2 Cara Simpel Menghitung Laba Pembangunan Perumahan

2 cara menghitung laba pembangunan perumahan

Pembangunan perumahan biasanya membutuhkan waktu yang panjang. Semakin luas kompleks perumahan maka akan semakin lama waktu yang dibutuhkan.

Agar penentuan dan penghitungan laba rugi perusahaan untuk periode tersebut menghasilkan data yang akurat maka diperlukan metode atau cara yang tepat untuk menghitung dan membukukan transaksi-transaksi yang terjadi.

Ada 2 metode yang bisa digunakan untuk menghitung dan membukukan proyek pembangunan perumahan, yaitu :

  1. Metode Kontrak Selesai (Completed Contract Methode)
  2. Metode Persentase Penyelesaian (Percentage of Completion Method)

Yuk kita menguliknya satu per satu …

 

#1. Metode Kontrak Selesai (Completed Contrak Method)

Metode kontrak selesai digunakan bila pekerjaan yang belum selesai pada akhir periode tetap dicatat berdasarkan harga pokoknya maka laba baru akan diakui pada saat pembangunan itu selesai.

Dalam metode ini semua biaya yang dikeluarkan dalam kontrak pembangunan dikumpulkan dalam rekening Bangunan Dalam Pelaksanaan.

Uang yang diterima dari pemesan dikreditkan ke rekening Uang Muka Pesanan dan sebelum bangunan selesai tidak ada pendapatan yang diakui.

Ingin tahu cara menghitung HPP?

Baca ini : Inilah 10 Cara Praktis dan Akurat Menghitung Harga Pokok Penjualan

 

#2. Metode Persentase Penyelesaian (Percentage of Completion Method)

Metode persentase penyelesaian digunakan dengan cara mencatat semua biaya yang dikeluarkan untuk pembangunan dalam rekening Bangunan Dalam Pelaksanaan.

Penerimaan uang dari pemesan dikreditkan ke rekening Uang Muka Pesanan.

Setiap akhir periode dilakukan perthitungan laba atau rugi berdasarkan persentase penyelesaian.

Taksiran laba dicatat dengan mendebit rekening Bangunan Dalam Pelaksanaan dan mengkredit rekening Pengakuan Laba Kontrak Jangka Panjang.

Sebagai ilustrasi penggunaan metode ini, ikuti contoh berikut ini :

PT MyCom Development pada tanggal 01 Februari 2015 menerima kontrak untuk membangun sebuah kompleks perumahan RSSS (Rumah Sangat Sederhana Sekali).

Waktu yang diperkirakan untuk menyelesaikan proyek tersebut 2,5 tahun dengan nilai kontrak Rp. 3.000.000.000,-

Data lain yang diketahui adalah sebegai berikut :

Taksiran biaya pembangunan perumahan

 

Dari data di atas setiap akhir periode akuntansi diadakan perhitungan laba rugi sebagai berikut :

2015 :

Taksiran laba proyek pembangunan perumahan tahun 2015

2016 :

taksiran laba proyek pembangunan perumahan tahun 2016

 

2017 :

taksiran laba proyek pembangunan perumahan tahun 2017

 

Jurnal untuk mencatat transaksi di atas adalah sebagai berikut :

jurnal transaksi penjualan rumah

jurnal pembangunan dan penjualan rumah

 

Jumlah laba pembangunan yang dihitung dengan cara persentase penyelesaian atau kontrak selesai berjumlah Rp. 270.000.000,-.

Dalam metode kontrak selesai, laba diakui dalam tahun 2017 yaitu : pada saat selesainya kontrak.

Dalam tahun 2015 dan 2016 tidak ada laba yang diakui.

Dalam metode persentase penyelesaian laba sebesar Rp. 270.000.000,– diakui dalam 3 periode yaitu tahun 2015, 2016, 2017.

Pencatatan transaksi dalam hubungannya dengan proses penagihan uang muka pesanan dapat juga dilakukan dengan memakai rekening piutang dagang dan tagihan kontrak jangka panjang.

Bila digunakan cara ini maka rekening Uang Muka Pesanan tidak ada, tapi diganti dengan rekening Tagihan Kontrak Jangka Panjang.

Rekening ini digunakan untuk mencatat jumlah yang ditagih kepada pemesan sebesar kemajuan dalam pembangunan dan didebitkan ke rekening piutang dagang.

Uang yang diterima dari pemesan akan dikreditkan ke rekening piutang dagang.

Pada akhir masa pembangunan (saat selesainya pekerjaan) rekening tagihan kontrak jangka panjang ditutup bersama dengan rekening bangunan dalam pelaksanaan.

Misalnya dari data di atas, pada tahun 2015 jumlah yang ditagihkan pada pemesan sebesar Rp. 770.000.000,- (7/27 x Rp. 3.000.000.000 dibulatkan) dan pemesan membayar Rp. 600.000.000.

Data lainnya sama seperti di atas, maka jurnal yang dibuat dalam tahun 2015 adalah sebagai berikut :

 

jurnal penagihan penjualan rumah

 

Jurnal yang dibuat pada saat bangunan diserahkan pada pemesan adalah sebagai berikut :

 

jurnal saat penyerahan rumah

 

Di Neraca, Tagihan Kontrak Jangka Panjang dilaporkan mengurangi rekening bangunan dalam pelaksanaan.

Rekening-rekening ini disajikan dalam kelompok aktiva lancar dan bersifat seperti persediaan barang.

Bagaimana menurut Anda? Perhitungan-perhitungan bisa dimodifikasi sesuai dengan kondisi yang diperlukan.

 

***

4 Komentar

Komentar ditutup.