Mana yang lebih Penting, Nilai Intrinsik atau Harga Saham Aktual?

Mana yang lebih Penting, Nilai Intrinsik atau Harga Saham Aktual?

Harga saham didasarkan pada arus kas yang diharapkan pada tahun-tahun mendatang, bukan hanya di tahun berjalan. Jadi, maksimalisasi harga saham menuntut kita untuk melihat aktivitas perusahaan secara jangka panjang.

Dan kali ini blog manajemen keuangan akan menyajikan artikel yang membahas mengenai nilai intrinsik (Instrinsic Value) saham, harga saham (Market Price) dan Ekuilibrium (Equilibrium).

Nilai intrinsik saham adalah suatu estimasi nilai saham “sebenarnya” yang didasarkan atas data risiko dan pengembalian yang akurat. Nilai intrinsik dapat diestimasi, tetapi tidak dapat diukur dengan akurat.

Bila ingin mengetahui cara menghitung saham dan cara menghitung harga saham per lembar? Pelajari artikel berikut ini :

Cara Menghitung Pendapatan Per Lembar Saham (Earnings Per Share/EPS)

Yang dimaksud dengan ‘sebenarnya’ adalah pengembalian dan risiko yang diharapkan oleh sebagian besar investor jika mereka memiliki SELURUH informasi yang tersedia tentang perusahaan.

Harga pasar saham adalah nilai saham berdasarkan informasi yang “diperkirakan”, tapi memiliki kemungkinan salah seperti yang dilihat oleh investor marginal.

Yang dimaksud dengan “diperkirakan” artinya apa yang diharapkan oleh investor karena adanya KETERBATASAN informasi yang sebenarnya  yang mereka miliki.

Sedangkan ekuilibrum adalah situasi di mana harga pasar aktual sama dengan nilai intrinsik, sehingga investor bersikap indeferen antara membeli atau menjual saham.

Tidak terdapat ketidakseimbangan mendasar, sehingga tidak ada tekanan bagi harga saham untuk berubah, harga pasar dapat dan bisa jadi berbeda dari nilai intrinsiknya.

Tapi pada akhirnya seiring dengan terungkapnya masa depan kedua nilai tersebut akan bertemu.

Harga saham aktual realtif mudah untuk diketahui, karena diumumkan di publik setiap hari.

Namun nilai intrinsik sepenuhnya didasarkan pada estimasi dan analisis yang berbeda dengan data dan pandangan akan masa depan yang berlainan akan menghasilkan estimasi nilai intrinsik yang berbeda untuk suatu saham tertentu.

Tentunya untuk menganalisis estimasi nilai intrinsik adalah inti dari analisis saham, dan sesuatu yang dikuasai oleh investor yang berhasil. Berinvestasi akan mudah, menguntungkan, dan bisa meminimalisir risiko jika kita tahu nilai intrinsik saham.

Nilai intrinsik naik karena perusahaan menahan dan menginvestasikan kembali LABA-nya yang cenderung menaikkan keuntungan.

Harga saham aktual cenderung bergerak naik dan turun seiring dengan estimasi nilai intrinsik.

Namun, optimisme dan pesimisme investor, berikut pengetahuan akan nilai intrinsik yang tidak sempurna, mengarah pada terjadinya penyimpangan antara harga aktual dan nilai intrinsik.

Nilai intrinsik adalah suatu konsep jangka panjang. Nilai ini mencerminkan baik tindakan yang tidak tepat maupun tindakan yang tepat.

Tujuan dari manajemen perusahaan hendaknya melakukan aktivitas yang dirancang untuk memaksimalkan nilai intrinsik perusahaan, bukan dari harga pasarnya saat ini.

Namun demikian perlu diperhatikan juga bahwa memaksimalkan nilai intrinsik akan memaksimalkan harga rata-rata dalam jangka panjang dan tidak selalu harga saham saat ini.

Misalnya, manajemen perusahaan akan melakukan investasi yang akan menurunkan laba pada tahun berjalan, tapi meningkatkan LABA masa depan secara substansial.

Jika investor tidak mengetahui situasi yang sebenarnya, maka harga saham bisa jadi akan tertahan oleh laba saat ini yang rendah meskipun nilai intrinsik sebenarnya naik.

Oleh karena itu, manajemen perusahaan sebaiknya memberikan informasi yang akan membantu para investor melakukan estimasi yang akurat tentang nilai intrinsik perusahaan ‘yang sebenarnya’, yang selanjutnya akan menjaga harga saham terus mendekati tingkat ekuilibrium.

Harga saham merupakan perwujudan dari seluruh informasi yang tersedia bagi publik sehingga harga saham umumnya mendekati nilai intrinsiknya dan akibatnya mendekati ekuilibrium.

***