan/Finance.

Fungsi utama SOP adalah sebagai alat pandu bagaimana seseorang melakukan sesuatu, bahkan juga sebagai alat ukur, alat pantau, alat latih, alat reward dan punish.

 

01: Mengapa Bisnis Perlu SOP – Standar Operasional Prosedur?

SOP dan Accounting Tools untuk Bisnis

Apakah Anda ingin terus melakukan perbaikan dan peningkatan kinerja bisnis perusahaan Anda agar kian melesat?

Apakah Anda ingin mampu merumuskan sistem akuntansi keuangan yang powerful sehingga bisnis Anda mampu meninggalkan jauh para kompetitor?

Dan apakah Anda ingin mampu meracik ke-unikan bisnis anda, agar bisnis Anda terus relevan sepanjang zaman?

Jika Anda menjawab YA untuk ketiga pertanyaan tadi, maka Anda telah menemukan tempat terbaik tentang materi SOP Finance (Akuntansi dan Keuangan) Super Lengkap.

Bagi sebuah perusahaan, membangun dan menyusun Standard Operating Procedure adalah wujud dari KOMITMEN untuk dapat mencapai perusahaan yang efektif dan efisien.

Jika anda peduli dengan diri Anda sendiri, anak isteri Anda, pekerjaan, dan perusahaan tempat anda berkarya, SOP Finance (Akuntansi dan Keuangan) dengan Accounting Tools Sederhana yang mudah digunakan untuk mendukung pelaksanaan di lapangan sangat cocok untuk Anda.

 

02: Mengapa SOP Keuangan Sangat PENTING untuk Bisnis Anda?

Manfaat Utang dan Laba

Sebagai upaya efisiensi, perusahaan akan melakukan penetapan atas batasan operasional yang tepat.

Dan menentukan sebuah alur yang telah didesain sedemikian rupa dengan memperhatikan berbagai faktor.

Hal ini tentu saja berlaku untuk aktivitas pengelolaan keuangan perusahaan.

Bagaimana jika tidak memiliki standar ketika kita menjalankan aktivitas pengelolaan keuangan perusahaan?

√ Proses pengelolaan akan berjalan sesuai dengan kehendak pelaksananya.

Dan SUASANA HATI tentu akan sangat mempengaruhi proses pelaksanaan pengelolaan keuangan tersebut.

Sebagai contoh:

Kapan seorang kasir dapat mengeluarkan uang?

Kapan harus menahan untuk tidak mengeluarkan uang?

Kapan sebuah nota dibayar?

Bagaimana proses pencairan dana operasional?

Bagaimana cara melakukan pembelian barang?

Bagaimana melakukan kegiatan penagihan?

Bagaimana cara mendefinisikan sebuah bahan baku masih layak guna atau tidak?

Dan masih banyak BAGAIMANA-BAGAIMANA lainnya yang harus terjawab oleh sebuah dokumen bernama Standard Operating Procedure Akuntansi Keuangan.

Adanya prosedur standar operasional yang dijadikan acuan dalam menjalankan proses aktivitas pengendalian aset, kewajiban, beserta modal perusahaan tentu akan mampu memberikan keuntungan yang sangat bernilai.

Dengan demikian kita akan lebih mudah MENGUKUR apakah sistem yang kita rencanakan dan jalankan baik atau tidak.

Itulah PENTINGNYA  Standar Operasional Prosedur Finance!

 

03: Cara Mudah Merancang dan Membuat Sendiri SOP Finance (Akuntansi dan Keuangan)

Video pendek tentang cara sederhana membuat Standar Operasional Prosedur berikut ini barangkali bisa menjadi inspirasi dan penyemangat Anda untuk merancang dan membuat Standar Operasional Prosedur untuk bisnis Anda…

Masalahnya, kalau harus bikin sendiri, makan waktu yang lama dan belum tentu lengkap dan bagus.

Waktu untuk membuatnya juga sudah tidak ada karena kita sibuk dengan aneka macam tugas.

Solusinya mudah.

Sekarang Anda bisa mendapatkan materi Standar Operasional Prosedur Akuntansi Keuangan Lengkap yang bagus dan siap pakai.

Anda bisa menghemat waktu, biaya besar dan tidak usah ribet menyiapkan SOP Finance (Akuntansi dan Keuangan) Lengkap.

Dan to the point saja, berikut ini daftar informasi Standar Operasional Prosedur yang dapat Anda peroleh (silahkan klik untuk memilih informasi yang Anda butuhkan):

 

04: Apa Saja Isi Paket SOP Akuntansi dan Keuangan?

Standar Operasional Prosedur Keuangan

Dalam paket SOP Finance & Accounting tools ini terdiri dari 2 versi, yaitu:

  1. SOP Finance (Akuntansi dan Keuangan) versi – 01
  2. SOP Finance (Akuntansi dan Keuangan) versi – 02

Back To Top

 

#1: SOP Keuangan (Finance & Accounting) – Versi 01

Back To Top

A. Standar Operasional Prosedur Akuntansi

  • Pengertian Sistem dan Prosedur
  • Bentuk Penyajian Sistem dan Prosedur Akuntansi
  • Standar Pencatatan Transaksi Penerimaan Uang
  • Standar Pencatatan Transaksi Pengeluaran Uang
  • Standar Penagihan Piutang Kepada Pelanggan
  • Standar Penerimaan dan Pembayaran Tagihan
  • Standar Pencatatan Hutang Dagang
  • Standar Perhitungan dan Pelaporan Pajak PPH21
  • Sistem dan Prosedur Pencatatan Akuntansi
  • Form :
    • Kartu Hutang
    • Faktur Pembelian
    • Purchase Order
    • Tanda Terima Barang
    • Nota Penjualan Barang / Jasa
    • Bukti Peneriman Uang
    • Voucher Kas Keluar
    • Pengeluaran Uang
    • Kartu Piutang
    • Invoice
    • Daftar Rencana Pembayaran Tagihan

Back To Top

B. Standar Operasional Prosedur Keuangan

  • Tujuan dan Peranan
  • Pengelolaan Keuangan :
    • Pengelolaan Keuangan yang ditangani oleh Manajer Keuangan.
    • Pengelolaan Keuangan yang ditangani oleh Staf Keuangan.
    • Pengelolaan Keuangan yang ditangani oleh Kasir.
  • Prosedur Keuangan :
    • Prosedur Penerimaan Kas
    • Prosedur Pengeluaran Kas untuk Transaksi Harian.
    • Prosedur Pengeluaran Kas untuk Kas Bon
    • Prosedur Pengeluaran Kas untuk Transaksi Non Harian.
    • Prosedur Pengembalian Uang Muka
    • Prosedur Pengajuan Piutang Jangka Pendek
    • Prosedur Reimburse
    • Prosedur Pendokumentasian : Penerimaan, Pengeluaran dan Batasan Kas Box.
  • Dokumentasi
  • Laporan Keuangan:
    • Kaidah Umum
    • Unsur Laporan Keuangan
    • Pengakuan Unsur Laporan Keuangan
    • Komponen Pelaporan
    • Jangka Waktu Pelaporan
  • Perkiraan dan Penjelasan:
    • Aktiva
    • Kewajiban
    • Beban / Biaya
    • Penerimaan
  • Sistem Penggajian, Benefit dan Pajak Penghasilan :
    • Gaji
    • Benefit
    • Upah Lembur
    • Subsidi Uang Makan dan Transport
    • Masa Percobaan
    • Pajak Penghasilan
    • Uang Muka Gaji (Advance on Salaries)
    • Pegawai Tidak Tetap
    • Kenaikan Gaji
  • Form :
    • Voucher Payment
    • Buku Bank
    • Kwitansi
    • Bukti Terima Kas
    • Reimburse Claim
    • Buku Kas Kecil
    • Slip Gaji
  • Contoh – Contoh Standar Operasional Prosedur Pendukung :
    • SOP Finalisasi Anggaran
    • SOP Pembayaran Biaya
    • SOP Pembayaran Utang
    • SOP Pembukaan Rekening Bank
    • SOP Pemindahan Dana dari Kantor Pusat ke Cabang
    • SOP Pemindahan Dana dari Cabang ke Kantor Pusat
    • SOP Penarikan Dana dari Rekening Cabang ke Kantor Pusat
    • SOP Pengeluaran Kas dengan Bon Sementara
    • SOP Pengeluaran Kas Bank dengan Bukti Dokumen
    • SOP Penyimpanan Dokumen
    • SOP Stock Opname

Back To Top

C. Contoh Standar Operasional Prosedur Perusahaan – Akuntansi Keuangan

Berikut ini kami sajikan dua contoh SOP Perusahaan yang ada dalam Paket Standar Operasional Prosedur – SOP Finance +Accounting Tools, yaitu:

  • Standar Operasional Prosedur – SOP Pembayaran Utang dan
  • Standar Operasional Prosedur – SOP Stock Opname Persediaan Barang Dagang.

 

#1: Standar Operasional Prosedur – SOP Pembayaran Utang

Halaman 01:

Contoh SOP Pembayaran Utang
Contoh Standar Operasional Prosedur Perusahaan tentang Pembayaran Utang

Halaman 02:

Contoh Standar Operasional Prosedur Pembayaran utang
Contoh SOP perusahaan – Pembayaran Utang halaman 02

Halaman 03:

Contoh Flowchart SOP perusahaan
Deskripsi Prosedur Kerja Pembayaran Utang dengan Flowchart

 

#2:  Standar Operasional Prosedur – SOP Stock Opname:

Contoh SOP Perusahaan - Stock Opname
Contoh SOP perusahaan – Stock Opname

Seluruh Standar Operasional Prosedur di atas disusun dengan mutu yang baik, di-desain dengan elegan dan berisikan poin-poin yang amat komprehensif.

Seluruh materi diatas juga disusun dengan MS Word dan MS Excel sehingga bisa bebas Anda EDIT sesuai dengan kebutuhan perusahaan Anda.

Anda tak perlu lagi pusing-pusing membuat Standar Operasional Prosedur yang butuh waktu lama dan BIAYA tak sedikit.

Back To Top

 

#2: SOP Keuangan (Finance & Accounting) – Versi 02

 

Flowchart SOP Finance
Penjelasan prosedur pengambilan cek dengan Flowchart

SOP Akuntansi Keuangan yang ke-2 ini berisi Standar Operasional Prosedur Akuntansi Keuangan yang lebih rinci.

SETIAP PROSES dijelaskan rinci disertai flowchart (diagram alir) yang menjelaskan tentang prosedur dan uraian kegiatan. Setiap flowhchart DAPAT DI-EDIT (full edited).

Standar Operasional Prosedur ini cocok untuk anda yang menyukai detil dan tidak mau ribet dengan proses penyusunan SOP.

Dan lebih jelasnya berikut ini saya sajikan daftar isi dari SOP Akuntansi Keuangan – versi 02 :

Back To Top

I. Prosedur Transaksi Kas dan Bank

  1. Penerimaan Kas
  2. Pengeluaran Kas
  3. Pengambilan Cek
  4. Penyetoran Uang ke Bank
  5. Pencatatan Transaksi Kas dan Bank

Back To Top

II. Prosedur Pembelian dan Penerimaan Barang 

flowchart SOP Pembelian
Flowchart untuk menjelaskan Prosedur Pembelian
  1. Pesanan Pembelian
  2. Penerimaan Barang yang Dipesan
  3. Penerimaan Barang Bukan Pesanan
  4. Pembuatan PPB (Pemberitahuan Penerimaan Barang)
  5. Prosedur Retur Pembelian (Nota Debet Barang)

Back To Top

III. Prosedur Penjualan dan Pengeluaran Barang

  1. Penerimaan Pesanan Penjualan
  2. Pembuatan SPB (Surat Penyerahan Barang)
  3. Pengeluaran Barang
  4. Pembuatan NKR (Nota Kredit)
  5. Penerimaan Barang Retur
  6. Pembuatan Nota Bonus
  7. Pengeluaran Barang Bonus
  8. Pembuatan SPB Bonus
  9. Beli Sewa

Back To Top

IV. Prosedur Pengelolaan Piutang dan Penagihan 

flowchart SOP piutang
alur prosedur piutang dengan flowchart
  1. Penyimpanan Faktur
  2. Pembuatan Daftar Penagihan
  3. Pelaksanaan Penagihan
  4. Penerimaan Hasil Penagihan
  5. Pengembalian Faktur yang Tidak Tertagih
  6. Prosedur Inkaso Cek/Giro Jatuh Tempo
  7. Pemberitahuan Hasil Inkaso
  8. Cek/Giro yang Ditolak

Standar Operasional Prosedur Akuntansi Keuangan – 02 ini saya susun karena adanya permintaan dari beberapa pembaca Blog Manajemen Keuangan.

Mereka meminta agar dibuatkan penjelasan yang lebih detil/rinci dalam setiap proses di bagian Akuntansi Keuangan.

Selain itu juga, prosedur yang menyangkut aktivitas divisi lain seperti:

  • pembelian,
  • gudang, dan
  • penjualan, sekaligus dengan penjelasan dengan flowchart.

Back To Top

 

05: Bonus Paket SOP Keuangan (Finance & Accounting)

Cara membuat laporan keuangan pdf

Selain mendapatkan 2 Standar Operasional Prosedur Akuntansi Keuangan, saat order Paket SOP Akuntansi Keuangan ini, anda juga akan mendapatkan BONUS sebagai berikut:

#1: Contoh-contoh Standar Operasional Prosedur Pendukung

Back To Top

#2: Accounting Tools [form dan templates]

Accounting tools ini dikemas dalam format excel, yang langsung bisa Anda gunakan dan gandakan untuk mendukung aktivitas akuntansi keuangan bisnis dan usaha Anda.

A. Form:

  • Check List Audit
  • Inquiry
  • Material Requirement
  • Permintaan Barang
  • Bukti Kembali Barang
  • Bukti Permintaan Barang
  • Bukti Pinjam Barang
  • Bukti Retur Barang
  • Kasbon Proyek
  • Laporan Penerimaan Barang
  • Laporan Produksi – Harian
  • Minute of Meeting
  • Muat Barang
  • Pertanggung Jawaban Keuangan – Proyek
  • Stapel Produksi
  • Surat Perintah Kerja
  • Welding Material Requirement – Workshop dan Bengkel

 

B. Excel Templates:

  • Template untuk Menyusun Budget Proyek – BARU
  • Template untuk Menyusun Laporan Proyek, termasuk Laporan Budget vs Realisasi – BARU
  • Perhitungan Harga Pokok Produksi dan Harga Pokok Penjualan – BARU
  • Rekonsiliasi Bank
  • Template untuk membuat Laporan Keuangan:
    • Neraca/Laporan Posisi Keuangan,
    • Laporan Laba Rugi,
    • Laporan Arus Kas dan
    • Laporan Perubahan Modal/Ekuitas.
  • Perhitungan Nilai Penyusutan Aktiva Tetap (2 versi)
  • Template Membuat Laporan Keuangan Excel : Akun, Jurnal, Buku Besar, Neraca Lajur.
  • Template Laporan Arus Kas : versi bahasa Indonesia dan Inggris.
  • Template Analisis Laporan Keuangan.
  • Template Perhitungan PPh 21 Pegawai Tetap dan Non Tetap – BARU

 

Dan berikut ini, contoh salah satu bonus tersebut:

1: Form Laporan Arus Kas:

Form Laporan Arus Kas Excel
Bonus Paket Standar Operasional Prosedur – Form Laporan Arus Kas Excel

 

2: Aplikasi Excel untuk Menghitung Nilai Penyusutan Aktiva Tetap

Aplikasi Penyusutan Aktiva Tetap
Bonus: Aplikasi Excel untuk menghitung nilai penyusutan Aktiva Tetap

Dengan aplikasi Excel ini  Anda tinggal memilih nama aset tetap dan metode perhitungan penyusutan yang diinginkan, maka nilai penyusutan aset tetap akan muncul.

Sederhana, mudah digunakan, tanpa lisensi, tanpa biaya bulanan.

Sangat powerful dan sangat membantu dalam proses penyusunan Laporan Keuangan dan inventarisasi aset tetap bisnis anda.

Back To Top

#3: Materi Panduan Membuat Presentasi yang Menarik

Materi ini langsung bisa Anda gunakan untuk bahan referensi tim akuntansi dan keuangan di perusahaan Anda.

Atau juga bisa Anda share kepada rekan Anda di bagian Finance and Accounting.

Sangat berguna untuk mempresentasikan hasil kerja anda kepada atasan dan pihak-pihak yang berkepentingan terhadap Laporan Keuangan.

Ada 4 materi utama, yaitu:

  • Developing Great CONTENT
  • Preparing Great DESIGN
  • Conducting Great DELIVERY
  • Sample presentation

Back To Top

#4: Materi Panduan/Tutorial Praktis Membuat Laporan Keuangan.

Materi ini dirancang untuk siapa saja yang ingin membuat Laporan Keuangan, baik bagi mereka yang berlatarbelakang finance & accounting atau pun non finance & accounting.

Sangat membantu dan step by step, mulai dari transaksi, pembuatan chart of account (COA) sampai Laporan Keuangan Lengkap.

Apalagi didukung dengan template Excel untuk membuat Laporan Keuangan.

Anda cukup meng-input setiap transaksi keuangan ke buku jurnal umum, biarkan rumus-rumus Excel yang bekerja menyusun Laporan Keuangan.

Simple!

Ada dua panduan software yang bisa anda pilih yaitu:
  • Panduan membuat laporan keuangan Excel dan
  • Panduan membuat laporan keuangan dengan software akuntansi (MYOB Accounting)

Rumus-rumus Excel yang digunakan, kami pilih yang umum dan mudah digunakan, seperti SUM, And, IF, SUMIF, V/HLookup, dan sejenisnya.

Sedangkan yang menggunakan MYOB Accounting, tutorial dimulai dari:

  • Setting awal perusahaan,
  • Input data pembeli,
  • Penjual,
  • Produk yang dijual,
  • Data karyawan,
  • Jurnal umum,
  • Transaksi pembelian,
  • Transaksi penjualan dan
  • Laporan Keuangan LENGKAP.

Dua Materi Panduan Membuat Laporan Keuangan dengan Excel dan MYOB Accounting ini adalah juga materi yang saya berikan juga untuk peserta kursus dan training Akuntansi serta membuat Laporan Keuangan yang kami selenggarakan.

Di mana peserta kursus memiliki latar belakang yang bermacam-macam; mahasiswa, pegawai, dan pemilik usaha.

Jadi sudah terbukti dan berjalan pada kondisi SESUNGGUHNYA, bukan hanya TEORI.

Anda bisa buktikan sendiri!

Back To Top

 

06: Investasi SOP Akuntansi Keuangan & Accounting Tools

menghitung nilai investasi SOP

Jika Anda mendapatkan materi Standar Operasional Prosedur perusahaan melalui seminar atau proyek konsultasi akan menghabiskan banyak biaya.

Sekarang, ada kabar gembira untuk Anda semua….

Anda tidak perlu mengeluarkan biaya hingga jutaan atau waktu berminggu-minggu untuk mendapatkan semua materi diatas.

Anda bisa memiliki SOP Akuntansi Keuangan Lengkap + Bonus form templates + Bonus lainnya hanya dengan:

Rp. 750 ribu
Rp. 500 ribu

Rp 250 ribu rupiah saja.

Investasi sebesar Rp 250 ribu itu sungguh sangat efisien, jika dibandingkan dengan biaya hingga jutaan rupiah hanya untuk menyusun Standar Operasional Prosedur Akuntansi Keuangan dengan seminar, workshop, atau proyek.

Uang Rp 250 ribu lebih kecil dari anggaran pulsa telpon dan bensin selama satu bulan.

Investasi untuk Paket Standar Operasional Prosedur Akuntansi Keuangan ini KECIL, tapi Manfaatnya Luar Biasa Besar?

√ Bila Anda peduli dengan diri Anda sendiri, keluarga Anda, karir dan bisnis Anda, materi ini perlu Anda miliki.

Anda akan mendapatkan manfaat (value) yang luar biasa besar dan langgeng sepanjang masa.

Lifetime benefit bagi pengembangan bisnis Anda.

“Logiskah, jika ingin bisnisnya cetar membahana dengan omset dan keuntungan milyaran rupiah, tapi investasi untuk modal kerja dan SDM berkualitas seadanya saja, malah nyari yang gratisan?”

Back To Top

 

07: Cara Mendapatkan SOP Finance dan Bonus-bonusnya

Cara mudah mendapatkan SOP

SOP perusahaan ini sengaja saya susun agar bisa menghadirkan materi yang berkualitas, praktis dan mudah di-aplikasikan oleh para pembacanya.

Accounting Tools beserta Standar Operasional Prosedur ini dibuat oleh ahlinya.

Memiliki latarbelakang pendidikan dan pengalaman kerja di bidang finance accounting dari level staf hingga manajerial.

BUKAN hanya menjualkan produk orang lain.

Sehingga Anda pun dapat berkonsultasi bila ada kendala dalam implementasinya. Free!

Mereka yang telah membeli materi ini, sekarang merasakan manfaat dan keuntungan yang luar biasa setelah mereka memutuskan untuk membeli Standar Operasional Prosedur.

Testimoni Pembeli Standar Akuntansi Keuangan

Siapa saja pembeli paket SOP  Akuntansi Keuangan dengan Accounting Tools Powerful, dan apa kata mereka?

(Untuk yang korporat/perusahaan, silahkan cek sendiri email dan official website-nya)

PT Meratus Jaya Iron & Steel:

implementasi SOP di PT Meratus Jaya Steel

 

PT Jiva Samudera Biru:

Pelaksanaan SOP di Jiva Samudera Biru

 

Lidah Buaya Group:

Penerapan SOP di Lidah Buaya Group

Dear Pak Wadiyo. Terima kasih atas support Bapak. Semoga Bapak dan TIM selalu diberikan rahmat dan kesehatan.

Saya akan mempromote produk Bapak ini yang SANGAT BERMANFAAT bagi semua perusahaan

(Maduwen)

Bisnis Indonesia:

implementasi SOP di Bisnis Indonesia

Selamat malam Bapak  Wadiyo.

File sudah kami terima,terima kasih atas  kerendahan hati Pak Wadiyo sehingga berkenan membagi ilmu keoada kami.

Baik Pak, nanti kalo ada kesulitan kami akan menghubungi Bapak

Terimakasih

(PT Cipta Artha Sentosa, Jakarta)

PT Framed Recindomas Sejahtera – Instalasi Gas Medis (www.fres.co.id) :

pelaksanaan SOP di PT Framed Recindomas Sejahtera

 

Pemilik Start Up Business:

Implementasi SOP di perusahaan rintisan

 

PT Nusasembada Bangunindo:

 

Karyawan Finance & Accounting Department:

 

PT Payung Nuswantoro Internasional:

Dan masih 440+ pebisnis lain yang telah SUKSES menerapkannya.

Kapan Anda menyusul?

Apa keuntungan yang akan Anda dapatkan?

  • Isinya bagus dan aplikatif langsung bisa diterapkan. Disusun oleh praktisi akuntansi keuangan.
  • Tidak dijual di toko buku manapun. Hanya melalui jaringan khusus, salah satunya Anda.
  • Investasi Kecil. Anda cukup meng-investasikan dana sebesar Rp. 250.000 saja. Investasi sebesar itu tidak lebih dari anggaran biaya pulsa dan bensin Anda selama sebulan.
  • Support Konsultasi, bisa melalui email, WA, FB, SMS.

Bagaimana, apakah Anda tertarik untuk menerapkan SOP Akuntansi Keuangan dengan dukungan Accounting Tools serta template Excel sederhana dan mudah digunakan?

Jika “iya” dan ingin mendapatkan respon yang lebih cepat, Anda bisa menghubungi saya melalui:

0896-0725-6713
Atau
0812-1602-2272 (Telp/SMS/WA)
email : wadiyo@gmail.com

Dan mohon ma’af saat ini  TERBATAS hanya untuk Anda yang benar-benar TAHU dan BERMINAT saja!

Dan bila Anda membutuhkan konsultan penyusunan Standar Operasional Prosedur Akuntansi Keuangan untuk bisnis anda, silahkan hubungi kontak di atas.

Back To Top

 

08: Cara Order SOP Finance (Akuntansi dan  Keuangan)

Cara order Paket SOP Akuntansi Keuangan + Accounting Tools + Bonus-bonusnya sangat mudah.

Silahkan transfer uang sebesar Rp 250 ribu ke nomer rekening berikut:

Bank BCA – No. Rek. 0182537827 a/n Wadiyo

Informasikan transfer yang telah Anda lakukan kepada kami – bisa melalui:

  • Email (dengan alamat : wadiyo@gmail.com)
  • Ataupun SMS/WA : 0896-0725-6713 / 0812-1602-2272

Konfirmasi transfer pembayaran, harus disertai dengan informasi berikut:

  • Pesan SOP Finance (Akuntansi dan Keuangan) + Accounting Tools
  • Nama bank yang dituju sebagai pengiriman uang transfer
  • Nama dan alamat email Anda(contoh penulisan sms/email:
    Pesan SOP Finance (Akuntansi Keuangan) + Accounting Tools /BCA/Budi/email : budi@gmail.com
  • Harap disertakan bukti transfer – bisa berupa SMS banking, notifikasi internet banking, ataupun image struk bukti transfer.

Maksimal 24 jam setelah kami menerima SMS/WA atau email konfirmasi pembayaran, kami akan mengirim seluruh file Paket Standar Operasional Prosedur Finance (Akuntansi dan Keuangan)+Accounting Tools+Bonus-bonusnya ke alamat email Anda.

Note :  

“Layanan Paket SOP Finance (Akuntansi dan Keuangan) dengan Accounting Tools ini masih aktif”

Seluruh Paket Standar Operasional Prosedur Finance (Akuntansi dan Keuangan) + Accounting Tools + Bonus-bonusnya dijamin pasti akan dikirim.

“Jika dalam 24 jam belum meluncur ke inbox Anda, silakan kontak kami SEGERA dan kami akan kirimkan CD Paket Standar Operasional Prosedur perusahaan ini

Profil lengkap pengelola website Manajemen Keuangan baca DISINI

 

09: 14 Contoh Standar Operasional Prosedur Perusahaan

Contoh Standar Operasional Prosedur

Berikut ini saya sajikan 12 contoh Standar Operasional Prosedur, yang terdiri dari:

  1. Dua Contoh SOP Pengelolaan Keuangan dan Akuntansi:
    • Standar Operasional Prosedur Pembayaran Utang Supplier
    • Standar Operasional Prosedur Penarikan Dana
  2. Tiga Contoh SOP Purchasing:
    • Standar Operasional Prosedur Pengadaan Barang (Peralatan)
    • Standar Operasional Prosedur Prospecting Supplier
    • Standar Operasional Prosedur Penomoran PO (Purchase Order)
  3. Satu Contoh SOP IT:
    • Standar Operasional Prosedur Maintenance Hardware dan Software
  4. Satu Contoh SOP Humas:
    • Standar Operasional Prosedur Pengelolaan Content Website Perusahaan
  5. Contoh SOP Divisi Legal – Bantuan Hukum Karyawan
  6. Contoh SOP Rotasi Persediaan Barang
  7. Contoh SOP Penggunaan dan Pemeliharan Alat Pemadam Api Ringan
  8. Contoh SOP Penggunaan dan Pemeliharan Alat Hydrant dan Sprinkler
  9. Contoh SOP Penyimpanan Peralatan
  10. Contoh SOP Penanggulangan Pencurian Barang
  11. Contoh SOP Pengeluaran Barang dari Gudang

Langsung saja, yukss ikuti contoh-contoh rincinya berikut ini…

 

1: SOP Pembayaran Utang Supplier

A: Format Prosedur Pembayaran Utang Supplier

1: Ruang Lingkup

Prosedur ini dimulai sejak diterimanya surat permohonan pembayaran utang dari supplier dan berakhir setelah kirimnya pemberitahuan pelunasan utang.

2: Pengendalian Internal

  1. Surat permohonan pembayaran dilengkapi dengan data lengkap faktur yang akan dibayar, alamat tujuan pembayaran dan data lengkap faktur pajak yang terkait.
  2. Divisi Akuntansi dan Keuangan melakukan rekonsiliasi rekening secara periodik.

3: Sistem Otorisasi

  1. Permohonan pembayaran utang ditandatangani oleh pimpinan terkait.
  2. Sistem otorisasi ditunjukkan adanya paraf para pejabat yang berwenang menyetujui pengeluaran kas/bank.

4: Organisasi Terkait

  1. Divisi Akuntansi dan Keuangan

5: Dokumen

  1. Surat Permohonan pembayaran utang
  2. Bukti Keluar Bank (BKB)

6: Prosedur Kegiatan

A: Flowchart Penjelasan Prosedur Pelaksanaan

flowchart proses pembayaran supplier

B: Keterangan Flowchart:
  1. Atas dasar permohonan pembayaran supplier, Divisi Akuntansi & Keuangan melakukan konfirmasi balik terkait dengan permohonan tersebut.
  2. Divisi Akuntansi dan Keuangan menerbitkan Bukti Keluar Bank (BKB) sesuai prosedur pengeluaran bank atas dasar bukti/dokumen.
  3. Divisi Akuntansi dan Keuangan melakukan pembayaran utang kepada supplier

 

B: Contoh Standar Operasional Prosedur Pembayaran Utang Supplier Lengkap

#1: Halaman 01

contoh SOP Keuangan - 1

 

#2: Halaman 02

contoh SOP Keuangan - 2

Bagian Pengesahan SOP Keuangan
Contoh SOP Keuangan – Pembayaran Supplier

 

 

2: SOP Penarikan Dana dari Rekening Cash Pooling

Contoh SOP Penarikan Dana

A: Format Prosedur Penarikan Dana dari Rekening Cash Pooling

1: Ruang Lingkup

Prosedur ini dimulai sejak diketahui adanya dana dalam jumlah yang dinilai layak dipindahkan ke rekning bank kantor pusat dan berkahir setelah Divisi Akuntansi dan Keuangan mengirim bukti pemindahan.

2: Pendalian Internal

  1. Pemindahan dana dilakukan oleh Manajer Akuntansi dan Keuangan atua karyawan yang ditunjuk.
  2. Kantor pusat melakukan prosedur penerimaan bank sejumlah bukti pemindahan dana yang telah diparaf manajer/karyawan yang diberi tugas divisi Akuntansi dan Keuangan.

3: Sistem Otorisasi

  1. Persetujuan pemindahan dana oleh pimpinan Divisi Akuntansi dan Keuangan
  2. Kewenangan penggunaan token bank hanya oleh pimpinan Divisi Akuntansi dan Keuangan

4: Organisasi Terkait

  1. Divisi Akuntansi dan Keuangan
  2. Bagian Terkait Cash Pooling

5: Dokumen

  1. Bukti Pemindahan Dana
  2. Bukti Masuk Bank (BMB) – Kantor Pusat

6: Prosedur Kegiatan

A: Flowchart Prosedur Pelaksanaan Kegiatan
Flowchart Proses Penarikan Dana
Gambar: Flowchart Proses Penarikan Dana
B: Penjelasan Flowchart
  1. Bagian Keuangan mengevalusi saldo seluruh rekening cash pooling setiap hari.
  2. Jika ada yang layak dipindahkan, minta persetujuan pimpinan divisi Akuntansi dan Keuangan untuk dilakukan proses pemindahan dana.
  3. Pimpinan Divisi Akuntansi & Keuangan melakukan otorisasi pemindahan dana.
  4. Bagian Keuangan mencetak Bukti Pemindahan Dana dan Meminta paraf pimpinan Divisi Keuangan.
  5. Bukti pemindahan Dana dikirim dan melakukan prosedur penerimaan bank.

 

B: Contoh Standar Operasional Prosedur Penarikan Dana dari Rekening Cash Pooling Lengkap

#1: Halaman 01

Contoh SOP Penarikan Dana

 

#2: Halaman 02

Contoh SOP Penarikan Dana - 2

Contoh SOP Penarikan Dana
Gambar: Contoh SOP Penarikan Dana

 

 

3: SOP Purchasing – Pengadaan Peralatan 

Contoh SOP Purchasing - 1

A: Format Standar Operasional Prosedur Pengadaan Peralatan

1: Tujuan

Untuk menjaga ketersediaan peralatan melalui aktivitas pemesanan (order) pembelian kepada supplier (produsen)

2: Alat/ Bahan

  1. Surat Pesanan Pembelian/ Purchase Order (PO)
  2. Farecast dari Bagian Terkait
  3. Data Stock

3: Pihak Terkait

  1. Manajer Logistik
  2. Penanggung jawab peralatan
  3. Pelaksana Adminstrasi Pesanan

4: Prosedur Kegiatan:

  1. Sumber Produk:
    • Lokal (Dalam Negeri)
    • Impor (Luar Negeri)
  2. Pemesanan dilakukan hanya kepada sumber yang dapat dipertanggungjawabkan:
    • Produsen yang memiliki izin
    • Agen tunggal yang memiliki izin
  3. Pemesanan memperhatikan keadaan stok (stok siap dan stok pengaman) untuk memberikan pelayanan berkesinambungan berdasarkan analisa dan evaluasi kebutuhan rata-rata penjualan.
  4. Perusahaan harus melakukan analisa pemasok yang meliputi:
    • Produk yang dibeli sesuai dengan persyaratan yang berlaku
    • Pemasok sudah memiliki izin usaha dan ijin edar terhadap produk yang dijual.
    • Pemasok memiliki struktur harga yang jelas, ketersediaan stock yang baik dan waktu pengiriman yang tepat.
  5. Langkah Pemesanan Produk Lokal:
    • Pelaksana Administrasi Pesanan Lokal membuat PO (Purchase Order) ke supplier/ principal lokal.
    • PO (Purchase Order) ke supplier dibuat berdasarkan forcast dari marketing, analisa kebutuhan penjualan dan pesanan dari divisi/ cabang.
    • PO (Purchase Order) diberi nomor secara berurutan. Nomor dicetak dengan baik, jelas dan rapi.
    • PO (Purchase Order) harus dengan kop perusahaan dan ditandatangani oleh penanggung jawab dan manajer logistik dengan dicantumkan nama jelas.
    • PO (Purchase Order) dicetak kemudian difoto copy untuk dijadikan arsip, bagian gudang, marketing, pembukuan dan keuangan.
    • PO (Purchase Order) asli dikirim melalui fax/ email/ ekspedisi ke supplier yang dituju.
    • PO (Purchase Order) yang batal atau PO (Purchase Order) revisi (jika ada) harus diarsipkan, beri tanda pembatalan atau revisi yang jelas.
    • Konfirmasi pengiriman PO (Purchase Order) ke supplier/ principal dan pengiriman produk datang.
    • Lakukan penerimaan produk oleh gudang dan buat tanda terima penerimaan barang.
  6. Pemesanan Produk Impor:
    • Pelaksana Administrasi Pesanan Impor membuat PO ke supplier/ principal luar negeri.
    • PO (Purchase Order) ke supplier/ principal dibuat berdasarkan forcast dari marketing yang berasal dari analisa kebutuhan penjualan dan pesanan dari divisi/ cabang.
    • Beri nomor secara berurutan. Nomor dicetak dengan baik, jelas dan rapi.
    • PO (Purchase Order) harus dengan kop perusahaan dan ditandatangani oleh direktur Dicantumkan nama jelas dan stempel perusahaan.
    • PO (Purchase Order) dikirim melalui email ke supplier/ principal yang dituju.
    • Supplier/ principal luar negeri akan memberikan proforma invoice (pengakuan sementara), jika ada perbedaan antara proformas invoice dengan PO. Maka Adm, impor akan merevisi PO (Purchase Order) dan mengirim kembali PO tersebut.
    • Impor menunggu shipment dikirim oleh supplier/ principal untuk mengetahui waktu pengiriman pesanan datang.
    • Lakukan penerimaan produk oleh gudang dan buat suart penerimaan barang.

 

B: Contoh Standar Operasional Prosedur Pengadaan Peralatan Lengkap

#1: Halaman 01

Contoh SOP Pengadaan Peralatan

 

#2: Halaman 02

Contoh SOP Pengadaan

Contoh SOP Pengadaan

Contoh SOP Pengadaan Peralatan
Contoh SOP Pengadaan Peralatan

 

 

4: SOP Purchasing – Prospecting Supplier/Principal

Contoh SOP Purchasing -2

A: Format Standar Operasional Prosedur Prospecting Supplier

1: Tujuan

Mencari supplier/principal yang mempunyai produk-produk bagus dan terpercaya yang inline dengan bisnis perusahaan.

2: Ruang Lingkup

  1. Direksi
  2. Divisi Marketing
  3. Calon Supplier

3: Definisi

  1. Supplier/Pricipal adalah perusahaan yang memproduksi produk atau jasa yang mempunyai bisnis perjanjian dengan distributor untuk menjual produk atau jasa di wilayah yang telah ditentukan.
  2. Produk adalah barang atau jasa yang dapat diperjualbelikan. Dalam marketing, produk adalah apapun yang bisa ditawarkan ke sebuah pasar dan bisa memuaskan sebuah keinginan atau kebutuhan.
  3. Katalog adalah daftar koleksi produk atau jasa yang ditawarkan dalam bentuk display untuk user.

4: Prosedur Kegiatan

A: Flowchart  Proses Prospecting Supplier/Principal

Flowchart Proses Mencari Supplier
Flowchart proses aktivitas prospecting supplier

B: Penjelasan Flowchart:

Nomor 1

Tanggung jawab: Divisi Pengembangan

Deskripsi:

Menghadiri eksibisi lokal dan internasional untuk mencari supplier dan principal-principal yang mempunyai produk qualified.

Dokumen terkait:

  • Brosur
  • Katalog
  • Price list
  • Contact list
  • Website supplier/principal
Nomor 2 – 5:

Tanggung jawab: Divisi Pengembangan

Deskripsi:

Jka supplier/principal lama maka dipertimbangkan untuk revisi kontrak kerjasama.

Bila tidak perlu kontrak, langsung registrasi produk.

Dokumen terkait:

  • Contract kerjasama,
  • Katalog produk
Nomor 5 – 9:

Tanggung jawab: Divisi Pengembangan

Deskripsi:

Jika supplier/principal baru, pastikan apakah sudah memiliki distributor lokal.

Bila belum memiliki distributor lokal, maka lakukan SOP Business Opportunity Review.

Jika sudah memiliki distributor lokal, lakukan negosiasi untuk menjadi sole distributor (atau alternatif lain yang menguntungkan).

Bila calon supplier/principal tidak bersedia, maka peluang bisnis tidak dapat dilanjutkan.

Dokumen terkait:

  • Brosur
  • Katalog
  • Price List
  • Contact List
  • Website calon supplier/principal

 

B: Contoh Standar Operasional Prosedur Prospecting Supplier Lengkap

#1: Halaman 01

Contoh SOP Purchasing -2

 

#2: Halaman 02

flowchart sop purchasing

 

#3: Halaman 03

Contoh SOP Purchasing - 3

Contoh SOP Purchasing - pengesahan
Gambar: Contoh SOP Purchasing

 

 

5: SOP Purchasing – Penomoran PO (Purchase Order)

Contoh SOP Purchasing - 3

A: Format Standar Operasional Prosedur Penomoran Purchasing Order (PO)

1: Tujuan

Untuk pelaksanaan dan pengawasan aktivitas pengadaan persediaan bahan baku, bahan penolong, produk jadi, sehingga mendapatkan jumlah dan jenis yang sesuai dengan kebutuhan serta menjamin ketersediaan persediaan barang-barang tersebut.

2: Penanggung jawab

Karyawan yang diberi tanggungjawab

3: Prosedur

  1. Terima Surat Pesanan dari Divisi terkait
  2. Tulis nomor Surat Pesanan, tujuan, kebutuhan pesanan, dan paraf di buku Surat Pesanan pada masing-masing bagian pesanan.
  3. Khusus untuk tender, kelompok penomoran PO telah dibuat secara otomatis oleh bagian IT.
  4. Pembuatan nomor pesanan.
    • Untuk rutin; inisial divisi/cabang/kelompok produk pesanan/tahun/ Nomor PO
      Contoh: Akt 1/B1/19/0012345
    • Untuk insidental; inisial kelompok produk pesanan/Divisi Logistik/Tahun/Nomor PO
      Contoh: MT/LOG/19/006789

 

B: Contoh Standar Operasional Prosedur Penomoran Purchasing Order Lengkap

Contoh SOP Purchasing - Penomoran
Gambar: Contoh SOP Purchasing – Penomoran

 

 

6: SOP IT – Perbaikan Hardware & Software

A: Format Standar Operasional Prosedur Perbaikan Hardware & Software

1: Tujuan

Menjaga dan memperbaiki harware dan software untuk menunjang kelancaran divisi dalam pekerjaan

2: Ruang Lingkup

Memberikan pedoman dan panduan bagi divisi dalam melakukan perbaikan hardware dan software, meliputi divisi yang membutuhkan perbaikan hardware dan software.

3: Definisi

  1. Hardware : Perangkat pendukung sistem
  2. Software : Perangkat lunak pendukung sistem
  3. User : Bagian atau Divisi
  4. IT : Bagian IT

4: Referensi

ISO 9001, Quality Management System

5: Deskripsi Prosedur

Deskripsi Prosedur #1:

Pihak Terkait: IT

Penanggung Jawab: Staf

Deskripsi:

  1. User memberikan formulir perbaikan yang telah ditandatangani atasan langsung dan bagian umum.
  2. Formulir tersebut diserahkan ke bagian IT
  3. Bagian IT melakukan pengecekan terhadap hardware yang rusak
  4. Bagian IT bekerjasama dengan pihak ketiga untuk melakukan perbaikan terhadap hardware yang rusak (bila dibutuhkan).
  5. Bagian IT menyerahkan kembali hasil perbaikan kepada user setelah dilakukan pengetesan. Bagian IT juga menerima hasil perbaikan dari pihak ketiga, setelah itu menyerahkan kembali hasil perbaikan kepada user setelah dilakukan pengetesan.
Deskripsi Prosedur #2:

Pihak Terkait: User/ Divisi lain

Penanggung Jawab: Manajer Terkait

Deskripsi:

Mengisi form perbaikan ke bagian IT setelah diotorisasi pimpinan/manajer divisi terkait dan manajer umum.

 

6: Flowchart

Flowchart SOP IT
Gambar: Flowchart SOP IT

 

 

B: Contoh Standar Operasional Prosedur Perbaikan Hardware & Software Lengkap

#1: Halaman 01

Contoh SOP IT

 

#2: Halaman 2

Contoh SOP IT -2

 

#3: Halaman 03

Contoh SOP IT - 3
Gambar: Contoh SOP IT

 

 

7: SOP Humas – Pengisian dan Pemutakhiran Website Perusahaan

Contoh SOP Pemeliharaan Website Perusahaan

A: Format SOP Pengisian dan Pemutakhiran Website Perusahaan

1: Tujuan

Pengelolaan Website perusahaan secara berkala melalui pengisian dan pemutakhiran content website.

2: Ruang Lingkup

Standar Operasional Prosedur ini mengatur tentang proses pengisian dan pemutakhiran website perusahaan.

Dengan sumber berita diambil dari peristiwa yang terjadi di lingkungan perusahaan maupun aktivitas kantor cabang dapat mengambil berita dari media online yang isi beritanya terkait core bisnis perusahaan.

Setiap hari berita itu dipilah, kemudian berita tersebut diupload di website perusahaan.

3: Definisi

Website adalah sarana komunikasi untuk menyampaikan informasi, pernyataan, atau pesan kepada pihak lain yang terkait kegiatan dengan bentuk tertentu.

Dengan harapan informasi bisa sampai kepada pihak yang dituju.

4: Referensi

ISO 9001, Quality Managemen System

5: Deskripsi Prosedur

Deskripsi Prosedur #1:

Pihak Terkait: Direksi, Sekretariat

Penanggung Jawab: Sekretaris Perusahaan

Deskripsi:

Pengisian dan pemutakhiran Website perusahaan dilakukan setiap hari dengan memilah berita dari media online.

Atau dari berita aktivitas yang terjadi di lingkungan perusahaan maupun kantor cabangnya.

Deskripsi Prosedur #2:

Pihak Terkait: Sekretariat

Deskripsi:
  1. Beberapa media cetak nasional dan media online dilihat dan dipilah berita yang menyangkut bisnis perusahaan. Kemudian berita tersebut diambil menjadi sebuah kliping.
    Setelah itu dibuat rangkuman sebelum diupload atau disebar untuk keperluan manajemen dan seluruh karyawan.
  2. Upload didasarkan pada beberapa kategori, yaitu kategori non dinamis dan dinamis. Selanjutnya kategori dinamis adalah berupa berita, press release, foto, film atau video.
    Sedangkan kategori non dinamis berupa informasi perusahaan, profil perusahaan, budaya perusahaan.
  3. Setelah berita tersebut di-upload, maka kliping berita tersebut dapat di file, agar bila ada yang memerlukan dapat diberikan.

 

B: Contoh Standar Operasional Prosedur  Pengisian dan Pemutakhiran Website Perusahaan

#1: Halaman 01

Contoh SOP Pemeliharaan Website

 

#2: Halaman 02

Contoh SOP Humas

 

#3: Halaman 03

Contoh Prosedur Pemeliharaan Website

Contoh Prosedur Pemeliharaan Website
Gambar: Contoh Prosedur Pemeliharaan Website

 

 

08: SOP Legal – Bantuan Hukum Karyawan

Atribut Pengadilan

A: Format SOP Legal – Bantuan Hukum Karyawan

01: Tujuan

  1. Memberikan fasilitas bantuan hukum kepada direksi, dewan komisaris, karyawan dan karyawati berupa pembiayaan jasa kantor pengacara/ konsultan hukum.
    Yang meliputi pemeriksaan sebagai saksi, tersangka, atau terdakwa di lembaga peradilan dalam hal terjadi tindakan/ perbuatan.
    Untuk dan atas nama jabatan tersebut yang berkaitan dengan maksud dan tujuan serta kegiatan usaha perusahaan.
  2. Melakukan proses pengendalian dan monitoring kegiatan konsultasi dan pemberian fasilitas bantuan hukum di lingkungan perusahaan.

02: Ruang Lingkup

Prosedur ini menjelaskan proses dan tata cara pemberian bantuan hukum kepada direksi, dewan komisaris, karyawan dan karyawati.

03: Definisi

  1. Pengguna/ User adalah direksi, dewan komisaris, karyawan dan karyawati yang memerlukan fasilitas bantuan hukum.
  2. Fasilitas bantuan hukum adalah pembiayaan jasa pengacara/ konsultan hukum yang meliputi proses pemeriksaan sebagai saksi, tersangka, dan terdakwa di lembaga peradilan.

04: Referensi

  1. ISO 9001
  2. Quality managemen system

05: Deskripsi Kegiatan

Nomor #1:

Tanggung Jawab: User

Deskripsi:

User yang menghadapi permasalahan hukum mengajukan surat permohonan Bantuan Hukum kepada Manajemen Perusahaan.

Dokumen Terkait:

  • Surat Pernyataan di atas materai bahwa user tidak terlibat dalam proses pidana yang dilaporkan oleh oleh perusahaan atau pihak tertentu yang ditetapkan oleh pihak berwenang.
  • Surat Pernyataan di atas materai user menerangkan posisi yang bersangkutan dalam perkara tersebut.
  • Surat Pernyataan di atas materai user akan mengganti biaya yang dikeluarkan perusahaan, bila di kemudian hari dinyatakan bersalah dan dihukum oleh Pengadilan dengan putusan yang mempunyai kekuatan hukum tetap.
Nomor #2:

Tanggung Jawab: User

Deskripsi:

Manajemen menerima dan meneliti surat permohonan user.

Dokumen Terkait:

Surat Permohonan User

Nomor #3:

Tanggung Jawab: Direksi/Manajemen

Deskripsi:

Bila disetujui, manajemen/direksi membuat disposisi ke divisi legal untuk ditndaklanjuti.

Dokumen Terkait:

  • Disposisi Direksi/Manajemen
  • Risalah BOD
Nomor #4:

Tanggung Jawab: Bagian Legal

Deskripsi:

Bagian Legal melakukan pemeriksaan terhadap persyaratan kelengkapan dokumen bantuan hukum.

Dokumen Terkait:

Kelengkapan-kelengkapan dokumen

Nomor #5:

Tanggung Jawab: Bagian Legal

Deskripsi:

Pimpinan Bagian Legal membuat kerangka acuan kerja/ TOR ruang lingkup pekerjaan pengaca/ konsultan hukum untuk disampaikan kepada PPK (Pejabat Pembuat Komitmen).

Dokumen Terkait: Kerangka Acuan Kerja

Nomor #6:

Tanggung Jawab: Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)

Deskripsi:

PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) melakukan proses pengadaan sesuai pedoman pengadaan barang dan jasa yang berlaku.

Dokumen Terkait:

Dokumen pengadaan sebagaimana dimaksud dalam pedoman pengadaan barang dan jasa.

 

B: Contoh Standar Operasional Prosedur Bantuan Hukum Karyawan Lengkap

#1: Halaman 01

Contoh SOP Divisi Legal

 

#2: Halaman 02

Flowchart SOP Divisi Legal

 

#3: Halaman 03

Deskripsi Pelaksanaan SOP Divisi Legal

 

#4: Halaman 04

Deskripsi Pelaksanaan SOP Divisi Legal
Contoh SOP Divisi Legal – Bantuan Hukum Karyawan

 

 

09: SOP Rotasi Persediaan

persediaan barang

A: Format SOP Rotasi Persediaan

01: Tujuan

Menjamin terlaksananya perputaran persediaan barang dengan baik agar penjualan terhadap persediaan pelayanan pada rantai distribusi tetap terjaga.

Dan berjalan secara berkesinambungan yang bertujuan pada kepuasan pelanggan.

02: Alat dan Bahan

  1. Data persediaan dan evaluasi penjualan
  2. Forecast

03: Pihak Terkait

  1. Bagian Logistik
  2. Bagian Gudang
  3. Bagian Marketing

04: Prosedur Pelaksanaan

  1. Cetak dan periksa posisi persediaan terakhir setiap akhir bulan dan lakukan evaluasi serta rekapitulasi data terhadap produk yang fast moving dan slow moving.
  2. Koordinasi dengan bagian marketing atau forecast pengadaan untuk menjaga persediaan tetap dalam kondisi baik.
  3. Lakukan stock opname secara rutin pada setiap bulannya untuk membandingkan kebenaran data antara stok fisik dengan stok di komputer.
  4. Telusuri bila terjadi selisih barang hingga mendapatkan hasil yang benar
  5. Rekaman aktivtas perputaran persediaan harus dipelihara.

 

B: Contoh Standar Operasional Prosedur Rotasi Persediaan Lengkap

Contoh SOP Persediaan
Contoh SOP Rotasi Persediaan

 

 

10: SOP Penggunaan dan Pemeliharaan Alat Pemadam Api Ringan

pemadam-api-ringan

A: Format SOP Penggunaan dan Pemeliharaan Alat Pemadam Api Ringan

01: Tujuan

Untuk menjelaskan bagaimana perawatan dan penggunaan alat pemadam api ringan, agar dapat digunakan untuk mematikan api bila terjadi kebakaran.

02: Bahan dan Alat

Alat pemadam api ringan

03: Penanggung Jawab

Karyawan yang ditunjuk.

04: Prosedur Pelaksanaan Kegiatan

A: Perawatan Alat Pemadam Api Ringan:
  • Lakukan kontrol alat pemadam api ringan satu bulan sekali, ada kartu kontrol alat pemadam api ringan. Kontrol dilakukan oleh bagian teknisi.
  • Kontrol dilakukan sesuai dengan standar yang diberikan
  • Cek tanggal servis. Servis dilakukan satu bulan sekali
B: Penggunaan Alat Pemadam Api Ringan:
  • Pull atau tarik pin sehingga segel putus atau terlepas. Pin berada di atas tabung alat pemadam kebakaran ringan. Pin juga berfungsi sebagai pengaman handle atau pegangan dari penekanan yang tidak disengaja.
  • Posisi berdiri searah dengan arah angin
  • Aim atau arahkan nozzle atau ujung hose yang kita pegang ke arah pusat api,
  • Squeeze atau tekan handle untuk mengeluarkan/ menyemprotkan isi tabung
  • Sweep atau semprotkan nozzle yang kita pegang ke arah kiri dan kanan api, agar media yang disemprotkan merata mengenai api.

B: Contoh Standar Operasional Prosedur Penggunaan dan Pemeliharaan Alat Pemadam Api Ringan Lengkap

Contoh prosedur penggunaan peralatan pemadam
Contoh prosedur penggunaan peralatan pemadam

 

 

11: SOP Penggunaan dan Pemeliharaan Alat – Hydrant & Sprinkler

penggunaan dan pemeliharaan hydrant

A: Format SOP Pemeliharaan dan Penggunaan Alat Hydrant & Sprinkler

01: Tujuan

Untuk menjelaskan bagaimana perawatan dan penggunaan hydrant/ sprinkler agar dapat digunakan untuk mematikan api bila terjadi kebakaran.

02: Bahan dan Alat

  • Hydrant
  • Sprinkler

03: Penanggung Jawab

Karyawan yang ditunjuk.

04: Prosedur Pelaksanaan Kegiatan

  1. Sistem pemadam kebakaran terdiri dari hydrant/ sprinkler
  2. Operasional sistem pemadam dapat dilakukan secara otomatis dan manual
  3. Peralatan yang digunakan dalam sistem pemadam kebakaran adalah sebagai berikut:
    • Panel pompa
    • Diesel Pump
    • Jockey Pump
    • Electric
    • Box Hydrant
    • Pilar Hydrant
    • Ground reservoir
    • Alat Pemadam api ringan.

 

B: Contoh Standar Operasional Prosedur Pemeliharaan dan Penggunaan Alat Hydrant & Sprinkler Lengkap

Contoh Prosedur Penggunaan dan Pemeliharaan Peralatan
Contoh Prosedur Penggunaan dan Pemeliharaan Peralatan

 

 

12: SOP Penyimpanan Barang (Peralatan)

prosedur penyimpanan peralatan

A: Format SOP Penyimpanan Peralatan

01: Tujuan

Untuk menjamin bahwa produk disimpan sesuai dengan kondisi yang dipersyaratkan sehingga tetap terjaga mutu, keamanan dan kemanfaatannya.

02: Alat dan Bahan

  • Pallet
  • Rak
  • Cold Storage
  • Thermohygrometer

03: Pihak Terkait

  • Pimpinan
  • Penanggung jawab peralatan
  • Kepala Gudang
  • Pelaksanan Gudang

04: Prosedur Pelaksanaan Kegiatan

  1. Simpan produk dengan sistem First Expired First Out (FEFO) dan First In First Out (FIFO) dalam jajaran yang rapi, beri jarak antara tiap jajar sehingga ada aliran udara dan mencegah risiko tercemar dan tercampur antar jenis produk.
  2. Simpan produk yang membutuhkan kondisi khusus pada ruang terpisah, dilengkapi peralatan untuk menciptakan kondisi yang dipersyaratkan.
  3. Produk yang fast moving ditempatkan di bagian yang mudah dicapai.
  4. Produk diletakkan secara tepat agar tidak rusak, mudah dibersihkan dan diawasi.
  5. Pallet harus dirawat dengan baik dan tetap dalam kondisi bersih
  6. Produk tidak boleh disimpan langsung di atas lantai, harus menggunakan pallet.
  7. Tumpukkan maksimum yang tertera pada kemasan harus dipatuhi dengan cara tumpukkan sistem mengunci.
  8. Ruang penyimpanan harus aman dari kemungkinan terjadinya pencampuran antara produk layak  jual dan tidak layak jual.
  9. Ruang penyimpanan yang sesuai harus tersedia untuk bahan berbahaya dan sensitif.
  10. Simpanlah produk sesuai dengan ketentuan penyimpanan yang disarankan pada penandaan kemasan
  11. Ada ruang yang dirancang untuk :
    • Produk layak jual
    • Produk karantina
    • Produk yang kadaluarsa
  12. Lakukan monitoring dan pencatatan suhu secara rutin di pagi hari, siang dan sore hari.
  13. Sensor dan monitor temperatur direkomendasikan untuk ditempatkan di ruang yang bersuhu paling fluktuatif (depan pintu jalur keluar masuk) dan di setiap ruang penyimpanan.
  14. Rawat dengan baik peralatan di gudang dan lakukan kalibrasi secara berkala (minimal setahun sekali)
  15. Ruang penyimpanan harus bebas hama.
  16. Temperatur terkontrol harus dinyatakan secara kuantitatif.

 

B: Contoh Standar Operasional Prosedur Penyimpanan Peralatan

#1: Halaman 01

contoh prosedur penyimpanan peralatan

 

#2: Halaman 02

contoh Standar prosedur penyimpanan peralatan
contoh Standar operasional prosedur penyimpanan peralatan

Demikian 12 contoh  Standar Operasional Prosedur, contoh-contoh ini akan terus di-update secara berkala dengan prosedur-prosedur lainnya.

 

 

13: SOP Security – Penanggulangan Pencurian Barang di Gudang 

penanggulangan pencurian

A: Format SOP Penanggulangan Pencurian Barang di Gudang

01: Tujuan

Tujuan Standar Operasional Prosedur Penanggulangan Pencurian Barang ini adalah untuk menjelaskan aktivitas tentang bagaimana cara penanggulangan terhadap pencurian barang di gudang perusahaan.

02: Bahan dan Alat

  • Gembok
  • Kunci

03: Kualifikasi Personel

Karyawan yang ditunjuk.

04: Prosedur Pelaksanaan

  1. Barang/ persediaan raw material/ persediaan barang jadi disimpan di gudang yang terkunci.
    Kunci dipegang oleh kepala gudang atau karyawan yang telah ditunjuk, sedangkan master key ada di Bagian SDM/ HRD.
  2. Di gudang ada penjaga Satuan Pengaman/ Satpam/ Security di pintu basement yang tidak melalui lift (jika gudang lebih dari satu lantai dan ada lift).
  3. Hanya yang berkepentingan yang boleh keluar masuk gudang.
  4. Di bagian masing-masing bagian penyimpanan barang, masing-masing ada penanggung jawab.

 

B: Contoh Standar Operasional Prosedur Penanggulangan Pencurian Barang di Gudang Lengkap

Contoh SOP Penanggulangan Pencurian Barang
Contoh SOP Penanggulangan Pencurian Barang di gudang

 

 

14:  SOP Gudang – Pengeluaran Barang dari Gudang untuk Bagian Lain

A: Format SOP Pengeluaran Barang dari Gudang untuk Bagian Lain

1: Tujuan

Untuk memberikan pedoman dan panduan semua kegiatan pengeluaran barang dari gudang ke bagian lain.

2: Alat dan Bahan

  • Alat transportasi

3: Unit Kerja Terkait

  • Bagian Gudang
  • Bagian Lain

4: Dokumen yang digunakan

  • Surat Permintaan Barang (SPB)
  • Bukti Permintaan dan Pengeluaran Barang Gudang (BPPBG)
  • Bukti Terima Barang
  • Bukti Pengembalian Barang ke Gudang (BPBG)

5: Prosedur Pelaksanaan

  • Bagian lain yang membutuhkan barang dari gudang harus mengisi Surat Permintaan Barang (SPB) dan menyerahkannya kepada atasannya untuk diperiksa.
  • SPB yang telah diperiksa tersebut selanjutnya diberikan kepada Kepala Bagian Gudang untuk disetujui.
  • Jika barang tersedia, maka Kepala Bagian Gudang akan membuat Bukti Permintaan dan Pengeluaran Barang Gudang (BPPBG) sebanyak tiga rangkap.Masing-masing untuk bagian pengiriman, bagian yang terkait, dan arsip gudang.
  • Staf Gudang akan mengirimkan barang bersama Bukti Permintaan dan Pengeluaran Barang Gudang (rangkap pertama dan kedua) kepada bagian pengiriman (rangkap pertama sebagai perintah pengiriman kepada bagian lain).
  • Meminta pernyataan barang telah diterima sesuai pengiriman dalam Bukti Terima Barang yang terlampir bersama BPPBG (hanya di rangkap pertama yang diisi tanda tangan penerima dari bagian pengiriman).Bukti Terima Barang diberikan kepada bagian pengiriman dan bagian gudang sebagai arsip.
  • Staf Bagian Gudang mencatat perubahan persediaan di Kartu Persediaan Barang.
  • Bagian pengiriman kemudian mengirimkan barang tersebut ke bagian lain yang membutuhkan (apabila membutuhkan biaya transportasi, lihat prosedur Pengeluaran Umum Produksi) dan melampirkan BPPBG rangkap kedua.
  • Bagian pengiriman meminta pernyataan barang yang telah diterima sesuai pengiriman dalam Bukti Terima Barang yang terlampir bersama BPPBG (diberikan kepada bagian penerima dan sebagai arsip bagian pengiriman).
  • Apabila barang yang dikirim tidak sesuai permintaan maka penerima dapat mengisi Bukti Pengembalian Barang ke Gudang (BPBG) dan mengembalikan dokumen tersebut beserta barangnya.
  • Dokumen BPBG ini kemudian diterima dan diperiksa oleh Kepala Bagian Gudang.Jika terbukti tidak sesuai permintaan, maka barang tersebut dapat dimasukkan kembali ke dalam gudang.

 

B: Contoh Standar Operasional Prosedur Gudang – Pengeluaran Barang dari Gudang untuk Bagian lain

Halaman #1:

contoh sop pengeluaran barang

 

Halaman #2:

contoh sop pengeluaran barang
Contoh SOP Pengeluaran Barang

 

Halaman #3: Flowchart

Flowchart SOP Pengeluaran Barang
Flowchart SOP Pengeluaran Barang dari Gudang

 

10: 12 Contoh SOP Produksi dan Cara Membuatnya 

Proses Produksi di Pabrik

SOP Produksi adalah dokumen yang berisi pedoman dan panduan untuk melakukan semua aktivitas di divisi produksi dan yang terkait dengannya.

Seperti Bagian pembelian (Purchasing), Gudang (Inventory) dan Marketing.

Dan berikut ini kami sajikan 12 contoh Standar Operasional  Prosedur Produksi yaitu:

  1. SOP Produksi – Pembelian Raw Material/ Bahan Baku Produksi
  2. SOP Produksi – Pengeluaran Raw Material/ Bahan Baku dari Gudang
  3. SOP Produksi – Pemasukkan Barang Jadi Ke Gudang
  4. SOP Produksi – Penghitungan Persediaan Barang
  5. SOP Produksi – Pembuatan Dokumen Aktivitas Produksi
  6. SOP Produksi – Pengiriman Hasil Produksi
  7. SOP Produksi – Proses Produksi
  8. SOP Produksi – Pemeriksaan Kualitas Persediaan Barang
  9. SOP Produksi – Quality Control Produk
  10. SOP Produksi – Quality Control Sistem Produksi
  11. SOP Produksi – Pemeriksaan Kualitas Mesin
  12. SOP Produksi – Uji Material Baru

Langsung saja mari ikuti pembahasannya berikut ini….

 

01: SOP Produksi – Pembelian Raw Material/ Bahan Baku Produksi

A: Format Standar Operasional Prosedur Produksi – Pembelian Raw Material/ Bahan Baku

1: Tujuan

Untuk memberi panduan dalam melakukan aktivitas pembelian raw material/ bahan baku untuk produksi.

2: Alat dan Bahan

  • Telepon
  • Komputer
  • Internet

3: Unit Kerja Terkait

  • Bagian Produksi
  • Bagian Pembelian

4: Dokumen yang digunakan

  • Surat Permintaan Pembelian
  • Surat Penawaran Harga
  • Surat Order Pembelian

5: Prosedur Pelaksanaan

  • Bagian Pembelian mendapat permintaan pembelian dari bagian produksi.
  • Bagian produksi memberikan rekomendasi nama supplier/ pemasok, alamat, telepon, dan contact person.
  • Bagian Pembelian melakukan verifikasi apakah supplier/ pemasok itu merupakan pemasok utama atau bukan. Kalau bukan, maka akan dilakukan perbandingan harga dari beberapa pemasok.
  • Memasukkan nomor katalog, deskripsi barang, harga per unit, total unit dan harga di Surat Permintaan Pembelian.
  • Memastikan bahwa barang yang diminta tidak ada di gudang.
  • Memutuskan untuk melakukan pembelian barang.
  • Memberi tanda tangan dan nama serta tanggal pada form permintaan pembelian.
  • Mengumpulan permintaan pembelian kepada karyawan yang diberi tugas untuk mengajukan persetujuan.
  • Karyawan yang telah bertugas akan memeriksa form permintaan pembelian dan mengirim email ke pemasok.
  • Pemasok akan menentukan apakah barang yang diminta tersebut dapat dibeli dengan regular Purchase Order atau tidak.

 

6: Flowchart: Proses Pembelian raw material/ Bahan Baku untuk Produksi

Flowchart SOP Pengadaan Bahan Baku
Flowchart Prosedur Pengadaan Bahan Baku

 

B: Contoh Standar Operasional Prosedur Pembelian raw material/ Bahan Baku untuk Produksi

Halaman #1:

SOP Produksi - Pembelian Bahan Baku

 

Halaman #2:

Contoh SOP Produksi - Pembelian Bahan Baku
Contoh Standar Operasional Prosedur Pembelian Bahan Baku

 

 

02: SOP Produksi – Pengeluaran Raw Material/ Bahan Baku dari Gudang

A: Format Standar Operasional Prosedur Produksi – Pengeluaran Raw Material/ Bahan Baku dari Gudang

1: Tujuan

Untuk memberikan panduan kegiatan pengeluaran raw material/ bahan baku dari gudang.

2: Alat dan Bahan

  • Alat Pengiriman Bahan Baku

3: Unit Kerja Terkait

  • Bagian Produksi
  • Bagian Gudang

4: Dokumen yang digunakan

  • Daftar Kegiatan Produksi
  • Form Penggunaan Bahan Baku
  • Bukti Permintaan dan Pengeluaran Barang Gudang
  • Bukti Terima Barang
  • Kartu Persediaan Barang

5: Prosedur Pelaksanaan

  • Petugas Bagian Produksi membuat jadwal produksi harian berupa Daftar Kegiatan Produksi Harian (DKPH) dan Form Penggunaan Bahan Baku (FPBB).
  • Dokumen-dokumen tersebut diajukan kepada Manajer Produksi untuk disetujui.
  • Dari bagian produksi, DKPH dan FPBB ini kemudian diberikan kepada Bagian Gudang dan Persediaan
  • Kepala Bagian Gudang dan Persediaan memeriksa dokumen tersebut, selanjutnya membuat Bukti Permintaan dan Pengeluaran Barang Gudang (BPPBG).
  • Petugas Gudang dan Persediaan ini mengirimkan bahan baku kepada bagian produksi, dan meminta tanda tangan penerima di Bukti Terima Barang.
  • Staf Gudang dan Persediaan mencatat bahan baku yang keluar dari gudang dalam Kartu Persediaan Barang (KPB) sesuai dengan rincian barangnya tersebut.

 

6: Flowchart: Prosedur Pengeluaran Barang dari Gudang untuk Produksi

Flowchart prosedur pengeluaran barang
Flowchart prosedur pengeluaran barang

 

B: Contoh Standar Operasional Prosedur Produksi – Pengeluaran Raw Material/ Bahan Baku dari Gudang

Halaman #1:

SOP Pengeluaran Bahan Baku dari Gudang

 

Halaman #2:

Contoh SOP Produksi - Pengeluaran Bahan Baku
Contoh SOP Produksi – Pengeluaran Barang dari Gudang untuk Produksi

 

 

03: SOP Produksi – Penyimpanan Barang Jadi Ke Gudang

A: Format Standar Operasional Prosedur Penyimpnanan  Barang Jadi ke Gudang

1: Tujuan:

Memberikan pedoman dan panduan kegiatan penyimpanan barang jadi ke gudang agar berjalan lancar dan tetap terjaga kuantitas dan kualitanya.

2: Alat dan Bahan

  • Gudang Persediaan
  • Alat pengangkutan dan pengiriman barang

3: Unit Kerja Terkait

  • Bagian Produksi
  • Bagian Gudang

4: Dokumen yang Digunakan

  • Laporan Produk Jadi
  • Kartu Persediaan Barang
  • Kartu Penghitungan Persediaan

5: Prosedur Pelaksanaan

  • Bagian finishing produksi membuat Laporan Produk Jadi dan menyerahkan ke Bagian Produksi untuk diotorisasi.
  • Bagian finishing produk menyerahkan produk jadi yang telah dikemas dan salinan laporan produk jadi yang sudah diotorisasi kepada Bagian Gudang dan Persediaan.
    Laporan barang jadi asli yang sudah diotorisasi diarsipkan di bagian produksi.
  • Petugas Bagian Gudang dan Persediaan memeriksa kuantitas dan spesifikasi produk yang terdapat di Laporan Produk Jadi, kondisi fisiknya, dan melakukan penghitungan di bawah pengawasan Kepala/Supervisor Bagian Gudang dan Persediaan.
  • Penghitungan barang ini dilakukan dua kali. Penghitungan pertama dan kedua dilakukan oleh orang yang berbeda (pemeriksaan independen secara intern dengan dokumen Kartu Penghitungan Persediaan)
  • Petugas Bagian Gudang dan Persediaan memasukkan barang jadi ke gudang dan mencatat di Kartu Persediaan Barang apabila telah sesuai dengan dokumennya.
  • Penyusunan barang di gudang disusun berdasarkan tipe barang dan tanggal penerimaan.

 

6: Flowchart: Prosedur Penyimpanan Barang Hasil Produksi di Gudang

Flowchart prosedur Penyimpanan Barang Jadi
Flowchart – Prosedur Penyimpanan Barang Hasil Produksi di Gudang

 

B: Contoh Standar Operasional Prosedur Produksi – Penyimpanan Barang Jadi ke Gudang

Halaman #1:

SOP Produksi – Penyimpanan Barang Jadi ke Gudang

 

Halaman #2:

Contoh SOP Produksi – Penyimpanan Barang Jadi
Contoh SOP Produksi – Penyimpanan Barang Jadi ke Gudang

 

 

04: SOP Produksi – Penghitungan Persediaan Barang

A: Format Standar Operasional Prosedur Produksi – Penghitungan Barang Persediaan

1: Tujuan:

Memastikan pelaksanaan proses penghitungan fisik barang persediaan efektif dan akurat.

2: Alat dan Bahan

  • Alat penghitung

3: Bagian Terkait

  • Bagian Gudang
  • Bagian Produksi

4: Dokumen yang Digunakan

  • Kartu Penghitungan Persediaan
  • Kartu Penghitungan Persediaan

5: Prosedur Pelaksanaan

Sistem penghitungan fisik persediaan barang dilakukan oleh perusahaan untuk menghitung secara fisik persediaan yang disimpan di gudang.

Hasil perhitungan tersebut digunakan untuk meminta pertanggungjawaban bagian gudang dan persediaan tentang aktivitas penyimpanan, dan catatan persediaan.

  • Penghitungan barang dilakukan oleh karyawan yang tidak diberi tanggungjawab untuk menyimpan persediaan barang.
  • Tiap karyawan di bagian gudang mendapat tugas yang jelas tentang jenis persediaan barang yang menjadi tanggung jawabnya.
  • Harus dilakukan penghitungan kedua oleh karyawan bagian gudang lain setelah pemeriksaan pertama dilakukan.
  • Pemeriksaan dilakukan setiap hari, khususnya setiap ada barang persediaan yang masuk dan keluar dari gudang. Selanjutnya dicatat dalam Kartu Penghitungan Persediaan.
  • Harus menggunakan kartu yang mempunyai nomor urut tercetak, dan kartu penghitungan persediaan tersebut diawasi penggunaannya.
  • Tempatkan karyawan yang bertugas sebagai pengawas untuk menentukan semua jenis persediaan diberi kartu dan tidak ada satu jenis persediaan pun yang diberi lebih dari satu kartu.
  • Pada akhir periode, Kepala/ Supervisor Bagian Gudang dan Persediaan memeriksa ulang Kartu Persediaan Barang agar sesuai dengan Kartu Penghitungan Persediaan.

 

6: Flowchart: Prosedur Penghitungan Persediaan barang

Flowchart: Prosedur Penghitungan Persediaan barang
Flowchart: Prosedur Penghitungan Persediaan barang

 

B: Contoh Standar Operasional Prosedur Produksi – Penghitungan Persediaan Barang di Gudang

Halaman #1:

Contoh SOP Produksi - Penghitungan Persediaan

 

Halaman #2:

 SOP Produksi - Penghitungan Persediaan
Contoh SOP Produksi – Penghitungan Persediaan

 

 

05: SOP Produksi – Pembuatan Dokumen Aktivitas Produksi

A: Format Standar Operasional Prosedur Produksi – Pembuatan Dokumen Aktivitas Produksi

1: Tujuan:

Menjamin terlaksananya administrasi berjalan baik sehingga proses produksi tetap terjaga dan berjalan sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

2: Alat dan Bahan

  • Data proses produksi
  • Hard copy dokumen produksi

3: Pihak Terkait

  • Bagian Produksi
  • Bagian Gudang

5: Prosedur Pelaksanaan

  • Dokumen yang dibuat dan telah mendapatkan persetujuan pihak berwenang harus diberikan kepada yang berhak menerima, yaitu semua pihak yang terkait dalam proses.
  • Pihak berwenang yang menandatangani dokumen harus bertanggung jawab penuh terhadap isi dan informasi dokumen tersebut.
  • Arsip dokumen harus disimpan dengan baik dalam bentuk hardcopy ataupun softcopy.
  • Penomoran dokumen di bagian produksi dbuat dengan format sebagai berikut:

GNT/Kode Dokumen-No.Urut/Bulan/Tahun

Keterangan:
  • GNT = Nama perusahaan
  • Kode Dokumen = Singkatan dari nama dokumen
  • Urut = 3 digit angka, dimulai dari 001 (nol-nol-satu) lagi pada awal tahun, dan apabila telah mencapai 999 sebelum tahun tersebut berakhir, maka dapat memulainya lagi dari angka satu dan tetap dimulai dari awal lagi ketika berganti tahun
  • Bulan = 3 huruf awal nama bulan dimana transaksi tersebut terjadi.
  • Tahun = 4 digit terakhir dari tahun buku dimana transaksi tersebut terjadi
    • Contoh : penomoran transaksi pertama pembelian bahan baku di bulan Januari 2020, Dokumen terkait à Surat Pengembalian Barang No. SPB: GNT/SPB-001/Jan/2012
  • Dokumen Bagian Produksi yang diberikan kepada pihak eksternal harus diberi stempel perusahaan di sebelah tandatangan dari pihak yang berwenang.

 

B: Contoh Standar Operasional Prosedur Produksi – Pembuatan Dokumen Aktivitas Produksi

Halaman #1:

Contoh SOP Produksi - Dokumen

 

Halaman #2:

Contoh Standar Operasional Prosedur Produksi
Contoh Standar Operasional Prosedur Produksi – Pembuatan Dokumen Proses Produksi.

 

 

06: SOP Produksi –  Pengiriman Hasil Produksi

A: Format Standar Operasional Prosedur Produksi – Pengiriman Hasil Produksi

1: Tujuan:

Menjamin pengiriman hasil produksi sesuai dengan jumlah permintaan

2: Alat dan Bahan

  • Alat pengiriman barang

3: Pihak Terkait

  • Kepala Bagian Gudang
  • Kepala Bagian Produksi
  • Bagian Penjualan

4: Dokumen yang Digunakan

  • Memo Kepala Bagian
  • Laporan Produksi Barang

5: Prosedur Pelaksanaan

  • Kepala Bagian Produksi membuat laporan kepada Bagian Penjualan bahwa barang telah selesai diproduksi dan siap dikirim.
  • Setelah memperoleh laporan umpan balik, Kepala Bagian Produksi akan memberikan memo kepada petugas Bagian Produksi terkait dengan jumlah barang yang akan dikirim.
  • Kepala Bagian produksi kemudian memberikan memo kepada Kepala Gudang untuk mempersiapkan produk yang akan dikirim

 

6: Flowchart: Pengiriman hasil produksi

Flowchart prosedur pengiriman hasil produksi
Flowchart prosedur pengiriman hasil produksi

 

B: Contoh Standar Operasional Prosedur  Produksi – Pengiriman umum departemen produksi

Contoh SOP Produksi - Pengiriman Produk
Contoh SOP Produksi – Pengiriman Produk

 

 

07: SOP Produksi – Proses Produksi

A: Format Standar Operasional Prosedur Produksi – Proses Produksi

1: Tujuan:

Untuk menjamin proses produksi berjalan baik dan memenuhi target standar kuantitas dan kualitas yang sudah ditetapkan.

2: Alat dan Bahan

  • Alat Produksi
  • Alat quality control

3: Pihak Terkait

  • Bagian Produksi
  • Bagian Research and Development
  • Bagian quality control
  • Bagian Gudang

4: Dokumen yang digunakan

  • Daftar Kegiatan Produksi Harian
  • Laporan Hasil Pengujian Produk
  • Bukti Terima Dokumen
  • Lembar Penggunaan Bahan Baku
  • Bukti Permintaan dan Pengeluaran Barang Gudang
  • LPJ

5: Prosedur Pelaksanaan             

#1: Bagian Produksi menerima Laporan Hasil Pengujian Produk yang akan diproduksi dari Bagian Research and Development yang telah disetujui dalam rapat direksi.

Kepala Bagian Produksi membuat Bukti Terima Dokumen dan ditandatangani pula oleh karyawan bagian Research and Development yang memberikan Laporan Hasil Pengujian Produk tersebut.

#2: Rencana dan Jadwal Produksi
  • Karyawan Bagian Produksi mempersiapkan jadwal produksi dan form permintaan produksi bahan baku yang dibutuhkan untuk produksi sebanyak 2 rangkap.Form tentang kegiatan produksi :
    • Daftar Kegiatan Produksi Harian
    • Lembar Penggunaan Bahan Baku.
  • Kepala/ Karyawan yang bertugas Bagian Produksi memeriksa dan menandatangani Daftar Kegiatan Produksi Harian (DKPH) dan Lembar Penggunaan Bahan Baku (LPBB).
  • Lembar pertama formulir tersebut diserahkan ke Bagian Gudang, lembar kedua asli disimpan Bagian Produksi.
  • Kepala Bagian Gudang mendata seluruh komponen dan kebutuhan bahan baku. Kemudian memeriksa jumlah bahan baku yang tersedia dengan yang dibutuhkan
#3: Persiapan produksi.
  • Karyawan Bagian Produksi memeriksa jumlah bahan baku yang diterima dari gudang dengan cara memeriksa kesesuaian antara LPBB dengan Bukti Permintaan dan Pengeluaran Barang Gudang (BPPBG) yang dibuat oleh Bagian Gudang.
  • Kepala Bagian Produksi memastikan persiapan bahan baku telah sesuai dengan jenis produk yang akan diproduksi.
  • Menempatkan bahan baku ke dalam mesin proses bahan baku dengan kuantitas yang disesuaikan kapasitas masing-masing mesin.

 

Pelaksanaan Produksi:

#1: Proses Produksi
  • Selama proses produksi hanya Direktur Utama (pengawas), Direktur Produksi, Manager Produksi, Kepala Bagian Produksi dan staf/pegawainya yang diijinkan memasuki area produksi.
  • Masing-masing pekerja bagian produksi bekerja sesuai tanggung jawabnya dalam hal mengawasi mesin dan proses produksinya.
  • Tahapan proses produksi
#2: Inspeksi Produk
  • Tiap-tiap produk diperiksa apakah kualitasnya sudah memenuhi standar yang ditetapkan oleh bagian quality control sesuai dengan prosedur pemeriksaan barang.
  • Produk yang tidak memenuhi standar disisihkan dan ditempatkan pada rejected product area dan tidak dihitung sebagai produk jadi.
#3: Produk Jadi
  • Menghitung jumlah barang jadi.
  • Barang jadi yang sudah didata tersebut dimasukkan bagian ke dalam gudang dengan melampirkan Laporan Produk Jadi, yang telah mendapat persetujuan Kepala Bagian Produksi dan sesuai prosedur pelaksana.
  • Di gudang dilakukan perhitungan kembali kuantitas produk jadi untuk diperiksa dengan yang tertera pada LPJ.Dan dilakukan penghitungan oleh petugas Bagian Gudang di bawah pengawasan Kepala Bagian Gudang.
  • Penghitungan barang ini dilakukan dua kali. Perhitungan pertama dan kedua dilakukan oleh orang yang berbeda
#4: Laporan Produksi

Menyampaikan dan melaporkan kegiatan produksi yang terjadi selama berkala kepada jajaran manajemen perusahaan yang lain.

 

6: Proses Akuntansi Biaya

Proses akutansi biaya adalah proses untuk menentukan harga produk yang diproduksi dan proses dimana dilakukan perhitungan mengenai harga pokok penjualan dari produk.

Data-data hasil dari proses ini nantinya akan berpengaruh pada Laporan Keuangan yang disusun oleh Bagian Keuangan.

 

7: Flowchart: Prosedur aktivitas produksi

Flowchart: Prosedur aktivitas produksi
Flowchart: Prosedur aktivitas produksi

 

B: Contoh Standar Operasional Prosedur Produksi – Aktivitas Produksi

Halaman #1:

SOP Produksi - proses produksi

Halaman #2:

SOP Produksi - proses produksi

Halaman #3:

SOP Produksi - proses produksi

Halaman #4:

SOP Produksi - proses produksi
Contoh SOP Produksi – proses produksi

 

 

08: SOP Produksi – Pemeriksaan Kualitas Persediaan Barang

A: Format Standar Operasional Prosedur Produksi – Pemeriksaan Kualitas Persediaan Barang

1: Tujuan

  • Untuk menjamin kualitas bahan baku/ raw material dari supplier dan barang hasil produksi sudah sesuai dengan standar produk yang telah ditetapkan perusahaan.
  • Untuk menjamin kualitas proses produksi tetap terjaga dengan baik sesuai yang telah ditetapkan perusahaan.

2: Pihak Terkait

  • Bagian Produksi
  • Kepala Bagian Quality Control
  • Bagian Pembelian

3: Prosedur Pelaksanaan

B: Bahan Baku/ Raw Material dari pemasok

  • Melakukan pemeriksaan bahan baku dari supplier sebelum barang masuk ke gudang dan dikirimkan ke ruang produksi.
  • Memeriksa setiap bahan baku/ raw material agar kualitasnya memenuhi standar yang telah ditetapkan untuk digunakan dalam proses produksi.
  • Bahan baku yang tidak memenuhi standar dipisahkan dan dicatat jumlahnya, selanjutnya dilaporkan ke Kepala Bagian Pembelian (sesuai ketentuan retur pembelian).
  • Raw material/ bahan baku yang memenuhi standar selanjutnya diserahkan ke bagian produksi untuk diproses lebih lanjut.
  • Petugas Bagian Quality Control kemudian memberikan laporan kepada Bagian Produksi dan mendapatkan persetujuannya tentang kontrol yang dilakukan dan hasilnya berupa Laporan Pemeriksaan Kualitas Persediaan (LPKP).

 

B: Untuk Barang Produksi

  • Melakukan inspeksi produk dalam setiap rangkaian proses produksi dan pastikan tidak ada yang cacat, apabila ada yang kualitasnya buruk maka segera diperbaiki dahulu sebelum masuk ke proses selanjutnya.
  • Tiap-tiap produk hasil produksi diperiksa apakah kuantitas dan kualitasnya sudah memenuhi standar yang dirancang dan ditetapkan.
  • Produk yang tidak memenuhi standar disisihkan dan ditempatkan pada rejected product area dan didata jumlahnya dan diperbaiki terlebih dahulu.
  • Untuk produk yang sudah memenuhi standar diserahkan langsung pada bagian pengepakan.
  • Kepala Bagian Quality Control lalu memberikan laporan kepada Kepala Bagian Produksi dan mendapatkan persetujuannya tentang kontrol yang dilakukan dan hasilnya berupa Laporan Pemeriksaan Kualitas Persediaan (LPKP).

 

4: Flowchart: Pemeriksaan kualitas persediaan barang

Flowchart prosedur quality control

 

B: Contoh Standar Operasional Prosedur Produksi – Pemeriksaan Kualitas Persediaan Barang

Halaman #1:

Halaman #2:

 

 

9: SOP Produksi – Pemeriksaan Kualitas Hasil Produksi

A: Format Standar Operasional Prosedur Produksi – Pemeriksaan Kualitas Hasil Produksi

1: Tujuan

Memastikan kualitas produk hasil produksi sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

2: Alat dan Bahan

  • Alat pemeriksa produk

3: Pihak Terkait

  • Bagian Quality Control
  • Bagian Produksi

4: Dokumen yang Digunakan

  • Laporan Pemeriksaan Kualitas Sistem Produksi

5: Prosedur Pelaksanaan

  • Melakukan inspeksi produksi minimal sekali dalam sebulan dan memastikan diproses sudah sesuai dengan standar produksi.
  • Bila ada yang tidak memenuhi standar produksi maka akan ditelusuri penyebabnya.
  • Kepala Bagian Quality Control lalu memberikan laporan kepada Kepala Produksi untuk mendapatkan persetujuan mengenai pemeriksaan yang dilakukan dan hasilnya tersaji secara rinci dalam Laporan Pemeriksaan Kualitas Sistem Produksi.
  • Kepala Bagian Produksi memberikan feed back dengan melakukan perbaikan.

 

6: Flowchart: Prosedur pemeriksaan hasil produksi

Flowchart: Prosedur pemeriksaan produk jadi 
Flowchart: Prosedur pemeriksaan hasil produksi

 

B: Contoh Standar Operasional Prosedur Produksi – Pemeriksaan Hasil Produksi

SOP Produksi - Quality Control Produk
SOP Produksi – Pemeriksaan Produk hasil Produksi.

 

 

10: SOP Produksi – Pemeriksaan Kualitas Sistem Produksi

A: Format Standar Operasional Prosedur Produksi – Quality Control Sistem Produksi

1: Tujuan

Menjamin kualitas sistem produksi sesuai dengan standar sehingga proses produksi berjalan baik dan mencapai target yang telah ditetapkan.

2: Alat dan Bahan

  • Alat pemerikasaan sistem produksi

3: Pihak Terkait

  • Bagian Quality Control
  • Bagian Produksi

4: Dokumen yang Digunakan

  • Laporan Pemeriksaan Kualitas Sistem Produksi

5: Prosedur Pelaksanaan:

  • Melakukan pemeriksaan sistem produksi minimal dilakukan sekali dalam sebulan dan memastikan terlaksana sesuai proses dan standar produksi.
  • Bila ada yang tidak memenuhi standar maka segera diperbaiki sebelum digunakan untuk berproduksi.
  • Kepala Bagian Quality Control kemudian memberikan laporan kepada Kepala Bagian Produksi untuk memperoleh persetujuan mengenai pemeriksaan yang dilakukan dan hasilnya disajikan dalam Laporan Pemeriksaan Kualitas Sistem Produksi.
  • Kepala Bagian Produksi memberikan umpan balik dengan menyelidiki sistem produksi dan melakukan perbaikan.
  • Kepala Bagian Produksi memberikan memo kepada Kepala Bagian Quality Control bahwa sistem produksi dalam proses atau sudah diperbaiki.

 

6: Flowchart: Prosedur pemeriksaan kualitas sistem produksi

Flowchart prosedur pemeriksaan
Flowchart prosedur pemeriksaan sistem produksi

 

B: Contoh Standar Operasional Prosedur Produksi – Pemeriksaan Kualitas Sistem Produksi

Halaman #1:

SOP Produksi -Sistem Produksi

 

Halaman #2:

Contoh SOP Produksi - Sistem Produksi
Contoh SOP Produksi – Pemeriksaan Kualitas Sistem Produksi

 

 

11: SOP Produksi – Pemeliharaan Mesin dan Peralatan Produksi

A: Format Standar Operasional Prosedur Pemeliharaan Mesin dan Peralatan Produksi

1: Tujuan

Untuk memastikan kondisi mesin dan peralatan produksi tetap terjaga dengan baik kualitasnya sehingga proses produksi tetap berjalan dengan baik dan lancar.

2: Alat dan Bahan

  • Alat pemeriksaan mesin dan peralatan produksi

3: Pihak Terkait

  • Bagian Teknik dan Maintenance
  • Bagian Finance & Accounting

4: Dokumen yang Digunakan

  • Laporan Pemeriksaan Kualitas Mesin
  • Memo Pengajuan Dana
  • Nota Pengeluaran Kas

5: Prosedur Pelaksanaan

  • Melakukan inspeksi mesin dan peralatan produksi minimal sekali sebulan dan memastikan tidak ada yang cacat, rusak, serta komponen-komponennya lengkap.
  • Bila ada yang tidak memenuhi standar (kondisi tidak bagus) maka segera diperbaiki sebelum digunakan untuk berproduksi.
  • Kepala Bagian teknik dan maintenance kemudian memberikan laporan kepada Kepala Bagian Produksi untuk mendapatkan persetujuan mengenai pemeriksaan yang dilakukan dan disajikan dalam Laporan Pemeriksaan Kualitas Mesin.
  • Kepala Bagian teknik dan maintenance melengkapi memo pengajuan dana untuk perawatan mesin dan peralatan.
  • Memo ini kemudian diserahkan ke bagian keuangan.
  • Kepala Bagian teknik dan maintenance juga melengkapi Nota Pengeluaran Kas, kemudian diserahkan kepada petugas bagian kas.Selanjunya Nota Pengeluaran Kas ini akan diproses untuk pengeluaran biaya perawatan (sesuai prosedur bagian keuangan – baca standar operasional prosedur Finance di atas ).

 

6: Flowchart: Prosedur Pemeliharaan Mesin dan Peralatan Produksi

Prosedur Pemeliharaan Mesin dan Peralatan Produksi
Flowchart: Prosedur Pemeliharaan Mesin dan Peralatan Produksi

 

B: Contoh Standar Operasional Prosedur Produksi – Pemeliharaan Mesin dan Peralatan Produksi

Halaman #1:

Contoh SOP Produksi - Pemeliharaan Mesin Produksi

 

Halaman #2:

Contoh SOP Produksi - Pemeliharaan Mesin Produksi
Contoh SOP Produksi – Pemeliharaan Mesin dan Peralatan Produksi

 

 

12: Standar Operasional Prosedur Produksi – Pengujian Material Baru

A: Format Standar Operasional Prosedur Produksi – Tes Material Baru

1: Tujuan

Memastikan new material sesuai dengan kapasitas mesin dan standar produksi

2: Alat dan Bahan

  • Alat uji material
  • Alat Survey

3: Pihak Terkait

  • Bagian Research and Development
  • Bagian Teknik dan Maintenance
  • Bagian Pembelian
  • Bagian Produksi

4: Dokumen yang Digunakan:

  • Laporan tes material baru
  • Laporan hasil survey pasar

5: Prosedur Pelaksanaan:

  • Menerima laporan pengujian material baru dari Bagian Research and Development.
  • Petugas Bagian Teknik dan Maintenance melakukan uji material terhadap kapasitas mesin.
  • Bila sesuai dengan kapasitas mesin, Kepala Bagian Teknik dan Maintenance memberikan laporan kepada Kepala Bagian Produksi.
  • Kepala Bagian Produksi selanjutnya memberrikan laporan kepada Kepala Bagian Pembelian untuk melakukan survey mengenai harga bahan baku baru tersebut di pasar.
  • Petugas Bagian Produksi kemudian mengadakan survey dan memberikan laporan kepada Kepala Bagian Produksi.
  • Bila harga sesuai dengan standar produksi, Kepala Bagian Produksi akan memberikan laporan ke Kepala Bagian Produksi untuk melakukan produksi.
  • Kepala Bagian Produksi selanjutnya mengirimkan laporan tentang pelaksanaan produksi ke Kepala Bagian Teknik dan Maintenance untuk melakukan persiapan mesin produksi.

 

5: Flowchart: Prosedur pengujian material/ bahan baku baru

Flowchart: Prosedur pengujian material
Flowchart: Prosedur pengujian material/ bahan baku produksi baru.

 

B: Contoh Standar Operasional Prosedur Produksi – Pengujian Material/ Bahan Baku Baru

Halaman #1:

SOP Produksi - Pengujian Material Baru

 

Halaman #2:

SOP Produksi - Pengujian Material Baru
Contoh SOP Produksi – Pengujian Material Baru

 

Referensi dan Contoh Standar Operasional Prosedur:

  1. 33+ Contoh SOP Perusahaan Mana Paling Anda Butuhkan?
  2. 4 Contoh SOP Perusahaan Untuk Meningkatkan Pelayanan Bisnis, Mana yang Sudah Anda Terapkan?
  3. Pengertian Standar Operasional Prosedur – SOP adalah
  4. Standar Operasional Prosedur – SOP Anggaran Perusahaan [+4 Contoh]
  5. Standar Operasional Prosedur – SOP Rumah Sakit – Divisi Keuangan
  6. Standar Operasional Prosedur – SOP Penanganan Bencana
  7. Standar Operasional Prosedur – SOP LOGISTIK
  8. Standar Operasional Prosedur – SOP UTANG Usaha
  9. Standar Operasional Prosedur – SOP Resto/Rumah Makan/Franchise Kuliner
  10. Standard Operating Procedure Security/Satpam
  11. Standard Operating Procedure Kerjasama Bisnis
  12. Standard Operating Procedure – SOP Gudang

manajemen keuangan dan SOP