Cara Mudah Membuat Jurnal dalam Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa

Cara Mudah Membuat Jurnal dalam siklus Akuntansi Perusahaan Jasa

Bagaimana cara membuat jurnal transaksi dalam siklus akuntansi perusahaan jasa? yuk belajar step by step

Sebagai dasar perlu kita pahami bahwa persamaan akuntansi, di mana aset adalah penjumlahan dari kewajiban dan ekuitas menjadi dasar dari sistem pencatatan dalam akuntansi.

Di mana Jumlah sisi debit dan kredit selalu sama saat mencatat jurnal akuntansi.

Sistem ini yang dikenal dengan sistem akuntansi ayat jurnal berpasangan (double entry accounting system).

Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa - sistem Akuntansi

Sistem akuntansi ayat jurnal berpasangan merupakan alat yang sangat berguna untuk menganalisis pengaruh transaksi.

Proses untuk menganalisis transaksi dengan menggunakan sistem tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Baca dengan teliti uraian transaksi untuk menentukan akun-akun yang terpengaruh oleh transaksi tersebut, apakah aset, kewajiban, ekuitas pemilik, pendapatan , beban atau prive.
  2. Untuk setiap akun yang terpengaruh oleh transaksi, tentukan apakah saldo akun naik atau turun.
  3. Tentukan apakah setiap kenaikan atau penurunan perlu dicatat sebagai debit dan kredit, dengan mengikuti aturan debit dan kredit.
  4. Catat transaksi dengan menggunakan ayat jurnal.
  5. Pindahbukukan (posting) ayat jurnal ke dalam akun yang sesuai di buku besar secara periodik.
  6. Siapkan daftar saldo yang belum disesuaikan pada akhir periode.

Suatu transaksi pertama kali dicatat dalam sebuah jurnal. Secara periodik ayat jurnal dimasukkan ke akun yang sesuai di buku besar.

Buku besar mencatat sejarah transaksi dalam setiap akun. Proses memindahkan debit dan kredit dari ayat jurnal ke dalam akun tersebut disebut memindahbukukan (posting).

***

01. Cara Membuat Jurnal dalam Siklus Perusahaan Jasa

Langsung saja mari kita analisa dan contoh jurnal dalam siklus akuntansi perusahaan jasa berikut ini :

Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa - Neraca

Jurnal Transaksi Aset, Kewajiban dan Ekuitas

Bagian pertama, kita akan meng-analisis dan menjurnal transaksi-transaksi aset dan ekuitas yang tersaji dalam laporan Neraca.

Contoh 1 :

Pada tanggal 01 Februari 2018, Pak Joko menyetorkan uang Rp. 50 juta sebagai modal awal PT Fintech.

Proses untuk menganalisis transaksi tanggal 01/02/2018 adalah sebagai berikut :

  1. Pengaruh transaksi ini pada neraca adalah meningkatkan aset dan ekuitas pemilik.
  2. Nama akun di-debit ditulis dulu, kemudian diikuti dengan jumlah yang akan di-debit. Sedangkan nama akun yang di-kredit ditulis di bawahnya, agak menjorok ke kanan, diikuti dengan jumlah yang akan dikredit pada kolom kredit.
  3. Proses pencatatan transaksi dalam jurnal ini disebut menjurnal (journalizing).

Bentuk pencatatan transaksi ini di sebut ayat jurnal (journal entry). Ayat jurnal untuk transaksi ini adalah sebagai berikut :

Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa - Membuat jurnal

Kenaikan dalam aset (kas) yang dilaporkan di sisi kiri neraca, didebit terhadap akun kas.

Kenaikan dalam ekuitas pemilik, yang dilaporkan di sisi kanan neraca, dikredit terhadap akun modal.

Ketika suatu aset diperoleh, kenaikan juga dicatat sebagai debit terhadap akun aset.

Begitu juga kenaikan dalam ekuitas pemilik akan dicatat sebagai kredit terhadap akun ekuitas pemilik.

Pengaruh transaksi ini terhadap akun ditunjukan dengan melakukan posting jumlah dan tanggal ayat jurnal ke sisi kiri (debit) Kas dan ke sisi kanan (kredit) Modal, seperti ditunjukkan seperti berikut ini :

Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa - jurnal debit kredit

 

Contoh 02 :

Pada tanggal 3 Februari 2018 PT Fintech membeli tanah seharga Rp. 30 juta secara tunai. Transaksi ini meningkatkan satu akun aset dan menurunkan akun aset lainnya.

Transaksi ini dicatat di jurnal sebagai kenaikan Rp 30 juta di sisi DEBIT pada akun Tanah, dan penurunan Rp 30 juta di sisi KREDIT pada akun Kas., seperti berikut ini :

Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa - contoh jurnal

 

Pengaruh transaksi ini ditunjukkan dalam akun PT Fintech berikut ini :

Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa - pengaruh transaksi

 

Contoh 3 :

Tanggal 5 Februari 2018 PT Fintech membeli bahan habis pakai secara kredit sebesar Rp. 1.000.000. Transaksi ini meningkatkan akun aset dan meningkatkan akun kewajiban.

Transaksi ini dicatat di jurnal sebagai kenaikan Rp. 1.000.000 di sisi debit pada akun Bahan Habis Pakai dan kenaikan Rp. 1.000.000 di sisi kredit pada akun Utang Usaha.

Perhatikan cara pencatatannya seperti berikut ini :

Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa - contoh jurnal umum

Pengaruh ayat jurnal ini ditunjukkan dalam akun PT Fintech berikut ini :

Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa - pengaruh jurnal

 

Contoh 4 :

Pada tanggal 10 Februari 2018 PT Fintech membayar utang pada kreditur Rp. 850.000. Transaksi ini menurunkan akun kewajiban dan menurunkan akun aset.

Transaksi ini dicatat di jurnal sebagai penurunan sebesar Rp 850.000 di sisi debit pada akun Utang Usaha dan penurunan sebesar Rp 850.000 di sisi kredit pada akun Kas

Perhatikan, sebagaimana ditunjukan berikut ini :

Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa - pengaruh utang

Pengaruh ayat jurnal ini ditunjukkan dalam akun PT Fintech berikut ini :

Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa - jurnal utang usaha

Empat contoh jurnal akuntansi ini, merupakan akun-akun yang terdapat di NERACA.

Dan bila diperhatikan bahwa sisi kiri akun aset digunakan untuk mencatat kenaikan, dan sisi kanan digunakan untuk mencatat PENURUNAN.

Sisi kanan akun kewajiban dan ekuitas pemilik digunakan untuk mencatat kenaikan, dan sisi kiri akun-akun tersebut digunakan untuk mencatat penurunan.

Sisi kiri semua akun apakah itu aset, kewajiban, atau ekuitas pemilik adalah sisi debit dan sisi kanan adalah sisi kredit.

Jadi, debit dapat berarti kenaikan atau penurunan tergantung pada akun yang terpengaruh. Sama halnya kredit dapat berarti kenaikan atau penurunan tergantung pada akunnya.

Aturan umum tentang debit dan kredit untuk akun neraca dapat diringkas sebagai berikut :

Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa - contoh jurnal 2

 

Jurnal Transaksi Pendapatan dan Beban

Berikutnya kita akan menganalisis transaksi pendapatan dan beban yang disajikan dalam Laporan Laba Rugi.

Analisis transaksi pendapatan dan beban menitikberatkan pada bagaimana setiap transaksi mempengaruhi ekuitas pemilik.

Transaksi yang meningkatkan pendapatan akan meningkatkan ekuitas pemilik, karena kenaikan dalam ekuitas pemilik dicatat sebagai kredit, begitu pula dengan kenaikan pada akun pendapatan.

Sebaliknya, transaksi yang meningkatkan beban akan menurunkan ekuitas pemilik. Penurunan dalam ekuitas pemilik dicatat sebagai debit, begitu pula halnya dengan kenaikan dalam akun beban.

Langsung saja untuk memperjelas pembahasan ini, mari kita lihat contoh jurnal akuntansi berikut ini :

Contoh 1 :

Pada tanggal 15 Februari 2018, PT Fintech menerima fee sebesar Rp. 8.000.000 dari pelanggan atas keuangan yang diberikan.

Transaksi ini meningkatkan akun aset dan meningkatkan akun pendapatan.

Transaksi ini dicatat di jurnal sebagai kenaikan Rp. 8.000.000 di sisi debit pada akun kas, dan kenaikan Rp 8.000.000 di sisi kredit pada akun fee seperti berikut ini :

Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa - Penjualan

Contoh 2 :

Beban-beban yang muncul selama periode akuntansi antara lain :

  • Gaji = Rp. 2.000.000
  • Sewa = Rp. 1.000.000,
  • Utilitas = Rp. 500.000,
  • Dan lain-lain = Rp. 300.000.

Untuk memudahkan ilustrasi, ayat jurnal untuk mencatat pembayaran beban tersebut dicatat pada transaksi berikut ini :

Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa - jurnal pembayaran

Perhatikan bahwa berapa pun banyaknya akun yang terlibat jumlah sisi debit akan selalu sama dengan jumlah sisi kredit dalam suatu ayat jurnal.

Pada 28 Februari 2018 PT Fintech mencatat jumlah bahan habis pakai  seperti kertas, tinta printer, dan bahan lain yang digunakan dalam kegiatan operasional perusahaan sebesar Rp 800.000.

Transaksi ini menambah jumlah dalam akun beban dan mengurangi jumlah dalam akun aset. Ayat jurnal untuk transaksi ini adalah sebagai berikut :

Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa - bahan habis pakai

Secara ringkas dapat disimpulkan bahwa aturan umum dari debit dan kredit untuk menganalisis transaksi yang mempengaruhi akun laporan laba rugi dinyatakan berikut ini :

Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa - analisis jurnal

 

Jurnal Transaksi Prive

Pemilik perusahaan perorangan dapat menarik kas dari perusahaan untuk keperluan pribadi.

Dalam hal ini merupakan praktik yang biasa terjadi untuk pemilik yang menghabiskan seluruh waktunya untuk perusahaan karena usaha tersebut bisa jadi merupakan sumber penghasilan utam pemilik.

Karena penurunan dalam ekuitas pemilik dicatat sebagai debit, maka kenaikan dalam penarikan juga dicatat sebagai debit. Penarikan didebit terhadap akun bernama Prive.

Misalnya, pemilik utama PT Fintech, yaitu Pak Joko menarik tunai Rp. 3.000.000 pada tanggal 28/02/2018 untuk keperluan pribadi.

Pengaruh transaksi ini adalah meningkatkan akun prive dan menurunkan akun kas.

Ayat jurnal untuk transaksi prive ini ditunjukan sebagai berikut :

Siklus Akuntansi Perusahaan jasa - jurnal prive

Contoh lain, Pada tanggal 01 Januari 2018 ada pengeluaran kas Rp 10.000.000 oleh pemilik Kantor Konsultan Penyusunan SOP Akuntansi Keuangan, P

ak Sopo Jarwo untuk keperluan pribadi. Atas transaksi tersebut, maka dapat dibuat ayat jurnal sebagai berikut :

Siklus Akuntansi Perusahaan jasa - transaksi

Perhatikan bahwa jumlah kenaikan yang dicatat dalam suatu akun biasanya sama atau lebih besar daripada jumlah penurunan yang dicatat dalam akun tersebut.

Oleh karena itu saldo normal semua akun nilainya POSITIF, bukan NEGATIF.

Sebagai contoh, jumlah debit (kenaikan) dalam akun aset biasanya lebih besar daripada total kredit (penurunan). Jadi akun aset biasanya memiliki saldo debit.

Ketika suatu akun yang biasanya mempunyai saldo debit, ternyata bersaldo kredit, atau sebaliknya, berarti telah terjadi KESALAHAN atau terjadi situasi yang tidak biasa.

Sebagai contoh, saldo kreit dalam akun Peralatan Kantor hanya dapat terjadi karena kesalahan.

Sebaliknya, saldo debit dalam akun Utang Usaha dapat terjadi karena kelebihan pembayaran.

 

02. Kesimpulan

Demikian pembahasan tentang cara membuat jurnal dalam siklus akuntansi perusahaan jasa. Semoga bermanfaat. Terima kasih.

***

sop akuntansi keuangan powerful