TERUNGKAP! 3 Cara Perpindahan Modal

3 Cara Perpindahan Modal Terungkap!

Perpindahan modal terjadi saat perusahaan membutuhkan tambahan modal. Misalnya untuk membiayai proyek-proyek baru.

Contoh lain pemilik toko perkakas yang memutuskan untuk memperluas usahanya ke peralatan rumah tangga.

Di mana ia akan mendapatkan uang untuk membeli persediaan awal, dari mana dananya?

Demikian juga dengan keluarga Pak Budi yang ingin membeli rumah, namun tabungannya kurang, dari mana untuk memenuhi kekurangan itu?

Perpindahan Modal di Pasar Modal

Di lain pihak beberapa individu dan perusahaan yang memiliki pendapatan jauh lebih besar dibandingkan pengeluarannya saat ini sehingga mereka memiliki dana yang tersedia untuk diinvestasikan.

Misalnya, Pak Budi, yang memiliki pendapatan Rp 20.000.000 sedangkan pengeluarannya hanya Rp 10.000.000 atau perusahaan XYZ yang mengakumulasi kas dan setara kasnya senilai Rp X yang tersedia untuk investasi masa depan.

Individu dan organisasi dengan dana berlebih menabung agar dapat mengakumulasi dana yang akan digunakan di masa depan.

Suatu keluarga akan menabung untuk membayar beban-beban di masa depan seperti pendidikan anak-anaknya atau untuk masa pensiun. Sedangkan perusahaan menabung untuk mendanai investasi di masa depan.

3 jenis aliran Modal swasta

Mereka yang memiliki dana berlebih berharap mendapatkan pengembalian yang positif atas investasi mereka.

Individu dan organisasi yang yang membutuhkan uang hari ini melakukan pinjaman untuk mendanai pengeluaran berjalannya.

Mereka memahami bahwa terdapat biaya untuk modal ini.  Biaya ini pada dasarnya merupakan pengembalian dari dana tersebut yang diharapkan akan diterima oleh investor dengan dana yang berlebih.

Dalam perekonomian yang berfungsi dengan baik, modal akan MENGALIR secara EFISIEN dari mereka yang memasok modal hingga mereka yang membutuhkannya.

***

Mekanisme Perpindahan Modal

Ada tiga jenis aliran modal swasta yang dapat terjadi dalam tiga cara yang berbeda, yaitu :

Cara #1. Perpindahan Langsung uang dan efek.

Aliran Modal di Pasar Modal

Seperti ditunjukkan pada gambar ilustrasi di atas, terjadi ketika suatu perusahaan menjual saham atau obligasinya langsung kepada penabung, tanpa melalui institusi keuangan apa pun.

Perusahaan mengirimkan efeknya kepada penabung yang selanjutnya akan memberikan dana yang dibutuhkan perusahaan.

 

Cara #2. Perpindahan tidak Langsung melalui bankir investasi.

 

Perpindahan Modal di Pasar Modal

 

Seperti yang ditunjukkan di bagian tengah, perpindahan juga dapat terjadi melalui perbankan investasi. Misalnya perusahaan tertentu yang menjamin (underwriter) emisi tersebut.

Penjamin (underwriter) bertindak sebagai seorang perantara  dan memfasilitasi penerbitan efek.

Perusahaan menjual saham atau obligasinya kepada bank investasi, selanjutnya menjual efek yang sama kepada penabung.

Efek perusahaan dan uang penabung hanya melewati bank investasi. Namun, bank investasi memang membeli dan memegang efek selama jangka waktu tertentu , sehingga bank akan mengambil risiko.

Bank tersebut bisa jadi tidak dapat menjual kembali kepada penabung sebesar harga belinya.

Karena transaksi ini melibatkan efek baru dan perusahaan menerima hasil penjualan, ini disebut TRANSAKSI PASAR PRIMER (primary market transaction).

 

Cara #3. Perpindahan tidak langsung melalui perantara Keuangan

 

3 Mekanisme Perpindahan Modal di Pasar Keuangan

 

Perpindahan juga dapat dilakukan melalui suatu perantara keuangan (financial intermediary) seperti bank atau reksa dana.

Di sini, perantara mendapat dana dari penabung dengan imbalan efek perantara itu sendiri. Perantara menggunakan dana ini untuk membeli dan menyimpan efek bisnis.

Misalnya, seorang penabung mendepositokan dananya di suatu bank, lalu menerima sertifikat deposito dari bank tersebut.

Kemudian bank akan meminjamkan dana itu ke usaha kecil sebagai suatu pinjaman hipotek.

Baca juga : 2 Cara Simpel Menghitung Laba Pembangunan Perumahan

Jadi, perantara secara harfiah menciptakan bentuk-bentuk modal baru, dalam hal ini sertifikat deposito yang lebih aman dan lebih likuid dibandingkan hipotek sehingga lebih baik bagi sebagian besar penabung untuk dimiliki.

Keberadaan perantara ini sangat meningkatkan efisiensi pasar uang dan pasar modal.

Seringkali entitas yang membutuhkan modal adalah suatu perusahaan, dan yang lebih spesifik lagi adalah suatu perseroan terbata (PT).

Sementara itu, pihak yang meminta modal antara lain pebisnis, pembeli rumah, atau pengusaha usaha kecil.

Sebagai contoh, jika paman anda meminjamkan uang untuk membantu mendanai usaha baru saat anda ingin membuka sebuah usaha. Ini merupakan perpindahan suatu perpindahan dana secara LANGSUNG.

Sedangkan bila anda ingin mempunyai rumah. Anda bisa memperoleh dana melalui perantara keuangan seperti bank komersial, misalnya dengan KPR atau kredit pemilikan rumah.

Dalam konteks global, perkembangan perekonomian memiliki korelasi yang tinggi dengan tingkat dan efisiensi pasar serta institusi keuangan.

Jika bukan mustahil, suatu perekonomian sulit mencapai seluruh potensi yang dimilikinya jika perekonomian tersebut tidak memiliki akses ke suatu sistem keuangan yang berfungsi dengan baik.

Karena alasan tersebut, pembuat kebijakan sering mendukung globalisasi pasar keuangan.

***

sop akuntansi keuangan powerful