Agar Senyummu Terus Merekah dan Tidak Dibuat Pusing Piutang, Buatlah Cadangan Kerugian Piutang!

“Mengapa perlu ada cadangan kerugian piutang tak tertagih?”

Jawabannya simple, agar kita tidak dipusingkan dengan piutang dan aktivitas usaha terus berjalan dengan baik.

Selain itu, dengan membuat cadangan kerugian piutang tak tertagih akan perusahaan perusahaan dalam merencanakan dan menentukan keputusan strategis.

Contohnya penyusunan budget.

Bagaimana caranya?

Semua ada ilmu dan prosesnya, betul kan? 🙂

Yuk ikuti pembahasan lengkapnya berikut ini…

 

01: Pengertian Cadangan Kerugian Piutang Tak Tertagih

piutang wesel adalah

A: Definisi Cadangan Kerugian Piutang Tak Tertagih

Pengertian cadangan kerugian piutang tak tertagih adalah cadangan yang dilakukan dan ditetapkan oleh perusahaan karena adanya piutang tak tertagih.

Sedangkan pengertian kerugian piutang adalah kerugian yang timbul karena adanya prinsip bahwa piutang yang dicatatkan di laporan keuangan neraca adalah HANYA sebesar jumlah piutang yang diharapkan akan dapat ditagih.

Dan bila dituliskan dalam sebuah rumus persamaan matematika, kerugian piutang adalah seperti berikut ini:

 

cadangan kerugian piutang dalam neraca

 

Dari rumus di atas, kita bisa memahami bahwa cara penyajian cadangan piutang tak tertagih dalam neraca adalah selisih antara jumlah seluruh piutang dikurangi dengan estimasi piutang tak tertagih.

Karena laporan neraca disusun tiap akhir periode.

Maka tiap akhir periode dilakukan penaksiran jumlah kerugian piutang tak tertagih yang akan dibebankan ke periode pelaporan yang bersangkutan.

 

B: Komponen Cadangan Kerugian Piutang Tak Tertagih

cara menghitung cadangan kerugian piutang

Hal-hal penting yang harus diperhatikan dalam menggunakan cara menghitung cadangan kerugian dengan metode cadangan piutang tak tertagih adalah sebagai berikut:

Dasar #1. Jumlah Penjualan

Apabila kerugian piutang itu dihubungkan dengan proses pengukuran laba atau cadangan kerugian piutang dalam laporan laba rugi.

Maka dasar perhitungan kerugian piutang adalah jumlah penjualan (pendekatan pendapatan-biaya).

Kerugian piutang dihitung dengan cara mengalikan persentase tertentu dengan jumlah penjualan periode tersebut.

Persentase kerugian dihitung dari perbandingan piutang yang dihapus dengan jumlah penjualan tahun lalu.

Kemudian disesuaikan dengan keadaan tahun yang bersangkutan.

Kerugian piutang timbul karena adanya penjualan kredit, oleh karena itu sebaiknya kerugian piutang juga dihitung dari penjualn kredit.

Padahal ada penjualan kredit dan tunai maka untuk praktisnya persentase kerugian piutang bisa didasarkan pada jumlah penjualan pada periode yang bersangkutan.

Taksiran kerugian piutang ini dibebankan ke rekening kerugian piutang dan kreditnya adalah rekening cadangan kerugian piutang tak tertagih.

 

Dasar #2. Saldo Piutang

Apabila saldo piutang digunakan sebagai dasar perthitungan kerugian piutang maka arahnya adalah menilai aktiva dengan teliti (pendekatan aktiva-utang).

 

02: Cara Menghitung Cadangan Kerugian Piutang Tak Tertagih

cara menghitung cadangan kerugian piutang

Bagaimana cara cara menghitung cadangan kerugian piutang?

Cara menghitung cadangan piutang tak tertagih atas dasar piutang akhir periode dapat dilakukan dengan 3 cara, yaitu :

A: Menaikkan Saldo Normal Cadangan Kerugian Piutang

Cara menghitung cadangan piutang tak tertagih menggunakan metode, ada rumus yang perlu diperhatikan dan dipahami, yaitu:

(a) Persentase kerugian piutang tak tertagih :

penyajian cadangan kerugian piutang dalam neraca

 

Untuk menggunakan rumus ini, ada 2 komponen pokok yang harus diketahui, yaitu:

  • persentase kerugian yang ditetapkan dan
  • saldo piutang.

Bila hanya salah satu saja yang diketahui maka rumus ini tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya, apalagi bila tidak diketahui kedua-nya 🙂

 

(b) Saldo rekening cadangan kerugian piutang tak tertagih:

cadangan kerugian piutang dalam neraca

Demikian juga dengan rumus yang kedua ini, juga perlu diketahui dua hal penting, yaitu persentase kerugian dan saldo rekening cadangan piutang tak tertagih.

Kalau salah satu halnya tidak ada, maka rumus tersebut tidak dapat berjalan dengan normal.

Perhatikan contoh contoh soal cadangan piutang tak tertagih dan jurnal cadangan piutang tak tertagih
berikut ini:

Pada tanggal 31 Desember 2015 saldo rekening piutang PT MCC adalah sebesar Rp. 15.000.000,-.

Saldo kredit rekening cadangan piutang tak tertagih Rp. 15.000,-.

Persentase kerugian piutang ditetapkan sebesar 2%.

***

Perhitungan dan jurnal untuk piutang tak tertagih serta jurnal cadangan piutang tak tertagih adalah sebagai berikut :

 

jurnal cadangan kerugian piutang tak tertagih

 

Dari contoh perhitungan dan pencatatan jurnal umum di atas, menunjukkan bahwa saldo rekening cadangan  piutang tak tertagih adalah Rp. 300.000,-.

Selanjutnya dapat ditentukan juga jumlah piutang yang dapat ditagih sebesar:
= Rp. 15.000.000 – Rp. 300.000 = Rp. 14.700.000,-

Kekurangan dari cara ini adalah, bila dilihat dari sisi laporan laba rugi tidak bisa menunjukkan kerugian yang sebenarnya dari periode tersebut.

Kenapa?

Karena dalam perhitungannya dipengaruhi oleh cadangan kerugian periode sebelumnya.

 

B: Menambah Cadangan Kerugian Piutang

Cara menghitung cadangan piutang tak tertagih hampir sama dengan cara #1, namun tidak memperhatikan saldo rekening cadangan kerugian sebagai berikut :

cadangan kerugian piutang koreksi fiskal

 

Mengambil data contoh perhitungan dan pencatatan dari cara #1 maka perhitungan dan ayat jurnal penyesuaian cadangan kerugian piutang tak tertagih adalah sebagai berikut:

 

ayat jurnal penyesuaian cadangan kerugian piutang

 

Dari contoh di atas kita bisa melihat dengan jelas bahwa saldo akun cadangan kerugian tak tertagih sebesar Rp 315.000,- .

Selain itu kita juga bisa menghubungkan kerugian piutang periode tersebut dengan saldo piutangnya.

Tanpa dipengaruhi perhitungan cadangan kerugian periode sebelumnya.

***

Ada 2 kekurangan dari cara #2 ini, yaitu:

  • Tidak bisa memberikan informasi jumlah piutang yang dapat ditagih.
  • Bisa terjadi dua kali pembebanan kerugian piutang bila di akhir periode yang bersangkutan masih ada piutang-piutang tahun sebelumnya yang sudah dihitung kerugian piutangnya.

Namun tidak usah khawatir, kelemahan kedua ini bisa dihilangkan dengan cara menghitung saldo piutang pada periode tersebut.

 

C: Menaikkan Cadangan Melalui Analisa Umur Piutang

saldo normal cadangan kerugian piutang

Cara ini dilakukan dengan membuat klasifikasi umur piutang dari pelanggan.

Langkah berikutnya adalah menentukan persentase kerugian piutang untuk masing-masing klasifikasi umur piutang.

Sehingga akan diketahui jumlah taksiran kerugian piutang.

Jumlah kerugian piutang pada periode bersangkutan adalah hasil dari jumlah taksiran kerugian piutang dikurangi atau ditambah dengan saldo rekening kerugian piutang.

Bila digambarkan secara sederhana adalah sebagai berikut :

Menggunakan Rumus Taksiran Kerugian Piutang

***

Langkah perhitungan dan pencatatan jurnal transaksi adalah sebagai berikut:

1. Buat analisa umur piutang

Langkah pertama adalah membuat analisa umur piutang. Cara membuat analisa umur piutang dan contoh data saya ambil dari artikel “Cara Membuat Analisa Umur Piutang

cadangan kerugian piutang dalam neraca lajur
Contoh Analisa Umur Piutang

 

2. Buat taksiran kerugian piutang

Dari analisa umur piutang yang sudah dibuat, selanjutnya dihitung kerugian piutang untuk masing-masing klasifikasi umur piutang dengan persentase yang telah ditetapkan.

Taksiran kerugian piutang dapat disusun sebagai berikut :

contoh soal piutang tak tertagih beserta jawabannya
contoh analisa umur piutang

 

Dari tabel di atas diperoleh jumlah estimasi kerugian piutang sampai akhir periode bersangkutan yaitu sebesar Rp. 3.112.617.

Sedangkan jumlah kerugian piutang yang dibebankan untuk periode bersangkutan adalah Rp. 3.112.617.

Dikurangi atau ditambah saldo rekening cadangan kerugian piutang tak tertagih.

Bila saldo rekening cadangan kerugian piutang debit maka ditambah dan dikurangi bila saldo rekeningnya kredit.

Mengambil contoh data dari cara #1, tanggal 31 Desember 2015 Saldo kredit rekening cadangan piutang tak tertagih  Rp. 15.000,-.

Maka kerugian piutangnya sebesar:

= Rp. 3.112.617 – Rp. 15.000 = Rp. 3.097.617

jurnal penutup cadangan kerugian piutang
Dengan cara #3 ini, jumlah piutang yang dilaporkan di neraca keuangan lebih mendekati kenyataan karena cara ini dilakukan penaksiran untuk tiap debitur.

***

Untuk menyegarkan dan me-review kembali materi piutang ini, saksikan video pendek berikut ini:

 

03: Kesimpulan

Manajemen piutang usaha harus dilakukan secara baik dan benar, agar tidak mengganggu aktivitas perusahaan.

Pelaksanaan pengelolaan piutang usaha yang baik dimulai sejak proses pemberian piutang kepada pelanggan, penagihannya, hingga proses pencatatan akuntansinya.

Salah satunya adalah pengelolaan terhadap kerugian piutang usaha.

Dan saya telah membahasnya panjang lebar mulai dari pengertian cadangan piutang, hingga pencatatan jurnal akuntansinya.

Demikian pembahasan detil tentang kerugian piutang beserta dengan contoh dan penerapannya dalam bisnis.

Anda bisa memilih teknik yang cocok dengan kondisi, proses bisnis, dan pertumbuhan bisnis anda.

Terima kasih dan semoga bermanfaat.*****

manajemen keuangan dan SOP