Sudahkah Anda Mengasah Ketajaman Otak , Perasaan dan Intuisi untuk Meningkatkan Karir Keuangan Anda dengan 7 Langkah ini?

7 langkah melatih ketajaman otak

 

Ada kisah tentang seorang wanita yang mendekati Picasso dalam sebuah restoran.

Wanita itu meminta kepadanya agar mencoret-coret  sesuatu di atas serbet dan berkata bahwa dia bersedia membayar berapa saja yang diminta Picasso.

Picasso memenuhi permintaannya dan kemudian berkata “ Semuanya $10.000. ”

“ Tapi Anda melakukannya hanya dalam tiga puluh detik “ jawab wanita itu terheran-heran.

“ Tidak “ Jawab Picasso. “ Saya memerlukan empat puluh tahun untuk dapat melakukan itu “

Cerita seperti itu mirip dengan kejadian yang kadang kita alami.

Saat komputer, laptop atau gadget kita rusak kemudian dibawa ke tukang servis, ‘kelihatannya’ ia hanya melakukan pekerjaan kecil dan sebentar dan kemudian meminta sejumlah bayaran tertentu.

Kita tahunya ‘hanya’ sebentar, namun perlu disadari juga bahwa untuk memperoleh keahlian itu, berapa lama waktu yang dibutuhkan oleh si tukang servis tersebut? belum biaya dan tenaga? Serta pengorbanan lain.

Maka bila anda ingin menguasai keterampilan atau skill tertentu maka belajarlah pada ahlinya.

Misalnya Anda ingin menguasai akuntansi maka belajarlah pada orang yang ahli akuntansi 🙂

Sebagai orang yang akan menggunakan jasa keahlian mereka, kita harus mengetahui berapa harga yang layak dibayarkan, kecuali kalau dia bersedia untuk tidak dibayar.

Karena seringkali ada orang yang tidak mau menentukan nilai uang sebenarnya dari keahlian mereka, atau besarnya biaya yang perlu dikeluarkan seseorang untuk mengetahui hal-hal yang sudah mereka ketahui.

Bila anda membangun sebuah usaha atau karir, kadang-kadang anda menemukan kesenjangan pengetahuan yang anda ketahui.

Padahal Anda memerlukan pengetahuan itu agar bisa terus bertumbuh. Pilihan selanjutnya adalah stagnan, mati atau belajar, bertumbuh!

Dan berikut ini 7 langkah yang bisa dijalankan dalam proses belajar yang efektif :

Langkah #1. Menyimak Secara Agresif

menyimak secara agresif

Langkah ini tidak hanya menyimak hal-hal yang dikatakan orang, namun juga cara orang tersebut berbicara.

Orang cenderung berbicara lebih banyak daripada yang dimaksudkannya.

Langkah #2. Mengamati secara agresif

mengamati secara agresif

Pernahkan anda berkata kepada diri sendiri ketika menonton sebuah acara talkshow atau wawancara, “orang itu gugup” atau “orang itu galau”.

Untuk menafsirkan gerak tubuh atau mendengar pernyataan yang diungkapkan seseorang hanya dari caranya berpakaian.

Langkah #3. Berbicara sedikit

Dengan berbicara sedikit anda akan belajar, mendengar, dan melihat lebih banyak serta membuat kesalahan lebih sedikit.

Setiap orang dapat berbicara sedikit dan semua orang seyogyanya tidak banyak bicara.

Ajukan berbagai pertanyaan dan selanjutnya jangan menjawabnya sendiri.

Langkah #4. Menyimak sekali lagi kesan pertama

menyimak sekali lagi

Dalam langkah ini harus ada semacam ‘pemikiran mendalam’ atau proses perenungan antara kesan pertama dan penerimaan kesan itu sebagai suatu prinsip hubungan.

Seringkali kita mendengar tokoh, artis dan orang terkenal lainya mengatakan bahwa dirinya lebih terkenal dari yang lain.

Beragam tanggapan pun muncul, ada yang setuju, tidak setuju, enjoy aja atau yang tidak peduli.

Sebagai seorang pembelajar, apakah kita akan ikut-ikutan seperti itu?

Tentu tidak kan?

Bila kesan pertama yang kita peroleh adalah kata ‘sombong’, coba simak sekali lagi dan lebih mendalam benarkah ‘sombong’?

Langkah #5. Meluangkan waktu untuk memanfaatkan hal-hal yang anda ketahui

Jika anda akan memberikan ceramah atau mengadakan percakapan melalui telepon, sempatkanlah sejenak untuk memikirkan hal-hal yang anda ketahui dan reaksi apa yang anda inginkan.

Berdasarkan apa yang anda ketahui tentang orang itu, apa yang dapat anda katakan atau lakukan agar terdapat kemungkinan besar memperolehnya?

Langkah #6. Bersikap bijaksana

Kebijaksanaan merupakan bagian utama dari membaca dan belajar.

Yang penting dalam menggunakan hal-hal yang sudah anda pelajari dengan tepat adalah dengan tidak mengatakan betapa goyahnya seseorang menurut pendapat anda.

Atau menunjukkan segala hal yang menurut persepsi anda tidak mereka lakukan dengan benar.

Bila keterampilan atau ilmu yang anda pelajari telah anda peroleh, lalu bagaimana cara memberitahukan pengetahuan anda itu kepada orang lain?

Jika anda memberitahu mereka tentang hal-hal yang anda ketahui, maka akan menghilangkan setiap kesempatan menggunakan wawasan anda secara efektif.

Cara yang paling meyakinkan untuk memberitahukan kepada orang tentang nilai diri anda adalah dengan memberitahukan mereka semua prestasi yang telah anda capai.

Biarkan mereka mempelajari kualitas dan prestasi anda dari orang lain.

Langkah #7. Beraksi dan bukan bereaksi

beraksi bukan bereaksi

Jika anda dapat memaksa diri anda agar mundur selangkah dari setiap situasi bisnis, terutama yang sedang memanas maka daya pengamatan anda secara otomatis akan bertambah.

Bila pihak lain sedikit emosional, maka ia akan lebih banyak menyingkapkan dirinya daripada waktu-waktu lain.

Apabila anda menanggapinya dengan hati yang panas pula, maka anda tidak saja akan kurang memperhatikan, tapi juga akan lebih banyak mengungkapkan hal-hal mengenai diri anda sendiri.

Beraksi dan bukan bereaksi memungkinkan anda benar-benar dapat menggunakan hal-hal yang telah anda ketahui.

Hal ini memungkinkan anda mengubah persepsi menjadi pengendalian. Dengan bereaksi atau tidak mau mundur selangkah, kemungkinan besar anda akan mencampakkan keuntungan besar.

Jika anda tidak bereaksi, maka tidak akan pernah bereaksi secara berlebihan. Dengan demikian, anda akan memegang kendali dan bukan sebagai orang yang mengendalikan.

***