Proses Closing dengan Jurnal Penutup di Perusahaan Dagang

Jurnal penutup adalah pencatatan akuntansi yang digunakan untuk menutup proses dan tahap-tahap siklus akuntansi perusahaan dagang, jasa, dan manufaktur. Aktivitas ini dikenal dengan tutup buku atau closing, yaitu dengan memindahkan perkiraan-perkiraan nominal ke laba ditahan (retained earning).

Tujuan jurnal penutup (closing entries), selain untuk melakukan ‘closing’ di akhir periode akuntansi juga untuk mempersiapkan akun-akun yang digunakan pada periode selanjutnya, sehingga jurnal penutup dan neraca saldo setelah penutupan tidak bisa dipisahkan, saling melengkapi. Apa saja jurnal penutup? Bagaimana cara membuat jurnal penutup? Langsung saja mari ikuti pembahasan beserta contoh jurnal penutup berikut ini.

Tutup Buku (Closing) dengan Jurnal Penutup

A: Pengertian Tutup Buku Menurut Para Ahli

Apa yang dimaksud dengan tutup buku?

Menurut para ahli keuangan, pengertian tutup buku adalah proses untuk memindahkan akun-akun nominal dan pembagian dividen ke rekening laba ditahan (retained earning) sehingga di akhir periode kita akan mendapatkan nilai equity.

Tutup buku dilakukan akhir tahun dan tutup buku akhir bulan atau tutup buku bulanan, secara basic keduanya sama. Jadi, jurnal penutup adalah akhir dari sebuah siklus akuntansi (accounting cycle) perusahaan.

Pada akhir siklus akuntansi, untuk melakukan proses penutupan akun-akun dengan menggunakan ayat jurnal penutup

Dengan kata lain, definisi ayat jurnal penutup adalah jurnal yang digunakan untuk menutup proses dalam siklus akuntansi dan mempersiapkan pencatatan akun-akun untuk transaksi-transaksi periode berikutnya.

Di software akuntansi Myob Accounting, menu untuk mengisi bulan tutup buku pada accounting information adalah Last Month of Financial Year

B: Tujuan Tutup Buku

Apa tujuan tutup buku?

Ada beberapa tujuan terkait tutup buku, berikut ini disajikan 7 (tujuh) poin, yaitu:

  1. Untuk memisahkan atau cut off antar periode.
  2. Menentukan laba rugi akhir periode.
  3. Membuat Laporan Posisi Keuangan.
  4. Untuk Memisahkan dokumen dan arsip transaksi keuangan bisnis.
  5. Menilai kinerja perusahaan.
  6. Mengetahui info aset-aset perusahaan.
  7. Untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajibannya.

Jurnal Penutup Sistem Persediaan Perpetual

Untuk membantu memahami materi jurnal penutup, kami akan memberikan contoh dan cara membuat jurnal penutup perusahaan dagang, mirip lah dengan contoh soal jurnal penutup perusahaan jasa 🙂

Tentu dengan step by step

Empat Langkah Membuat Jurnal Penutup Perusahaan Dagang

Bagaimana cara membuat jurnal penutup?

Ada 4 ayat jurnal penutup yang digunakan dalam proses penutupan akun yang memerlukan jurnal penutup.

Perhatikan cara membuat jurnal penutup bersama step by step berikut ini:

C: Menutup Akun-akun Sementara dengan Saldo Kredit

Ayat jurnal pertama jurnal penutup rekening sementara adalah pencatatan akuntansi yang digunakan untuk menutup akun-akun sementara dengan saldo kredit, seperti penjualan ke akun ikhtisar laba rugi.

Perhatikan contoh jurnal penutup yang tepat tanggal 31 Desember 2017 berikut ini:

(Debit) Penjualan …………………… Rp 720.185
(Debit) Pendapatan sewa ……….. Rp       600
(Kredit) Ikhtisar Laba Rugi …………… Rp 720. 785

B: Menutup Akun-akun Sementara dengan Saldo Debit

Ayat jurnal kedua, yaitu jurnal penutup rekening sementara adalah digunakan untuk menutup akun-akun sementara dengan saldo debit, termasuk retur dan potongan penjualan, diskon penjualan, dan harga pokok penjualan ke akun ikhtisar laba rugi.

Bagaimana cara membuat jurnal penutup rekening sementara?

Perhatikan contoh ayat jurnal berikut ini:

Jurnal Penutup perusahaan dagang - Proses Pencatatan
Ket: Proses pencatatan jurnal penutup perusahaan dagang

C: Menutup Saldo Akun Ikhtisar Laba Rugi (jurnal penutup ikhtisar laba rugi)

Jurnal penutup metode ikhtisar laba rugi digunakan untuk menutup saldo akun Ikhtisar laba rugi ke akun modal pemilik. Bagaimana cara membuat jurnal penutup untuk menutup perkiraan–perkiraan ikhtisar laba rugi?

Perhatikan contoh jurnal penutup yang benar adalah berikut ini:

(Debit) Ikhtisar Laba Rugi …….. Rp 75.400
(Kredit) Modal Pemilik ……………….. Rp 75.400

D: Menutup Akun Penarikan oleh Pemilik (jurnal penutup prive)

Ayat jurnal ke-empat, menutup akun penarikan oleh pemilik ke akun Modal Pemilik.

Bagaimana cara membuat jurnal penutup untuk prive?

Perhatikan contoh jurnal penutup prive berikut ini:

(Debit) Modal ……… Rp 18.000
(Kredit) Prive  ……………… Rp 18.000

Setelah dua ayat jurnal pertama di-posting, maka akan menunjukkan laba bersih atau rugi bersih periode berjalan. Dan dari contoh di atas, nilainya sebesar Rp 75.400.000, seperti berikut ini:

Contoh Jurnal penutup perusahaan dagang
Keterangan: Jurnal penutup perusahaan dagang

Manajemen Keuangan Profil

Profesional lulusan ekonomi yang menekuni ERP (SAP), Accounting Software, Business Analyst dan berbagi pengalaman pekerjaan Finance & Accounting.