5 Format SOP Paling Populer Digunakan Perusahaan, Anda yang Mana?

SOP adalah prosedur kerja yang dibuat oleh perusahaan untuk mengatur, memonitor, dan menilai suatu kegiatan/bagian/cabang/unit bisnis agar sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan. Jadi, keberadaan Standar Operasional Prosedur (SOP) adalah sangat penting untuk sebuah BISNIS.

Lima bentuk SOP (Standar Operasional Prosedur) terpopuler yang dipakai perusahaan adalah:

🔹 1. Narasi – Simple Step
🔹 2. Narasi – Hierarchical
🔹 3. Bagan Alir – Flowchart
🔹 4. Gambar – Graphic procedures
🔹 5. Video

Mari dibahas satu-per-satu berikut ini…

 

 01. Pengertian SOP (Standard Operating Procedure : bahasa Inggris)

SOP adalah

Apa pengertian SOP secara umum?

Definisi Standar Operasional Prosedur (dalam bahasa Inggris: Standard Operating Procedure) atau SOP adalah sebuah dokumen yang berisi pedoman dan panduan bagaimana MELAKUKAN suatu pekerjaan atau juga menggambarkan serangkaian instruksi yang harus dilakukan.

Demikian pengertian SOP menurut para ahli.

Jadi sudah jelas ya apa itu SOP?

Okay dilanjutkan pembahasannya ya…

Sebenarnya apa tujuan perusahaan membuat/menyusun Standar Operasional Prosedur (purpose of standard operating procedures)?

Why SOP is required?

Tujuan SOP adalah untuk mengatur semua aktivitas agar aktivitas perusahaan dapat berjalan dan sesuai dengan tujuan, visi serta misi perusahaan.

Oleh karena itu Standar Operasional Prosedur [SOP] harus disusun dengan baik dan benar.

Selanjutnya dijalankan, dimonitor serta di-update secara konsisten dan disiplin sehingga tujuan dan fungsi SOP tersebut bisa membantu perusahaan untuk mencapai tujuannya.

Maka, setiap departemen/cabang/unit bisnis di suatu perusahaan, institusi, atau organisasi perlu  memiliki dan menerapkan SOProsedur.

Contoh SOP kerja untuk :

A. Divisi/bagian antara lain:
  • Keuangan
  • Marketing
  • Kasir
  • HRD
  • Gudang
  • K3
  • Resepsionis
  • Kearsipan
  • Quality control
  • Customer service
  • Operator telepon
  • Operator forklift
  • Administrasi perkantoran
  • Produksi
B. Jenis usaha, antara lain:
  • Laundry
  • Koperasi
  • Bank
  • Hotel
  • Toko
  • Bengkel
  • Toko baju
  • Instansi pemerintah
  • Cafe
  • rumah sakit
  • organisasi sosial

Dan untuk mengenal lebih jauh tentang pentingnya SOP untuk BISNIS, saksikan video singkat berikut ini:

 

02. Pemetaan Proses Bisnis dalam Penyusunan SOP Perusahaan

Sistematika Penyusunan Standar Operasional Prosedu

Langkah dan cara membuat standar operasional prosedur (SOP) perusahaan adalah melakukan pemetaan proses bisnis perusahaan (business mapping).

Apa itu pemetaan proses bisnis perusahaan?

Proses adalah serangkaian kegiatan yang merubah input menjadi output.

Jadi, pemetaan proses bisnis adalah gambaran yang menjelaskan bagaimana langkah-langkah perusahaan menyelesaikan atau memproses bisnisnya.

Untuk membuat SOP diperlukan komitmen menyeluruh dari seluruh elemen di perusahaan, instansi ataupun organisasi.

Kebutuhan akan proses yang lebih rapi, teratur, terdokumentasi, dan disiplin menjadi kebutuhan semua elemen perusahaan, tidak hanya pada elemen tertentu saja.

 

03. Kendala Penyusunan dan Pelaksanaan Standar Operasional Prosedur – SOP Perusahaan

Kendala Penyusunan Standar Operasional Prosedur

Ada sebuah ungkapan :

“Letakkan segala sesuatu pada tempatnya”

Artinya bagaimana sesuatu itu berada pada tempat yang tepat, maka akan berjalan dengan baik.

Perusahaan yang sejak awal berdirinya sudah menerapkan SOP akan lebih mudah dalam menanamkan kedisiplinan untuk mematuhi Standar Operasional Prosedur yang sudah disusun dan disepakati bersama.

Demikian juga akan lebih mudah untuk melakukan perbaikan dan penambahan aspek SOP, karena sejak awal sudah melakukan dokumentasi dengan baik.

Sedangkan membuat dan menerapkan SOP di perusahaan yang sudah berjalan tapi baru menerapkan Standar Operasional Prosedur memiliki tantangan yang menarik dan kerja keras.

Ada 4 kendala yang seringkali dihadapi dalam proses penyusunan dan pelaksanan SOProsedur (lack of standard operating procedures), yaitu:

 

#1: Kendala Organisasi

Kendala ini menyangkut struktur organisasi yang kompleks sehingga membuat sinkronisasi antara divisi mengalami hambatan karena adanya kepentingan masing-masing unit kerja.

Kendala ini dapat juga disebabkan oleh hal-hal terkait dengan manajemen organisasi seperti:

  • gaya kepemimpinan,
  • struktur organisasi terlalu lebar,
  • alur koordinasi panjang dan rumit, dan
  • tradisi organisasi yang tidak kondusif.

 

#2: Kendala Operasional

Kendala operasional perusahaan adalah kendala yang menyangkut:

  • karakteristik customer,
  • peraturan perundang-undangan yang berlaku,
  • budaya perusahaan, dan
  • tingkat kedewasaan organisasi.

 

#3: Kendala Manajerial

Kendala manajerial adalah kendala yang berkaitan dengan:

  • visi misi penyusunan dan pelaksanaan Standar Operasional Prosedur,
  • kebijakan dan peraturan perusahaan,
  • kontrol, dan
  • dukungan dari semua pihak.

 

#4: Kendala Personal

Kendala personal adalah kendala yang menyangkut pegawai perusahaan dengan adanya SOP.

Mengapa pegawai perusahaan menolak penerapan SOP?

Ada 3 (tiga) alasan pegawai/karyawan menolak penerapan standar operasional prosedur, yaitu:

  1. Pegawai menganggap dengan adanya SOP akan mempersulit pekerjaannya,.
  2. Pegawai belum memahami tujuan dan manfaat Standar Operasional Prosedur, atau
  3. Pegawai tidak memiliki motivasi yang kuat untuk berkembang ke arah yang lebih baik.

Oleh karena itu, harus ada dasar hukum penyusunan SOP, termasuk  penyusunan SOP administrasi pemerintahan.

Selain itu diperlukan komitmen dan upaya yang sungguh-sungguh dari semua elemen perusahaan untuk menerapkan Standard Operating Procedure yang telah disusun.

 

04. Format Standar Operasional Prosedur – SOP Perusahaan

Format standar operasional prosedur perusahaan

Tidak ada ketentuan yang mengharus untuk menggunakan bentuk atau format SOP perusahaan tertentu.

Pertimbangan menggunakan format standar operasional prosedur tertentu disesuaikan dengan tujuan dan fungsi yang diinginkan perusahaan.

Format SOP bervariasi dari satu perusahaan ke perusahaan yang lain.

Meskipun tidak memiliki format yang baku, SOP memiliki beberapa jenis bentuk yang sudah umum digunakan dalam organisasi atau perusahaan.

Bagaimana format standar operasional prosedur?

Ada 4 (empat) format SOP yang populer dan sering digunakan perusahaan secara luas, yaitu :

 

#1. Narasi – Simple Step

Format SOP - Narasi Simple

Format Narasi – Simple Step ini cocok digunakan untuk prosedur rutin yang sederhana, singkat, dan tidak terlalu membutuhkan banyak keputusan.

Jenis format ini juga sesuai untuk suatu tugas dengan langkah kerja pendek, dan diulang-ulang.

Perhatikan contoh pembuatan SOP organisasi sosial/yayasan dalam bentuk narasi tentang SOP Perencanaan Pembelian Komputer Kantor Yayasan berikut ini:

🔹 Prosedur #1:

Merencanakan pembelian Komputer untuk kantor dan mengisi lembar pengajuan dana yang disediakan oleh yayasan.

🔹 Prosedur #2:

Kepala bagian sarana prasarana mengadakan survey harga komputer.

🔹 Prosedur #3:

Mengajukan dana untuk pembelian komputer ke manajer keuangan yayasan.

🔹 Prosedur #4:

Jika disetujui, kepala bagian sarana dan prasarana bersama staf ke pusat penjualan komputer untuk membeli komputer yang di inginkan.

🔹 Prosedur #5:

Melakukan proses pembelian dan pembayaran

🔹 Prosedur #6:

Membawa komputer ke kantor yayasan.

🔹 Prosedur #7:

Memberikan laporan secara lisan dan tertulis mengenai dana untuk membeli komputer.

🔹 Prosedur #8:

Laporan pembelian komputer diterima oleh yayasan.

Bila anda ingin tahu contoh-contoh SOP perusahaan dan bagaimana langkah-langkah rinci untuk membuatnya, saran saya baca referensi tutorialnya di 4 Contoh SOP Perusahaan.

 

#2. Narasi – Hierarchical

Format Narasi – Hierarchical ini cocok digunakan untuk prosedur kerja yang cukup panjang namun tidak perlu banyak keputusan.

Format ini menggunakan model hierarki untuk menjelaskan langkah kerja.

Jenis format SOP ini bisa digunakan untuk dua macam pengguna, yaitu:

  1. Pengguna ahli dan
  2. Pengguna pemula

Bagi pemula atau orang baru, jenis format ini sangat mudah dipahami karena SOP digambarkan dengan jelas dan rinci. Bagi pemula perlu membaca langkah besar dan langkah-langkah kecilnya.

Bagi yang sudah berpengalaman, jenis format ini juga sangat memudahkan, karena dijelaskan dengan rinci. Biasanya mereka hanya perlu membaca langkah besarnya saja.

 

#3. Diagram Alir – Flowchart

Penjelasan Prosedur Standar dengan Flowchart
Contoh format SOP Perusahaan dengan Flowchart

Format SOP Diagarm Alir – Flowchart cocok untuk langkah-langkah kerja yang panjang dan melibatkan beberapa keputusan.

Jenis format ini merupakan grafik sederhana yang menjelaskan langkah-langkah proses dalam pembuatan atau pengambilan keputusan.

Format ini memiliki simbol-simbol yang memiliki arti dan makna tertentu yang menjelaskan setiap langkah dari prosedur (perhatikan contoh flowchart di atas)

Apakah masih ada yang belum jelas dengan arti simbol-simbol yang digunakan dalam flowchart SOP?

Kalau “iya”, mari saksikan penjelasannya dalam video pendek berikut ini:

 

#4. Gambar – Graphic procedures

contoh format sop perusahaan-gambar

Format SOP Gambar – Graphic procedures ini cocok untuk menjelaskan langkah kerja yang panjang.

Jenis format SOP ini dapat dipakai oleh pengguna dengan berbagai bahasa ibu. Karena dalam jenis format SOP ini bisa mengandung foto-foto/gambar seseorang yang sedang melakukan perkerjaan.

Bentuk SOP ini dilengkapi dengan grafik ataupun gambar yang dapat membantu menyederhanakan prosedur yang cukup panjang menjadi lebih singkat.

Gambar yang ditampilkan umumnya berfungsi untuk memberikan ilustrasi kepada pembaca sehingga mudah dipahami.

 

#5. Format Video

Contoh Format Standar Operasional Prosedur - Video

Format SOP video ini cocok untuk pengoperasian teknis visual, dan sesuai untuk ragam bahasa.

Jenis format Standar Operasional Prosedur Video ini dapat digunakan untuk menjelaskan langkah-langkah kerja bagi mereka yang lebih paham dengan melihat dari pada membaca.

 

05. Sistematika Penyusunan SOP Perusahaan (Standard Operating Procedure Guidelines)

Bagaimana langkah-langkah dan cara membuat SOP (Standar Operasional Prosedur) Perusahaan?

Secara garis besar ada 4 langkah untuk membuat Standar Operasional Perusahaan, yaitu:

A: Langkah #1. Membentuk Tim Penyusun Standar Operasional Prosedur

Langkah #1 membuat SOP - Membentuk Tim Penyusun

Penyusunan dan penerapan SOP harus diawali dengan komitmen bersama oleh seluruh pihak.

Setiap perusahaan memiliki jenis dan format SOP yang berbeda-beda. Tingkat kesulitannya pun bisa berbeda-beda sesuai dengan bisnis prosesnya.

Penentuan tim khusus atau individu yang dipercaya untuk menyusun SOP sebaiknya disesuaikan dengan kompleksitas dan proses bisnis di perusahaan.

Bila pegawai perusahaan jumlahnya banyak dengan tingkat kompleksitas rendah, penyusunan SOP bisa dilakukan dengan membentuk tim atau individu.

Bila pegawai perusahaan jumlahnya sedikit dengan tingkat kompleksitas rendah , penyusunan SOP bisa dilakukan oleh individu yang kompeten dan memiliki integritas tinggi.

Bila pegawai perusahaan jumlahnya banyak dengan tingkat kompleksitas tinggi, penyusunan SOP HARUS dilakukan oleh sebuah tim.

Sedangkan bila jumlah pegawai perusahaan sedikit dengan tingkat kompleksitas yang tinggi, maka penyusunan SOP dilakukan oleh sebuah tim.

Apabila sudah dibentuk dan ditetapkan sebuah tim atau individu penyusun SOP, selanjutnya tugas pertama dari tim atau individu adalah mengumpulkan data.

Selain itu adalah melakukan pengamatan, evaluasi proses berjalan, analisis prosedur, benchmark, focus group discussion, hingga pencetakan dokumen SOP.

Selain itu ditetapkan juga jangka waktu pelaksanaan tugas dari tim atau individu dalam penyusunan Standar Operasional Prosedur.

 

B: Langkah #2. Menentukan Perencanaan Kegiatan Tim Penyusun SOP Perusahaan

Langkah #2 Membuat SOP perusahaan

Merencanakan kegiatan tim penyusun perlu dilakukan agar proses penyusunan SOP berjalan sesuai dengan tenggat waktu yang telah ditentukan dan menghasilkan Standar Operasional Prosedur yang berkualitas.

Selain itu kinerja tim menjadi lebih terukur, memudahkan monitoring dan evaluasi progres kerja tim penyusun.

Tugas lainnya adalah membagi pekerjaan dan tanggungjawab yang jelas bagi anggota tim penyusun, serta akan  memudahkan alokasi dan efisiensi biaya.

Untuk detailnya bisa dibuat time line-nya, dimana dalam time line tersebut berisikan waktu, job description tiap anggota dan target tim.

Perhatikan contoh time schedule penyusunan Standar Operasional Prosedur perusahaan berikut ini :

contoh timeline penyusunan SOP

 

C: Langkah #3. Menyusun Standar Operasional Prosedur Perusahaan

Langkah #3 Membuat SOP - Menyusun Draft SOP Perusahaan

Pada tahap ini, bisa dibuat sub langkah-langkah sebagai berikut :

#1. Menetapkan Prosedur Kerja

Setelah tim penyusun SOP membuat perencanaan kegiatan, maka langkah berikutnya adalah menjalankan rencana tersebut.

Agar bisa menetapkan prosedur yang akan dituangkan dalam format SOP, maka tiap anggota tim penyusun melakukan tugas pengamatan yang teliti dan detail terhadap proses bisnis perusahaan.

Selama melakukan aktivitas ini, setiap anggota tim akan membuat daftar rincian urutan proses yang ada saat ini.

Kemudian dilakukan evaluasi terhadap rincian urutan proses yang telah dibuat tersebut.

Dan langkah selanjutnya adalah menuliskan prosedur-prosedur tersebut dari awal hingga akhir proses.

 

#2. Menetapkan Format SOP

Setelah langkah penetapan prosedur kerja selesai, langkah selanjutnya adalah menentukan format atau bentuk Standar Operasional Prosedur spesifik sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Walaupun tidak ada penetapan standar baku dalam menentukan bentuk SOP, namun demikian ada elemen-elemen yang secara umum HARUS ada dalam proses penyusunan SOP.

Berikut ini contoh elemen-elemen yang secara umum ada dalam sebuah SOP :

A: Bagian Utama

🔹 Tujuan:

Bagian ini menjelaskan tentang alasan mengapa SOP dibuat.

Sebagai contoh:

“Standar Operasional Prosedur ini dibuat untuk memandu bagian Akuntansi Keuangan bagaimana melakukan pembayaran pembelian barang, disamping itu SOP ini disusun sebagai alat pantau dan alat pandu”

🔹 Ruang Lingkup:

Bagian ini menjelaskan tentang cakupan Standar Operasional Prosedur.

Sebagai contoh:

“SOP ini mencakup proses pengajuan pembayaran pembelian barang hingga bukti pembayaran”

🔹 Tanggung Jawab:

Bagian ini menjelaskan siapa saja yang bertanggungjawab dalam proses pembayarab pembelian.

Sebagai contoh:

“Staff Administrasi pembelian bertanggungjawab terhadap kesiapan pengajuan pembayaran”

🔹 Ketentuan/Kebijakan:

Bagian ini menjelaskan tentang aturan dan syarat-syarat yang harus dipatuhi ketika menjalankan SOP.

🔹 Definisi:

Bagian ini menjelaskan mengenai singkatan, akronim, istilah yang digunakan dalam SOP.

Sebagai contoh:

“Supplier, pembelian barang, syarat pembayaran”

🔹 Referensi:

Bagian ini berisi mengenai rujukan yang dapat digunakan apabila SOP tidak memberikan panduan yang cukup.

🔹 Peralatan:

Bagian ini menjelaskan instrumen, alat kerja, alat ukur apa saja yang digunakan, termasuk tipe.

🔹 Peringatan:

Bagian ini menjelaskan mengenai hal-hal yang perlu diperhatikan ketika melakukan pekerjaan terkait.

🔹 Prosedur:

Bagian ini berisi penjelasan langkah-langkah bagaimana dan oleh siapa. Dapat berupa panduan sederhana hingga panduan rinci.

🔹 Lampiran:

Bagian ini berisi penjelesan bagian dari panduan yang oleh karena bentuk dan jumlahnya tidak dapat dimasukkan dalam badan SOP. Lampiran dapat juga berupa dokumen milik eksternal.

 

B: Bagian Header dan Footer

Untuk header atau footer, beberapa atribut penting yang perlu dituliskan adalah:

🔹 Judul:

Bagian ini berisi kata aktif yang menunjukkan nama deskriptif sebuah Standar Operasional Prosedur.

Sebagai contoh:

“SOP Pembayaran Pembelian Barang Dagangan”

🔹 Nama pembuat atau penyusun:

Bagian ini menunjukkan siapa yang membuat dan menyusun standar operasional prosedur perusahaan.

🔹 Tanggal berlaku:

Bagian ini menunjukkan masa aktif Standar Operasional Prosedur.

🔹 Nomor Dokumen SOP:

Bagian ini menjukkan nomor identitas untuk memudahkan pengendalian.

🔹 Nomor revisi:

Bagian ini menunjukkan jumlah perbaikan SOP, sudah berapa kali direvisi.

🔹 Nomor halaman:

Bagian ini menjukkan jumlah halaman Standar Operasional Prosedur. Biasanya ditulis dengan halaman ke berapa dari jumlah keseluruhan halaman. Misalnya: hal 1 dari 10 halaman.

🔹 Pengesahan:

Bagian ini menunjukkan bukti sah tidaknya SOP dengan adanya stempel, tanda tangan dan tanda/bukti.

 

#3. Menyusun Draft Standar Operasional Prosedur/SOP

Setelah menentukan format SOP,  tahap berikutnya dalam proses penyusunan standard operating procedure adalah menyusun draft SOP.

Untuk menyusun draft SOP perlu diperhatikan kondisi perusahaan.

Draft awal Standard Operating Procedure ini kemudian di-diskusikan dan dimatangkan dengan seluruh elemen dan satuan kerja yang terlibat.

 

D: Langkah #4. Validasi Standar Operasional Prosedur/SOP

Langkah #4 Validasi Standar Operasional Prosedur

Langkah #4 untuk membuat Standar Operasional Perusahaan adalah melakukan validasi terhadap draft SOP yang sudah dibuat di langkah C point #3.

Ada 3 tahap validasi SOP perusahaan, yaitu :

#1. Uji coba penerapan Standar Operasional Prosedur/SOP

Setelah tahap penyusunan draft SOP awal selesai, maka tahap berikutnya adalah melakukan uji coba penerapan SOP.

Tahap uji coba ini harus dilakukan untuk mengetahui dampak dari penerapan SOP terhadap proses kerja di perusahaan.

Jika uji coba ini tidak dilakukan di-khawatirkan terjadi kesalahan atau penyimpangan yang tidak diperkirakan saat penerapan standard operating procedure/SOP.

Pertanyaanya perlu berapa lama masa uji coba SOP ini?

Penentuan lama waktu uji coba penerapan SOP harus menjadi perhatian khusus bagi tim penyusun Standar Operasional Prosedur/SOP.

Kenapa?

Karena uji coba yang dilakukan dengan waktu yang tepat maka akan mengurangi hal-hal yang tidak diinginkan baik teknis maupun non teknis.

 

#2. Evaluasi uji coba penerapan Standar Operasional Prosedur/SOP

Setelah dilakukan uji coba, selanjutnya adalah melakukan evaluasi berdasarkan data-data yang diperoleh dari uji coba.

Evaluasi ini harus dilakukan dengan teliti dan mendalam agar menemukan seluruh potensi kesalahan dan perbaikan yang harus dilakukan.

Sehingga nantinya SOP yang tersusun bisa lebih akurat dan menghasilkan proses yang semakin efisien. Selanjutnya SOP disusun kembali dengan berbagai perbaikan.

 

#3. Pengesahan dokumen Standar Operasional Prosedur/SOP

Dokumen SOP yang sudah disusun kembali dengan berbagai perbaikan selanjutnya dicetak untuk kepentingan dokumentasi perusahaan.

Selanjutnya SOP akan disahkan oleh atasan atau jajaran manajemen untuk dilaksanakan sebagai panduan dalam menjalankan aktivitas di perusahaan.

 

06. Pasca Penerapan/Implementasi Standar Operasional Prosedur Perusahaan

implementasi SOP perusahaan

Dokumen SOP yang telah disahkan selanjutnya akan digunakan oleh seluruh elemen perusahaan sebagai landasan dalam menjalankan aktivitas.

Dokumen standard operating procedure/SOP tersebut digunakan sebagai pedoman dan panduan utama dalam menjalankan aktivitas perusahaan sehingga aktivitas-aktivitas tersebut bisa berjalan dengan baik.

Salah satu fungsi Standar Operasional Prosedur adalah dapat digunakan sebagai tools untuk menelusuri penyebab dan menemukan solusi perbaikan, jika terjadi kesalahan.

Namun demikian,  sebaik apapun SOP sebaiknya secara terus menerus perlu dilakukan peninjauan ulang dari waktu ke waktu.

Sehingga SOP tersebut akan menjadi SOP yang dinamis, yang  akan mengikuti perkembangan dan perubahan proses bisnis perusahaan.

 

07. Contoh Standar Operasional Prosedur – SOP Perusahaan

Untuk melengkapi pembahasan tentang standar operasional prosedur perusahaan, saya sajikan contoh SOP perusahaan swasta untuk mengelola persediaan barang dagang perusahaan, yaitu SOP Stock Opname.

Perhatikan contoh format SOP (sample standard operating procedure format) dan penjelasannya berikut ini :

contoh Format SOP Perusahaan
Contoh SOP Perusahaan

Dari contoh standar operasional prosedur perusahaan swasta tersebut, kita jadi tahu contoh SOP yang baik dan benar dan apa saja elemen yang terdapat pada standar operasional prosedur perusahaan.

Berikut ini elemen-elemen yang terdapat pada Contoh SOP Stock Opname:

A: Kolom keterangan standar operasional prosedur

Kolom ini merupakan keterangan umum tentang standard operating procedure yang terdiri dari:

  • Nomor Dokumen,
  • Masa berlaku,
  • Jumlah Revisi dan Tanggal Revisi.
  • Jumlah Halaman

B: Kolom Judul SOP

Kolom ini merupakan identitas dari SOP,  yang terdiri dari:

  • Logo dan Nama Perusahaan
  • Judul SOP

C: Kolom Utama SOP

Kolom ini merupakan bagian utama dari sebuah SOP yang terdiri dari:

  • Tujuan SOP dan Ruang Lingkup
  • Alat dan Bahan,
  • Pihak Terkait dan
  • Deskripsi Prosedur.

D: Kolom Pengesahaan SOP

Kolom ini merupakan bagian pengesahan sebuah SOP perusahaan yang terdiri:

  • Disposisi: siapa yang membuat, memeriksa dan menyetujui SOP
  • Nama-nama: orang yang bertanggung jawab di kolom disposisi
  • Jabatan: jabatan dari nama-nama yang tertera di kolom nama
  • Paraf dari nama-nama yang tertera di kolom nama

Contoh-contoh Standar Operasional Prosedur perusahaan (standard operating procedure examples) lain bisa Anda baca di:

Contoh-contoh SOP perusahaan tersebut bisa digunakan untuk perusahan kecil/UKM/UMKM/start up (standard operating procedure examples for small business) dan juga untuk perusahaan besar.

 

08. Kesimpulan

Penyusunan dan pelaksanaan Standar Operasional Prosedur adalah bentuk nyata dari sistem yang dijalankan sebuah perusahaan atau organisasi.

Bila kita sebagai pemilik perusahaan, karyawan, dan pihak yang berkemauan untuk mewujudkan visi dan misi perusahaan, upaya penyusunan dan implementasi Standar Operasional Prosedur menjadi sebuah HARGA MATI.

Mulai dari standar operasional prosedur cuci tangan, dapur, housekeeping, manajemen waktu, bagian umum dan kepegawaian, administrasi, audit internal, customer service, dan pengelolaan keuangan perusahaan.

Saya yakin anda sebagai pemilik maupun karyawan pasti menginginkan perusahaannya maju dan berdampak luas bagi perbaikan kehidupan yang lebih baik.

√ Bagi diri Anda sendiri,

√ Bagi keluarga, anak dan suami/isteri  Anda,

√ Bagi saudara-saudara Anda, serta

√ Bagi masyarakat dan negara.

Pilihan ada di tangan Anda….

Jika Anda ingin mengetahui contoh SOP perusahaan KHUSUS untuk divisi Finance & Accounting beserta perangkat pelaksanaan SOP yang sederhana, mudah digunakan dan powerful, langsung saja ke SOP.

Dalam contoh SOP Perusahaan tersebut sudah termasuk standard operating procedure template microsoft Word (contoh format sop doc) dan standard operating procedures examples in office.

Demikian pembahasan dan contoh makalah standar operasional prosedur antara lain:
  • Pengertian SOP (Standard Operating Procedure)
  • 5 format SOP perusahaan
  • Kendala penyusunan dan pelaksanaan SOP Perusahaan (Standard Operating Procedure)
  • Contoh SOP perusahaan dan penjelasannya (standard operating procedures manual)

Materi tentang SOP ini, semoga bisa membantu bagi yang sedang menyusun judul skripsi tentang standar operasional prosedur, skripsi pengaruh sop terhadap kinerja karyawan, dan skripsi standard operating procedure.

Selain itu juga untuk yang sedang melakukan penyusunan sop administrasi pemerintahan, makalah sop administrasi perkantoran, dan standar operasional prosedur restoran.

Dan mencari referensi tentang contoh sop organisasi, sop dalam bahasa Inggris (standar operasional prosedur in English), contoh sop instansi pemerintah, contoh sop marketing, contoh sop jasa transportasi, contoh sop toko, contoh sop sekolah, contoh sop administrasi, contoh sop produksi, dan contoh sop perusahaan makanan.

Bila Anda ingin memperoleh materi standar operasional prosedur pdf, jurnal standar operasional prosedur pdf, contoh sop doc, contoh standar operasional prosedur pdf, dan contoh sop perusahaan swasta pdf caranya mudah, Anda tinggal copy paste artikel dan contoh SOP ini ke Word, kemudian simpan (Save) dalam format PDF dan Doc.

Mudah kan?

Demikian sedikit yang bisa saya bagikan, mudah-mudahan bermanfaat.

Bila ada yang ingin Anda sampaikan mengenai materi SOP ini, silahkan..

Terima kasih

***