Pengertian Deplesi, Konsep, Perhitungan, dan Pencatatannya

Pengertian Deplesi adalah berkurangnya harga perolehan (cost) atau nilai sumber-sumber alam seperti tambang dan hutan kayu.

Menurunnya harga perolehan tersebut disebabkan oleh perubahan (pengolahan) sumber-sumber alam tersebut sehingga menjadi persediaan.

Apa persamaan dan perbedaan deplesi dan depresiasi?

Selengkapnya ikuti penjabaran secara jelas beserta contoh perhitungan dan pembukuannya berikut ini …

 

01: Perbedaaan Deplesi dan Depresiasi

deplesi dan depresiasi

Artikel-artikel sebelumnya secara berseri telah membahas tentang depresiasi atau penyusutan, mulai dari pengertian, metode penghitungan nilai penyusutan hingga pencatatan akuntansi nya.

Apa perbedaan deplesi dengan depresiasi?

Beberapa perbedaan antara deplesi dan depresiasi adalah sebagai berikut :

perbedaan antara depresiasi dengan deplesi
Perbedaan antara depresiasi dengan deplesi

 

02. Metode Perhitungan Deplesi

Metode perhitungan deplesi

A: Proses Perhitungan Deplesi

Ada 3 hal yang harus diperhatikan dalam menghitung nilai deplesi yaitu :

#1. Harga perolehan aktiva

Harga perolehan sumber-sumber alam (disebut juga wasting assets) adalah pengeluaran sejak memperoleh ijin sampai sumber alam itu dapat diambil hasilnya.

Bila kumpulan pengeluaran itu terlalu kecil maka dilakukan penilaian terhadap sumber alam tersebut.

#2. Taksiran nilai sisa apabila sumber alam sudah selesai dieksploitasi.

#3. Taksiran hasil yang secara ekonomis dapat dieksploitasi.

Deplesi dihitung untuk tiap unit hasil sumber alam (ton, barrel).

Untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas, berikut ini diilustrasikan contoh sebagai berikut :

Tanah yang mengandung hasil tambang dibeli dengan harga Rp. 50.000.000.

Taksiran isinya sebesar 200.000 ton.

Tanah tersebut setelah dieksploitasi ditaksir bernilai Rp. 10.000.000.

***

Deplesi per ton dihitung sebagai berikut :

Deplesi :

= (Rp. 50.000.000 – Rp. 10.000.000) / 200.000
= Rp. 200 per ton.

 

Bila pada tahun pertama bisa dieksploitasi sebanyak 40.000 ton, maka deplesi untuk tahun tersebut adalah :

= 40.000 x Rp. 200,-
= Rp. 8.000.000

 

Jurnal yang dibuat untuk mencatat nilai deplesi di atas adalah
sebagai berikut :

Deplesi                                               Rp. 8.000.000
       Akumulasi Deplesi                                          Rp. 8.000.000

 

B: Revisi Perhitungan Deplesi

Revisi Perhitungan Deplesi

Jika pembangunan tambang/sumber daya alam itu juga terjadi dalam masa eksploitasi sedangkan biayanya ditaksir di muka pada waktu akan menghitung beban deplesi.

Bila kenyataannya biaya pembangunan berbeda dengan yang sudah ditaksir maka perhitungan deplesi perlu direvisi.

Begitu pula bila taksiran isi tambangnya berbeda dengan taksiran isi tambang yang dipakai dalam menghitung deplesi maka perhitungan deplesi perlu direvisi.

Koreksi terhadap deplesi dapat dilakukan dengan 2 cara sebagai berikut :

  • Deplesi tahun-tahun lalu yang sudah dicatat dikoreksi, begitu juga untuk deplesi yang akan datang.
  • Deplesi tahun-tahun lalu yang sudah dicatat tidak dikoreksi tetapi deplesi tahun-tahun yang akan datang dilakukan dengan data yang terakhir.

***

Bila menggunakan cara pertama maka koreksi dilakukan seperti halnya dalam aktiva tetap.

Pada saat diketahui adanya perubahan, dihitung lagi deplesi per unit kemudian dilakukan koreksi.

Misalnya deplesi yang lalu terlalu besar, jurnal koreksinya sebagai berikut :

Akumulasi Deplesi                                                                  Rp. xx
               Laba Tidak Dibagi (Koreksi Laba Tahun Lalu)                       Rp. xx

 

Sedangkan bila menggunakan cara yang kedua, maka deplesi tahun-tahun lalu tidak dikoreksi tapi deplesi untuk tahun berjalan dan tahun-tahun yang akan datang direvisi.

Misalnya : dari contoh di atas, biaya biaya pembangunan bertambah sebesar Rp. 1.800.000.

Sesudah dieksploitasi dalam tahun kedua sebanyak 30.000 ton, tambang ditaksir masih mengandung 90.000 ton.

***

Perhitungan deplesi tahun kedua adalah sebagai berikut :

Harga perolehan pertama                                          Rp. 50.000.000

(-) Nilai sisa                                    Rp. 10.000.000
Deplesi tahun pertama              Rp.   8.000.000       Rp. 18.000.000
                                                                                        Rp. 32.000.000

(+) Biaya pembangunan tahun kedua                       Rp.   1.800.000
                                                                                         Rp. 33.800.000

 

Taksiran isi tambang pada awal tahun kedua :

Hasil eksploitasi tahun kedua (ton)                                             30.000
Taksiran isi tambang pada akhir tahun kedua (ton)                  90.000
Taksiran isi tambang pada awal tahun kedua (ton)                 120.000

 

Deplesi per ton dalam tahun kedua :

Rp. 33.800.000,- : 120.000 = Rp. 282,-

 

Deplesi tahun kedua :

30.000ton x Rp. 282,- = Rp. 8.450.000,-

Aktiva-aktiva tetap yang dimiliki oleh perusahaan yang mengolah sumber-sumber alam dan kegunaan aktiva itu terbatas sampai selesainya eksploitasi sumber-sumber alam.

Sehingga depresiasi aktiva tetap dapat dihitung dengan dasar taksiran hasil sumber alam.

 

03. Deplesi dan Dividen

pengertian deplesi

A: Hubungan Deplesi dan Dividen

Perusahaan yang mengolah sumber-sumber alam seringkali membagi dividen sejumlah laba bersih ditambah deplesi.

Cara seperti ini dilakukan bila perusahaan akan menghentikan usahanya bila sumber-sumber alam itu sudah habis dieksploitasi.

Bila keadaannya seperti itu maka para pemegang saham harus diberitahu bahwa sebagian dari dividen yang telah diterimanya itu adalah pengembalian modal.

Dividen seperti itu disebut sebagai DIVIDEN LIKUIDASI.

 

B: Contoh Perhitungan dan Jurnal Deplesi

Untuk ilustrasi lihat contoh sebagai berikut :

Ringkasan Neraca PT Pertambangan Hebat Banget adalah sebagai berikut :

Contoh Perhitungan Deplesi dan Dividen
Contoh Perhitungan Deplesi dan Dividen

 

Pimpinan perusahaan PT Pertambangan Hebat Banget mengumumkan dividen sebesar Rp 25.000.000, berdasarkan ringkasan neraca di atas maka jurnal yang dibuat adalah sebagai berikut :

Laba Tidak Dibagi                                                      Rp. 10.000.000
Pengembalian Modal Kepada Pemegang Saham   Rp. 15.000.000
             Kas                                                                           Rp. 25.000.0000

Rekening Pengembalian Modal Kepada Pemegang Saham dalam neraca dilaporkan mengurangi modal.

***

Dan untuk melengkapi dan menyegarkan kembali pengetahuan kita tentang depresiasi dan deplesai, saksikan video singkat berikut ini …

 

04: Kesimpulan

Depresiasi dan deplesi adalah bagian yang harus disajikan dalam laporan keuangan, sehingga kita harus melakukan identifikasi dan menghitung dengan baik sesuai standar akuntansi keuangan yang berlaku di Indonesia.

Demikian juga dalam menyajikannya di laporan keuangan (financial statements) pun harus benar dan mengikuti kaidah penyajian  yang benar.

Sehingga laporan keuangan yang kita susun accountable dan benar-benar menunjukkan kondisi yang sebenarnya.

Dan pada akhirnya, ketika laporan keuangan tersebut dijadikan pertimbangan dalam pengambilan keputusan yang strategis, maka hasil keputusan itu pun akan memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi.

Bila anda ingin menghitung depresiasi dengan mudah, Anda bisa menggunakan Template Excel Perhitungan Depresiasi.

Demikianlah pembahasan tentang pengertian deplesi, konsep, cara menghitung nilainya, dan pencatatan jurnal akuntansinya., beserta perbedaan deplesi dan depresiasi.

Bagaimana dengan deplesi di tempat Anda berkarya?

Semoga bermanfaat. Terima kasih. *****

manajemen keuangan dan SOP