Pengertian Neraca, Manfaat, Cara Membuat dan Contoh (Lengkap!)

Neraca atau balance sheet adalah salah satu laporan keuangan yang menggambarkan jumlah aset, kewajiban, dan aset bersih perusahaan yang dibuat dan disajikan setiap bulan, triwulan, tahunan atau sesuai dengan frekuensi waktu pelaporan. Neraca disebut juga sebagai leporan posisi keuangan atau statements of financial position.

Dokumen akuntansi keuangan ini memberikan informasi tentang kondisi sesungguhnya dari perusahaan atau organisasi kepada pihak internal seperti manajemen, karyawan dan pihak eksternal seperti kreditur, calon investor dan pihak-pihak terkait bisnis perusahaan.

Memahami apa itu neraca atau balance sheet adalah skill penting yang perlu dimiliki dan sangat diperlukan oleh pemilik usaha, pegawai dan investor. Dan inilah tulisan yang membahas apa itu neraca/balance sheet, komponen-komponennya, mengapa itu penting dan cara membuat neraca.

 

01. Pengertian Laporan Neraca (Balance Sheet) Adalah?

A: Apa itu Neraca?

Neraca, dalam bahasa Inggris disebut statements of financial position atau balance sheet adalah dokumen keuangan yang menyajikan semua nilai aset, liabilities, dan ekuitas pemilik untuk memberikan informasi tentang nilai perusahaan atau organisasi pada tanggal tertentu (tanggal pelaporan)

Neraca/balance sheet disampaikan sesuai dengan frekuensi pelaporan yang ditentukan oleh kebijakan perusahaan dan peraturan serta perundang-undangan yang berlaku.

Penjelasan ini diadaptasi dari sebuah artikel dengan judul “How to Read & Understand a Balance Sheet” di Harvard Business School Online

Dari definisi yang disampaikan di atas kita sudah memahami apa pengertian Laporan Neraca adalah laporan keuangan yang menunjukkan posisi keuangan perusahaan pada titik waktu tertentu (atau tanggal tertentu), yaitu posisi aset atau kekayaan perusahaan di satu sisi dan kewajiban/utang serta modal di sisi yang lain.

 

B: Apa komponen Laporan Neraca?

Laporan Neraca adalah salah satu jenis dari lima laporan keuangan perusahaan, yaitu:

  1. Neraca/Balance Sheet/Laporan Posisi Keuangan
  2. Income Statements/Laporan Laba Rugi/Profit Loss Statement
  3. Laporan Ekuitas Pemilik
  4. Laporan Arus Kas (Cash Flow Statement)
  5. Catatan Atas Laporan Keuagan (CALK)

Dari pengertian laporan neraca, kita bisa menyimpulkan ada 3 komponen utama laporan neraca, yaitu:

  • Aset, posisi kekayaan perusahaan pada tanggal tertentu, misalnya: 31 Desember. Contoh: Kas dan setara kas.
  • Kewajiban, saldo kewajiban perusahaan pada tanggal tertentu. Contohnya: utang jangka pendek, utang jangka panjang.
  • Modal/Ekuitas Pemilik, saldo modal pada tanggal tertentu. Contoh: saham disetor

Semua jenis perusahaan perlu membuat lapora neraca, sehingga kita mengenal neraca perusahaan dagang, jasa, dan manufaktur.

Bagaimana bentuk dan format laporan neraca untuk 3 (tiga) jenis perusahaan tersebut? Secara umum sama untuk perusahaan dagang, perusahaan jasa, perusahaan manufaktur, termasuk untuk koperasi simpan pinjam, bank umum, bank syariah, hotel, maupun usaha catering.

 

02. Apa Tujuan, Manfaat dan Kekurangan Neraca?

A: Tujuan Neraca/Balance Sheet/Laporan Posisi Keuangan Adalah?

  1. Neraca atau balance sheet memberikan rangkuman aktivitas usaha pada titik waktu tertentu.
  2. Memberikan gambaran posisi keuangan perusahaan, yang terdiri dari aset, kewajiban, dan ekuitas.
  3. Dipandang dari sisi internal yaitu pihak manajemen, pemilik dan pegawai perusahaan balance sheet/neraca memberikan wawasan tentang keberhasilan dan kegagalan perusahaan. Dari informasi ini akan bermanfaat untuk melakukan perubahan kebijakan, cara, sistem atau mengoptimalkan sistem yang sudah terbukti sukses.
  4. Laporan neraca/balance sheet/laporan posisi keuangan dari sisi eksternal disusun untuk memberikan informasi tentang sumber daya yang dimiliki beserta penggunaannya. Dari informasi ini, calon investor bisa mengambil keputusan yang logis untuk berinvestasi atau tidak di perusahaan. Selain itu, informasi dalam neraca bisa digunakan untuk melakukan analisis likuiditas, profitabilitas, dan rasio utang terhadap ekuitas.
  5. Neraca/laporan posisi keuangan/balance sheet membantu auditor independen untuk memastikan perusahaan mematuhi peraturan yang berlaku

 

B: Manfaat Neraca/Balance Sheet/Laporan Posisi Keuangan Adalah?

Dengan membaca balance sheet dan memahaminya, para pengelola bisnis, pemilik dan investor akan memperoleh manfaat yang sangat berguna bagi keberlangsungan perusahaan.

  1. Data-data yang disajikan dalam neraca/balance sheet/laporan posisi keuangan akan menjadi dasar bagi calon investor untuk memutuskan berinvestasi atau tidak di perusahaan.
  2. Bagi pemilik usaha, informasi yang diberikan laporan neraca sangat bermanfaat untuk menyusun strategi organisasi yang lebih efektif.
  3. Bagi karyawan, data-data di neraca dimanfaatkan untuk menyesuaikan proses kerja agar mencapai tujuan perusahaan dengan lebih baik

 

C: Kekurangan Neraca/Balance Sheet/Laporan Posisi Keuangan Adalah?

1: Neraca menggunakan data masa lalu

Sebagaimana sudah kita ketahui bahwa neraca/balance sheet/ laporan posisi keuangan memberikan dan menyajikan informasi pada tanggal tertentu. Neraca didasarkan pada data dari waktu yang sudah lewat.

Sementara itu, investor dan kreditur bisa menggunakan neraca untuk memprediksi kinerja masa depan. Padahal kinerja masa lalu bukanlah jaminan hasil di masa depan. Oleh karena itu hasil prediksi seringkali kurang akurat.

 

2: Transaksi off-balance Adalah?

Off balance sheet adalah transaksi yang dilakukan perusahaan namun tidak disajikan dalam laporan posisi keuangan. Beberapa bentuk off balance sheet antara lain transaksi yang melibatkan special purpose vehicle (SPV), operating lease, dan sales-lease back.

Walaupun hal tersebut terus diupayakan mencari sistem yang tepat untuk menghindarinya, seperti ketentuan dalam FASB.

 

03. Cara Membuat Neraca/Balance Sheet

Inilah 5 (lima) langkah praktis untuk membuat neraca/laporan posisi keuangan/balance sheet untuk perusahaan atau organisasi adalah:

1: Menentukan Waktu Pelaporan Neraca

Balance sheet atau neraca adalah jenis laporan keuangan yang mencerminkan jumlah aset, liabilities dan ekuitas pemilik atau pemegang saham perusahaan pada waktu tertentu, biasanya pada tanggal akhir periode pelaporan. Jika waktu pelaporan setiap triwulan, maka tanggal laporan neraca akan jatuh pada hari terakhir kuartal:

Q1 – 31 Maret

Q2 – 30 Juni

Q3 – 30 September

Q4 – 31 Desember

Untuk laporan neraca tahunan maka perusahaan menggunakan tanggal 31 Desember sebagai tanggal pelaporannya.

 

2: Lakukan Identifikasi Aset Perusahaan

Setelah kita menentukan tanggal periode pelaporan, selanjutnya melakukan perhitungan aset perusahaan atau organisasi pada tanggal tersebut.

Aset disajikan dalam dua cara, yaitu secara individual dan sebagai jumlah keseluruhan aset. Tujuan pola penyajian aset individual adalah untuk membantu pembaca dan analis mengetahui daftar aset yang dimiliki perusahaan serta asal perolehannya.

Sedangkan penyajian secara total aset akan membantu pembaca dan analis laporan neraca/balance sheet melakukan penilaian akhir secara keseluruhan.

Perhatikan contoh penyajian aset dalam neraca berikut ini:

Aset Lancar (current assets):

  • Kas dan setara kas
  • Persediaan
  • Piutang

Aset Tidak Lancar (noncurrent assets)

  • Tanah
  • Mesin
  • Aset tidak berwujud; merk, paten

Masing-masing jenis aset dijumlahkan kemudian dijumlah keseluruhannya menjadi total aset perusahaan.

 

3: Lakukan Identifikasi Terhadap Liabilities/Kewajiban Perusahaan

Seperti yang dilakukan terhadap aset, maka kita perlu menyajikan liabilities/kewajiban perusahaan secara individu dan total keseluruhan, seperti berikut ini:

Kewajiban Lancar (current liabilities):

  • Utang jangka pendek
  • Pendapatan diterima di muka
  • Angsuran utang jangka panjang

Kewajiban Tidak Lancar (noncurrent liabilities):

  • Pendapatan ditangguhkan (tidak lancar)
  • Kewajiban sewa jangka panjang
  • Utang jangka panjang
  • Kewajiban tidak lancar lainnya

Setiap jenis aset dijumlahkan, selanjutnya hitung bersama menjadi total kewajiban perusahaan.

 

4: Lakukan Penghitungan Ekuitas Pemilik/Pemegang Saham

Setelah kita megidentifikasi dan menghitung aset serta kewajiban perusahaan, selanjutnya menghitung ekuitas pemilik. Jika perusahaan dimiliki oleh satu pemilik, maka penrhitungan ekuitas pemilik relatif mudah. Namun, jika pemilik perusahaan dimiliki oleh banyak pihak seperti pada perusahaan publik (Tbk) maka, perhitungan nilai ekuitas relatif rumit dan kompleks.

Berikut beberapa elemen yang disajikan dalam ekuitas pemilik:

  • Saham Biasa
  • Saham Preferen
  • Treasury Stock
  • Laba Ditahan (Retained Earning)

 

5: Hitung Jumlah Kewajiban dan Ekuitas Pemegang Saham lalu Bandingkan dengan Aset

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa dasar penyajian laporan neraca atau balance sheet atau laporan posisi keuangan adalah prinsip persamaan akuntansi dasar:

Aset = Kewajban + Ekuitas Pemilik.

Balance sheet harus selalu imbang. Jumlah aset harus sama dengan jumlah kewajiban ditambah ekuitas pemilik.

Nilai kewajiban harus selalu sama dengan aset dikurangi ekuitas pemilik, atau bila dituliskan dalam persamaan matematika adalah;

Kewajiban = Aset – Ekuitas Pemilik.

Sedangkan jumlah Ekuitas pemilik harus sama dengan jumlah aset dikurangi kewajiban;

Ekuitas = Aset – Kewajiban.

***

Untuk memastikan bahwa neraca yang telah dibuat sudah benar, maka kita perlu membandingkan jumlah aset dengan total kewajiban ditambah ekuitas. Jika jumlahnya sudah berimbang sesuai persamaan akuntansi dasar, maka laporan neraca tersebut sudah benar.

Tapi, jika balance sheet/neraca/laporan posisi keuangan tidak seimbang, berarti ada kesalahan dalam proses penyusunan laporan keuangan. Kesalahan-kesalahan tersebut kemungkinan disebabkan oleh:

  1. Data-data yang diinput tidak lengkap atau hilang.
  2. Salah dalam memasukkan transaksi ke sisi debit kredit atau account.
  3. Kesalahan dalam menentukan nilai tukar mata uang.
  4. Kesalahan perhitungan persediaan.
  5. Salah melakukan perhitungan ekuitas.
  6. Salah menghitung nilai penyusutan atau amortisasi.

 

04. Format Laporan Neraca Adalah?

A: Bagaimana Format Laporan Neraca/Balance Sheet)?

Untuk memudahkan memahami format laporan neraca digambarkan seperti berikut ini:

Format Laporan Neraca

Seperti ditunjukan pada gambar di atas kita bisa melihat bahwa sisi sebelah kiri laporan menyajikan aset yang dimiliki perusahaan.

Aset dibedakan menjadi dua kategori utama, yaitu:

  • Current Assets atau Aset lancar.
  • Noncurrent Asset atau Aset tidak lancar.

Sisi sebelah kanan menyajikan:

  • Kewajiban dan
  • Ekuitas atau modal perusahaa

***

Dan berikut adalah melihat lebih rinci masing-masing komponen aset, kewajiban dan ekuitas pemilik:

B: Aset dan Komponen-komponenya

Aset atau aktiva adalah segala sesuatu yang menjadi kekayaan perusahaan dan memiliki nilai melekat serta bisa diukur. Aset digunakan untuk mendukung operasi menjalankan perusahaan atau organisasi.

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, ada 2 jenis aktiva, yaitu: 1) aktiva lancar, dan 2) aktiva tetap.

1. Aset Lancar (Current Assets)

Aktiva Lancar adalah aktiva yang dapat dicairkan menjadi uang tunai dengan cepat atau relatif cepat. Definisi ‘cepat’ artinya diubah menjadi kas dalam waktu satu tahun atau kurang, seperti:

  • Kas dan setara kas
  • Piutang usaha
  • Persediaan
  • Utang dibayar di muka

 

2. Aset Tidak Lancar (Noncurrent Assets)

Pengertian aset tetap adalah aset yang tidak diharapkan untuk segera dikonversi menjadi dana tunai lebih dari satu tahun, seperti:

  • Tanah
  • Bangunan pabrik, kantor, peralatan dan mesin pabrik
  • Perlengkapan kantor
  • Merek dagang
  • Hak milik intelektual seperti hak paten dan hak cipta.

Aset seperti bangunan pabrik dan peralatan disajikan di laporan neraca dalam nilai bersih, yaitu sudah dikurangi dengan akumulasi PENYUSUTAN.

 

C: Kewajiban dan Komponen-komponenya

Kewajiban adalah kebalikan dari aset. Pengertian kewajiban (liabilitas) adalah sesuatu yang terutang perusahaan untuk membayar sejumlah dana kepada kreditur dan pihak lain.

Seperti pada aset, kewajiban dibedakan menjadi dua kategori yaitu kewajiban lancar dan kewajiban tidak lancar.

1. Kewajiban lancar (current liabilities)

Pengertian kewajiban lancar/utang lancar adalah kewajiban yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun, antara lain:

  • Utang usaha/utang dagang
  • Beban utilitas
  • Gaji dan pajak yang masih harus dibayar
  • Wesel tagih yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun.

 

2. Kewajiban tidak lancar (noncurrent liabilites)

Pengertian kewajiban jangka panjang/utang jangka panjang adalah kewajiban atau utang jangka panjnag yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun. Contoh kewajiban tidak lancar/utang jangka panjang:

  • Kewajiban pajak tangguhan
  • Pinjaman jangka panjang
  • Obligasi yang jatuh temponya lebh dari satu tahun.

 

D: Ekuitas Pemilik/ Pemegang Saham

Ekuitas pemilik atau dikenal sebagai ekuitas pemegang saham adalah elemen laporan neraca yang mencerminkan kepemilikan perusahaan setelah kewajiban diperhitungkan, sebagaimana ditunjukkan dalam persamaan akuntansi dasar:

Posisi prive dalam neraca disajikan pada bagian ekuitas, yakni mengurangi saldo ekuitas.

Pada ilustrasi gambar di atas bagian ekuitas pemilik mencakup beberapa elemen pokok yaitu:

1. Saham disetor

Pengertian saham disetor adalah jumlah kas/dana/uang tunai yang disetorkan oleh pemegang saham ke perusahaan dengan imbalan dividen.

Dana/uang dari saham disetor ini dapat digunakan untuk berbagai keperluan. Misalnya untuk  membeli aset atau belanja modal kerja.

 

2. Laba ditahan (Retained Earnings)

Pengertian laba ditahan adalah laba perusahaan yang diperoleh dari waktu ke waktu dan dipertahankan alias tidak dibagikan sebagai dividen ke pemegang saham. Bagian laba ditahan (retained earnings) akan terus terakumulasi dari waktu ke waktu. Ketika sebagian laba perusahaan tidak semuanya dibagikan sebagai deviden.

Perincian elemen atau bagian ekuitas ini memiliki arti penting bagi beberapa orang tapi tidak bagi yang lain.

 

05. Contoh Neraca/Balance Sheet dan Cara Membacanya

Perhatikan contoh neraca/balance sheet yang sudah jadi berikut ini:

Contoh Neraca Perusahaan Jasa

Dengan membaca contoh neraca di atas, kita bisa mengetahui informasi penting tentang kondisi  perusahaan yang dilaporkan. Neraca/balance sheet di atas memberi tahu kita:

  1. Periode pelaporan berakhir pada 31 Desember 2020 dan dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (2019).
  2. Nilai aset perusahaan adalah Rp 100.400.00 terbagi menjadi aset lancar sebesar Rp 15.400.000 dan aset tidak lancar Rp 85.000.000.
  3. Jumlah kewajiban perusahaan sebesar Rp 52.300.000 terdiri dari kewajiban lancar senilai Rp 2.300.000 dan Rp 50.000.000 dalam noncurrent liabilities.
  4. Perusahaan menyisihkan laba sebesar Rp 9.800.000 selama periode 2020, sedikit lebih banyak dari periode 2019 senilai Rp 8.232.000.

 

06. Penyajian Laporan Neraca Adalah?

A: Format Umum Penyajian Neraca/Balance Sheet

Berikut ini berikan ormat penyajian laporan neraca adalah:

Bagian paling atas atau header merupakan identitas perusahaan, judul laporan, dan periode laporan.

Perhatikan contoh laporan posisi keuangan berikut ini:

PT Bening Xidev Jaya
Neraca/Laporan Posisi Keuangan
Untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 20XX

Selanjutnya disajikan elemen-elemen laporan neraca, seperti yang sudah dibahas di atas.

Format penyajian elemen-elemen laporan posisi keuangan disusun berurutan berdasarkan TINGKAT LIKUIDITAS elemen tersebu atau lamanya waktu yang dibutuhkan untuk mengubah (tingkat konversi) pos tersebut menjadi Kas (aset lancar).

Atau perkiraan masa manfaatnya, sehingga elemen pertama yang dilaporkan dalam aset lancar adalah kas dan setara kas, selanjutnya diikuti dengan piutang, dan persediaan barang dagang.

Demikian juga dengan elemen UTANG, disusun berurutan berdasarkan pada waktu harus membayar utang tersebut, dimulai dari utang lancar, selanjutnya utang jangka panjang.

 

B: Bentuk Neraca/Balance Sheet

Bentuk laporan neraca dapat disajikan dalam 2 bentuk, yaitu:

1. Neraca bentuk staffel

Bentuk laporan neraca yang disajikan dengan aktiva di sisi kiri dan kewajiban serta modal di sisi kanan dan secara sederhana digambarkan sebagai berikut:

 

2. Neraca bentuk skontro

Bentuk laporan neraca yang menyajikan elemen-elemen neraca dengan melajur vertikal dari atas ke bawah dan berikut ini bentuk laporan neraca sederhana:

 

07. Cara Menentukan Tingkat Likuiditas

Sebagaiman kita pahami bahwa urutan penyajian elemen laporan neraca berdasarkan pada tingkat likuiditas elemen tersebut.

Lalu, bagaimana cara menentukan ukuran tingkat likuiditas?

Selain untuk keperluan penyajian laporan neraca, tingkat likuiditas juga diperlukan perusahaan ketika mengelola kas dan aset lancar lainnya untuk melunasi tagihan-tagihan yang jatuh tempo.

Demikian juga dengan pemberi pinjaman, supplier, dan pemeringkat obligasi akan memperhatikan tingkat likuiditas ini.

Salah satu ukuran yang digunakan untuk menentukan tingkat likuiditas adalah dengan menghitung modal kerja bersih (net working capital).

Pengertian modal kerja bersih (net working capital) adalah aset lancar dikurangi kewajiban lancar

Cara menghitung modal kerja bersih (net working capital) adalah sebagai berikut :

Modal Kerja Bersih = Aset Lancar – Kewajiban Lancar

Perhatikan contoh menghitung modal kerja perusahaan berikut:

Berikut iini contoh laporan neraca perusahaan pengolahan dan distribusi makanan Allied Food Products.

Contoh neraca keuangan perusahaan dagang

 

Dalam contoh di atas adalah laporan neraca akhir tahun 2004 dan 2005.

Dari laporan neraca di atas terlihat bahwa:

  • aset perusahaan sebesar 2 M pada tahun 2005.
  • nilai kewajiban lancar sebesar 310 juta,
  • utang jangka panjang 750 juta.
  • Ekuitas sebesar 940 juta yang mencerminkan 50 juta saham beredar.

Modal kerja bersih tahun 2005 sebesar $690 juta.

Nilai itu diperoleh dari perhitungan:

= Aset lancar – Kewajiban Lancar
= 1 M – 310 juta = 690 juta.

 

08. Langkah-langkah Membuat Laporan Neraca

Koentji untuk membuat laporan neraca sebenarnya cuma ada 3.

“yang bener mas”

Iya serius cuma ada 3, dan itu sudah kita bahas, yaitu:

  • Memahami format laporan neraca (sudah ada di bagian #01)
  • Memahami bentuk laporan neraca (sudah dibahas di bagian #02)
  • Memahami komponen-komponen laporan neraca (sudah dibahas juga di bagian #01 & #02)

Dan untuk melengkapi 3 koentji tersebut, pahami juga ukuran likuiditas di bagian #03.

iya cukup, maka Anda sudah membuat laporan neraca sesuai standar akuntansi keuangan (SAK) yang berlaku.

Agar semakin jelas, saya sajikan cara membuat dan contoh laporan neraca sederhana.

yuk dimulai…

Dan pada contoh ni saya akan menyajikan langkah-langkah yang lengkap ya step-by-step.

Tujuannya agar anda tahu benar filosofinya. setelah memahami filosofinya, saya yakin Anda akan tahu cara cepat atau jalan pintas untuk membuat laporan neraca.

Istilah anak jaman nowdengan tutup mata saja bisa bikin laporan neraca” 🙂

Untuk memudahkan, saya akan menggunakan 3 komponen pokok saja dari laporan neraca, yaitu:

  • Kas
  • Utang usaha
  • Modal disetor.

Misalnya, Pada tanggal 01 Februari 2019, Bening membuka usaha rumahan dengan mendirikan PT Bening Xidev Jaya. Perusahaan itu bergerak di bidang jasa konsultan arsitektur.

Selama bulan Februari 2019 PT Bening Xidev Jaya melakukan transaksi-transaksi keuangan sebagai berikut:

Tanggal 01 Februari 2019:

Bening menyetorkan uang untuk perusahaannya sebesar Rp 50.000.000

Tanggal 10 Februari 2019:

Perusahaan membeli perlengkapan kantor, seperti meja, kursi, dan komputer senilai Rp 10.000.000 dengan uang muka Rp 5.000.000 sisanya kredit.

Tanggal 15 Februari 2019:

Perusahaan mendapat pesanan desain untuk pembangunan vila di Tretes, Jawa Timur senilai Rp 10.000.000 dibayar tunai.

Tanggal 25 Februari 2019:

Membayar gaji karyawan customer service freelance sebesar Rp 2.000.000

Dari  beberapa transaksi tersebut, mari dibuat laporan neracanya ya…

Untuk membuat laporan keuangan ada proses-proses yang harus dilakukan yang terangkum dalam sebuah siklus akuntansi.

Untuk membuat jenis laporan keuangan neraca ada beberapa langkah, yaitu:

Langkah #1: Menganalisis transaksi dan mencatatnya ke jurnal umum & jurnal khusus

Tanggal 01 Februari 2019:

(Debit) Kas = Rp 50.000.000
(Kredit) Modal disetor = Rp 50.000.000

Tanggal 10 Februari 2019:

(Debit) Peralatan = Rp 10.000.000
(Kredit) Kas = Rp 5.000.000
(Kredit) Utang Usaha = Rp 5.000.000

Tanggal 15 Februari 2019:

(Debit) Kas = Rp 10.000.000
(Kredit) Pendapatan Jasa = Rp 10.000.000

Tanggal 25 Februari 2019:

(Debit) Beban Gaji = Rp 2.000.000
(Kredit) Kas = Rp 2.000.000

Langkah #2: Memindahkan (posting) catatan transaksi di jurnal ke buku besar

Setelah kita mencatat semua transaksi ke dalam jurnal, langkah selanjutnya adalah memindahkan (posting) pos-pos di jurnal ke buku besar.

Dan berikut ini ringkasan saldo buku besar PT Bening Xidev Jaya:

Ringkasan saldo buku besar

 

Langkah #3: Memindahkan akun-akun di buku besar ke Neraca Saldo (opsional)

Setelah membuat buku besar dengan cara memindahkan pos-pos di jurnal, selanjutnya kita membuat neraca saldo dari buku besar.

Caranya mudah, yaitu dengan memindah akun besarnya saldo dari buku besar yang sudah dibuat,

Dan hasilnya adalah seperti berikut ini:

PT Bening Xidev Jaya
Neraca Saldo
Untuk tahun yang berakhir pada 28 Februari 2019

Contoh Neraca saldo

 

Langkah #4: Membuat Laporan Neraca

Nah,, langkah terakhir adalah membuat balance sheet sesuai format dan yang sudah kita pelajari di bagian #01 dan #2.

Caranya membuat laporan neraca adalah dengan memindahkan setiap akun dan saldo yang sudah kita buat di neraca saldo ke dalam format dan bentuk yang sudah ditentukan.

Dan hasilnya adalah seperti berikut ini:

a) Laporan neraca bentuk staffel:

PT Bening Xidev Jaya
Neraca
Untuk tahun yang berakhir pada 28 Februari 2019

 

b) Laporan neraca bentuk skontro:

PT Bening Xidev Jaya
Neraca
Untuk tahun yang berakhir pada 28 Februari 2019

 

Keterangan:

Pada balance sheet di atas ada laba ditahan yang nilainya Rp 8.000.000.

Dari mana dan bagaimana cara mendapatkan angka sebesar itu ya?

Begini caranya…

Jumlah sebesar Rp 8.000.000 di peroleh dari laporan laba rugi PT Bening Xidev Jaya bulan Februari 2019

Perhatikan laporan laba rugi PT Bening Xidev Jaya berikut ini:

 

PT Bening Xidev Jaya
Laporan Laba Rugi
Untuk tahun yang berakhir pada 28 Februari 2019

Dari penjelasan di atas sudah jelas ya? semoga iya

Kalau belum langsung saja hubungi saya, atau silahkan tuliskan setelah artikel ini.

Sekarang kita lanjutkan hal yang sangat penting dalam membuat laporan neraca,

 

09. Perhatikan 6 Hal Penting Ini di Laporan Neraca

Ada 6 hal penting yang harus diperhatikan saat membuat dan menganalisis statements of financial position, yaitu:

#1. Kas dan Setara Kas vs Aset Lain-lain.

Untuk memudahkan pembahasan, saya menggunakan contoh laporan neraca riil/nyata dari Allied Food Products.

Sebentar flashback ke balance sheet Allied Food Products ya…

Meskipun seluruh asetnya dinyatakan dalam jumlah dollar, hanya akun kas dan setara kas yang mencerminkan uang nyata.

Piutang usaha mencerminkan penjualan kredit yang belum tertagih.

Persediaan menunjukkan investasi dalam bahan baku, barang dalam proses dan barang jadi. Komponen-komponen tersebut akan mempengaruhi perhitungan harga pokok penjualan (HPP atau COGS).

Terakhir aset dan peralatan bersih mencerminkan jumlah yang harus dibayar perusahaan untuk aset tetapnya dikurangi akumulasi penyusutan.

Dari neraca di atas terlihat bahwa Allied memiliki kas dan setara kas sebesar 10 juta sehingga perusahaan dapat mengeluarkan cek sebesar jumlah tersebut.

Aset non kas seharusnya menghasilkan kas, tapi tidak mencerminkan kas yang tersedia

Dan jumlah kas yang akan diberikan jika aset tersebut dijual saat ini dapat memiliki nilai yang lebih tinggi atau lebih rendah daripada nilai yang tercatat dalam buku.

 

#2. Akuntansi Persediaan

Allied Food Products menggunakan metode masuk pertama, keluar pertama ( first in first out – FIFO) untuk menentukan nilai persediaan yang disajikan dalam neraca sebesar 615 juta.

Allied bisa saja menggunakan metode masuk terakhir, keluar pertama (last in, first out – LIFO) atau metode harga perolehan rata-rata.

Selama periode terjadinya kenaikan harga dengan mengasumsikan persediaan lama dengan harga perolehan rendah yang dijual terlebuh dahulu. Dan barang-barang baru yang harga perolehannya tinggi tetap disimpan.

“Metode FIFO akan menghasilkan nilai persediaan neraca yang relatif tinggi, harga pokok penjualan yang rendah di laporan laba rugi sehingga laba yang dilaporkan relatif tinggi.”

Allied menggunakan FIFO, karena terdapat inflasi maka :

  1. Persediaan yang dicantumkan di NERACA lebih tinggi daripada jika metode yang digunakan adalah metode LIFO.
  2. Harga pokok penjualan perusahaan lebih rendah daripada jika metode yang digunakan adalah metode LIFO.
  3. Laba yang dilaporkan juga akan tinggi.

Pada kasus Allied, jika perusahaan menggunakan LIFO pada tahun 2005, angka persediaan di neracanya akan menjadi 585 juta dan bukan 615 juta dan labanya akan turun sebesar 18 juta. Jadi, metode penilaian persediaan dapat memberikan dampak yang signifikan pada laporan keuangan.

 

#3. Sumber Dana Lainnya.

Sebagian besar perusahaan mendanai asetnya dengan kombinasi kewajiban lancar, utang jangka panjang, dan ekuitas. Demikian juga beberapa perusahaan menggunakan kombinasi seperti saham preferen, obligasi konverttibel, dan sewa guna usaha jangka panjang.

Saham preferen merupakan hasil kombinasi antara saham biasa dan utang. Sedangkan obligasi konvertibel adalah efek utang yang memberikan opsi kepada pemegang obligasi untuk menukar obligasi dengan saham biasa.

Jika terjadi kebangkrutan usaha, saham preferen memiliki peringkat di bawah utang, tapi di atas saham biasa.

Ketika perusahaan telah menerbitkan saham preferen, total ekuitasnya mencakup ekuitas biasa ditambah saham preferen.

Tapi kebanyakan perusahaan tidak menggunakan saham preferen, dan perusahaan yang memilikinya biasanya tidak banyak menggunakannya. Oleh karena itu, ketika kita menggunakan istilah ekuitas, maka yang dimaksudkan adalah ekuitas biasa, kecuali bila dinyatakan berbeda.

 

#4. Metode Penyusutan

Dalam kasus Allied menggunakan penyusutan dipercepat untuk tujuan pelaporan pemegang saham dan tujuan pajak.

Jika Allied memilih untuk menggunakan penyusutan garis lurus untuk pelaporan pemegang saham, beban penyusutan tahun 2005 akan turun 25 juta. Sehingga angka 1 M yang disajikan untuk pabrik bersih di dalam neracanya akan naik menjadi 25 juta lebih tinggi.

Yang lebih penting lagi, laba bersih yang dilaporkan juga akan menjadi lebih tinggi.

 

#5. Nilai Pasar vs Nilai Buku

Perusahaan menggunakan prinsip akuntansi yang berlaku umum untuk menentukan nilai yang dilaporkan dalam rencananya.

Pada umumnya, angka-angka akuntansi ini, seringkali disebut juga nilai buku berbeda dengan nilai pasar. Misalkan nilai aset yang dibeli Allied 20 tahun yang lalu, tentu nilainya akan berbeda pada saat ini.

Nilai buku dan nilai pasar kewajiban biasanya tidak jauh berbeda satu sama lain, tapi hal ini tidak SELALU BENAR.

Ketika suatu perusahaan menerbitkan utang jangka panjang, neraca akan mencerminkan nilai nominalnya.

Jika tingkat bunga berubah setelah utang diterbitkan, maka nilai pasarnya akan berbeda dari nilai bukunya.

Bagaimana dengan nilai ekuitas?

Secara sederhana nilai buku ekuitas biasa sebuah perusahaan adalah nilai buku aset yang dilaporkan dikurangi nilai buku kewajibannya.

Apple adalah contoh yang sangat baik dari fenomena peluang untuk tumbuh. Ketika Apple pertama kali memperkenalkan Ipod, Neracanya menunjukkan nilai yang sangat sedikit untuk produk tersebut.

Tapi investor menyadari bahwa produk tersebut merupakan produk yang hebat dan akan memberikan laba yang tinggi meskipun nilai bukunya RENDAH. Kemudian investor menawar saham Apple jauh di atas nilai bukunya.

 

#6. Dimensi Waktu

Neraca dapat dilihat sebagai potret posisi keuangan perusahaan pada suatu titik waktu. Misalnya pada tanggal 31 Desember 2016.

Jika kita melihat pada contoh Neraca Allied, pada tanggal 31 Desember 2004, Allied memiliki kas dan setara kas sebesar 80 juta, tapi saldo tersebut turun menjadi 10 juta pada akhir tahun 2005

Neraca berubah setiap hari seiring dengan naik dan turunnya persediaan, bertambah atau dihentikannya aset tetap, naik atau turunnya pinjaman bank.

Perusahaan yang bidang usahanya bersifat musiman akan mengalami perubahan neraca yang cukup besar sepanjajang tahun.

Misalnya Allied memiliki persediaan yang rendah tepat sebelum musim panen, tapi persediaan tersebut akan tinggi setelah tanaman musim gugur dipanen dan diproses.

Sama halnya, sebagian besar pedagang ritel memiliki persediaan yang tinggi tepat sebelum hari raya, tapi persediaan yang rendah dan piutang usaha yang tinggi sesudahnya.

***

Dan untuk melengkapi artikel tentang statements of financial position ini, kami sajikan video pendek pembelajaran tentang cara membuat laporan neraca berikut ini:

Sampai di sini mudah-mudahan semakin gamblang dan terang bendarang mengenai laporan keuangan neraca ini.

 

Kesimpulan tentang Neraca atau Balance Sheet

Informasi yang disajikan dalam neraca atau balance sheet atau laporan posisi keuangan suatu perusahaan adalah salah satu yang terpenting untuk diketahui dan dipahami oleh pihak manajemen, pembuat kebijakan dan calon investor.

Dari data-data yang disajikan dalam laporan neraca kita akan mengetahui informasi tentang kondisi perusahaan dalam proses berjuang atau berkembang.

So, bagi Anda yang tertarik mendalami dan terjun dalam dunia bisnis adalah sangat penting untuk memiliki skill mumpuni dalam membaca dan memahami neraca/balance sheet.

Bila Anda ingin menguasai atau mengembangkan skill tersebut ikuti training akuntansi dan pembuatan serta analisis laporan keuangan kami yang mengajarkan konsep akuntansi keuangan yang dibutuhkan untuk memahami  kinerja dan peulang bisnis.

Atau jika Anda merasa kesulitan membuat dan menyusun neraca keuangan usaha, Anda bisa menggunakan Template Laporan Keuangan Excel yang disediakan oleh Accounting Tools Manajemen Keuangan.

Sangat mudah cara menggunakannya, Anda tinggal input data-data transaksinya, lalu biarkan rumus-rumus Excel yang akan mengerjakannya. Baca informasi lengkapnya  di SOP Accounting Tools.

Demikian yang bisa saya sampaikan, semoga bermanfaat dan terima kasih.

Profesional lulusan ekonomi yang menekuni ERP (SAP), Accounting Software, Business Analyst dan berbagi pengalaman pekerjaan Finance & Accounting.