Contoh Jenis Laporan Keuangan Perusahaan Dagang Lengkap

Laporan keuangan perusahaan dagang adalah jenis laporan keuangan yang dibuat oleh perusahaan yang berbisnis dalam bidang perdagangan. Lapora keuangan ini disusun untuk disampaikan kepada pihak stakeholder, seperti pemilik saham, investor, kreditor dan masyarakat.

Bila Anda berbisnis perdagangan tapi belum memiliki Laporan Keuangan dan ingin membuat laporan keuangan perusahaan dagang. Ya, selamat anda berada di tempat dan waktu yang tepat!

Bagaimana bentuk dan format serta cara membuat laporan keuangan perusahaan dagang?

Untuk lebih jelas, mari ikuti pembahasan contoh-contoh perusahaan dagang dalam artikel berikut ini…

01: Sekilas Tentang Laporan Keuangan Perusahaan Dagang

Pada awal paragraf telah disinggung apa itu laporan keuangan perusahaan dagang. Dan Blog manajemen keuangan kali ini akan menyajikan contoh Laporan Keuangan perusahaan Dagang Lengkap yang bisa dijadikan referensi bisnis Anda.

Disajikan secara rinci step-by-step, sehingga anda bisa mengikuti setiap langkahnya, tanpa bantuan software akuntansi, cukup dengan menggunakan Excel.

Pembahasan dimulai dari pengertian dasar dan secara bertahap dengan contoh transaksinya, so… mudah dan bisa dilakukan siapapun.

Menurut standar akuntansi keuangan, ada 5 jenis laporan keuangan yang harus dibuat perusahaan dagang, yaitu:

1: Laporan Posisi Keuangan

2: Laporan Laba Rugi

3: Laporan Perubahan Modal

4: Laporan Arus Kas

5: Catatan Atas Laporan Keuangan

Dan untuk melengkapi 5 laporan keuangan perusahaan dagang, kami sajikan laporan pelengkap, yaitu:

1: Laporan Piutang

2: Laporan Utang

3: Laporan Persediaan.

Bagaimana detilnya? Mari dibedah satu per satu…

 

02: Laporan Laba Rugi Perusahaan Dagang

Ada tiga sub pokok pembahasan terkait dengan Laporan Laba Rugi, yaitu:

  1. Pengertian Laporan Laba Rugi Perusahaan Dagang
  2. Cara Membuat Laporan Laba Rugi Perusahaan Dagang
  3. Contoh Laporan Laba Rugi Perusahaan Dagang

Mari dibahas satu per satu….

 

A: Pengertian Laporan Laba Rugi Perusahaan Dagang

Pengertian Laporan Laba Rugi adalah laporan yang menunjukkan proforma suatu perusahan pada periode tertentu.

Dengan penjelasan yang lebih rinci, laporan laba rugi adalah laporan yang dibuat untuk mengetahui laba atau rugi yang diterima perusahaan pada akhir periode dengan memperhitungkan total pendapatan dan beban periode tersebut.

Laporan Laba Rugi merupakan salah satu dari 5 Laporan Keuangan yang dipersyaratkan oleh standar akuntansi keuangan (SAK) yang harus disusun oleh perusahaan.

 

B: Cara Menyusun Laporan Laba Rugi Perusahaan Dagang

Untuk menyusun atau membuat laporan laba rugi perusahaan dagang ada 3 hal yang perlu diperhatikan dan dipahami, yaitu:

  1. Bentuk atau format laporan laba rugi perusahaan dagang
  2. Konsep dan pengertian tiap elemen/komponen dalam format laporan laba rugi.
  3. Memahami cara melakukan analisis transaksi keuangan

 

C: Contoh Laporan Laba Rugi Perusahaan Dagang

Perhatikan contoh laporan laba rugi perusahaan dagang adalah sebagai berikut :

contoh laporan laba rugi perusahaan dagang

 

Keterangan :

Ada 2 komponen utama dalam laporan laba rugi, yaitu penjualan dan beban. Komponen lain adalah harga pokok penjualan. Perhitungan komponen-komponen tersebut sebagai berikut:

1: Persediaan Barang Siap Jual = Pembelian bersih (Pembelian-Potongan Pembelian-Retur Pembelian) + Persediaan awal.

= Rp. 120.404.000  + Rp. 189.501.000
= Rp. 309.905.000

 

2: Harga Pokok Penjualan = Persediaan Barang Siap jual – Persediaan Akhir

= Rp. 309.905.000 – Rp. 200.884.000
= Rp. 109.021.000

 

3: Laba Kotor = Total Penjualan –  Harga Pokok Penjualan

= Rp. 158.265.000 – Rp. 109.021.000
= Rp. 49.244.000

 

4: Laba Rugi  Operasional = Laba Kotor – Beban usaha

= Rp. 49.244.000  – Rp. 12.773.500
= Rp. 36.470.500

 

5: Laba Rugi Usaha = Laba Rugi Operasional + (Pendapatan lain-Beban lain)

= Rp. 36.470.500 – Rp. 1.332.438
= Rp. 37.802.938

 

03: Laporan Posisi Keuangan Perusahaan Dagang

A: Pengertian Laporan Posisi Keuangan

Apa itu laporan posisi keuangan perusahaan dagang?

Pengertian Neraca adalah laporan yang menampilkan informasi posisi harta, utang dan modal perusahaan pada akhir periode tertentu.

Berikut ini contoh neraca perusahaan dagang :

Contoh Laporan Posisi Keuangan Perusahaan Dagang.

Keterangan :

Dari contoh di atas terlihat total aktiva = Rp. 777.821.738, total utang Rp. 210.763.300 dan total modal Rp. 569.058.438 . Sehingga balance pada nilai Rp. 777.821.738.

 

04: Laporan Arus Kas (Statements of Cash Flows) Perusahaan Dagang

A: Pengertian Laporan Arus Kas

Apa itu laporan arus kas perusahaan dagang?

Pengertian Laporan Arus Kas adalah resume atau ringkasan penerimaan dan pengeluaran kas perusahaan selama periode tertentu, yang terbagi dalam 3 kelompok aktivitas yaitu, aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.

Aktivitas operasi (cash from operating activities) adalah transaksi yang berkaitan dengan aktivitas operasional perusahaan.

Transaksi-transaksi tersebut ada di dalam laporan laba rugi antara lain transaksi penjualan, harga pokok penjualan dan beban operasional perusahaan.

Aktivitas investasi (cash flow from investing activities) adalah transaksi yang berkaitan dengan pembelian dan penjualan aktiva tetap.

Aktivitas pendanaan (cash flow from financing activities), adalah transaksi yang berkaitan dengan kewajiban dan modal perusahaan, seperti pembayaran utang, penambahan modal dan penjualan surat berharga.

( Baca juga : Tingkatkan Ketepatan Pengelolaan Kas Kecil dengan 2 Metode Ampuh ini )

 

B: Contoh Laporan Arus Kas Perusahaan Dagang

Ada 2 contoh format yang bisa dijadikan referensi, yaitu :

#3.1. Format Laporan Arus Kas Metode Langsung (Direct Method)

Pengertian metode langsung adalah cara membuat laporan arus kas dengan menghitung langsung arus kas dari aktivitas operasi berdasarkan catatan pengeluaran dan penerimaan yang terjadi di perusahaan.

Contoh laporan arus kas perusahaan dagang dengan metode langsung adalah sebegai berikut :

Contoh laporan arus kas perusahaan dagang

Keterangan :

Arus kas aktivitas operasi sebesar Rp. 108.689.438.  Arus kas aktivitas investasi tidak ada, dan arus kas kas aktivitas pendanaan  Rp. (20. 562.200)

Kenaikan atau penurunan kas sebesar Rp. 88.127.238 dan saldo akhir kas Rp. 394. 522.238.

 

#3.2. Format Laporan Arus Kas Metode Tidak Langsung (Indirect Method)

Pengertian metode tidak langsung adalah cara membuat laporan arus kas di mana besarnya arus kas dari aktifitas operasi perusahaan dihitung dari laporan laba rugi setelah disesuaikan dengan penyusutan dan amortisasi.

Data yang digunakan untuk membuat laporan arus kas dengan metode tidak langsung berasal dari :

  • Neraca periode sebelumnya
  • Neraca tahun berjalan
  • Laporan laba rugi tahun berjalan

Contoh laporan arus kas dengan menggunakan metode tidak langsung seperti berikut ini :

Contoh Laporan Cash Flow Perusahaan Dagang

 

Keterangan :

  1. Arus kas aktivitas operasi = Rp. 5.466.938
  2. Arus kas aktivitas investasi = Rp. 0
  3. Arus kas aktivitas pendanaan = Rp. 82.660.300
  4. Kenaikan atau penurunan kas = Rp. 88.127.238
  5. Saldo akhir kas = Rp. 394.522.238

Dengan menggunakan kedua metode perhitungan arus kas tersebut hasilnya sama yaitu Rp. 394.522. 238.

Tutorial lengkap dan detil langkah per langkah mengenai pembuatan ketiga laporan di atas bisa dibaca dalam artikel Siklus Akuntansi Lengkap dari A – Z.

 

05: Laporan Piutang Perusahaan Dagang

A: Pengertian Laporan Piutang Perusahaan Dagang

Apa yang dimaksud laporan piutang perusahaan dagang?

Pengertian Laporan piutang adalah laporan yang menyajikan rincian transaksi penambahan dan pengurangan piutang perusahaan serta saldo akhir piutang masing-masing customer.

Berikut ini contoh laporan piutang :

Contoh Laporan Piutang Perusahaan Dagang

Keterangan :

Laporan piutang di atas menyajikan:

  • data-data kode customer,
  • nama customer,
  • saldo awal piutang,
  • penjualan,
  • uang muka customer,
  • potongan penjualan,
  • retur penjualan,
  • PPN Keluaran,
  • pembayaran piutang dan
  • saldo akhir piutang.

 

06: Laporan Utang Perusahaan Dagang

A: Pengertian Laporan Utang Perusahaan Dagang

Apa itu Laporan Utang Perusahaan Dagang?

Pengertian Laporan Utang adalah laporan yang menyajikan rincian transaksi penambahan dan pengurangan utang perusahaan serta saldo akhir utang masing-masing supplier.

Contoh Laporan Utang seperti di bawah ini :

Contoh Laporan Utang Perusahaan Dagang

Keterangan :

Dalam Laporan Utang di atas kita bisa melihat

  • daftar kode supplier,
  • nama supplier,
  • saldo awal hutang,
  • pembelian,
  • potongan pembelian,
  • retur pembelian,
  • PPN Masukan,
  • pembayaran utang dan
  • saldo akhir hutang.

 

07: Laporan Persediaan Perusahaan Dagang

A: Pengertian Laporan Persediaan Perusahaan Dagang

Apa yang dimaksud dengan Laporan persediaan baran?

Pengertian Laporan persediaan barang adalah laporan yang menyajikan rincian saldo dan stock akhir persediaan atau produk.

Dan contoh Laporan Persediaan bisa dilihat dibawah ini :

Contoh laporan persediaan perusahaan dagang.

Keterangan :

Dalam laporan piutang di atas kita bisa melihat daftar barang dengan kodenya, harga, stock awal, pembelian, retur pembelian, penjualan, retur penjualan, stock akhir dan jumlah harga pokok.

***

Untuk melengkapi pembahasan tentang contoh laporan keuangan perusahaan dagang ini, kami sajikan video pendek Ibu Dosen PKN STAN berikut ini:

 

Kesimpulan

Demikian pembahasan tentang contoh laporan keuangan perusahaan dagang lengkap yang bisa dijadikan referensi untuk anda yang bisnis perdagangan atau yang sedang merintis bisnis tersebut.

Intinya proses membuat laporan keuangannya sama dengan laporan keuangan perusahaan jasa dan laporan keuangan perusahaan manufaktur/industri, yang membedakaan adalah pada jenis-jenis akun untuk transaksi.

Kenapa beda?

Iya, karena transaksi-transaksi yang terjadi pada perusahaan dagang ada sedikit perbedaan dengan jasa dan manufaktur.

Beberapa contoh perbedaan itu antara lain:

  1. Pada perusahaan dagang, pembelian barang biasanya untuk dijual langsung tanpa melalui proses lagi. Bahkan beberapa perusahaan dagang langsung mengirimkan barang ke pelanggan dan prinsipal/pabrik.
  2. Sedangkan untuk perusahaan manufaktur, pembelian barang digunakan sebagai bahan baku dan bahan pendukung dalam pembuatan sebuah produk.
  3. Dari kedua perbedaan itu jelas ada perbedaan waktu juga, di mana untuk jenis perusahaan dagang waktunya lebih pendek dibandingkan dengan jenis perusahaan manufaktur.
  4. Untuk jenis perusahaan jasa, biasanya tidak membeli barang untuk dijual kembali atau memproduksi produk. Perusahaan jasa lebih fokus pada pelayanan.

Semoga bermanfaat dan terima kasih.****

Profesional lulusan ekonomi yang menekuni ERP (SAP), Accounting Software, Business Analyst dan berbagi pengalaman pekerjaan Finance & Accounting.