Proses Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasi Perusahaan Merger

Merger itu apa sih? Bagaimana proses penyusunan laporan keuangan konsolidasi perusahaan setelah merger?

Menurut CB Insights, merger antara Tokopedia yang memiliki valuasi US$ 7 miliar (Rp 99,7 triliun, kurs Rp 14.250/US$) dan Gojek US$ 17 miliar, maka valuasi Go To ada di kisaran US$ 17 miliar (Rp 242,2 triliun).

Sebelumnya pada tahun 2017 juga terjadi peristiwa penggabungan usaha Tiket.com yang resmi diakuisisi oleh Blibli.com

Bagaimana pengertian, format, metode dan proses penyusunan laporan keuangan konsolidasi? Ikuti pembahasannya step by step beserta contoh pencatatan akuntansi penggabungan usaha berikut ini.

 

01: Laporan Keuangan Konsolidasi

A: Tujuan Merger Perusahaan

Skema penggabungan usaha dilakukan sesuai dengan maksud dan tujuan tertentu.

Salah satunya adalah untuk memperoleh kendali atas perusahaan lain dengan cara membeli mayoritas saham investee (perusahaan yang diakuisisi) tanpa membubarkan perusahaan yang dibeli (tanpa likuidasi).

Bagaimana dengan laporan keuangan konsolidasi setelah merger?

Laporan keuangan konsolidasi harus disusun jika salah satu perusahaan yang bergabung memiliki kontrol (kendali) terhadap perusahaan lain.

 

B: Pengertian Laporan Keuangan Konsolidasi

Apa yang dimaksud laporan keuangan konsolidasi perusahaan hasil merger?

Laporan keuangan konsolidasi adalah laporan yang disusun oleh entitas yang merupakan gabungan dari satu perusahaan induk yang memiliki control (kendali) atas beberapa perusahaan anak (subsidiary).

Contoh laporan keuangan konsolidasi PT Unilever, PT Adhi Karya Tbk, PT Astra, dan pt Gudang Garam.

Perusahaan akan memperoleh status sebagai pengendali bila memperoleh kepemilikan lebih dari 50% (lima puluh persen) hak suara di perusahaan lain, kecuali bila bisa dibuktikan sebaliknya bahwa tidak ada control walaupun kepemilikannya lebih dari 50%.

***

Bagaimana laporan keuangan konsolidasi penggabungan usaha?

Jika penggabungan usaha melalui pembelian seluruh saham atau seratus persen dibeli oleh suatu perusahaan, maka prosedur penyusunan laporan keuangan konsolidasi relatif, yaitu dengan cara menggabungkan hasil operasi dari sejumlah perusahaan yang bergabung.

Sebagaimana bergabungnya Tiket.com yang secara resmi diakuisisi Blibli pada tanggal 12 Juni 2017.

Ada analisa menarik dari dibalik akuisisi tiket.com oleh Blibli yang menyebutkan kemungkinan 100% saham Tiket.com ditukar dengan jumlah tertentu saham Blibli.

Jadi pendiri Tiket.com masih memegang saham Tiket.com tapi tidak secara langsung. Melainkan secara bersama-sama dengan pendiri Blibli sebagai sesama pemegang saham Blibli dengan prosentase yang disepakati.

Namun demikian, persoalan baru akan muncul bila acquirer atau investor membeli perusahaan investee yang diakuisisi tidak sampai 100%, sehingga masih ada sebagian hak kepemilikan bagi perusahaan investee walaupun jumlahnya bisa jadi sedikit.

 

B: Teori Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasi

Ada 3 (tiga) teori penyusunan laporan konsolidasi, yaitu:

1: Teori Perusahaan Induk (Proprietary Theory)

2: Teori Entitas (Entity Theory)

3: Teori Kontemporer (Contemporary Theory)

Bagaimana penjelasan masing-masing teori penyusunan laporan keuangan konsolidasi di atas? Mari diuraikan satu per satu …

 

1: Teori Perusahaan Induk (Proprietary Theory)

Apa yang dimaksud dengan teori perusahaan induk?

Pengertian proprietary theory adalah teori yang berdasarkan asumsi bahwa laporan keuangan konsolidasi adalah pengembangan dari laporan keuangan perusahaan induk sehingga perlu disusun dari sudut pandang pemegang saham perusahaan induk.

Jadi, menurut teori ini laba bersih pada laporan keuangan konsolidasi adalah ukuran laba untuk perusahaan induk saja.

Keterbatasan jenis laporan keuangan konsolidasi  berdasarkan teori ini adalah muncul ketidak-konsistenan perlakuan akuntansi bila diaplikasikan untuk menyusun laporan keuangan di mana kepemilikan perusahaan induk pada perusahaan investee belum mencapai seratus persen.

Contohnya seperti berikut ini:

  • Ruang lingkup laporan keuangan konsolidasi dilihat dari sisi pemegang saham perusahaan induk, kepemilikan minoritas diklasifikasikan sebagai kewajiban, padahal yang dimaksud kewajiban ini tidak berdasarkan pada konsep yang lazim.
  • Dari sisi pemegang saham, laba kepemilikan minoritas juga dianggap beban perusahaan induk, hal ini tidak sesuai dengan kriteria umum.

 

2: Teori Entitas (Entity Theory)

Teori entitas muncul sebagai tanggapan untuk memberikan penyelesaian atas persoalan dan kelemahan serta kekurangan proses penyusunan laporan keuangan konsolidasi menggunakan teori perusahaan induk.

Metode penyusunan laporan keuangan konsolidasi menurut teori entitas menggunakan prosedur antara lain:

  • Teori entitas menggambarkan sisi perusahaan secara keseluruhan.
  • Profit yang diperoleh perusahaan minoritas dianggap kontribusi laba perusahaan konsolidasi.
  • Saham minoritas adalah bagian ekuitas pemegang saham perusahaan konsolidasi.
  • Profit perusahaan bisa didistribusikan kepada pemegang saham mayoritas dan minoritas.

Kelemahan dari teori entitas adalah memaksakan kepemilikan minoritas memiliki kepentingan terhadap laporan keuangan konsolidasi, namun sesungguhnya tidak seperti itu. Net profit adalah elemen dari ekuitas neraca konsolidasi.

 

3: Teori Kontemporer (Contemporary Theory)

Apa yang dimaksud dengan teori kontemporer?

Teori kontemporer adalah metode penyusunan laporan keuangan konsolidasi yang menyajikan posisi keuangan (financial position) satu entitas dengan fokus utama untuk disampaikan kepada pemegang saham dan kreditur perusahaan induk.

Bagaimana dengan profit?

Net profit konsolidasi adalah laba bersih untuk stockholder perusahaan induk. Laba perusahaan anak akan mengurangi net profit konsolidasi, namun tidak sebagai beban seperti pada teori perusahaan induk (proprietary theory), dalam hal ini merupakan laba satu perusahaan.

Bagaimana dengan ekuitas perusahaan anak?

Ekuitas yang disajikan dalam laporan keuangan konsolidasi adalah gabungan antara ekuitas perusahaan induk dan perusahaan anak.Laporan keuangan konsolidasi dan laporan keuangan tersendiri perusahaan perlu dipisahkan.

Dan secara umum ada dua metode yang sering digunakan untuk menyusun laporan keuangan konsolidasi, yaitu: laporan keuangan konsolidasi dengan metode ekuitas (equity) dan laporan keuangan konsolidasi dengan metode harga perolehan.

 

02: Pencatatan Akuntansi Penggabungan Usaha

A: Skema Penggabungan Usaha

Sebuah PT bisa membeli perusahaan lain dan digabungkan menjadi satu. Pembelian ini dapat dibayar dengan saham dari PT tersebut.

Jumlah saham yang akan dipakai untuk pembayaran tergantung pada harga saham tersebut dan juga aktiva perusahaan yang dibeli.

Kadang-kadang perusahaan yang dibeli dinilai lebih tinggi daripada harga pasar aktiva. Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa hal, antara lain kemampuan perusahaan itu dalam memperoleh laba.

Selisih harga pasar aktiva yang dibeli dengan jumlah harga pembelian yang disetujui dicatat sebagai Goodwill. Selanjutnya disajikan sebagai laporan keuangan konsolidasi goodwill.

Ada juga perusahaan-perusahaan perseorangan  yang bergabung membentuk perusahaan baru.

Masing-masing perusahaan akan menerima saham dari perusahaan baru tersebut dengan prosentase tertentu sesuai dengan modal yang disetorkan.

 

B: Metode Pencatatan Pembukuan Penggabungan Usaha

Salah satu tahapan dalam proses penyusunan laporan keuangan konsolidasi adalah melakukan analisis dan pencatatan transaksi-transaksi.

Bagaimana cara mencatat dan membukukan data-data transaksi merger perusahaan?

Ada 2 cara pencatatan akuntansi yang bisa dilakukan atas proses penggabungan usaha, yaitu :

  1. Catatan Pembukuan Perusahaan lama dilanjutkan sebagai Catatan Pembukuan Perusahaan Baru.
  2. Catatan Pembukuan Perusahaan lama ditutup dan dibuat catatan pembukuan baru perusahaan baru.

***

Mari ditelisik satu per satu…

Untuk menggambarkan penggunaan 2 cara di atas, akan diberikan contoh berikut ini:

Firma Joko & Rekan yang beranggotakan Joko dan Agus membagi dengan perbandingan 2:3. Pada tanggal 24 Juli 2017, mereka merubah bentuk perusahaannya menjadi PT.

Perhatikan uraian penjelasan data-data berikut ini:

Neraca Firma Joko & Rekan pada tanggal 24 Juli 2017 adalah sebagai berikut :

Kondisi Neraca Keuangan Perusahaan Sebelum Merger

PT yang baru diberi nama PT Manajemen Keuangan Network dengan modal saham biasa sebanyak 3.000 lembar dengan nilai nominal @Rp. 1.000.

Semua aktiva Firma Joko & Rekan (kecuali kas) diserahkan kepada PT Manajemen Keuangan Network dan semua utang Firma Joko & Rekan akan dilunasi oleh PT Manajemen Keuangan Network.

Firma Joko & Rekan menerima 1.500 lembar saham dari PT Manajemen Keuangan Network untuk penukaran perusahaanya. Sisa saham yang ada dijual dengan harga Rp. 1.000 per lembar.

***

Dalam perubahan bentuk perusahaan ini, oleh PT Manajemen Keuangan Network mengadakan beberapa penyesuaian (adjustment) terhadap beberapa catatan Firma Joko & Rekan sebagai berikut :

  • Cadangan kerugian piutang dinaikkan menjadi Rp. 20.000
  • Barang dagangan dinilai sebesar Rp. 255.000 (berdasarkan harga beli pada tanggal 24 Juli 2017)
  • Aktiva tetap dinilai kembali menjadi Rp. 1.500.000 dan akumulasi depresiasi sebesar Rp. 400.000.

Saham yang diterima oleh Firma Joko & Rekan dibagikan untuk Joko sebanyak 500 lembar dan untuk Agus 1.000 lembar. Sisa uang dari Firma dibagi kepada Joko dan Agus sesuai dengan sisa modal masing-masing.

Bagaimana cara mencatat transaksi-transaksi penggabungan usaha tersebut dengan baik dan benar?

 

C: Melanjutkan Pencatatan Pembukuan Lama

Apa yang dimaksud dengan melanjutkan pencatatan pembukuan perusahaan lama?

Metode ini dilakukan dengan cara melakukan pencatatan pembukuan menggunakan metode ini adalah catatan pembukuan perusahaan lama dilanjutkan sebagai catatan pembukuan perusahaan baru

Perubahan terhadap nilai aktiva dicatat langsung ke rekening modal anggota, kemudian rekening modal saham dikredit.

Selanjutnya, transaksi-transaksi yang berhubungan dengan PT Manajemen Keuangan Network akan dicatat dalam buku pencatatan tersebut.

***

Jurnal-jurnal yang dibuat adalah sebagai berikut :

Pencatatan Jurnal Akuntansi Aktiva :

Mencatat proses tutup buku

 

Pencatatan Jurnal Transaksi Pembagian Saham Perusahaan:

Cara mencatat proses penutupan perusahaan

***

Setelah jurnal-jurnal di atas diposting, selanjutnya bisa disusun neraca untuk PT Manajemen Keuangan Network per 24 Juli 2017 sebagai berikut :

Laporan Poisi Keuangan

 

D: Catatan Pembukuan Perusahaan Lama Ditutup

Catatan pembukuan perusahaan lama ditutup dan dibuat catatan pembukuan baru perusahaan baru

Bila dibuat catatan pembukuan baru untuk PT baru, maka semua rekening dalam catatan pembukuan Firma Joko & Rekan dibuat jurnal.

Tujuannya untuk mencatat perpindahan aktiva dan utang-utang Firma Joko & Rekan ke PT Manajemen Keuangan Network, penerimaan saham dan pembagian saham serta uang kepada anggota Firma.

***

Jurnal untuk menutup catatan pembukuan Firma Joko & Rekan adalah sebagai berikut :

Transaksi 01 : Perpindahan Aktiva Perusahaan Baru

Selisih antara tagihan kepada pembeli (1.500 lembar @Rp. 1.000) dengan nilai buku aktiva yang dipindahkan ( Rp 815.000), merupakan laba penjualan perusahaan dan dibagi untuk Joko dan Agus dengan perbandingan 2 : 3 sebagai berikut :

  • Joko = 2/5 X Rp. 685.000 = Rp. 274.000
  • Agus = 3/5 X Rp. 685.000 = Rp. 411.000

 

Jurnal 01 :

Piutang PT MKN ………….. Rp 1.500.000 [Debit]
Utang Lancar ………….. Rp150.000 [Debit]
Cadangan Kerugian Piutang ………….. Rp 5.000 [Debit]
Akumulasi Depresiasi ……………. Rp 200.000 [Debit]

Piutang ………….. Rp180.000 [Kredit\
Persediaan Barang …. Rp 200.000 [Kredit]
Aktiva Tetap ………….. Rp 800.000 [Kredit]
Modal Joko ………….. Rp 274.000 [Kredit]
Modal Agus ………….. Rp 411.000 [Kredit]

 

Transaksi 02 : Mencatat penerimaan saham dari PT Manajemen Keuangan Network

Jurnal 02 :

(Debit ) Saham PT Manajemen Keuangan Network ……. Rp 1.500.000
(Kredit) Piutang PT Manajemen Keuangan Network ……….. Rp1.500.000

 

Transaksi 03 : Mencatat pembagian saham untuk Joko dan Agustus

Jurnal 03 :

(Debit) Modal Joko ……….. Rp 500.000
(Debit ) Modal Agus …….. Rp 1.000.000
(Kredit) Saham PT Manajemen Keuangan Network ……. Rp 1.500.000

 

Transaksi 04 : Mencatat pembagian kas untuk Joko dan Agustus

Jurnal 04 :

(Debit) Modal Joko……. Rp 84.000
(Debit) Modal Agus …….Rp 11.000
(Kredit) Kas ……………………. Rp 95.000

Jurnal-jurnal tersebut di atas menunjukkan penilaian kembali aktiva dan pengakuan goodwill tidak dicatat dalam pembukuan Firma Joko & Rekan.

Tapi bila diinginkan maka penilaian kembali dan goodwill dapat dicatat dalam pembukuan Firma Joko & Rekan, kemudian baru dipindahkan ke PT Manajemen Keuangan Network.

Ada cara lain yang dapat digunakan dalam menutup catatan pembukuan Firma Joko & Rekan, yaitu dengan menutup langsung semua rekening-rekening atau akun-akun aktiva, utang dan modal.

Melalui cara ini laba penjualan perusahaan dan pembagian saham serta kas, untuk anggota Firma Joko & Rekan tidak dicatat dalam pembukuan.

 

Jurnal Penutup

Jurnal untuk menutup langsung akun-akun aktiva, utang dan modal Firma Joko & Rekan adalah sebagai berikut :

Utang Lancar …………………………………… Rp150.000 [Debit]
Cadangan Kerugian Piutang ……….. Rp 15.000 [Debit]
Akumulasi Depresiasi …………………… Rp  200.000 [Debit]
Modal Joko ……………………………………. Rp 310.000 [Debit]
Modal Agus ………………………………….. Rp 600.000 [Debit]            

Kas ………………………………………………………… Rp  95.000 [Kredit]
Piutang ………………………………………………… Rp 180.000 [Kredit]
Persediaan Barang ……………………………. Rp 200.000 [Kredit]
Aktiva Tetap ………………………………………. Rp 800.000 [Kredit]

***

Sedangkan jurnal yang dibuat oleh PT Manajemen Keuangan Network adalah sebagai berikut :

Transaksi 01 : Aktiva dan utang

Mencatat aktiva dan utang yang diterima dari Firma Joko & Rekan

Jurnal 01 :

Piutang  ………………………………… Rp 180.000 [Debit]
Persediaan Barang  …………….  Rp  255.000 [Debit]
Aktiva Tetap ………………………..  Rp 1.500.000 [Debit]
Goodwill ………………………………. Rp 135.000 [Debit]

Cadangan Kerugian Piutang ………………. Rp 20.000 [Kredit]
Akumulasi Depresiasi ………………………….. Rp  400.000 [Kredit]
Utang Lancar   ………………………………………. Rp 150.000 [Kredit]
Utang Joko & Agus ………………………………. Rp 1.500.000 [Kredit]

 

Transaksi 02 : Pengeluaran saham

Mencatat pengeluaran saham 1.500 lembar saham untuk Firma Joko & Rekan

 

Jurnal 02 : Modal dan utang

(Debit) Utang Joko dan Agus …………….. Rp 1.500.000
(Kredit) Modal Saham  …………………………….. Rp 1.500.000

 

Transaksi 03 : Transaksi penjualan saham

Mencatat penjualan saham 1.500 lembar @Rp. 1.000 tunai

 

Jurnal 03: Modal saham

(Debit) Kas ………………………. Rp 1.500.000
(Kredit) Modal Saham ……………….. Rp 1.500.000

***

Dari jurnal di atas bisa dilihat bahwa aktiva yang diterima oleh PT Manajemen Keuangan Network dicatat dengan jumlah penilaian kembali dan cadangan kerugian piutang serta akumulasi depresiasi di kredit.

Alternatif lain yang dapat dilakukan adalah aktiva dicatat dengan jumlah nilai sehat sesudah penilaian kembali. Sehingga dengan cara ini tidak ada pencatatan untuk cadangan kerugian piutang dan akumulasi depresiasi.

 

03: Kesimpulan

Penggabungan usaha atau merger dilakukan dengan tujuan tertentu. Misalnya untuk efektivitas dan efisiensi bisnis serta memiliki kendali terhadap perusahaan. Perusahaan berhak sebagai kendali jika memiliki saham lebih besar dari 50%.

Bagaimana cara membuat laporan keuangan konsolidasi perusahaan setelah merger?

Secara umum, ada beberapa cara yang lazim digunakan untuk menyusun laporan konsolidasi perusahaan hasil merger, yaitu:

  1. Laporan keuangan konsolidasi dengan metode equity (ekuitas)
  2. Laporan keuangan konsolidasi dengan metode harga perolehan

Dan di atas telah dijelaskan dan dibahas beserta contoh proses penyusunan laporan keuangan konsolidasi induk dan anak perusahaan.

Bila ada yang membutuhkan template laporan keuangan Excel,  menghitung PPh 21 karyawan tetap dan non tetap, membuat budget proyek, laporan budget vs realisasi proyek, menghitung nilai penyusutan aktiva tetap, silahkan langsung saja  baca dan pelajari artikel tentang SOP Accounting Tools.

Bila ada yang belum jelas, langsung saja kontak no WA yang tertera di situ atau bisa juga melalui email: wadiyo@gmail.com (fast response)

***

Demikian pembahasan mengenai proses cara membuat laporan keuangan konsolidasi perusahaan setelah merger. Pembahasan lebih lanjut tentang penyusunan laporan keuangan konsolidasi lengkap akan diulas pada artikel tersendiri.

Pada pembahasan ini baru pengenalan tentang laporan keuangan konsolidasi setelah penggabungan usaha dan pencatatan awal proses penutupan perusahaan.

Demikian sedikit yang bisa kami share, semoga bermanfaat dan terima kasih.*****

Profesional lulusan ekonomi yang menekuni ERP (SAP), Accounting Software, Business Analyst dan berbagi pengalaman pekerjaan Finance & Accounting.