Prita Hapsari Ghozie : Perempuan Cerdas nan Anggun yang akan Membantu Mewujudkan Mimpi Keuangan Anda

inilah cara cerdas mewujudkan mimpi Anda
www.pritaghozie.com

“semua orang bisa memperoleh hidup yang indah dan sejahtera”

Petikan kalimat di atas adalah sebuah cita-cita luhur dari Prita Hapsari Ghozie, seorang ibu dari dua orang anak, seorang isteri, seorang dosen, seorang financial planner, dan se-abreg profesi keren lainnya.

Sejalan dengan mimpi besarnya tersebut Prita memperkenalkan konsep ZAPFIN Your Money untuk mengelola keuangan pribadi, selain itu ia juga membangun aplikasi untuk membuat rencana keuangan sederhana sendiri.

Baca juga : Accounting Tools & SOP

Bila Anda tidak ingin di usia 40 tahun belum memiliki rumah, ada baiknya meminta bantuan seorang financial planner seperti Prita untuk mewujudkan impian-impian besar dalam hidup Anda dengan cara merencanakan keuangan secara lebih baik.

Lalu kenapa ya uang kok perlu direncanakan? Sebagai karyawan, bukankah setiap bulan mendapat gaji, rajin membayar angsuran, belanja, jalan-jalan, dan bulan depan dapat gaji lagi

“Lalu, kenapa pula kita butuh bantuan seorang perencana keuangan?”

Begitu sedikit pertanyaan menggelitik dari beberapa orang.

Menyusun rencana keuangan adalah sebuah proses di mana seorang individu berusaha memenuhi tujuan-tujuan finansialnya melalui pengembangan dan penerapan dari sebuah rencana keuangan yang komprehensif.

Perencanaan keuangan yang baik akan menghasilkan sebuah pembukuan yang jelas dan memudahkan untuk mencapai tujuan finansial.

Dan itu adalah salah satu yang dikerjakan oleh seorang financial planner seperti Prita Hapsari Ghozie.

Profesi Financial Planner

 

Profesi-Perencana-Keuangan-Keluarga
http://ramadhan.kompas.com

 

Embrio ketertarikan Prita dalam mengelola uang sudah nampak sejak kecil. ”Saya selalu mengatur uang jajan yang diberi orang tua untuk berbagai keperluan.

Sebagian disisihkan untuk ditabung, dan buku tabunganya atas nama saya”, kata alumnus Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, tersebut.

Produk reksa dana dia kenal saat usianya menginjak remaja. Pundi-pundi tabungannya pun semakin meningkat seiring dengan kemampuannya mencari uang dari mengajar balet dan honor sebagai model di beberapa majalah remaja.

Kemampuan Prita soal hitung-menghitung makin dipertajam saat ia kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dan selanjutnya mengambil program master di University of Sydney, Australia, tahun 2002.

Dan, melalui berbagai pertimbangan dari orang-orang terdekatnya, terutama ayahnya yang berkecimpung di dunia keuangan, akhirnya Prita juga mengambil kuliah tambahan di bidang perencanaan keuangan; sebuah bidang yang kala itu masih asing di Indonesia.

Prita mengikuti pendidikan S2 untuk bidang Perencanaan Keuangan di Financial Services Institute of Australasia (FINSIA) dan berhasil mendapatkan gelar Graduate Certificate in Financial Planning pada tahun 2003 di Melbourne.

Baca juga : Siklus Akuntansi Lengkap dari A sampai Z

Dengan pencapaian ini, Prita mendapatkan sertifikasi kompetensi dari Australian Qualification Framework untuk memberikan konsultasi dan saran-saran keuangan di bidang Managed Investments, Risk & Insurance Management, Estate Planning, dan Pension Planning.

Namun Prita tidak langsung terjun ke dunia perencanaan keuangan. Ia menjalani karir sebagai Country Treasury Analyst dan pengurus Dana Pensiun di PT IBM Indonesia.

Sebuah perusahaan multi nasional yang bergerak di bidang teknologi.

Berbagai prestasi pernah ia torehkan selama bekerja di PT IBM Indonesia sejak tahun 2005 – 2009 di antaranya adalah IBM Hundred Percent Achiever (2005) dan IBM Best Performer (2007).

Profesi financial planner dilakoni ibu dari dua anak ini yaitu Muhammad Arzie Arrasyad dan Nizieta Fatimah Azzahra setelah ia mengundurkan diri dari PT IBM Indonesia.

Kini ia merasa bersyukur bahwasanya nasehat dari ayahnya terbukti benar. Beberapa tahum terakhir ini pertumbuhan kelas menengah atas di Indonesia sedang booming, dan secara otomatis berdampak pada pertumbuhan bisnis perencanaan keuangan.

Prita kini menjadi salah satu perencana keuangan independen yang laris

Menyasar Segmen Perempuan Berkaca dari pengalaman saat dia di Australia, kaum perempuan di sana sejak remaja sudah merencanakan masa depannya.

Mereka tahu apa yang akan dilakukan pada usia 30, 40, 50 dan seterusnya, yang dengan sendirinya mereka sudah terbiasa mengelola keuangannya sejak muda, maka Prita lebih menitikberatkan pada perempuan.

Kenapa perempuan?

Masih menurut isteri Mohammad Ghozie Indra Dalel, karena perempuan itu berperan penting dalam ekonomi dan paling mengetahui urusan pengelolaan keuangan sebuah keluarga.

Perempuanlah yang mengatur anggaran belanja sebuah keluarga.

Faktanya, banyak perempuan yang tidak berdaya untuk mengelola keuangan keluarganya dan cenderung hanya sebagai juru bayar di keluarganya.

Mereka tidak tahu berapa pendapatan suaminya, tiap bulan mereka diberi sejumlah dana untuk operasional keluarganya.

Di sisi lain, banyak perempuan yang memiliki penghasilan sendiri pun kurang memikirkan masa depan keuangannya, “pokoknya jalani saja apa yang ada sekarang, urusan nanti ya nanti sajalah” begitu komentar dari beberapa mereka.

Padahal ada hal-hal krusial yang harus direncanakan dan dikelola untuk mencapai tingkat kehidupan yang baik, seperti ; sampai kapan dia akan bekerja?

Bagaimana mempersiapkan dana pensiun serta apa yang akan dilakukan setelah pensiun?Itu semua dengan tujuan agar kedepannya lebih baik, tidak nyungsep, atau malah menjadi beban bagi generasi keturunannya.

Prita menyarankan kepada kaum perempuan agar tiap bulan menyisihkan penerimaan yang besarnya 5%. Dana itu sebagai dana darurat yang tidak boleh diutak-atik.

Masih menurutnya, anggaplah dana darurat itu sebagai tabungan bukan simpanan.

Sebagai tabungan, uang yang masuk bisa berkali-kali, tapi yang keluar hanya sekali. Sedangkan simpanan, uang yang masuk sekali, dan yang keluar bisa berkali-kali.

Seorang perencana keuangan sejatinya sebagai life planner alias perencana kehidupan.

Sebab, secara tidak langsung, perencana keuangan dapat membantu seseorang mengurangi utang, membiayai kehidupan saat usia tidak lagi produktif, membayar biaya-biaya keperluan anak, dan mewariskan kesejahteraan pada generasi berikutnya.

 

Bagaimana Prita mengelola keuangan keluarganya?

Sebagai seorang perencana keuangan yang bertugas memberikan advise untuk klien-kliennya,

Prita selalu menerapkan resep keuangannya untuk kehidupan rumah tangganya sebelum menerapkan untuk para kliennya.

Sedikit mengintip pola pengelolaan manajemen keuangan di keluarganya, Prita bercerita bahwa ia mempunyai beberapa tabungan atas nama pribadi.

Ada pembagian yang jelas mengenai penghasilan dia dan suaminya.

Berkaitan dengan penghasilan, ia dan suaminya Mohammad Ghozie Indra Dalel selalu terbuka, seluruh penghasilan suami untuk keluarga sedangkan penghasilannya untuk diri sendiri.

Prita bersyukur mempunyai suami yang bisa memahami dirinya. Suaminya membebaskan dirinya untuk bekerja, yang penting tidak menelantarkan putra-putrinya.

Selain sebagai perencanan keuangan dan Direktur ZAP Finance, Prita juga sebagai dosen di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dan dosen tamu di Institut Teknologi Bandung School of Business Management, pengisi kolom di majalah, pengelola blog, pengisi talk show di radio dan televisi.

Beberapa saran untuk Anda yang ingin berkecimpung di bidang financial planner atau ingin meniti profesi di bidang manajemen keuangan.

Pertama, Anda harus mengambil pendidikan dan sertifikasi di bidang perencanaan keuangan dan bidang-bidang terkait, salah tempat belajar yang bisa jadi pilihan adalah The Institute of Financial Freedom Indonesia.

Kedua, harus komunikatif, sebab, seorang perencana keuangan akan mengetahui seluruh aspek keuangan klien.

Sehingga diperlukan skill yang mumpuni dalam berkomunikasi agar klien akan merasa nyaman dalam menceritakan kondisi keuangan, permasalahan dan rencana masa depannya.

Demikian pembahasan mengenai Prita Hapsari Ghozie dengan perencanaan keuangannya.

Bagaimana menurut Anda?

Atau tertarik berkarier sebagai perencana keuangan independen?

***