21 Strategi ini akan Membuat Training Akuntansi Keuangan Anda Hidup dan Menyenangkan




Kursus Akuntansi dan Komputer Akuntansi

21 strategi ini akan Membuat Training Akuntansi Keuangan Anda Hidup dan Menyenangkan

 

Perhatikan 4 (empat) menit pertama dalam pertemuan anda dengan orang lain, karena dalam menit-menit pertama itu orang akan memutuskan apakah anda akan diterima atau ditolak. Atau, dia akan menentukan apakah kesan yang diterimanya tentang anda, baik atau tidak.

Pengalaman beberapa tahun sebagai trainer akuntansi keuangan baik dalam bentuk pelatihan singkat, short course, pelatihan berkelanjutan, dan pendampingan memberikan sebuah pelajaran bahwa PENERIMAAN adalah langkah awal terbentuknya interaksi berkelanjutan yang baik.

Bila penerimaan peserta pelatihan sudah terjadi maka selanjutnya adalah sebuah proses belajar mengajar yang hidup dan menyenangkan.

Dan langkah pertama terjadinya penerimaan sebagian besar berawal dari KESAN PERTAMA.

kesan pertama - persepsi

Kesan pertama akan sangat menentukan kelanjutan dari sebuah interaksi dengan orang lain.

Salah satu cara orang lain mengenali seseorang adalah dari penampilannya. Walaupun hal itu belum tentu menunjukkan kondisi yang sesungguhnya dari seseorang.

Bisa jadi ada orang yang penampilannya tidak rapi, rambut gondrong dan bertato ternyata hatinya ‘bak malaikat’. Sebaliknya ada orang yang penampilannya klimis, rapi, berjas, ternyata ‘pungli’ J

Penampilan luar yang bersesuaian dengan kondisi internal akan menjadi kekuatan yang powerful!

Kesan yang diperoleh dari orang lain bisa diketahui sejak 4 (empat) menit pertama. Dari 4 (empat) menit pertama tersebut akan menjadi pembuka sebuah hubungan yang baik.

Agar moment seperti itu dapat diperoleh dan berlanjut dengan proses pelatihan yang baik dan menyenangkan maka berikut ini  21 strategi atau cara yang bisa dilakukan :

#1. Siapkan semua hal yang perlu  untuk mendukung materi yang akan anda sampaikan.

persiapan

Persiapan yang baik adalah pondasi awal dari pelatihan akuntansi keuangan yang baik.

Seringkali kita melihat trainer di workshop, seminar dan sejenisnya begitu mengesankan saat tampil di depan forum.

Penampilan yang seperti itu tentu saja dibutuhkan persiapan yang matang dan terus menerus selama karirnya.

Jangan terkecoh dengan kalimat “gak perlu persiapan”.

Bagi trainer yang sudah berpengalaman ‘seakan’ tanpa persiapan, namun sesungguhnya persiapan itu sudah dilakukan sejak ia memilih karir sebagai trainer.

Persiapan segala hal yang akan mendukung proses pelatihan, misalnya materi pelatihan dan fisik. Siapkan penampilan pribadi yang baik, bersih, segar, rapih, dan cerah.

#2. Siapkan contoh-contoh yang diperlukan untuk mendukung materi yang akan sampaikan, sehingga akan membantu peserta memahami materi pelatihan dengan mudah.

Contoh adalah salah satu tulang punggung dari sebuah pelatihan.

#3. Siapkan alat-alat pendukung untuk langkah-langkah pelatihan. Seperti proyektor, laptop, dan alat tulis.

#4. Istirahat yang cukup sebelum waktu pelatihan. Lakukan olah raga ringan untuk menjaga kebugaran tubuh dan pikiran. Jangan berolah raga terlalu keras sehari atau pagi sebelumnya.

istirahat cukup

Makanlah secukupnya, jangan terlalu kenyang. Berhentilah makan sebelum kenyang.

Hindari menu makanan yang bisa menganggu pencernaan. Makan buah-buahan yang membantu membersih-kan saluran nafas  dari hal-hal yang bisa menganggu.

Di beberapa kelas pelatihan, ada yang menyediakan permen dan air putih. Ini akan membantu kenyamanan trainer dan peserta.

#5. Berdoalah sebelum berangkat ke pelatihan.

Jangan menyombongkan diri ini akan sukses dalam memberikan materi pelatihan tanpa pertolongan siapa pun.

Sehebat dan sebesar apapun seseorang, ia tidak akan pernah mencapai yang diinginkan tanpa se-ijin Tuhan.

Maka selalulah minta pertolongan Tuhan agar diijinkan untuk menyampaikan materi pelatihan kepada banyak orang.

Mintalah agar peserta pelatihan melihat kebaikan dalam pelatihan akuntansi keuangan yang anda sampaikan.

#6. Datanglah awal, setengah jam sebelum pelatihan dimulai.

Perikasalah semua kelengkapan yang dibutuhkan untuk pelatihan nanti, walaupun penyelenggara pelatihan sudah menyiapkannya.

#7. Datangi dan bergabunglah dengan peserta pelatihan Anda.

bergabung dan bicara dengan peserta pelatihan

Ajak bicara peserta pelatihan. Berkenalanlah dengan mereka.

Hafalkan beberapa nama mereka, dapatkan masukan mengenai harapan mereka tentang pelatihan Anda.

Aktivitas ini akan memberikan pemahaman tentang peserta pelatihan.

#8. Ketika anda dipersilahkan untuk memulai presentasi, mintalah ijin untuk memulai, kepada yang mengundang dan kepada hadirin.

#9. Berjalanlah dengan santai, tetapi dengan langkah yang terhitung pasti.

#10. Ketika akan memulai pelatihan, jangan langsung memberikan salam pembuka. Mulailah dulu dengan memastikan kepala anda terangkat datar, dan melihat ke keseluruhan ruangan dengan senyum ramah dan hormat.

Tersenyumlah, dan mengangguklah dengan samar ke arah orang-orang yang telah anda kenal tadi.

#11. Sampaikan salam pembukaan dengan baik, jelas, dan volume suara yang sesuai dengan ukuran ruangannya. Tidak usah berteriak, tapi tidak juga memaksa orang memajukan telinga mereka untuk mendengar apa yang Anda katakan.

#12. Sampaikan rasa senang dan terima kasih atas kesempatan baik yang telah diberikan kepada anda. Berbicaralah dulu kepada wajah-wajah ramah yang anda bisa lihat dari tempat anda berbicara.

Untuk sementara, hindarilah wajah-wajah yang bisa mengganggu ketenangan anda.

#13. Sampaikan secara menyeluruh dan jelas mengenai apa yang akan diperoleh oleh peserta dari pelatihan ini. Berikan alasan mengapa pelatihan ini penting bagi mereka.

#14. Persiapkan alur dan proses pelatihan. Namun bersiaplah untuk menyesuaikan dengan perkembangan yang bisa timbul tak terduga dalam pelatihan ini.

Usahakan agar proses pelatihan berjalan sesuai dengan alur yang telah disiapkan.

Bila di tengah perjalanan pelatihan tersebut mengarah ke luar alur presentasi, gunakan semua keterampilan untuk bisa kembali ke alur semula.

#15. Saat menjawab pertanyaan dan komentar dari peserta pelatihan, gunakan jawaban, contoh-contoh yang logis dan relevan.

Sadarilah bahwa kita tidak selalu lebih pandai dari peserta pelatihan, keberadaan kita di depan mereka bisa jadi karena mengetahui lebih dulu dibandingkan mereka.

Hindari menggunakan judul-judul teori saja, tanpa penguasaan yang baik  tentang teori itu.

Bila Anda membahas cara membuat Laporan Arus Kas, maka Anda memang benar-benar menguasi materi itu dan pernah menyusun laporan arus kas pada berbagai bidang usaha.

Hal itu akan memperkuat persepsi dan penerimaan peserta terhadap Anda.

Sebagaimana pengalaman penulis, setiap kali memberikan pelatihan selalu saya berikan contoh-contoh dari beberapa perusahaan dan sektor industri di mana saya pernah saya bekerja di sana.

Ingin mengetahui latar belakang penulis? Baca :  Profil Trainer Akuntansi Keuangan.

#16. Lakukan ice breaking dengan menggunakan humor yang cerdas , bukan hanya lelucon. Hindari menggunakan lelucon yang merendahkan wanita, merendahkan agama, bangsa, atau suku tertentu.

Humor adalah penguat rekatan pengertian yang dibangun oleh konsep, logika, dan contoh-contoh yang telah disampaikan.

Fakta membuktikan bahwa orang akan lebih mudah percaya kepada yang bisa membuatnya tertawa, daripada kepada yang membuatnya mengerti.

Karena sebetulnya tertawa itu berasal dari pengertian.

Bagaimana mungkin orang akan tertawa bila tidak mengerti.

#17. Belajar dan kuasailah teknik menangani penolakan atau keberatan.

Gunakanlah teknik itu dengan berhati-hati terhadap peserta yang menolak, karena Anda didengarkan oleh banyak orang yang kepentingannya sangat beragam.

Bila anda tidak berhati-hati, anda bisa menimbulkan masalah baru saat menyelesaikan sebuah masalah lain.

#18. Pujilah dan berterimakasihlah kepada hadirin yang sependapat dan mendukung apa yang anda sampaikan.

#19. Buatlah rangkuman dan kesimpulan setiap bab atau bagian dari pelatihan anda.

Sehingga kesimpulan-kesimpulan awal itu akan menyusun sebuah progresi logis kepada tujuan pelatihan anda.

Progresi ini akan membuat penerimaan dari tujuan pelatihan anda menjadi sesuatu yang wajar bagi peserta pelatihan.

#20. Saat pelatihan sudah berakhir, tutuplah pelatihan dengan beberapa hal berikut ini:

  1. Kesimpulan akhir dari keseluruhan pelatihan.
  2. Ungkapan terima kasih atas dukungan peserta kepada pelatihan anda.
  3. Sebuah komitmen untuk tindakan nyata yang harus di-follow-up setelah pelatihan ini.
  4. Ulangi lagi rasa terima kasih anda atas kesempatan baik yang telah anda terima.
  5. Salam penutup.

penutupan pelatihan dan menyalami peserta pelatihan

Melangkahlah turun dengan baik, dan salamilah orang-orang yang senior dari peserta pelatihan atau orang-orang yang terdekat.

#21. Berterima-kasihlah kepada Tuhan karena tanpa seijin-Nya pelatihan akuntansi keuangan ini dapat terlaksana dan berjalan dengan baik.
Bila Anda atau karyawan Anda ingin mengadakan pelatihan atau kursus akuntansi silahkan buka alamatnya di SINI.

Terima kasih

***

2 Komentar

  1. Bisa diterapkan untuk training lainnya juga kayaknya yak. Bukan hanya akuntansi…hehe. Tipsnya lumayan banyak juga yak, sampai 21. Tambahan satu lagi … Sering-sering ngasih training, lama-lama terbiasa…

Komentar ditutup.