Inilah Cara Penghentian Aktiva Tetap dan Pencatatan Akuntansinya

Penghentian Aktiva Tetap dan perlakuan akuntansi

Penghentian Aktiva Tetap bisa dilakukan karena alasan tertentu. Cara pemberhentian pemakaian aktiva tetap bisa dengan dijual, ditukarkan, ataupun karena rusak.

Pada waktu aktiva tetap dihentikan dari pemakaian maka semua rekening yang berhubungan dengan aktiva tetap tersebut dihapuskan.

Apabila aktiva tetap tersebut dijual maka selisih antara harga jual dan nilai buku atau nilai residu dicatat sebagai laba rugi.

Lalu bagaimana dengan pencatatannya?

Yuk dibahas cara dan proses pencatatan setahap demi setahap….

***

Cara Pencatatan Penghentian Aktiva Tetap

Untuk memudahkan dalam memahami prosesnya, saya akan menggunakan contoh kasus.

Dan pada contoh kali ini, penghentian aktiva tetap karena aktive tersebut dijual.

Perhatikan contoh berikut ini:

Misalnya mesin yang dibeli pada tanggal 01 Februari 2011 dengan harga
Rp. 32.000.000,- .

Pada tanggal 01 Juli 2015 dijual dengan harga Rp. 6.500.000,- .

Mesin tersebut ditaksir umurnya 5 tahun dan perhitungan nilai depresiasinya dengan menggunakan cara garis lurus (straight line method).

Bagaimana cara menghitung nilai penyusutan, saya sarankan untuk membaca artikel mengenai 4 Metode Perhitungan Penyusutan Aktiva yang Tepat.

Selanjutnya, taksiran nilai residu sebesar Rp. 2.000.000.

Perhatikan pencatatan jurnal untuk penjualan mesin pada tanggal 01 Juli 2015 adalah sebagai berikut :

 Depresiasi Mesin                                            Rp. 3.000.000
               Akumulasi Depresiasi Mesin                                      Rp. 3.000.000       

 

Perhitungan Nilai Depresiasi:

6/12 X 1/5 X ( Rp. 32.000.000 – Rp. 2.000.000 ) = Rp. 3.000.000

Kas                                                      Rp.   6.500.000
Akumulasi Depresiasi Mesin              Rp. 26.500.000
               Mesin                                                                Rp. 32.000.000
                Laba Penjualan Mesin                                     Rp.   1.000.000  

 

Perhitungan Laba Penjualan Aktiva Tetap :

Harga jual                                                                                 Rp. 6.500.000
Nilai buku mesin:
Harga perolehan                                             Rp. 32.000.000

 

Akumulasi depresiasi :

2011 : 11 bulan                 = Rp. 5.500.000
2012 : 12 bulan                 = Rp. 6.000.000
2013 : 12 bulan                 = Rp. 6.000.000
2014 : 12 bulan                 = Rp. 6.000.000
2015 : 6 bulan                    = Rp. 3.000.000

Rp. 26.500.000
                      Rp. 5.500.000

Laba Penjualan Aktiva Tetap                                                 Rp. 1.000.000

Demikian pembahasan singkat tentang penghentian aktiva tetap dan cara pencatatan akuntansi-nya.

Ada cara praktis membuat sistem pencatatan akuntansi keuangan untuk transaksi BISNIS anda, yaitu dengan membuat standar operasional prosedur, informasi serta contoh SOP selengkapnya dapat anda lihat di Accounting Tools untuk BISNIS anda.

Bisnis jalan, anda pun tetap bisa jalan-jalan.

Sebagai kesimpulan adalah bahwa penghentian aktiva tetap bisa terjadi karena dijual, ditukarkan, atau rusak.

Untuk mencatat transaksi tersebut, ada 4 proses yang harus dilakukan adalah sebagai berikut:

  1. Mencatat nilai perolehan aktiva tetap
  2. Mencatat nilai residu dari aktiva tetap
  3. Menghitung nilai depresiasi atau penyusutan aktiva tetap
  4. Menghitung dan mencatat dalam jurnal akuntansi dari laba atau rugi penghentian aktiva tetap.

Artikel ini sangat singkat dan harus saya tuliskan juga karena materi ini sangat penting.

Bagaimana dengan penghentian aktiva tetap usaha Anda?

***

sop akuntansi keuangan powerful

2 Komentar

    • Pak Pasaribu,
      Angka itu dari soal Pak, coba baca kembali soalnya,
      dihitung dulu depresiasi 6 bulan (dari januari – juni)
      taksiran umur aktiva 5 tahun.

      Terima kasih

Komentar ditutup.