Pengertian, Ruang Lingkup, Aplikasi, dan Contoh Manajemen Aset

Aset Manajemen atau Manajemen Aset adalah penggunaan fungsi manajemen untuk mengelola aset perusahaan.

Aset manajemen sistem (asset management system) adalah contoh aplikasi manajemen aset yang digunakan perusahaan dalam mengelola siklus manajemen aset

Selain itu, untuk menerapkan manajemen aset, perusahaan bisa mengoptimalkan fungsi dan manfaat rasio keuangan.

Seperti rumus rasio manajemen aset, rumus rasio leverage, rasio solvabilitas, rasio manajemen aset dan liabilitas.

Bagaimana aplikasi manajemen aset dan rasio keuangan untuk mengelola aset perusahaan?

Ikuti pembahasan lengkapnya berikut ini…

 

01: Analisis Rasio Manajemen Aset (Analysis of Asset Management Ratios)

Asset Management Ratios

Data-data laporan keuangan dapat digunakan untuk memahami penyebab suatu perusahaan memiliki kinerja seperti jaman now dan memprediksi arah yang akan dituju.

Fungsi dan manfaat Laporan Keuangan sangat besar bagi pertumbuhan dan perkembangan perusahaan.

Fungsi Laporan Keuangan dapat menunjukkan dan digunakan oleh:

  • Manajemen perusahaan untuk memperbaiki kinerja
  • Kreditur untuk mengevaluasi kemungkinan tertagihnya pinjaman, dan
  • Pemegang saham untuk memprediksi laba, dividen, serta harga saham.

Jadi, sangat bermanfaat kan?

***

Menurut para ahli menyatakan sebagai berikut:

“Jika ingin memaksimalkan nilai suatu perusahaan, manajemen harus memanfaatkan KEKUATAN yang ada dan memperbaiki KELEMAHAN pada perusahaan tersebut”

Rasio-rasio keuangan adalah salah satu alat yang bisa digunakan untuk menganalisis kekuatan dan kelemahan perusahaan.

Termasuk pengelolaan atau manajemen aset perusahaan.

Bagaimana penerapan rasio-rasio keuangan dalam manajemen aset?

Rasio keuangan digunakan untuk mengevaluasi laporan keuangan perusahaan.

Hasil evaluasi laporan keuangan tersebut dapat digunakan manajemen perusahaan untuk menentukan dan memutuskan kebijakan perusahaan dalam manajemen aset perusahaan.

***

Dan pada kesempatan ini kita akan membahas kelompok rasio asset management (asset management ratios) yang mengukur seberapa efektif perusahaan mengelola asetnya.

Rasio-rasio aset manajemen akan menjawab pertanyaan,

“Apakah jumlah setiap jenis aset terlihat wajar, terlalu tinggi, atau terlalu rendah jika dilihat dari penjualan saat ini dan proyeksinya ketika perusahaan mengakuisisi aset?”

Jika perusahaan memiliki terlalu banyak aset, maka biaya modalnya terlalu tinggi dan labanya akan tertekan.

Di lain pihak, jika aset terlalu rendah, penjualan yang menguntungkan akan hilang.

So… rasio aset manajemen yang aka dibahas ini sangat penting.

***

Ada 4 rasio aset manajemen adalah sebagai berikut:

  1. Rasio Perputaran Persediaan
  2. Rasio Periode Penagihan Rata-rata
  3. Rasio Perputaran Aset
  4. Rasio Perputaran Total Aset

Untuk lebih jelas, mari dibahas satu per satu ya…

 

A: Rasio Perputaran Persediaan – Analisis Aset Manajemen

rumus rasio manajemen aset

#1: Pengertian Rasio Perputaran Persediaan

Rasio Perputaran Persediaan (Inventory Turnover Ratio) adalah rasio aset menajemen yang diperoleh dari perhitungan penjualan dibagi dengan aset.

Sesuai dengan namanya rasio manajemen aset ini menunjukkan berapa kali pos tersebut berputar sepanjang tahun.

Jadi rasio perputaran persediaan (Inventory Turnover Ratio) dinyatakan sebagai penjualan dibagi dengan persediaan, bila dinyatakan dalam rumus adalah sebagai berikut :

Rasio perputaran persediaan = Penjualan : Persediaan

 

#2: Contoh Analisis Rasio Perputaran Persediaan

Setelah kita mengetahui rumus rasio perputaran persediaan, sekarang dibahas bagaimana penerapannya di perusahaan.

Perhatikan contoh laporan keuangan perusahaan tbk sebagai berikut:

Contoh Naraca Perusahaan
Contoh Laporan Posisi Keuangan Perusahaan

Berdasarkan data-data dari contoh Laporan Neraca perusahaan di atas, maka  kita bisa menghitung inventory turnover ratio adalah sebagai berikut :

=$3.000 : $615
= 4,9x

Rata-rata industri adalah sebesar 10,9x.

Gambaran sederhananya adalah setiap barang dalam persediaan perusahaan tersebut yang terjual dan diganti kembali, atau berputar sebanyak 4,9 kali per tahun.

 

#3: Sejarah Analisis Perputaran Persediaan

aset manajemen adalah

Turnover adalah suatu istilah yang telah diciptakan bertahun-tahun yang lalu oleh pedagang keliling Amerika yang memenuhi keretanya dengan barang-barang.

Kemudian menjalani rute untuk menjual barang tersebut.

Barang dagangan ini disebut MODAL KERJA, karena itulah barang yang sebenarnya dijual atau diputar untuk memberikan keuntungan.

Sementara itu perputaran merupakan jumlah perjalanan yang dilakukan setiap tahunnya.

Penjualan tahunan dibagi persediaan sama dengan perputaran atau perjalanan per tahun.

Jika ia melakukan 10 perjalanan per tahun, memiliki 10 barang dan mengambil keuntungan kotor sebesar $5 per barang.

Maka laba kotor dalam setahun adalah 100x$5×10 = $5.000.

Jika ia pergi lebih cepat dan melakukan 20 perjalanan per tahun, laba kotornya akan naik dua kali lipat jika faktor-faktor lain dianggap konstan.

Jadi perputaran akan langsung memengaruhi laba yang diperoleh.

 

#4: Analisis Perputaran Persediaan

asset management system

Dalam contoh di atas, perputaran perusahaan sebesar 4,9 kali, jauh lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata industri sebesar 10,9 kali.

Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan terlalu banyak menyimpan persediaan.

Kelebihan persediaan tentunya tidak produktif dan mencerminkan investasi dengan tingkat pengembalian yang rendah atau nol.

Perputaran yang rendah tersebut akan membuat analis untuk mepertanyakan rasio lancar perusahaan.

( Contoh-contoh perhitungan rasio lancar dalam dunia nyata, bisa dibaca di : Analisis Kinerja Keuangan Telkom )

Dengan perputaran yang begitu rendah, perusahaan mungkin memimilki barang-barang usang yang nilainya lebih rendah daripada nilai yang tercatat.

Akan timbul suatu masalah ketika menghitung dan menganalisis rasio perputaran persediaan. Penjualan dinyatakan berdasarkan harga pasar.

Jadi, jika persediaan dicatat pada harga perolehan, seperti yang biasanya dilakukan, perputaran yang dihitung lebih besar dari rasio perputaran yang sebenarnya.

Jadi akan lebih tepat jika menggunakan HARGA POKOK PENJUALAN (HPP) untuk mengganti penjualan sebagai pembilang rumus.

Dan bagaimana cara menghitung HPP, dapat dibaca pada artikel: 10 Cara Menghitung Harga Pokok Penjualan.

***

Alternatif lainnya, tetap menggunakan rasio penjualan terhadap persediaan yang dicatat pada harga perolehannya seperti pada rumus di atas.

Hal lain yang perlu mendapatkan perhatian adalah bahwa penjualan terjadi selama setahun penuh.

Sedangkan angka persediaan adalah angka pada SATU TITIK WAKTU.

Oleh karena itu, akan lebih baik jika digunakan ukuran persediaan rata-rata.

Nilai persediaan rata-rata dihitung dengan menjumlahkan angka bulanan selama satu tahun dan membaginya dengan 12.

Bila data bulanan tidak tersedia, angka saldo awal dan akhir dapat ditambahkan, kemudian dibagi 2.

Kedua metode tersebut akan menyesuaikan pertumbuhan, tapi bukan dampak msiman.

Jika usaha bersifat musiman atau jika terdapat tren penjualan yang melonjak atau menurun secara drastis, melakukan penyesuaian seperti ini akan bermanfaat.

Namun untuk menjaga komparabilitas dengan rata-rata industri, tidak menggunakan angka persediaan rata-rata.

 

B: Rasio Jumlah Hari Penjualan Belum Tertagih

aset manajemen sistem perusahaan

Jumlah Hari Penjualan Belum Tertagih (days sales outstanding) atau disebut juga periode penagihan rata-rata (average collection period).

Average collection period ratio adalah rasio manajemen aset yang digunakan untuk menilai piutang usaha.

Rasio aset manajemen ini dihitung dengan membagi piutang usaha dengan hari penjualan rata-rata untuk mencari berapa hari penjualan terikat dalam piutang usaha.

Rasio Jumlah Hari Penjualan Belum Tertagih mencerminkan lamanya waktu rata-rata perusahaan harus menunggu setelah melakukan penjualan dan belum menerima kas.

***

Yuk kita lihat perhitungan dengan menggunakan contoh laporan keuangan perusahaan tbk di atas :

Jumlah hari penjualan belum tertagih :

= Piutang : Rata-rata penjualan per hari
= Piutang : (Penjualan tahunan : 365)
= $375 : ($3.000 : $365)
= $375 : $8,2192 = 46 hari

Rata-rata industri = 36 hari.

Perhatikan bahwa dalam perhitungan ini digunakan 365 hari dalam setahun.

Beberapa analisis menggunakan 360 hari dalam setahun dan jika menggunakan 360 hari maka bila menggunakan contoh laporan keuangan perusahaan tbk di atas, nilainya akan sedikit lebih rendah, yaitu 45 hari.

***

Rasio Jumlah Hari Penjualan Belum Tertagih, juga dapat di-evaluasi melalui perbandingan dengan persyaratan perusahaan dalam melakukan penjualan kredit.

Misalnya, persyaratan penjualan perusahaan dalam contoh di atas yang meminta pembayaran dalam waktu 30 hari sehingga fakta bahwa 46 hari penjualan belum tertagih, bukannya 30 hari.

Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata pelanggan tidak melunasi tagihannya.

Keadaan seperti ini mengambil dana perusahaan yang seharusnya dapat digunakan untuk mengurangi pinjaman atau jenis modal lain yang mahal biayanya.

Tambahan lagi, dengan rata-rata rasio Jumlah Hari Penjualan Belum Tertagih yang tinggi.

Kemungkinan besar sejumlah pelanggan sangat terlambat melakukan pembayarannya dan pelanggan tersebut bisa jadi sedang dalam masalah keuangan.

Jadi, bila tren rasio Jumlah Hari Penjualan Belum Tertagih selama beberapa tahun terakhir mengalami peningkatan, tapi kebijakan kredit belum berubah.

Maka ini akan menjadi bukti yang kuat untuk mengambil langkah-langkah yang dapat mempercepat penagihan piutang usaha.

 

C: Rasio Perputaran Aset Tetap – Analisis Aset Manajemen

Rasio Aset Manajemen adalah

Rasio manajemen aset  berikutnya adalah Rasio Perputaran Aset Tetap (fixed asset turnover ratio)

Fixed asset turnover ratio adalah rasio aset manajemen untuk mengukur seberapa efektif perusahaan menggunakan pabrik dan peralatannya.

Rasio ini menghitung rasio penjualan terhadap aset tetap bersih.

Bila dituliskan dalam sebuah formula adalah sebaga berikut :

Rasio Perputaran Aset Tetap = Penjualan : Aset Tetap Bersih.

Dan bila menggunakan contoh laporan keuangan perusahaan tbk di atas, maka akan diperoleh  Rasio Perputaran Aset Tetap sebesar :

= $3.000 : $1.000
= 3x

Rata – rata industri = 2,8x

***

Jadi berdasarkan angka di atas, rasio Rasio Perputaran Aset Tetap perusahaan berada di atas rata-rata industri.

Ini menunjukkan perusahaan paling tidak menggunakan aset tetapnya se-intensif perusahaan lain di dalam industri.

Potensi masalah yang akan timbul bila kita meng-interpretasikan Rasio Perputaran Aset Tetap.

Aset tetap disajikan pada neraca berdasarkan harga perolehan historisnya, kemudian dikurangi dengan penyusutan.

Inflasi menyebabkan banyak nilai aset yang dibeli di masa lalu menjadi berbeda nilainya dengan saat ini.

Oleh karena itu, jika kita membandingkan antara perusahaan lama yang telah lama membeli sebagian besar aset tetapnya bertahun-tahun yang lalu pada harga rendah.

Dan perusahaan baru dengan operasi yang sama, dan baru membeli aset tetapnya.

Maka kemungkinan kita akan  menemukan bahwa perusahaan lama memiliki Rasio Perputaran Aset Tetap yang lebih tinggi.

Hal ini hanya mencerminkan kondisi yang diakibatkan oleh kapan aktiva tersebut dibeli dari pada ketidakefesienan di pihak perusahaan baru.

 

D: Rasio Perputaran Total Aset – Analisis Aset Manajemen

contoh rasio keuangan

Rasio manajemen aset (asset management ratios) yang terakhir adalah rasio perputaran total aset ( total assets turnover ratio ).

Total assets turnover ratio adalah rasio  manajemen aset untuk mengukur perputaran seluruh aset perusahaan, dan dihitung dengan membagi penjualan dengan total aset.

Sehingga bila dituliskan dalam rumus persamaan total assets turnover ratio adalah sebagai berikut :

TATO = Penjualan : Total Aset

= $3.000 : $2.000
= 1,5x

Rata-rata industri adalah = 1,8x

Rasio dari contoh di atas sedikit lebih rendah dari rata-rata industri.

Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan tersebut tidak menghasilkan cukup penjualan jika melihat jumlah total asetnya.

Perusahaan sebaiknya meningkatkan penjualan, menghapuskan beberapa aset, atau gabungan dari langkah-langkah tersebut.

***

Dan untuk memperluas wawasan dan membantu memahami mengenai aset manajemen, aset manajemen sistem, aset manajemen unit, ruang lingkup, contoh dan aplikasi manajemen aset, saksikan video singkat berikut ini….

 

02: Kesimpulan

Konsep manajemen keuangan digunakan untuk mengelola keuangan perusahaan.

Tak terkecuali untuk mengelola kekayaan atau manajemen aset perusahaan dalam jangka pendek dan jangka panjang.

Salah satu bentuk aplikasi manajemen aset adalah mengunakan rasio-rasio keuangan untuk mengelola aset perusahaan.

Analisis dan contoh penerapan rasio-rasio keuangan dalam manajemen aset sudah dijelaskan panjang lebar di atas.

Sehingga harapannya bisa membantu Anda untuk mengelola aset perusahaan dan institusi dengan lebih baik.

Demikian yang bisa dibagikan tentang aset manajemen, khususnya aplikasi 4 rasio manajemen aset yang perlu anda ketahui saat Mengelola Bisnis.

Dan bila Anda benar-benar ingin meningkatkan kinerja dan merapikan pengelolaan sistem keuangan usaha Anda, silahkan baca-baca dan pelajari >>> SOP Akuntansi Keuangan beserta Accounting Tools Sederhana Bermanfaat.

Semoga bermanfaat, terima kasih *****

manajemen keuangan dan SOP